Munich

Matthijs de Ligt pelan-pelan terpinggirkan di Bayern Munich. Bek asal Belanda itu kalah bersaing dari rekrutan anyar, Kim Min-jae dan belum turun sebagai pemain inti di Bundesliga musim ini.

Eks Juventus dan Ajax Amsterdam itu baru mencatat 36 menit penampilan dari empat laga, terbanyak saat menghadapi Werder Bremen di spieltag pertama (22 menit). Sisanya tak lebih dari 10 menit waktu normal.

Ia juga sempat dicoba sebagai gelandang bertahan, seperti saat bertemu Borussia Monchengladbach. Namun tetap saja bukan pilihan utama. De Ligt pun mengakui ia bingung dengan apa yang terjadi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, musim lalu ia merupakan bek utama di jantung pertahanan Bayern. Dibeli seharga 67 juta Euro dari Juventus, ia tampil 43 kali di seluruh ajang, 38 di antaranya sebagai starter. Namun musim ini, nasibnya berubah.

“Jujur saya tak tahu, kalian harus bertanya pada pelatih (Thomas Tuchel),” jawab De Ligt soal minimnya kesempatan bermain musim ini, dikutip AS.

“Saya mengikuti instruksi dari pelatih dan sekarang saya sudah bermain 10 menit sebagai gelandang pivot di dua laga terakhir. Beginilah sepak bola. Jelas ini tak bagus, namun pada akhirnya itu keputusan pelatih.”

“Saya akan terus bekerja di lapangan,” jelas bek 24 tahun itu.

Sejauh ini, Tuchel memang mengutamakan Kim dan Dayot Upamecano sebagai duet bek tengah Bayern. De Ligt hanya menjadi starter saat Die Roten tumbang 0-3 di Piala Super Jerman. Ia hanya bermain satu babak dan kemudian digantikan oleh Kim.

Menurut laporan media yang berbasis di Munich, Tageszeitung, Tuchel kurang suka dengan gaya bermain De Ligt, yang dinilai kurang cepat dalam fase build-up dan terlalu horizontal. Ia direkrut saat Bayern masih dilatih Julian Nagelsmann.

(adp/krs)