Jakarta

Kemenpora mengingatkan perlunya sertifikasi bagi setiap pelatih cabang olahraga Indonesia. Hal itu bertujuan meningkatkan kualitas olahraga itu sendiri dan atlet yang terjun di dalamnya.

Hal tersebut dikemukakan Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional Alia Noorayu Laksono. Ia menyebut sertifikasi sangat pentig bagi para pelatih cabang olahraga demi mendorong prestasi olahraga Indonesia ke tingkat dunia.

“Sertifikasi itu sangat penting bagi perkembangan dan peningkatan kapasitas dan kualitas pelatih sehingga dapat melahirkan atlet-atlet bekualitas yang mampu meraih prestasi di ajang internasional,” kata Alia saat membuka Sertifikasi Pelatih Madya Kickboxing Indonesia Tingkat Nasional 2024 di Jakarta, Jumat (21/6), dalam keterangan yang diterima detikSport.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alia juga memuji kegiatan sertifikasi Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) yang diikuti 45 peserta dari 21 daerah. Apalagi PP KBI mampu mengiplementasikan program ini secara mandiri meski belum terdaftar dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) keolahragaan memang telah tertuang dalam Undang-Undang Olahraga No 11 tahun 2022, Perpres No 86 tahun 2021 tentang DBON, dan Permenpora No 16 Tahun 2023 Tentang Standarisasi Pelatih Olahraga.

“Pemerintah akan terus berupaya sehingga cabang olahraga yang belum masuk dalam DBON akan mendapat perhatian yang sama, khususnya cabang olahraga yang sudah berprestasi pada single event dan multi event internasional seperti kickboxing,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Alia juga mengapresiasi PP KBI yang mampu menunjukan prestasi dalam tiga SEA Games terakhir. Di Filipina 2019, kickboxing Indonesia meraih 2 medali perak, diikuti 2 emas di Vietnam pada edisi 2021 serta 3 emas, 4 perak, dan 5 perunggu di Kamboja tahun lalu. Itu belum menghitung raihan 2 emas, 2 perak, dan 5 perunggu di Kejuaraan Asia 2023.

“Potensi kickboxing ini sangat luar biasa, untuk terus dibina dan dikembangkan di masyarakat dari berbagai entitas, mulai dari usia dini, pelajar, mahasiswa, dan umum. Dan saya meyakini dengan pembinaan pararel bagi atlet, wasit juri dan pelatih seperti ini, kickboxing Indonesia ke depan menjadi tren anak muda dan bisa berprestasi baik pada single event Internasional maupun dan multi event Internasional,” ujarnya.

Sertifikasi Pelatih Madya Kickboxing Indonesia Tingkat Nasional Tahun 2024 yang dihadiri Asdep Tenor Kemenpora Agustin Rin Aryani ini akan berlangsung hingga 24 Juni 2024. Hadir sebagai narasumber yakni Profesor Albertus Fenanlampir, dr Ferdianto, Wakil Ketua Umum Bidang Peningkatan Prestasi PP KBI Rosi Nurasjati, Master Agus Budiono dan Collin Mogot.

Program ini mendapat sambutan positif dari peraih perunggu SEA Games 2019 Manila. “Saya senang bisa mengikuti sertifikasi pelatih untuk menambah pengetahuan sehingga bisa mengikuti jejak pelatih senior,” kata Adrian.

“Ya, sertifikasi pelatih ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sehingga bisa mencetak lebih banyak atlek kickboxing berprestasi,” timpal Salim Ayuba yang juga pelatih Tim Angkat Besi Indonesia.

(ran/adp)