Tag: Nainggolan

Radja Nainggolan Rasakan Degradasi Beruntun: Tahun Lalu di Italia, Sekarang di Indonesia

Bola.net – Radja Nainggolan harus menelan pengalaman kurang mengenakkan sebagai pesepak bola. Gelandang senior itu harus rela klub yang dibelanya mengalami degradasi, nahas terjadi secara beruntun.

Sempat ada di kasta tertinggi bersama klub-klub besar Serie A Italia dan Liga Belgia, sekarang Radja Nainggolan harus merasakan pahitnya degradasi bersama Bhayangkara FC di BRI Liga 1 2023/2024.

Padahal, kedatangannya di pertengahan musim BRI Liga 1 musim ini, adalah untuk mengangkat performa The Guardian yang terseok-seok. Nahasnya Nainggolan tidak bisa berbicara banyak. Hanya 10 pertandingan, tiga assist, dan satu gol yang menjadi persembahannya hingga pekan ke-32 BRI Liga 1 musim ini.

Menariknya, Nainggolan yang sempat memperkuat Inter Milan, Cagliari, AS Roma, dan Royal Antwerp tersebut dua kali beruntun mengalami degradasi sepanjang hidupnya sebagai pesepakbola profesional.

Selain bersama Bhayangkara FC, di musim 2022/2023, ia juga merasakan degradasi bersama klub Serie B Italia SPAL. Sekarang SPAL bermain di Serie C. Nainggolan yang masih berusia 35 tahun, sebenarnya masih bisa bermain.

Setidaknya di BRI Liga 1 musim depan. Namun dengan back to back degradasi, karier menterengnya pun bisa tercoreng. Apalagi ada Riwayat cedera yang menghantui mantan pemain Timnas Belgia tersebut.


Hasil BRI Liga 1: Radja Nainggolan Bawa Bhayangkara Tahan Arema Tanpa Gol

Bola.net – Arema FC hanya bisa bermain imbang 0-0 melawan timnya Radja Nainggolan yakni Bhayangkara FC, Rabu (06/03/2024) malam WIB.

Duel Arema vs Bhayangkara ini merupakan laga pekan ke-28 BRI Liga 1 2023/2024. Pertandingan ini digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Kedua tim sama-sama menghasilkan beberapa peluang. Sayangnya mereka juga sama-sama kurang klinis ketika berada di area pertahanan lawan.

Hasil ini membuat Arema mengemas 31 angka dari 28 laga dan mereka ada di posisi 14 klasemen sementara Liga 1. Sementara itu Bhayangkara ada di posisi 17 dengan koleksi 19 angka.

Baca laporan jalannya laga tersebut di bawah ini Bolaneters.

1 dari 4 halaman

Babak Pertama

Arema FC dan Bhayangkara FC langsung saling serang. Namun pertandingan berjalan dengan tempo sedang saja.

Keduanya pun kesulitan untuk menciptakan peluang. Tiap serangan mereka kerap mentok sebelum masuk ke area kotak penalti. Bola kerap bergulir di lini tengah.

Arema sempat mencatatkan satu tembakan melalui Dendi dari luar kotak penalti. Tapi bola melebar dari target.

Pada menit ke-23 ancaman datang bagi pertahanan Arema. Nainggolan melepas tembakan bebas dari jarak sekitar 30 meter. Ia melepas tendangan keras mendatar ke sisi kanan bawah gawang tapi bola masih bisa diamankan oleh Julian.

Menit ke-39, peluang aaik didapat Arema. Lucero menyambar umpan datar dari sisi kanan di tiang dekat. Namun bola sontekannya masih bisa diblok Awan Setho.

Menit ke-43 giliran Bhayangkara yang mengancam gawang Arema. Matias Mier menanduk bola umpan silang dari kanan. Tapi meski berdiri bebas, ia gagal menaklukkan Julian karena bola mengarah ke pelukan kiper Arema tersebut.

Pada akhirnya tak ada gol tercipta di babak pertama ini. Arema 0-0 Bhayangkara.

2 dari 4 halaman

Babak Kedua

Di babak kedua, Arema FC dan Bhayangkara FC kembali saling menekan. Pertandingan berjalan lebih intens dibandingkan babak pertama.

Arema kemudian mendominasi laga. Mereka lebih sering menekan pertahanan Bhayangkara.

Pada menit ke-67 peluang didapat dari tembakan Lokolingoy. Meski dikawal Salles, ia masih bisa membalikkan badan dan melepas tembakan ke gawang. Tapi bola bisa diantisipasi Awan Setho.

Bhayangkara kemudian juga mencoba mengancam balik melalui Mier dan Brandao. Pun melalui Radja Nainggolan.

Pada menitke-85 Nainggolan coba melepas tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Namun bola masih melambung dari sasaran.

Arema kemudian coba terus menggedor pertahanan Bhayangkara. Tapi pada akhirnya babak ini juga tak menghasilkan gol. Duel ini pun berakhir 0-0.

3 dari 4 halaman

Susunan Pemain

Arema FC: Julian Schwarzer; Rifad Marasabessy, Charles Almeida, Bagas Adi Nugroho, Johan Alfarizi, Dendi Santoso, Jayus Hariono, Arkhan Fikri, Ariel Lucero, Dedik Setiawan, Charles Lokolingoy

Pelatih: Widodo C Putro

Bhayangkara FC: Awan Setho Raharjo; Putu Gede, Anderson Salles, Arif Satria, Muhammad Rochman, Wahyu Subo Seto, Zulfahmi Arifin, Matías Mier, Radja Nainggolan, Witan Sulaeman, Júnior Brandao

Pelatih: –


Radja Nainggolan Debut, BRI Liga 1 Naik Kelas

Bola.net – Minggu (17/12/2023) malam WIB, menjadi hari yang bersejarah untuk Radja Nainggolan. Pasalnya, pada hari itu ia menorehkan debut di BRI Liga 1 2023/2024.

Radja Nainggolan menjalani debutnya bersama Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-23 BRI Liga 1 2023/2024 kontra Persita Tangerang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu diturunkan pelatih Bhayangkara FC, Mario Gomez pada pertengahan babak kedua, tepatnya menit ke-56. Ia menggantikan Muhammad Ragil.

Sebelum laga debutnya ini, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji menyatakan harapan besarnya pada pemain yang kabarnya dibanderol lebih dari Rp5 miliar itu. Ia ingin Radja Nainggolan membantu The Guardian terhindar dari degradasi.

“Semoga kehadiran Radja juga bisa menaikkan value Bhayangkara FC,” ujar Sumardji beberapa waktu lalu.

1 dari 2 halaman

BRI Liga 1 Naik Kelas

Sumardji menambahkan, dengan mendatangkan Radja Nainggolan, diharapkan Bhayangkara FC bisa membantu BRI Liga 1 naik kelas. Ini selaras juga dengan upaya #BRIPalingBola dalam menaikkan valuasi kompetisi.

Sebelumnya, beberapa klub juga pernah mendatangkan pemain-pemain berlabel bintang. Contohnya Michael Essien di Persib Bandung pada 2017 dan Marco Motta di Persija Jakarta pada 2020 sampai 2022.

“Semoga ini juga membuat klub-klub lain terpacu mendatangkan pemain kelas dunia agar bisa mengangkat level kompetisi Liga 1,” kata Sumardji yang juga menjabat anggota anggota Exco PSSI.

2 dari 2 halaman

Radja Nainggolan Senang Gabung Bhayangkara FC

Sementara itu, Radja Nainggolan mengaku senang bisa bergabung dengan Bhayangkara FC. Sebagai #BolaPemersatuBangsa, kompetisi Liga 1 memang sangat diminati masyarakat.

“Saya senang bisa berada di Indonesia saya yakin dan percaya proyek ini. Semoga bisa memberikan yang terbaik di sini. Untuk pertama kalinya, saya belum pernah tahu tentang Liga Indonesia, saya masih mencari tahu. Saya tahu Michael Essien pernah main di Indonesia. Saya pernah melawan Essien di Serie A Italia. Saya tahu Marco Motta juga,” tutur Radja Nainggolan.

Radja Nainggolan berharap kedatangannya bisa membantu Bhayangkara FC lolos dari jerat merah atau degradasi. Di laga debutnya, ia membantu The Guardians menang telak 3-0 atas Persita.

“Yang penting fokus dan saya ingin memberikan yang terbaik di liga ini agar Bhayangkara bisa naik posisinya dan tetap terus di Liga 1,” imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)


Marco Materazzi dan Dries Mertens Beri Reaksi pada Debut Radja Nainggolan di BRI Liga 1 2023/2024

Bola.net – Radja Nainggolan membuat BRI Liga 1 musim 2023/2024 dapat banyak sorotan. Bahkan, setelah menjalani debut bersama Bhayangkara FC, aksi Radja Nainggolan dapat respon dari Marco Materazzi dan Dries Mertens.

Radja Nainggolan mencatatkan penampilan pertamanya di BRI Liga 1 ketika bermain selama 34 menit saat Bhayangkara FC menang 3-0 atas Persita dalam pekan ke-23 BRI Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Minggu (17/12/2023).

Radja Nainggolan masuk pada menit ke-56 untuk menggantikan Muhammad Ragil. Gelandang berusia 35 tahun itu mencatatkan 15 operan berhasil, satu tendangan ke gawang, sekali intersep, dan satu tekel.

“Akhirnya kembali ke lapangan dan saya benar-benar menikmatinya. Tiga poin pertama dalam genggaman. Siap untuk lebih banyak lagi,” ujar Radja Nainggolan dalam akun Instagramnya, @radja_nainggolan_l4, Senin (18/12/2023).

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Komentar Dries Mertens dan Marco Materazzi

Komentar Dries Mertens dan Marco Materazzi

Marco Materazzi hadir pada acara BRIMO: Future Garuda (c) PSSI

Unggahan Radja Nainggolan itu mendapatkan respons dari mantan rekan setimnya di Timnas Belgia, Dries Mertens. Pemain Galatasaray itu meninggalkan emotikon dua tangan ke atas dan api.

Sementara itu, mantan bek Inter Milan dan Timnas Italia, Marco Materazzi, mengomentari keputusan Radja Nainggolan berkarier di Indonesia.

Materazzi tengah berada di Indonesia bersama legenda Barcelona, Carles Puyol, dalam rangka menyemarakkan Euro 2024.

“Pemain dunia yang sangat terkenal seperti Radja Nainggolan yang pernah bermain di Italia, saya benar-benar tahu kemampuannya. Dia sangat bagus,” ujar Materazzi.

“Dia tahu sepak bola di Eropa. Ketika dia memutuskan pindah ke Indonesia, berarti ada potensi yang kuat dan bisa dikembangkan terutama untuk pemain-pemain muda. Mudah-mudahan ke depan akan berkembang lagi,” tutur Materazzi.

2 dari 3 halaman

Bikin Bhayangkara FC Melambung

Bikin Bhayangkara FC Melambung

Aksi Radja Nainggolan ketika tampil bersama Bhayangkara di BRI Liga 1 2023/2024 melawan Persita Tangerang, Minggu 17 Desember 2023. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bhayangkara FC mengontrak Radja Nainggolan selama setengah musim dengan nilai Rp5 miliar lebih. “Semoga kehadiran Radja Nainggolan juga bisa menaikkan value Bhayangkara FC,” ungkap COO Bhayangkara FC, Sumardji, pada beberapa waktu lalu.

Radja Nainggolan sudah tidak bermain selama kurang lebih delapan bulan sejak penampilan terakhirnya bersama klub Italia, SPAL, pada April 2023 sebelum direkrut Bhayangkara FC.

“Semoga ini juga membuat klub-klub lain terpacu mendatangkan pemain kelas dunia agar bisa mengangkat level BRI Liga 1,” jelas Sumardji.

Disadur dari Bola.com: Muhammad Adi Yaksa/Hendry Wibowo, 19 Desember 2023


Bhayangkara FC Perkenalkan Radja Nainggolan ke Publik, Yakin Bisa Keluar dari Zona Degradasi di BRI Liga 1

Bola.net – Bhayangkara FC resmi memperkenalkan Radja Nainggolan sebagai rekrutan baru. Ia diperkenalkan ke hadapan media pada Senin (4/12/2023) malam WIB, di Ruang Press Conference Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu direkrut Bhayangkara FC pada bursa transfer paruh musim BRI Liga 1 2023/2024. Ia dikontrak The Guardian hingga kompetisi musim ini berakhir.

“Malam ini saya mewakili manajemen Bhayangkara FC memperkenalkan rekrutan baru, pemain baru untuk memperkuat BFC, Radja Nainggolan. Welcome,” ujar Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji.

“Jadi kami memang di musim 2023/2024 berupaya, berusaha untuk perbaiki klasemen, yang kita tahu bahwa putaran pertama Bhayangkara FC sangat kesulitan keluar dari zona merah. Di putaran kedua kami berusaha, berupaya membenahi semaksimal mungkin untuk keluar dari zona merah.”

“Dengan demikian, pada kesempatan malam ini, dengan kehadiran pemain baru tentunya kami berharap akan membawa situasi dan kondisi baru sehingga bisa membawa aura positif untuk Bhayangkara FC dan bertahan di Liga 1,” tambah Sumardji.

Saat ini, Bhayangkara FC masih duduk di dasar klasemen sementara BRI Liga 1 2023/2024. The Guardian baru mengemas 11 poin dari 21 laga.


Berapa Nilai Kontrak Radja Nainggolan untuk Setengah Musim BRI Liga 1? COO Bhayangkara FC Bilang Begini

Bola.net – Bhayangkara FC diperkirakan harus merogoh kocek yang dalam untuk mendatangkan Radja Nainggolan. Pasalnya, pemain berusia 35 tahun itu berlabel mantan gelandang kelas dunia.

Bhayangkara FC telah memastikan merekrut Radja Nainggolan. Pesepak bola berkebangsaan Belgia itu dikontrak sampai BRI Liga 1 2023/2024 selesai.

Mengutip situs Capology, Radja Nainggolan digaji 805.752 dolar AS (Rp 12,5 miliar) selama setengah musim ketika membela klub Serie B Italia, Spal, pada Januari hingga Juni 2023.

Sebelumnya ketika memperkuat Royal Antwerp di Belgia pada 2021-2022, mantan pemain AS Roma, Inter Milan, dan Cagliari itu mendapatkan 2.177.708 dolar AS (Rp 33,8 miliar) dalam semusim.

1 dari 2 halaman

Jawaban Sumardji

Jawaban Sumardji

COO Bhayangkara FC, Sumardji (c) Bola.net/Fitri Apriani

Chief Operaing Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji enggan mengungkapkan nilai kontrak Radja Nainggolan. Pasalnya, gaji pemain menjadi rahasia internal The Guardian.

“Kalau berkaitan dengan nilai kontrak dari Radja Nainggolan, tentu tidak perlu saya sampaikan ke media karena itu adalah bagian dari dapur kami,” ujar Sumardji kepada wartawan di Jakarta.

“Artinya kami sudah sepakat dan sudah sama-sama menerima. Artinya kewajiban klub kepada pemain dan kewajiban Radja Nainggolan kepada kami dan saya kira tidak perlu disampaikan ke media,” katanya menambahkan.

Radja Nainggolan saat ini masih berada di Brussels, Belgia. Mantan pemain Timnas Belgia itu akan terbang ke Indonesia pada Minggu (3/12).


Pelatih Bali United Komentari Manuver Bhayangkara FC yang Datangkan Radja Nainggolan

Bola.net – Bhayangkara FC menyedot banyak perhatian pada bursa transfer paruh musim BRI Liga 1 2023/2024. Pasalnya, The Guardian merekrut banyak pemain dengan nama besar. Salah satunya Radja Nainggolan.

Bhayangkara FC mendatangkan lebih dari 10 pemain di putaran kedua. Selain pemain asing, Bhayangkara FC juga menambah amunisi lokal yang mentereng pada diri Witan Sulaeman. Dia dipinjam dari Persija Jakarta.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra pun ditanya soal langkah Bhayangkara FC yang merekrut banyak pemain dibandingkan timnya yang cuma merekrut Luthfi Kamal.

Menurutnya apa yang dilakukan Bhayangkara FC di putaran kedua BRI Liga 1 2023/2024, menjadi sinyal bahwa semua klub berbenah. Bhayangkara sendiri mencoba untuk lolos dari zona degradasi.

1 dari 3 halaman

Komentar Teco Soal Transfer Bhayangkara FC

Selain Radja Nainggolan dan Witan Sulaeman, Bhayangkara FC turut merekrut Marcelo Herrera, Junior Brandao hingga Ousmane Fane serta pemain lokal, Andik Rendika Rama, Osvaldo Haay hingga memulangkan Putu Gede.

“Saya tidak akan berbicara secara spesifik tentang pemain ini, tetapi saya melihat Bhayangkara FC membeli banyak pemain,” kata Teco sapaan akrab Stefano Cugurra.

“Banyak pemain, pemain asing dan pemain lokal. Saya melihat Osvaldo Haay, Witan, pemain-pemain bagus di sana,” lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Upaya Lepas dari Zona Degradasi

Upaya Lepas dari Zona Degradasi

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Dikatakan Teco, melihat posisi Bhayangkara FC di BRI Liga 1 saat ini memang sedang buruk. Sehingga tim perlu melakukan perombakan untuk mengarungi putaran kedua BRI Liga 1 2023/2024 agar bisa keluar dari zona degradasi.

Perlu diketahui, Bhayangkara FC saat ini berada di jurang degradasi paling dasar klasemen. Mereka baru mengoleksi 10 poin dari 20 laga dan baru menang 1 kali, seri 7 kali dan 12 kali menelan kekalahan.

“Tentu saja Bhayangkara, mereka memiliki posisi yang buruk di liga. Mereka berada di zona degradasi, jadi mereka ingin keluar dari sana dan itulah mengapa mereka membawa banyak pemain bagus ke sana,” tutup Teco.

Disadur dari Bola.com: Alit Binawan/Hendry Wibowo, 1 Desember 2023


Deretan Pemain Top Dunia yang Merumput di Liga Indonesia: Paling Gres Ada Radja Nainggolan

Bola.net – Sekali lagi Liga Indonesia yang kini bernama BRI Liga 1 dimeriahkan oleh pemain top dunia. Gelandang Radja Nainggolan resmi bergabung dengan Bhayangkara FC untuk sisa musim 2023/2024.

Meski eks anggota Timnas Belgia ini hanya dikontrak selama enam bulan, publik sangat penasaran melihat aksinya di lapangan.

Apalagi Radja Nainggolan punya kedekatan emosional dengan Indonesia karena dia berdarah Batak.

Rekam jejak karir pemain berusia 35 tahun ini juga tak main-main. Selama 15 tahun, Radja Nainggolan berkiprah di beberapa klub Serie A Liga Italia.

Dia mengawali kariernya bersama Piacenza pada 2006-2010. Berikutnya Cagliari, AS Roma, dan Inter Milan pernah memakai jasa gelandang ini.

1 dari 6 halaman

Rekam Jejak Pemain Top Dunia di Indonesia

Rekam Jejak Pemain Top Dunia di Indonesia

Duta promosi Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, Radja Nainggolan. (c) Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023

Sebelumnya beberapa pemain tenar jebolan kompetisi top Eropa dan Piala Dunia juga pernah berkiprah di Indonesia.

Apakah Radja Nainggolan masih punya daya magnet kuat sesuai kalibernya, atau malah meredup.

Berikut ulasan kilas balik bintang-bintang papan atas Dunia dan Eropa. Ada yang punya karier moncer dan meredup di Liga Indonesia.

2 dari 6 halaman

Mario Kempes dan Roger Milla

Mario Kempes dan Roger Milla

Striker Argentina Mario Kempes merayakan gol ke gawang Belanda di final Piala Dunia 1978. (c) AP Photo

Dua bintang Piala Dunia ini menjadi pemain paling sukses di Indonesia. Mario Kempes dan Roger Milla datang ke Indonesia di usia tak muda lagi.

Bahkan, bisa dibilang, masa keemasan mereka sudah menurun. Tapi Mario Kempes dan Roger Milla punya pesona luar biasa.

Mario Kempes didatangkan Pelita Jaya pada 1996. Ketika itu, usia top scorer Piala Dunia 1978 tersebut telah masuk 42 tahun. Namun selama tampil 18 pertandingan, Mario Kempes mampu mencetak 12 gol.

Setelah memutuskan gantung sepatu, striker asal Argentina itu didaulat sebagai pelatih Pelita Jaya. Klub milik Nirwan Bakrie itu menjadi klub pertama yang dilatih Mario Kempes. Valencia dan Vienna SC menjadi klub Eropa yang pernah memakai jasa Mario Kempes.

3 dari 6 halaman

Karier Cemerlang Roger Milla

Karier Cemerlang Roger Milla

Penyerang legendaris Timnas Kamerun, Roger Milla (c) FIFA

Roger Milla juga tiba direkrut Pelita Jaya di usia 42 tahun. Tepatnya usai dia tampil fenomenal bersama Timnas Kamerun di Piala Dunia 1994.

Roger Milla mencatat rekor pemain tertua yang mencetak gol di ajang itu, tepatnya ketika dia membobol gawang Rusia.

Sebelum merumput di Indonesia, Roger Milla lama berkarir di Liga Prancis bersama klub-klub seperti Tonnerre, Saint Etienne, Montpellier, hingga AS Monaco.

Roger Milla menutup karirnya di Indonesia. Dia dua tahun unjuk kebolehan bersama Pelita Jaya dan Putra Samarinda.

4 dari 6 halaman

Michael Essien di Persib

Michael Essien di Persib

Michael Essien (c) Fitri Apriani

Klub asal Bandung ini juga paling hobi merekrut pemain alumni Liga Eropa. Sayangnya, karier pemain-pemain mewah Persib berakhir singkat. Ada yang memilih mundur atau dicoret karena tidak masuk dalam skema pelatih.

Pembelian Michael Essien jadi berita paling menggemparkan jagad sepak bola Tanah Air. Usia mantan kapten Timnas Ghana saat itu sudah 35 tahun.

Manajemen mendatangkan Essien sebagai kado istimewa ulang tahun Persib ke-84 pada musim 2017.

Namun, eks Real Madrid dan Chelsea ini hanya bertahan semusim bersama Persib. Penyebabnya, Essien tidak masuk dalam skema pelatih Mario Gomez untuk kompetisi Liga 1 2018.

5 dari 6 halaman

Carlton Cole Seperti Essien

Carlton Cole Seperti Essien

Carlton Cole (c) Persib Bandung

Carlton Cole didatangkan guna menggantikan Michael Essien. Namun nasib mantan penggawa West Ham United ini lebih buruk dibanding Essien.

Pemain kelahiran 12 Oktober 1983 ini dikontrak dengan durasi satu musim. Tapi, dia hanya bermain sebanyak lima kali di kompetisi Liga 1 2018.

Kondisi ini membuat nasib Carlton Cole bersama Persib di ujung tanduk. Hingga akhirnya manajemen mencoret pemain berpostur tinggi 190 cm di pertengahan musim.

6 dari 6 halaman

Klasemen BRI Liga 1 2023/2024

Disadur dari: Bola.com (Gatot Sumitro, Hendry Wibowo) 1 Desember 2023


Media Vietnam Sebut Radja Nainggolan Bisa Membawa 2 Dampak Positif untuk Indonesia

Bola.net – Bursa transfer paruh musim BRI Liga 1 2023/2024 membawa kejutan besar bagi sepak bola Indonesia. Sebab, Bhayangkara FC mampu mendatangkan pemain dengan nama dan reputasi besar yakni Radja Nainggolan.

Beberapa transfer penting terjadi pada paruh musim BRI Liga 1 2023/2024. Persija Jakarta meminjam Gustavo Almeida dari Arema FC. Persija meminjam pemain yang kini memimpin daftar top skor.

Persib Bandung merombak susunan pemain asing. Dua pemain asing baru didatangkan, Kevin Mendoza dan Stefano Beltrame. Sedangkan, masa peminjaman Levy Madinda dari Johor Darul Takzim tidak diperpanjang.

Selain nama-nama di atas, ada nama besar lain yang mewarnai bursa transfer BRI Liga 1 2023/2024 yang dapat sorotan secara luas yakni Radja Nainggolan. Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Dapat Sorotan dari Media Vietnam

Keputusan Bhayangkara FC mendatangkan Radja Nainggolan bisa dibilang sebagai kejutan besar. Sebab, pemain 35 tahun itu punya reputasi dan karier yang besar di Eropa. Dia pernah membela AS Roma dan Inter Milan.

Banyak media Italia yang menyoroti kepindahan Radja Nainggolan ke Bhayangkara FC. Tuttomercatoweb menyebut sang ninja kembali ke lapangan untuk bermain di negara asalnya.

Media Vietnam juga membuat ulasan khusus pada transfer Radja Nainggolan. TheThao247 menyebut bakal ada dua dampak besar yang dirasakan Indonesia dengan kedatangan Radja Nainggolan.

“Radja Nainggolan tentunya akan semakin menambah daya tarik para penggemarnya sekaligus membuka jalan bagi pemain-pemain kelas atas lainnya untuk datang ke Indonesia,” tulis media Vietnam tersebut.

2 dari 3 halaman

Jadikan BRI Liga 1 yang Terbaik di ASEAN

Jadikan BRI Liga 1 yang Terbaik di ASEAN

Duta promosi Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, Radja Nainggolan. (c) Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023

Ketua PSSI, Erick Thohir senang dengan keputusan Radja Nainggolan yang bergabung ke Bhayangkara FC. Menurutnya, kehadiran Radja bisa membantu BRI Liga 1 menjadi kompetisi terbaik di Asia Tenggara.

“Saya apresiasi keputusan Radja Nainggolan. Kehadirannya di BRI Liga 1 pastinya makin membuat kompetisi ini makin baik,” ujar Erick Thohir.

“Seperti yang sudah berulang kali saya tekankan, bahwa kami harus menjadikan Liga Indonesia sebagai kompetisi terbaik di Asia Tenggara,” sambungnya.


Perjalanan Karier Radja Nainggolan: Dari Semifinal Liga Champions ke BRI Liga 1 2023/2024

Bola.net – Radja Nainggolan bergabung dengan klub BRI Liga 1 2023/2024, Bhayangkara FC. Pemain berusia 35 tahun itu merapat ke klub dengan julukan The Guardian itu dengan status bebas transfer.

Bursa transfer paruh musim BRI Liga 1 2023/2024 sejatinya sudah ditutup pada Selasa (28/11/2023) kemarin. Namun, kubu Bhayangkara FC baru mengumumkan transfer eks pemain AS Roma itu sehari berselang.

Kemungkinan, Bhayangkara FC sudah lebih dulu mendaftarkan transfer Radja Nainggolan ke LIB selaku operator. Setelah itu, klub baru mengumumkan kedatangan eks pemain Timnas Belgia tersebut.

Radja Nainggolan merupakan nama besar di sepak bola Eropa. Namanya melejit ketika membela Cagliari dan mencapai puncak saat bermain di Roma. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Awal Karier Hingga Pindah ke Italia

Awal Karier Hingga Pindah ke Italia

Duta promosi Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, Radja Nainggolan. (c) Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023

Radja Nainggolan memulai karier di Belgia. Dia bergabung dengan tim muda Beerschot. Pada 2004, sebuah langkah penting diambil oleh Radja Nainggolan. Dia pindah ke Italia pada usia sangat muda.

Radja Nainggolan pindah ke Piacenza yang saat itu bermain di Serie B. Dari sini, bakat besar Radja Nainggolan terasah.

Setelah dua musim secara reguler bersama Piacenza, Radja Nainggolan naik kelas. Dia dibeli Cagliari yang bermain di Serie A pada bursa transfer Januari 2010. Harga transfer resminya tidak diketahui.

Nama Radja Nainggolan kemudian bersinar bersama Cagliari.

2 dari 5 halaman

Puncak Karier di Roma

Puncak Karier di Roma

Radja Nainggolan (c) ASR

Radja Nainggolan bertahan di Cagliari hingga paruh musim musim 2013/2014. Tak ada gelar juara yang diberikan Radja Nainggolan, akan tetapi mustahil bagi fans Cagliari untuk melupakan sosoknya.

Pada Januari 2014, Radja Nainggolan pindah ke AS Roma. Dia dibeli dengan harga €18 juta.

Di Roma, Radja Nainggolan mencapai puncak karier. Beberapa capaian hebat diraih, walau tanpa gelar juara. Radja Nainggolan mampu membawa Roma tiga kali jadi runner-up Serie A.

Capaian terbaiknya adalah menembus semifinal Liga Champions 2017/2018. Saat itu, pada babak 8 Besar, Roma secara heroik comeback atas Barcelona.

3 dari 5 halaman

Pindah ke Inter Milan dan Menurun

Pindah ke Inter Milan dan Menurun

Radja Nainggolan (c) AFP

Pada musim 2018/2019, Radja Nainggolan pindah ke Inter Milan. Dia dibeli dengan harga €38 juta. Performanya cukup bagus, dengan enam gol dari 29 laga, tetapi ada banyak kendala yang dihadapi.

Setelah itu, bolak-balik antara Cagliari dan Inter Milan. Lalu, pada 2021/2022, Radja Nainggolan pulang ke Belgia untuk bergabung dengan Antwerp FC.

Musim 2022/2023 lalu, Radja Nainggolan pindah ke SPAL di Serie B. Dia hanya terlibat pada 10 laga Serie B dan tak dapat kontrak baru.

4 dari 5 halaman

Menutup Karier di Bhayangkara FC?

Menutup Karier di Bhayangkara FC?

Duel Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di pekan ke-20 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Senin (27/11/2023) malam WIB. (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Radja Nainggolan sudah melewati masa emas sebagai pemain sepak bola. Periode bersama AS Roma adalah salah satu aksi terbaik pemain kelahiran 4 Mei 1988 itu, termasuk saat menembus semifinal Liga Champions.

Kini, setelah setengah musim tanpa klub, Radja Nainggolan siap dengan petualangan baru.

Dari laga-laga sengit di Serie A, Radja Nainggolan akan merasakan kerasnya persaingan di BRI Liga 1 2023/2024. Lantas, apakah Bhayangkara FC bakal jadi klub terakhir Radja Nainggolan sebelum pensiun?