Tag: Maaf

Maaf Para Peminat, Fokus De Zerbi Masih untuk Brighton


Brighton

Roberto De Zerbi mulai dikaitkan dengan sejumlah klub papan atas. Manajer Italia itu menegaskan masih fokus untuk Brighton & Hove Albion.

Jelang laga melawan Fulham, De Zerbi ditanya soal rumor ketertarikan banyak raksasa kepadanya. Manajer berusia 44 tahun itu menepis halus.

“Saya hanya memikirkan Brighton di kepala saya,” katanya, seperti dilansir Sky Sports.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya belum memutuskan apa pun, dan saya terikat kontrak di sini. Saya ingin menyelesaikan musim ini dengan cara terbaik bersama para pemain muda kami. Fokus saya adalah pada Brighton, 100%,” tegasnya.

Roberto De Zerbi bisa memoles Brighton & Hove Albion menjadi kuda hitam di Premier League. Musim lalu, ia mengantar Si Camar finis keenam di klasemen, meloloskannya ke Liga Europa untuk kali pertama dalam sejarah klub.

Tangan dingin De Zerbi masih jitu musim ini. Sementara Pascal Gross dkk berada di posisi 7, dan kini sudah menjejak babak 16 besar Liga Europa.

Alhasil, De Zerbi mulai dilirik banyak raksasa. Liverpool, Barcelona, Chelsea, dan Manchester United disebut tertarik merekrutnya musim depan.

Roberto De Zerbi masih terikat kontrak di Brighton & Hove Albion sampai 2026. Apakah mantan pelatih Sassuolo dan Shakhtar Donetsk itu mau meninggalkan The Seagulls demi klub besar?

Simak Video “Fulham Ledek Bruno Fernandes, Ten Hag: Mereka Harus Minta Maaf!
[Gambas:Video 20detik]
(yna/pur)

Ten Hag Murka Fulham Olok-olok Bruno Fernandes, Tuntut Permintaan Maaf


Manchester

Fulham meledek Bruno Fernandes usai kemenangan atas Manchester United dengan sebuah video di media sosial. Manajer MU Erik ten Hag sangat tidak senang.

Fulham mengakhiri puasa kemenangan selama lebih dari dua dekade di Old Trafford usai mengalahkan MU 2-1, akhir pekan lalu. The Cottagers memenangi permainan secara dramatis setelah Alex Iwobi mencetak gol penentu di akhir injury time.

Hasil itu turut menghentikan laju tidak terkalahkan Setan Merah sejak pergantian tahun. Fulham kemudian mengunggah sebuah potongan video pertandingan di akun TikTok resmi klub. Namun, yang jadi kontroversi adalah video itu berfokus pada aksi Bruno Fernandes di depan area D.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelandang top Portugal itu jatuh usai berkontak dengan Sasa Lukic dalam situasi MU menyerang. Fernandes lalu memegangi pergelangan kakinya sambil berguling-guling seolah-olah minta “perhatian” wasit.

Akan tetapi, karena tidak digubris Bruno Fernandes berdiri lagi lalu minta bola dari rekan setimnya. Video itu sendiri dibumbui dengan audio bernada jenaka, yang semakin menguatkan asumsi Fulham memang mengolok-olok kapten Manchester United itu.

Ten Hag mengkritik Fulham karena unggahan video tersebut. Klub London Barat Daya ini dituntut minta maaf.

“Saya tidak tahu tentang video ini. Jika mereka melakukan ini, saya mesti bilang ini tidak benar. Sungguh-sungguh tidak benar. Tidak tepat bagi sebuah klub dengan membuat pernyataan semacam itu. Mereka harus minta maaf untuk hal ini,” ceplos Erik ten Hag diwartakan Sky Sports.

Simak Video “MU Menang Lawan Fulham Berkat Gol Tunggal Bruno Fernandes
[Gambas:Video 20detik]
(rin/bay)


Lee Kang-in Minta Maaf, Akui Ribut dengan Son Heung-min


Paris

Lee Kang-in membuat permintaan maaf di media sosialnya. Bintang Timnas Korea Selatan itu mengakui keributan dengan Son Heung-min gara-gara ulahnya.

Lewat media sosialnya, Lee Kang-in mengunggah foto tanpa gambar, hanya berwarna hitam. Ia menulis keterangan foto dengan isinya permintaan maaf dan menyesal.

Dalam pernyataannya, Lee Kang-in mengawalinya dengan permintaan maaf. Ia juga sudah terbang langsung ke London untuk menemui Son Heung-min untuk meminta maaf, yang menurutnya diterima dengan baik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, bintang Paris Saint-Germain itu juga membenarkan kabar terjadinya keributan di sesi makan bersama. Ia menyesali hal tersebut.

Pemain berusia 22 tahun itu juga meminta maaf kepada para pemain senior di Korea Selatan. Lee Kang-in berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Keributan Lee Kang-in dan Son Heung-min terjadi sebelum Korea bermain di semifinal Piala Asia 2023 beberapa waktu lalu. Keributan dilaporkan pecah di sesi makan bersama, sampai membuat Son Heung-min, sang kapten, terluka.

Imbas kejadian itu, Lee Kang-in dikecam habis-habisan. Banyak yang menilai pemain muda itu bersikap tak sopan ke seniornya, di mana Korea Selatan sangat menjunjung tinggi prinsip senioritas.

Mulai dari pengamat hingga masyarakat mengecam Lee Kang-in. Masyarakat Korea sampai mendesak beberapa sponsor memboikot sang pemain, termasuk mencoret Lee Kang-in selamanya dari Timnas Korea Selatan.

Berikut Pernyataan Lee Kang-in di Media Sosialnya

Di turnamen Piala Asia lalu, pemikiran cupet dan tindakan sembrono saya menyebabkan kekecewaan besar bagi kakak saya, Heung-min, dan seluruh tim, serta penggemar sepakbola.

Saya yakin penting untuk meminta maaf dengan tulus kepada Heung-min dan terlibat dalam percakapan mendalam untuk memahami beban menjadi kapten tim dan merenungkan diri sendiri. Saya berterima kasih kepada Heung-min karena menyambut saya dengan hangat ketika saya mengunjungi London dan memberikan tanggapan positif.

Saya tahu secara sadar betapa pentingnya turnamen ini bagi Heung-min, namun saya gagal untuk sepenuhnya mengapresiasi pentingnya turnamen tersebut secara emosional dan tindakan saya, yang saya yakini adalah asal muasal semua masalah.

Apalagi Heung-min sebagai kakak, kapten, dan rekan setim saya, saya seharusnya mendengarkan nasihatnya untuk persatuan dan tidak hanya menyuarakan pendapat saya sendiri. Saya bertindak tidak pantas di meja makan hari itu. Melihat ke belakang sekarang, itu jelas merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan. Saya sangat menyesali hal-hal ini.

Rasa hormat dan dedikasi terhadap tim adalah hal yang paling penting, namun saya masih kekurangan banyak hal dalam hal itu. Saya juga menghubungi setiap anggota senior dan rekan satu tim untuk meminta maaf.

Saya sangat merenungkan kurangnya pertimbangan dan rasa hormat dalam perilaku saya terhadap senior dan rekan satu tim. Saya berjanji untuk memiliki sikap dan etika yang lebih baik ketika berhadapan dengan senior dan rekan satu tim.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para senior dan rekan satu tim yang menerima dan menerima permintaan maaf saya melalui pesan ini.

Ada juga pemain yang menjadi sasaran kritik karena tindakan saya. Saya yakin saya juga harus menerima kritik yang ditujukan kepada mereka.

Sekali lagi saya minta maaf telah mengecewakan para penggemar sepakbola karena menyimpang dari perilaku teladan yang diharapkan dari seorang pemain timnas Korea Selatan dan menimbulkan kekecewaan.

Itu adalah kesempatan untuk menyadari bahwa saya berada di posisi saya saat ini, karena para senior dan rekan satu tim yang telah melindungi dan mengagungkan sepakbola Korea Selatan, serta banyaknya penggemar yang menyukai sepak bola.

Saya memahami bahwa kekecewaan itu sama besarnya dengan cinta yang telah Anda tunjukkan kepada saya. Saya akan terus berusaha dan mendedikasikan diri saya lebih lagi sebagai Lee Kang-in, baik sebagai pemain sepak bola maupun sebagai pribadi, untuk lebih baik lagi.

Saya minta maaf. Dan terima kasih.

Lee Kang-in

(yna/mrp)

Maaf Indonesia, Jepang Tidak Mau Hasil Imbang!


Doha

Timnas Jepang dan Indonesia bisa sama-sama lolos ke 16 besar Piala Asia 2023 dengan hasil imbang. Namun, Samurai Biru tetap mengincar kemenangan atas Garuda.

Matchday pamungkas Grup D Piala Asia mempertemukan Jepang vs Indonesia, Rabu (24/1/2024) malam WIB. Al Thumama Stadium bakal jadi arena pertarungan kedua tim.

Jepang saat ini menduduki posisi kedua Grup D dengan 3 poin. Indonesia tepat di bawahnya dengan poin sama tapi kalah selisih gol.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di atas kertas, kedua tim bisa sama-sama lolos apabila laga berakhir imbang. Jepang melaju sebagai runner-up grup, sementara Indonesia masuk daftar tim peringkat tiga terbaik.

Perhitungan tersebut rupanya tak mau diikuti Jepang. Samurai Biru bertekad tampil total dan merebut poin penuh dengan menaklukkan Indonesia.

Hal itu disampaikan bintang Jepang, Takumi Minamino. Gelandang 29 tahun tersebut menegaskan timnya mau serakah mengambil tiga poin sebelum lolos ke babak berikutnya.

“Lawan akan datang dengan motivasi 120% dan jika kami menerimanya, itu akan menjadi situasi yang sulit. Kami perlu melakukan segala yang kami bisa untuk melampaui ini,” kata Minamino jelang laga Jepang vs Indonesia, dilansir dari Football Zone.

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah memenangkan pertandingan di depan saya. Saya pikir hal yang paling penting saat ini adalah menjadi serakah mungkin,” tegasnya.

Andai kalah dari Jepang, maka Indonesia hanya berharap dari pertandingan grup lainnya. Garuda bisa lolos apabila Oman gagal meraih kemenangan atas Kirgistan, atau Bahrain kalah dari Yordania dengan skor yang lebih besar dari kekalahan Indonesia melawan Jepang.

Simak Video “Jejak Pertemuan Jepang Vs Indonesia: Garuda Pernah Menang Telak
[Gambas:Video 20detik]
(bay/pur)