Tag: Terjadi

MU Kalah Sampai 14 Kali, Baru Kali Ini Terjadi di Premier League!


Jakarta

Satu lagi catatan buruk dari pencapaian Manchester United usai berakhirnya Premier League 2023/2024. Man United mencatatkan jumlah kekalahan terbanyak dalam sejarahnya di ajang tersebut.

Raihan 60 poin dibuat skuad Erik ten Hag musim ini, setelah MU menyudahi musim dengan berada di posisi ke-8. Ini merupakan posisi finis terburuk Man United dalam sejarahnya di Premier League.

Sebelum musim ini, peringkat paling buruk the Red Devils di akhir musim adalah posisi ketujuh yang dicatatkan pada musim 2013/2014. Saat itu MU meraih 64 poin hasil dari 19 kali menang, 7 kali seri, dan 12 kali kalah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan 12 kekalahan itu pun sempat menjadi jumlah paling banyak yang dialami oleh Manchester United dalam satu musim Premier League. Di musim 2021/2022, jumlah kekalahan serupa turut dicatatkan.

Nah, pada musim 2023/2024 ini rekor baru sudah tercipta: Man United kalah 14 kali dalam perjalanannya mengarungi satu musim Premier League. Alias dua kali lebih banyak daripada rekor sebelumnya.

Secara terperinci, Man United-nya Erik ten Hag musim ini mencatatkan 18 kemenangan, 6 kali seri, dan 14 kali kalah dalam meraih 60 poin di Premier League 2023/2024.

Sebelum era Premier League, jumlah kekalahan paling banyak yang dialami oleh Man United adalah pada musim 1989/1990 di era Divisi Satu. Dari data TransferMarkt, skuad besutan Sir Alex Ferguson saat itu punya 16 kekalahan.

Sementara rekor jumlah kekalahan paling banyak yang dialami oleh Manchester United adalah pada Divisi Satu 1973/1974, ketika ditangani Tommy Docherty. Ada 20 kekalahan yang dialami pada musim tersebut.

(krs/raw)

Nasib Indonesia Bergantung Laga Lain, STY: Apapun Bisa Terjadi


Doha

Peluang lolos Indonesia menipis setelah dikalahkan Jepang 1-3 di laga grup terakhir Piala Asia 2023. Pelatih Indonesia Shin Tae-yong belum lempar handuk.

Duel Indonesia vs Jepang berlangsung di Stadion Al Thumama, Doha, pada Rabu (24/1/2024). Samurai Biru nyaris mendominasi total pertandingan, dan unggul cepat berkat gol penalti Ayase Ueda di enam menit pertama.

Di paruh kedua, Jepang kemudian menambah dua gol lain dari Ueda dan diuntungkan dari gol bunuh diri Justin Hubner. Sedangkan satu-satunya gol balasan Garuda diciptakan Sandy Walsh di injury time.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan hasil ini Indonesia finis di posisi ketiga klasemen Grup D Piala Asia 2023. Indonesia mengumpulkan tiga poin hasil dua kekalahan dan sekali menang dalam tiga pertandingan. Jepang finis berhak lolos sebagai runner-up dengan enam poin, mendampingi Irak yang meraih 100% kemenangan.

Meski kalah, timnas Indonesia toh masih memungkinkan melaju ke babak 16 besar melalui jalur klasemen peringkat tiga terbaik. Saat ini Indonesia berada di posisi keempat dengan tiga poin, di atas China (sudah tereliminasi) dan Oman di peringkat enam (1 poin). Sekadar informasi, hanya empat tim teratas yang berhak lolos.

Dari semua tim peringkat tiga di grup, hanya Bahrain dan Oman yang masih punya pertandingan. Indonesia bisa mengintip peluang lolos berdasarkan hasil kedua pesaingnya.

“Apapun bisa terjadi. Saya tidak bisa mengatakan apapun tentang apa yang bisa terjadi besok,” ungkap Shin Tae-yong dikutip Reuters.

“Kami akan beristirahat dan menunggu hasil-hasil dari pertandingan-pertandingan selanjutnya,” dia menambahkan.

Indonesia bisa lolos andai Oman gagal menang melawan Kirgistan di laga terakhir Grup F. Jika gagal menang, Oman hanya punya maksimal 2 poin, dan gagal menyalip Indonesia. Namun, jika Oman menang, maka poinnya menjadi 4 dan membuat Indonesia harus berharap dari laga Bahrain. Indonesia akan berharap Bahrain kalah telak dari Yordania. Sebab, Bahrain kini masih unggul selisih gol dari Indonesia.

(rin/bay)

Keributan Suporter dan Insiden Gas Air Mata Terjadi Lagi, PSTI: Bukti PSSI Tak Lakukan Edukasi

Bola.net – Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) buka suara soal keributan suporter yang berujung insiden gas air mata usai laga Liga 2, antara Gresik United dan Deltras Sidoarjo, Minggu (19/11/2023). Mereka menyebut bahwa ini merupakan bukti bahwa PSSI tak melakukan edukasi, baik kepada suporter dan aparat keamanan.

“Pertama, ini membuktikan PSSI tidak melakukan edukasi terhadap suporter maupun aparat keamanan, yang bertugas dalam sebuah pertandingan,” kata Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro.

“Pembentukan presidium suporter hanya bersifat pencitraan dan tidak menyentuh masalah sesungguhnya, terutama suporter di akar rumput,” sambungnya.

Menurut Indro, edukasi terhadap suporter ini sangat penting dan harusnya menjadi lamgkah konkret untuk dilakukan oleh PSSI dan Menpora. Apalagi, sambungnya, di Indonesia, sudah ada Undang-Undang Keolahragaan yang juga mengatur soal suporter.

“Namun, hingga saat ini, belum ada aturan turunan yang bisa memaksa seluruh stakeholder melakukan edukasi hingga ke akar rumput,” tutur Indro.

“Dengan adanya edukasi, diharapkan seluruh suporter bisa menjauhkan tindakan kekerasan dan menerima hasil pertandingan. Kalau ada hal-hal mencurigakan pun bisa dilakukan lewat cara yang baik dan benar,” imbuhnya.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


‘Kekacauan akan Terjadi Andai Man City Dinyatakan Bersalah’


Manchester

Eks penasihat Manchester City mengklaim akan ada kekacauan apabila The Citizens dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran finansial. Seperti ini pengakuannya.

Man City jadi sorotan usai Everton kena sanksi pengurangan poin di Premier League. The Toffees dikurangi 10 poin karena melanggar aturan finansial.

Pelanggaran finansial juga diduga dilakukan Man City. The Sky Blues diklaim melanggar lebih dari 100 aturan keuangan selama periode 2009-2018.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelanggaran berat macam itu bisa membuat Man City dihukum degradasi dari Premier League. Tidak hanya itu, mereka juga diancam pencabutan gelar-gelar juara!

Kendati demikian, belum ada sanksi yang dijatuhkan ke Manchester City. The Citizens bahkan berhasil menang banding kala dihukum tampil di kompetisi antarklub Eropa pada 2020.

Ancaman sanksi kepada Man City disorot mantan penasihatnya, Stefan Borson. Pakar keuangan sepakbola ini menyebut kasus yang diduga terjadi di Etihad Stadium jauh lebih rumit dan kompleks ketimbang Everton.

“Ada terlalu banyak hal yang ‘mungkin’ terjadi jika City dinyatakan bersalah. Ini bakal menjadi sangat serius: Kekacauan akan terjadi,” kata Borson, dilansir dari The Sun.

“Ini akan menjadi sebuah cerita yang sangat besar – tidak hanya dalam kaitannya dengan sepakbola tetapi lebih luas dari itu. Banyak pihak yang akan terlibat. Ini akan menjadi situasi yang sangat eksplosif,” sambungnya.

“Dari sudut pandang sepakbola, mustahil berpikir City tidak akan terdegradasi jika semua hal tersebut menimpa mereka,” Borson mengungkapkan.

Simak Video “Saling Balas Gol, Chelsea Vs Man City Berakhir Imbang 4-4
[Gambas:Video 20detik]
(bay/nds)