Jakarta

Mantan pemain Barcelona Emmanuel Petit mengomentari kiprah Xavi Hernandez hingga memutuskan hengkang. Petit menilai Xavi terlalu banyak mengeluh.

Xavi telah mengumumkan akan meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini kendati masih terikat kontrak sampai 2025. Pelatih berusia 44 tahun itu merasa klub butuh perubahan demi memperbaiki performa musim depan.

Usai sukses membawa Barcelona juara LaLiga dan Piala Super Spanyol musim lalu, Xavi menghadapi kesulitan pada musim ini. Selain tercecer dalam persaingan di LaLiga, Barcelona sudah kehilangan trofi di Piala Super Spanyol dan Copa del Rey.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal kritik yang banyak diterima Xavi, Petit memahami jika Barcelona memang menghadapi banyak masalah di dalam dan luar lapangan. Namun, eks pemain Prancis itu tidak bersimpati dengan cara Xavi menghadapinya.

“Xavi mengeluh soal banyak hal selama beberapa bulan terakhir. Wasit, uang, pemain yang tidak fit, dan tidak memberi 100%. Dia selalu mencoba menemukan alasan berbeda untuk musim sulit yang sedang mereka lewati,” ujar Petit kepada AS.

“Dia bilang dia tidak dihargai: inilah harga yang harus dibayar ketika Anda melatih klub besar. Ancelotti melewati hal yang sama di PSG.”

“Ada banyak pelatih hebat, punya banyak gelar, tapi tiba-tiba situasinya berubah. Tidak sama lagi. Jadi inilah harga yang harus dibayar ketika Anda ingin melatih klub top. Sesederhana itu,” katanya.

Simak Video “Laporta Terima Pengunduran Diri Xavi dari Barcelona
[Gambas:Video 20detik]
(nds/mrp)