Milan

Mike Maignan geram jadi korban rasisme saat bertanding di lapangan. Kiper AC Milan itu menyerang pihak-pihak yang bungkam dan mendiamkan pelecehan semacam itu.

Laga Serie A antara Udinese vs AC Milan di Blueenergy Stadium, Minggu (21/1/2024) dini hari WIB, diwarnai insiden memalukan. Beberapa suporter tuan rumah melontarkan hinaan rasisme berupa ‘suara monyet’ ke arah Maignan.

Hinaan itu memancing amarah Maignan yang kemudian meninggalkan gawangnya menuju bench pada menit ke-33. Aksi mogok pemain Prancis itu diikuti rekan setimnya dengan keluar lapangan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mike Maignan kembali lagi ke lapangan setelah penonton diminta berhenti melakukan hinaan rasisme. Duel berakhir untuk kemenangan AC Milan 3-2 atas Udinese.

Otoritas Liga Italia mengecam apa yang menimpa Maignan di Blueenergy Stadium. Serie A menegaskan penolakannya kepada segala bentuk rasisme di sepakbola.

Maignan mencurahkan isi hatinya jadi korban rasisme di media sosial. Dia menyebut pelecehan rasial masih akan terus terjadi apabila orang-orang tak mengurus masalah ini dengan serius.

“Bukan pemainnya yang diserang, tapi manusia. Dia adalah ayah dari keluarga tersebut. Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi pada saya. Dan saya bukan orang pertama yang mengalami hal ini,” tulis Maignan di Twitter.

“Kami mengeluarkan siaran pers, kampanye iklan, protokol dan tidak ada yang berubah. Saat ini, keseluruhan sistem harus mengambil tanggung jawab: Pelaku tindakan ini, karena mudah untuk bertindak dalam kelompok, dalam platform anonimitas. Para penonton yang berada di tribun, yang melihat semuanya, yang mendengar semuanya tapi memilih diam, Anda semua terlibat,” sambungnya mengecam pembiaran rasisme yang terjadi.

“Klub Udinese, yang hanya berbicara tentang penghentian pertandingan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Anda terlibat. Pihak berwenang dan jaksa, dengan semua yang terjadi, jika Anda tidak melakukan apa-apa, ANDA JUGA TERLIBAT.”

Maignan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pemain Milan dan Udinese yang memberi dukungan kepadanya secara pribadi dan publik. Kiper 28 tahun itu menegaskan komitmennya untuk terus melawan rasisme di sepakbola.

“Ini adalah pertarungan yang sulit, yang membutuhkan waktu dan keberanian. Namun ini adalah pertarungan yang akan kami menangkan,” demikian kata Mike Maignan.

Simak Video “Momen Pemain Milan Mogok Main Setelah Maignan Jadi Korban Rasisme
[Gambas:Video 20detik]
(bay/pur)