Tag: Messi

Messi Cs Comeback, Menang 3-2


Jakarta

Inter Miami bangkit dari ketinggalan dua gol untuk menang 3-2 di markas CF Montreal. Lionel Messi tidak bikin gol, dengan Luis Suarez mencetak gol kedua Inter Miami.

Dalam pertandingan MLS 2024 di Venue Stade Saputo, Montreal, Quebec, Minggu (12/5) pagi WIB, Montreal unggul lebih dulu ketika Bryce Duke menjebol gawang Inter Miami di menit ke-22.

Sepuluh menit berselang Jules Vilsaint, yang sebelumnya bikin assist, ikut mencatatkan nama di papan skor dengan menambah keunggulan Montreal. Inter Miami ketinggalan dua gol tanpa balas.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di menit ke-43, Inter Miami menipiskan ketinggalan. Bola tendangan bebas cantik dari Matias Rojas sukses bersarang di dalam gawang Montreal.

Tiga menit memasuki injury time babak pertama, Inter Miami sukses menyamakan skor. Dari sebuah tendangan penjuru, Luis Suarez menceploskan bola di tiang jauh.

Untuk Luis Suarez, itu adalah golnya yang ke-11 di MLS 2024. Ia pun menjadi top skor MLS 2024 untuk sementara, bersama dengan Christian Benteke yang bikin hat-trick untuk membawa DC United menang 3-2 di markas Atlanta United.

Inter Miami menuntaskan kebangkitannya dengan gol di menit ke-59. Ada Benjamin Cremaschi yang bikin gol.

Gol diawali oleh pergerakan Lionel Messi di lini tengah. Bola lalu dioper ke Rojas, yang lantas melambungkannya ke depan. Bola sempat terlihat akan dipotong bek lawan, tapi sontekan Cremaschi cukup untuk mengirim si kulit bundar lewat dari hadangan kiper.

(krs/krs)

Messi Comeback Bela Inter Miami Akhir Pekan Ini


Miami

Lionel Messi bakal segera comeback dengan Inter Miami. Bintang asal Argentina ini sebelumnya harus absen akibat cedera.

Messi sebelumnya harus menepi akibat mengalami masalah pada otot. Ia absen di lima laga terakhir Inter Miami.

Sebelum absen, La Pulga tampil sangat menjanjikan di awal musim ini. Messi mampu bikin lima gol dan dua assist dalam lima laga.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Absennya Messi berdampak sangat besar untuk Inter Miami. Performa mereka merosot hingga hanya menang sekali dalam lima laga saat Messi absen.

Kini kabar baik menghampiri Miami soal kondisi Messi. Pemain 36 tahun ini telah fit untuk segera kembali bermain.

Dikutip situs Inter Miami, Messi masuk dalam skuad untuk menghadapi Colorado Rapids dalam laga lanjutan MLS, Minggu (7/4). Messi tentu diharapkan untuk bisa mengangkat performa Inter Miami.

Inter Miami saat ini berada di urutan kedua wilayahb timur dengan 11 poin. Mereka hanya terpaut satu angka dari Cincinati di puncak klasemen.

Setelah laga melawan Colorado, Messi mengusung misi untuk membantu Inter Miami lolos ke semifinal Liga Champions Concacaf. Inter Miami bakal bertandang ke markas Monterrey pada leg kedua babak perempat. Pada leg pertama,

Inter Miami yang tak diperkuat Messi kalah 1-2 di kandang. The Herons harus menang dengan selisih paling tidak dua gol untuk lolos ke semifinal.

Simak Video “Sudah Bikin Fans di Hong Kong Kecewa, Messi Bisa Main di Tokyo?
[Gambas:Video 20detik]
(pur/ran)

Cuma Messi & Di Maria yang Dijamin Masuk Skuad Copa America


Jakarta

Pelatih Argentina Lionel Scaloni memberi pesan tegas kepada para pemainnya soal skuad Copa America 2024. Cuma dua nama yang sudah dijamin masuk skuad.

Copa America 2024 akan digelar di Amerika Serikat pada 20 Juni sampai 14 Juli. Argentina yang berstatus juara bertahan itu tergabung di Grup A bersama dengan Peru, Chile, dan Kanada.

Dalam persiapannya menuju Copa America 2024, Argentina meraih kemenangan dalam dua laga uji coba pada bulan Maret ini. Albiceleste menang atas El Salvador dan Kosta Rika.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, para pemain yang terlibat dalam laga-laga tersebut belum tentu masuk ke skuad Argentina untuk Copa America 2024. Scaloni menyebut hanya Lionel Messi dan Angel Di Maria yang dijamin akan dibawa ke AS.

“Dalam dunia sepakbola, tidak ada yang pernah tahu. Yang hadir di sini tidak ada yang dapat jaminan tempat di Copa America,” ujar Scaloni seperti dilansir AS.

“Cuma yang tidak datang (Messi), sisanya kerja keras. Well, El Fideo (Di Maria) juga. Dia juga dijamin.”

Soal performa Argentina melawan Kosta Rika, Scaloni cukup puas. Argentina sempat tertinggal lebih dulu sebelum berbalik menang 3-1.

“Ini sangat membantu kami. Saya melihat tim yang sangat matang, karena kami menghadapi kesulitan, kami tertinggal, dan babak kedua main bagus selama 20 atau 25 menit,” ucapnya.

“Saya senang dengan itu karena kami akan menghadapi pertandingan-pertandingan seperti ini dan ini sangat membantu kami,” kata Scaloni.

Simak Video “Isyarat Lionel Scaloni Tinggalkan Timnas Argentina: Standarnya Sangat Tinggi
[Gambas:Video 20detik]
(nds/yna)

Messi Tak Pernah Siap Tinggalkan Barcelona


Barcelona

Lionel Messi mengaku tak siap saat memutuskan untuk meninggalkan Barcelona menuju Paris Saint-Germain. Maka dari itu, masa-masa awal di PSG berat untuknya.

Lionel Messi meninggalkan Barcelona pada 2021. Ia hengkang setelah 21 tahun berada di klub yang berasal dari Katalunya tersebut.

Messi menjelma menjadi pemain terbaik dunia di Barcelona. Ia bergelimang gelar di sana termasuk lima gelar Ballon d’Or diraih kalah membela Blaugrana.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

La Pulga terpaksa hengkang usai Barcelona terlilit persoalan finansial hingga tak mampu memperpanjang kontraknya. Ia kemudian bergabung ke Paris Saint-Germain. Dua musim di PSG, bintang Argentina tersebut kini membela Inter Miami.

Messi mengungkap hengkang dari Barcelona sebenarnya tak pernah ada dalam rencananya. Maka dari itu, ia tak dalam kondisi yang sebenarnya siap ketika memutuskan hengkang ke PSG.

Masa-masa awal di PSG diakui Messi begitu berat karena adaptasi di klub barunya itu tak dilakukan sepenuh hati. Messi belum rela meninggalkan Barcelona.

Namun perlahan, Messi mulai sadar bahwa hidup harus tetap berlanjut meski dirinya tak lagi berseragam El Barca. Ia tampil tak terlalu mengecewakan bersama Les Parisiens dengan bikin 22 gol dari 56 laga di Ligue 1. Ia turut membawa PSG dua kali menjuarai Liga Prancis.

“Perubahan itu sulit ketika saya pergi ke PSG, karena saya bermain sangat baik di Barcelona dan saya berencana untuk bertahan di sana. Saya tidak siap untuk pergi, semuanya terjadi dengan sangat cepat, saya harus membangun kembali hidup dari hari ke hari. Saya harus mengenal liga lain, klub lain, ruang ganti baru. Itu adalah perubahan yang tidak saya harapkan dan itulah mengapa hal ini sulit pada awalnya,” ujar Messi dikutip dari Football Espana.

Simak Video “Messi Dipastikan Absen Bela Argentina Gegara Cedera
[Gambas:Video 20detik]
(pur/krs)

Messi Tak Peduli dengan Ronaldo


London

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pernah bersaing dengan gila. Eks pemain Barcelona Gerard Pique menyebut Messi tak peduli tentang Ronaldo.

Persaingan kedua megabintang itu terjadi ketika masih sama-sama bermain di Spanyol; Messi memperkuat Barcelona sedangkan Ronaldo berseragam Real Madrid. Selama bertahun-tahun Messi dan Ronaldo “berlomba” mencetak gol terbanyak sehingga melahirkan berbagai rekor.

Pada prosesnya, Messi dan Ronaldo juga mendominasi Ballon d’Or. Mereka seakan bergantian merebut penghargaan individu prestisius itu selama sekitar satu dekade.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rivalitas Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo pun bisa dibilang masih berlangsung sampai saat ini. Sekalipun Messi dan Ronaldo kini tidak lagi bermain sepakbola level tertinggi.

Pique pernah berbagi ruang ganti dengan Messi di Barcelona selama 13 tahun. Mantan bek tengah top Spanyol itu meyakini bahwa Messi tidak pernah memperhatikan sepak terjang Ronaldo.

“Dia bukan tipe orang seperti itu,” ungkap Pique kepada TalkSPORT. “Dia itu orang yang sangat fokus pada timnya, meskipun dia terus berada di halaman depan koran-koran.”

“Dia dulu sangat dekat dengan kami semua, dan hanya fokus memenangi titel-titel juara seperti Liga Champions. Dia dulu adalah pemain terbaik dan memenangi Ballon d’Or.”

“Itu bukan sesuatu yang utama untuk dia,” cetus mantan pemain Manchester United ini.

Simak Video “Shakira Akui Sempat Tunda Karier Demi Gerard Piqué
[Gambas:Video 20detik]
(rin/cas)

Neymar Gagal Capai Level Messi dan Ronaldo karena…


Jakarta

Semula Neymar digadang-gadang mampu sehebat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun, pada akhirnya Neymar gagal memenuhi ekspektasi itu.

Neymar menyedot perhatian yang lebih besar setelah bergabung Barcelona dari Santos pada 2012. Sebanyak 105 gol dan 76 assist menandai kontribusi pesepakbola flamboyan itu dalam empat musim yang sukses.

Sebanyak delapan trofi dimenangi Neymar bersama Barcelona, termasuk saat meraih treble di 2015. Akan tetapi, karier Neymar pelan-pelan meredup usai hijrah ke Paris Saint-Germain karena gaya hidupnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi Neymar tidak terbantu karena rentan cedera, sekalipun sukses mencetak 118 gol dan 77 assist untuk PSG. Neymar pun gagal mempersembahkan trofi Liga Champions, yang diidam-idamkan Les Parisiens selama ini.

Akhirnya, pada musim panas lalu Neymar menerima pinangan Al Hilal untuk main di Arab Saudi. Kepindahan tersebut diyakini sebagai pertanda bahwa karier Neymar di level tertinggi sudah habis.

Mantan pemain PSG Javier Pastore percaya, Neymar sesungguhnya memungkinkan mencapai level Messi dan Ronaldo. Menurut Pastore, Neymar gagal mencapainya karena tidak sepenuhnya mendedikasikan hidupnya untuk sepakbola.

“Dia hidup seperti yang dia mau. Tidak ada orang yang mengatur hidupnya. Di luar Messi, saya belum pernah melihat pemain lain seberbakat Ney. Dia punya semua kualitasnya,” ungkap Pastore kepada LaNacion.

“Reaksi? Yang terbaik. Kecepatan? Dia sangat cepat. Ball driving? Yang Terbaik. Dribbling? Dia melakukan apa yang dia mau untukmu. Gol? Dengan kedua kakinya. Lompatan? Dia melompat sangat tinggi. Dia punya segalanya. Jika anda menyebut seorang pemain impian, anda akan bilang Neymar.”

“Jika dia menginginkannya, dia akan bersaing untuk Ballon d’Or melawan Messi, Cristiano, dan siapapun. Namun, dia toh melakoni hidupnya dengan cara yang berbeda. Dia tidak 100 persen hidup untuk sepakbola,” Pastore menambahkan mengenai Neymar.

Simak Video “Operasi Lutut Sukses, Neymar Boleh Pulang Sabtu Besok
[Gambas:Video 20detik]
(rin/cas)

Tanpa Messi, Inter Miami Dilibas NY Red Bulls 0-4


New Jersey

Inter Miami menghadapi New York Red Bulls. Tanpa Lionel Messi, Vice City dilibas empat gol tanpa balas.

Pada pertandingan di Red Bull Arena, Minggu (24/3/2024) dini hari WIB, Inter Miami tidak bisa menurunkan Messi yang lagi absen membela Timnas Argentina di jeda internasional. Sebelumnya Messi sudah absen saat Inter Miami mengalahkan DC United 3-1.

Meski demikian, Inter Miami masih diperkuat Luis Suarez, Sergio Busquets, dan Jordi Alba. Red Bulls bermain agresif sejak menit awal dan menciptakan total 12 attempts berbanding tujuh milik Inter Miami.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewis Morgan, eks pemain Inter Miami, membobol mantan klubnya pada menit ketiga lewat sepakan jarak dekat. Inter Miami lagi-lagi kebobolan di 15 menit awal untuk tiga laga beruntun setelah melawan Montreal FC dan DC United.

Red Bulls memperbesar keunggulan di babak kedua, tepatnya pada menit ke-51 lewat brace Morgan. Morgan jadi arsitek gol ketiga Red Bulls pada menit ke-66 setelah umpannya diteruskan Wiki Carmona jadi gol.

Morgan melengkapi hat-trick pada menit ke-70 sekaligus memastikan kemenangan 4-0 Red Bulls. Kekalahan ini membuat Inter Miami turun ke posisi kedua Klasemen Wilayah Timur MLS dengan enam 10 poin dari enam laga.

Ini adalah kekalahan kedua Inter Miami musim ini setelah takluk dari Montreal pada 10 Maret. Inter Miami selanjutnya bertemu New York City FC pada 30 Maret dan Messi kemungkinan bisa bermain.

(mrp/pur)

‘Kontrak’ Pertama Messi di Barca akan Dilelang, Harga Mulai Rp 6 M


Jakarta

Sebuah serbet (napkin) legendaris yang menjadi ‘kontrak’ pertama Lionel Messi di Barcelona akan dilelang untuk umum pada Maret mendatang. Harganya pun tak main-main, dibuka pada angka 300 ribu Pound atau sekitar 6 miliar Rupiah.

Dirangkum ESPN, ‘kontrak’ tersebut ditulis pada 14 Desember 2000 di sebuah klub tenis oleh Direktur Olahraga Barcelona saat itu, Charles Rexach demi menenangkan hati Jorge Messi, ayah Leo. Kala itu, ia meragukan komitmen Barcelona untuk merekrut anaknya.

Bahkan Jorge sudah mengancam akan membawa pulang Messi, yang masih 13 tahun, ke Argentina. Namun Rexach tak hilang akal. Dengan segala keterbatasan yang ada, terlebih pembicaraan dilakukan via telepon, ia pun menemukan cara meyakinkan Jorge.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, Rexach sedang bersama Josep Minguella dan Horacio Gaggioli. Nama pertama adalah penasihat yang membantu mendaratkan Messi di Barcelona, sedangkan nama kedua adalah seorang agen asal Argentina yang menengahi kesepakatan tersebut.

“Kenapa serbet Karena hanya itu yang ada di tangan saya. Saya melihat satu-satunya cara menenangkan Jorge adalah menandatangani sesuatu, memberinya bukti, jadi aku meminta serbet dari pelayan,” kenang Rexach pada 2020 silam.

“Saya menulis: ‘Di Barcelona, pada 14 Desember 2000 dan di hadapan Tuan Minguella dan Horacio, Carles Rexach, direktur olahraga FC Barcelona, dengan ini setuju, di bawah tanggung jawabnya dan terlepas dari perbedaan pendapat, untuk mengontrak Lionel Messi, asalkan kita tetap memenuhi jumlah yang disepakati.'”

“Saya bilang ke Jorge kalau tanda tangan saya ada di sana dan ada saksinya, dengan adanya nama saya, saya akan bertanggung jawab langsung, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan dan harap bersabar beberapa hari karena Leo sudah bisa menganggap dirinya pemain Barca.”

Serbet itu tentu bukan kontrak yang sebenarnya, namun menjadi janji pada Jorge Messi bahwa anaknya akan direkrut. Benda legendaris itu kini disimpan rapi di sebuah brankas di Andorra oleh Gaggioli.

Tadinya serbet tersebut hendak disimpan di museum Barcelona di Camp Nou, namun negosiasi di masa lalu gagal menemui kata sepakat. Akhirnya serbet itu dilelang ke publik oleh rumah lelang Bonhams.

“Ini adalah salah satu hal paling mendebarkan yang pernah saya tangani,” kata Ian Ehling dari Bonhams New York.

“Ya, itu hanyalah serbet kertas, tapi itu adalah serbet terkenal yang ada di awal karier Messi. Ini mengubah kehidupan Messi, masa depan Barca dan berperan penting dalam memberikan sejumlah momen paling gemilang dalam sepak bola kepada miliaran penggemar di seluruh dunia.”

(adp/ran)


Messi Tak Juara Apapun kok Jadi Pemain Terbaik FIFA?


Munich

Legenda sepakbola Jerman Lothar Matthaeus lagi-lagi mengkritik Lionel Messi. Megabintang Argentina itu dianggap tidak pantas menjadi Pemain Terbaik FIFA 2023.

Dalan gala seremoni pada akhir pekan lalu, Messi dan Erling Haaland (Manchester City) terungkap sama-sama mengemas 48 poin dalam voting. Namun, pemain Inter Miami itu berhak atas trofi Pemain Terbaik FIFA karena mendapatkan lebih banyak suara di tempat pertama dari kapten-kapten tim nasional.

Pada prosesnya, kemenangan Messi itu tidak lepas dari perdebatan. Pasalnya, Messi tidak memenangi gelar bergengsi bersama Paris Saint-Germain dan Inter Miami di sepanjang tahun lalu. Sedangkan Haaland mengemas 52 gol untuk menginspirasi Man City merengkuh treble bersejarah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Matthaeus percaya, kemenangan Lionel Messi itu tidak adil. Mantan bintang Bayern Munich, Inter Milan, dan timnas Jerman itu mengatakan, Erling Haaland yang lebih layak meraih penghargaan tersebut. Ini menjadi kritik lain dari Matthaeus terhadap Messi usai memenangi Ballon d’Or pada Oktober silam.

“Dia tidak seharusnya menang lagi kali ini. Saya pikir dia sudah menjadi pesepakbola terbaik dalam 20 tahun terakhir, tapi dia ‘kan berada di Paris dan Miami, di mana dia menciptakan kegemparan dan tidak memenangi titel-titel utama apapun,” ceplos Matthaeus kepada Sky.

“Jika anda memandang kesuksesan besar, tidak ada yang menandingi sukses Manchester City dan — ketka memilih pemain terbaik — Erling Haaland,” lanjut pemenang Ballon d’Or 1990 itu.

“Dia sudah memenangi titel-titel yang terpenting dengan Man City, jumlah golnya juga impresif. Itu seharusnya menjadi penentu ketika anda memilih pemain terbaik dan pemain terpenting, dan dia itu adalah Haaland,” sembur Matthaeus.

(rin/krs)

Poinnya sama dengan Haaland, kok Messi Jadi Pemain Terbaik FIFA?


London

Lionel Messi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2023. Padahal total poin Messi sama dengan milik Erling Haaland sebagai runner-up. Kok bisa?

Pada acara seremoni di Eventim Apollo, London, pada Selasa (16/1/2024) dini hari WIB, Messi mengalahkan Haaland untuk merebut trofi tersebut.

Di posisi ketiga ada penyerang Paris Saint-Germain dan Timnas Prancis Kylian Mbappe. Gelar ini makin melengkapi tahun gemilang Messi yang dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or beberapa bulan lalu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, terpilihnya Messi sebagai pemain terbaik FIFA juga dipertanyakan. Pasalnya ada Haaland yang memang tampil luar biasa di level klub saat membawa Manchester City meraih treble dan mencetak 53 gol.

Sementara Messi cuma memberikan gelar Liga Prancis untuk Paris Saint-Germain sebelum pindah ke Inter Miami dalam kurun waktu penilaian 19 Desember 2022-20 Agustus 2023. Apalagi Messi dan Haaland sebenarnya sama-sama punya scoring point, 48.

Lalu, apa yang bikin Messi menang? Pemain Terbaik FIFA menggunakan hasil voting dari empat pemilik suara, yakni kapten tim nasional, pelatih tim nasional, jurnalis terpilih, dan juga fans lewat situs resmi FIFA. Masing-masing berperan memberikan 25 persen suara.

Khusus untuk kapten dan pelatih timnas, pilihan pertama mereka bernilai lima poin, pilihan kedua bernilai tiga poin, dan pilihan ketiga bernilai satu poin.

Messi kemudian jadi pemenang karena dia paling banyak jadi pilihan pertama para kapten timnas negara anggota FIFA yang berjumlah 211 negara, termasuk Indonesia.

Tak cuma jadi pilihan paling banyak dari kapten timnas, Messi juga paling populer di antara fans. Sementara Haaland mendapat suara terbanyak dari pelatih timnas dan jurnalis.

Bagi Messi, ini adalah gelar ketiganya di award ini setelah 2019 dan 2022, paling banyak mengungguli Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski sebanyak dua kali.

Setuju kah Anda dengan pilihan para kapten timnas?

(mrp/yna)