Tag: Legenda

Ucapan Selamat dari Para Legenda buat Leverkusen si Jawara Bundesliga


Jakarta

Bayer Leverkusen mendapat ucapan selamat dari sejumlah legenda Bundesliga usai memastikan gelar juara pertamanya di ajang tersebut.

Sejak lahir 119 tahun silam, Bayer Leverkusen juara Liga Jerman untuk kali pertama. Titel Bundesliga 2023/2024 sudah dipastikan dengan lima laga tersisa.

Di BayArena, Minggu (14/4), Leverkusen pesta gol 5-0 melawan Werder Bremen. Pesta juara lanjut digelar, mengingat raihan poin Leverkusen musim ini sudah tidak lagi terkejar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk situs resmi Bundesliga, sejumlah legenda pun memberikan ucapan selamat buat Bayer Leverkusen. Ada yang pernah main untuk klub tersbut. Ada pula yang pernah tampil untuk Bayern Munich, rival utama Leverkusen musim ini.

Paulo Sergio, Legenda Bundesliga (121 penampilan Bundesliga bagi Leverkusen):

“Selamat kepada Bayer 04 Leverkusen! Apa yang sudah dilakukan tim musim ini sungguh luar biasa dan aku sangat gembira buat tim, buat staf, dan seluruh kota Leverkusen. Untuk bisa sampai ke titik ini tanpa terkalahkan, dan memenangi sejumlah laga seperti yang mereka lakukan, adalah pencapaian fenomenal, dan mereka layak dapat pujian dan pengakuan.”

Philipp Lahm, Legenda Bundesliga dan juara Bundesliga 8 kali:

“Selamat kepada tim Bayer Leverkusen, kepada Xabi Alonso dan staf kepelatihannya, juga kepada semua ornag di klub dan suporternya atas musim yang bagus ini. Mereka mengendalikan permainan dan kepercayaan diri dalam tim di bawah arahan Xabi Alonso sungguh mantap. Mereka layak juara Bundesliga! Kelakar lawas ‘Vizekusen’ akhirnya bisa dienyahkan.”

Lothar Matthäus, Legenda Bundesliga dan juara Bundesliga 7 kali:

“Selamat kepada tim Bayer 04 Leverkusen dan aku angkat topi. Cara Xabi Alonso memoles timnya musim ini sungguh mengesankan. Mereka mendominasi Bundesliga musim ini dan masih bisa meraih gelar juara di Liga Europa dan final DFB Cup.”

Jürgen Klinsmann, Legenda Bundesliga dan juara Bundesliga 1 kali:

“Sungguh musim yang seperti kisah dongeng bagi Bayer 04 Leverkusen dan para suporternya. Aku cuma bisa mengagumi pelatih Xabi Alonso dan stafnya, bersama seluruh pemain dan yang membantu mereka semua, atas musim yang sungguh luar biasa ini. Sepanjang musim mereka memainkan sepakbola yang paling atraktif dan membuktikan di akhir setiap laga bahwa tidak boleh menyerah sampai wasit meniup peluit akhir. Pujian besar dan selamat kepada Bayer 04 Leverkusen.”

(krs/nds)

Legenda MU John O’Shea Jadi Manajer Interim TImnas Irlandia


Jakarta

Satu lagi legenda Manchester United yang menjadi manajer. John O’Shea baru saja resmi ditunjuk menangani timnas negaranya sendiri, Republik Irlandia.

O’Shea, kini 42 tahun, sebetulnya telah masuk dunia kepelatihan sejak pensiun pada 2019 silam. Namun ia ‘sebatas’ menjadi staf pelatih atau asisten manajer. Mulai dari Reading, Timnas Irlandia U-21, Stoke City, Timnas Irlandia senior, hingga Birmingham City.

Khusus yang terakhir, ia menjadi staf eks rekan setimnya dulu, Wayne Rooney. Namun begitu Rooney dipecat pada Januari lalu, ia pun ikut mundur beberapa hari berselang. Kini, ia kembali ke Timnas Irlandia dengan jabatan baru sebagai manajer interim.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

O’Shea akan memimpin Irlandia di dua laga melawan Belgia dan Swiss pada Maret mendatang. Sementara itu, Federasi Sepakbola Irlandia (FAI) terus bergerak mencari manajer tetap yang masih lowong sejak ditinggal Stephen Kenny pada November silam.

Dikutip The Guardian, O’Shea bangga atas kepercayaan yang diberikan. Meski hanya sebentar, ia bertekad memberi yang terbaik.

“Suatu kehormatan luar biasa memimpin tim di jeda internasional bulan Maret. Seperti semua orang tahu, saya selalu bangga mewakili negara saya, baik saat masih menjadi pemain atau sebagai bagian dari staf pelatih tim senior putra dan tim U-21,” ujar O’Shea.

MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 31: John O'Shea of Manchester United during the Barclays Premier League match between Manchester United and Blackburn Rovers at Old Trafford on October 31, 2009 in Manchester, England.  (Photo by Michael Regan/Getty Images)John O’Shea saat membela MU di tahun 2009. Foto: Michael Regan/Getty Images

“Saya mempunyai keyakinan besar pada tim ini untuk memenangkan laga dan saya menantikan hasil-hasil yang positif,” jelasnya.

O’Shea bergabung dengan akademi MU pada 1998 lalu menembus tim utama pada 1999. Sempat dipinjamkan ke Bournemouth dan Royal Antwerp, ia lalu kembali ke MU dan bertahan hingga 2011. Di Old Trafford, ia meraih enam gelar Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga Inggris, hingga juara Liga Champions 2008.

Ia lalu membela Sunderland selama tujuh musim pada 2011-2018 sebelum bergabung dengan Reading semusim berselang dan pensiun di sana. Di level timnas, ia tampil 118 membela Irlandia, mencetak tiga gol dan ambil bagian di Euro 2012 dan Euro 2016.

(adp/yna)

Legenda Jerman Ini Heran, Ngapain Dortmund Gaet Sancho


Jakarta

Tindakan Borussia Dortmund menggaet Jadon Sancho bikin heran Lotthar Matthaus. Apalagi Sancho disebutnya butuh banyak pembuktian.

Dortmund, yang musim lalu kalah bersaing mengejar gelar Bundesliga di hari terakhir, musim ini masih tercecer di posisi kelima dengan jarak 15 angka dari posisi pertama.

Salah satu langkah Dortmund dalam usaha bangkit adalah menggaet Sancho. Kepindahan Sancho dari Manchester United ke Dortmund, dalam sebuah kesepakatan peminjaman, tampak akan segera rampung sepenuhnya dalam waktu dekat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, langkah Dortmund menggaet Jadon Sancho membuat Matthaus heran. Ia merasa Dortmund seharusnya merekrut pemain defensif.

“Di BVB, penekanannya terlalu bertumpu kepada para pemain ofensif ketimbang defensif. Aku melihat itulah titik lemah terbesar di Dortmund dan alasan mereka tampil medioker di paruh pertama Bundesliga,” katanya kepada Ruhr 24.

“Enam pemain defensif untuk empat posisi tidaklah cukup, terutama sejak (Mats) Hummels dan (Niklas) Süle tidak bisa main sepanjang musim. (Perekrutan) Jadon Sancho membuat peningkatan ofensif alih-alih menambal lini belakang.”

Matthaus, yang pernah tampil di lima Piala Dunia bersama Jerman, juga menyebut bahwa Jadon Sancho butuh banyak pembuktian sekalipun pernah membela Dortmund pada periode 2017-2021. Itu karena performanya yang tidak mengesankan semasa berseragam Manchester United.

“Kalau Sancho bisa memperlihatkan performanya yang dulu di Dortmund, tentu (perekrutan) ini akan jadi keberhasilan. Tapi untuk itu ia perlu menunjukkan dirinya sudah lebih dewasa ketimbang yang baru kita lihat di Manchester.”

Jadon Sancho belum pernah bermain lagi sejak Agustus. Sejak Mei, ia juga belum pernah menjadi starter dalam laga kompetitif.

(krs/cas)

Sebut Haaland Lebih Layak Raih Ballon d’Or, Legenda Jerman Diledek Di Maria


Buenos Aires

Lothar Matthaeus menyebut Erling Haaland lebih layak meraih Ballon d’Or 2023 ketimbang Lionel Messi. Legenda Jerman itu langsung diledek Angel Di Maria.

Ledekan Di Maria dilontarkan di Instagram. Winger Argentina itu membalas akun yang mengunggah kutipan Matthaeus mendukung Haaland ketimbang Messi meraih Ballon d’Or 2023.

Sebelumnya, Matthaeus menyebut Haaland lebih layak memenangkan Ballon d’Or karena bisa tampil apik bersama Manchester City sepanjang musim 2022/2023. Striker Norwegia itu membuat 52 gol dan membantu The Citizens merebut treble winners, dengan menjuarai Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Haaland melakukannya lebih baik ketimbang Messi sepanjang tahun. Tak layak kalau Messi yang menang. Tapi itu menunjukkan Piala Dunia dihitung lebih dari apa pun. Bagi saya, Haaland pemain terbaik dalam 12 bulan terakhir. Dia menangkan titel utama bersama Manchester City dan memecahkan rekor gol. Bagi saya, tak ada yang bisa menyainginya. Pilihannya lucu, meski saya penggemar Messi,” kata Lothar Matthaeus ke Sky Sports Germany.

Komentar itu kemudian dibalas Di Maria. Rekan senegara Messi itu mencibir pria yang membawa Jerman juara Piala Dunia 1990 itu dengan komentar menohok.

“Menangis saja sana di tempat lain,” ledek Angel Di Maria, dengan juga menyematkan emoji tertawa.

Messi memenangkan Ballon d’Or 2023 pada Selasa (1/11) lalu. Pemain Argentina itu menyabet bola emas ke-8, menjadi yang terbanyak ketimbang pesepakbola mana pun sepanjang sejarah.

Lionel Messi merebut gelar itu karena dianggap tampil apik membawa Argentina juara di Piala Dunia 2022. Kapten Tim Tango itu membuat 7 gol, yang mengantar negaranya menjuarai turnamen paling bergengsi itu.

(yna/krs)


Kini Jatuh Cinta, Legenda Persipura Jayapura Akui Sempat Kesulitan Adaptasi Makanan Indonesia

Bola.net – Yoo Jae Hoon angkat bicara soal proses adaptasinya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia. Eks penjaga gawang Persipura Jayapura ini mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan makanan-makanan di Indonesia, khususnya Papua.

“Yang paling bikin sulit ini adalah adaptasi makanannya,” ucap Yoo, dalam siniar di kanal Sport77 Official tersebut.

“Hampir enam bulan saya hanya makan nasi putih dan kentang goreng saja karena itu juga ada di Korea Selatan,” sambungnya.

Menurut Yoo, ia tidak terlalu cocok dengan menu makanan yang ada di sana. Karenanya, ia tidak bisa makan makanan yang disediakan.

“Waktu itu, saya juga nggak makan mie instan juga,” ucap Yoo.

“Saya juga sering bawa stok makanan dari Jakarta. Di Jakarta kan ada supermarket Korea. Namun, setelah stok habis, saya kembali makan nasi putih dan kentang goreng lagi,” sambung pria yang saat ini menjadi asisten Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, tersebut.

Yoo Jae Hoon sendiri pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada 2010 silam. Waktu itu, ia bergabung dengan Persipura Jayapura setelah urung memperkuat Persela Lamongan.

Sejak 2010 sampai 2014, Yoo berstatus sebagai penggawa Persipura Jayapura. Kemudian, pada 2015, ia memperkuat Bali United.

Pada musim 2016, Yoo kembali ke Jayapura untuk bergabung lagi dengan Mutiara Hitam. Ia memperkuat klub tersebut sampai musim 2018, ketika dipinang Mitra Kukar.

Yoo merupakan salah satu pilar utama Persipura Jayapura dalam masa keemasan mereka. Selain sempat membawa Mutiara Hitam menjuarai liga, ia juga sempat membawa tim tersebut melaju sampai ke Semifinal Piala AFC 2014.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.