Tag: Korea

Indonesia Dikalahkan Korea Selatan 0-12


Jakarta

Timnas Indonesia U-17 putri kembali menelan kekalahan di Piala Asia U-17 Wanita. Menghadapi Korea Selatan, Garuda Pertiwi kalah telak dengan skor 0-12.

Dalam pertandingan penyisihan Grup A di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (9/5/2024), Indonesia sudah kebobolan lima gol pada babak pertama.

Sepanjang pertandingan, Korea tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 77%. Mereka tercatat melepaskan 20 tembakan on target, sementara Indonesia cuma satu yang mengarah ke gawang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kim Hyo-won membuka keunggulan Korea pada menit ke-13. Han Guk-hee kemudian menambah gol untuk Korea pada menit ke-34 dan Beom Ye-ju lima menit berselang.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Korea menambah dua gol lagi. Park Ji-yu dan Won Ju-eun mencetak gol pada menit ke-41 dan injury time untuk memberi Korea keunggulan 5-0.

Pada paruh kedua, Korea menambah tujuh gol. Won Ju-eun mencetak tiga gol untuk mengukir quat-trick. Gol-gol Korea lainnya diciptakan oleh Kim Yee-un lewat penalti, Baek Ji-eun (2 gol), dan Seo Min-Jeong.

Ini merupakan kekalahan kedua bagi timnas Indonesia U-17 putri di Piala Asia U-17 Wanita 2024. Sebelumnya, mereka dikalahkan Filipina dengan skor 1-6.

Indonesia pun menempati posisi juru kunci Grup A dengan selisih gol -17. Sementara Korea Selatan ada di peringkat kedua dengan tiga poin.

Puncak klasemen Grup A ditempati oleh Korea Utara dengan enam poin. Timnas Korea Utara U-17 putri meraih kemenangan keduanya dengan membungkam Filipina 6-0.

Simak Video “Momen Latihan Timnas Indonesia U-23 Jelang Laga Kontra Guinea
[Gambas:Video 20detik]
(nds/aff)

Pelatih Korea Minta Maaf ke Publik Usai Disingkirkan Indonesia


Incheon

Skuad Timnas Korea Selatan U-23 sudah pulang usai disingkirkan Indonesia dari Piala Asia U-23 2024. Pelatih Hwang Sun-hong langsung meminta maaf.

Korea disingkirkan Indonesia di perempatfinal Piala Asia U-23 2024. Bermain di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Jumat (26/4) dini hari WIB, Garuda Muda menang adu penalti 11-10, usai berimbang 2-2 dalam 120 menit.

Sehari berselang, Korea langsung pulang ke negaranya. Mereka tiba di Bandara Internasional Incheon pada Sabtu (27/4) waktu setempat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Bandara, wartawan sudah menanti kedatangan skuad Korea. Dan Pelatih Hwang Sun-hong langsung meminta maaf.

“Saya minta maaf pada mereka yang mendukung saya,” kata Hwang Sun-hong, dilansir Hani.co.kr.

“Tanggung jawab atas hasil tersingkir di perempatfinal sepenuhnya ada pada saya sebagai pelatih, dan saya sepenuhnya merasakan tanggung jawab itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hwang Sun-hong membela pemainnya agar bisa berkembang ke depannya. Selain itu, ia berharap bisa mendapat kritikan yang membangun karena merasa sudah maksimal di Piala Asia U-23 2024.

“Mereka masih perlu banyak berkembang di masa depan,” katanya.

“Saya berharap mereka memberi saya lebih banyak dorongan daripada kritik karena saya telah melakukan yang terbaik di masa-masa sulit,” tutur Hwang Sun-hong.

Korea sendiri tampil mulus di fase grup dengan meraih tiga kemenangan dan menjadi juara Grup B. Langkahnya kemudian dihentikan Indonesia di delapan besar.

Indonesia sendiri akan melawan Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23 2024. Pertandingan digelar di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024).

(yna/mrp)

‘Selamat Indonesia, Memang Bukan Harinya Timnas Korea Selatan U-23’


Jakarta

Timnas Korea Selatan U-23 angkat koper dari Piala Asia U-23 2024 setelah disingkirkan Indonesia di perempatfinal. Taegeuk Warriors lapang dada menerima kekalahan.

Timnas Indonesia U-23 kontra Timnas Korea Selatan U-23 berlangsung dalam perempatfinal Piala Asia U-23 2024, Jumat (26/4) dini hari WIB di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha. Di waktu normal, skor imbang 2-2.

Drama demi drama terjadi, termasuk dua kartu merah untuk pemain dan pelatih Korsel. Sampai akhirnya masuk ke adu penalti, terjadi drama demi drama lagi dan akhirnya Garuda Menang 11-10!


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia sempat dua kali unggul lewat brace Rafael Struick. Timnas Korea Selatan U-23 mampu dua kali samai kedudukan lewat gol bunuh diri Komang dan Jeong Sang-bin.

Setelah lewati babak perpanjangan waktu (dengan drama kartu merah untuk pemain dan pelatih Korsel), skor tak juga berubah Lanjut adu penalti, Garuda Muda akhirnya menang dengan skor 11-10.

Asisten pelatih Timnas Korea Selatan U-23, Myung Jae-yong memberikan selamat kepada Timnas Indonesia U-23. Dirinya sebut, memang bukan harinya Taegeuk Warriors.

“Pertama, selamat untuk Indonesia,” ujarnya dalam sesi jumpa pers selepas laga, seperti dilansir dari situs resmi AFC.

“Hari ini bukanlah harinya kami,” sambungnya.

Myung Jae-yong memuji penampilan Timnas Korea Selatan U-23 yang mampu bangkit dengan 10 pemain dan menyamakan kedudukan. Namun saat di babak adu penalti, keberuntungan tidak berpihak kepada timnya.

“Meski kami kena kartu merah, para pemain tidak menyerah dan menyeimbangkan skor. Para pemain melakukan instruksi dengan tepat, untuk memanfaatkan bola mati atau lakukan serangan balik,” paparnya.

“Kami kemudian tidak cukup beruntung untuk memenangkan adu penalti,” tutupnya.

(aff/yna)

Korea Selatan Tak Khawatir Ada Shin Tae-yong di Timnas Indonesia


Jakarta

Korea Selatan U-23 akan menghadapi mantan pelatihnya, Shin Tae-yong (STY), yang kini membesut Timnas Indonesia U-23. Taeguk Warriors tak khawatir dengan itu.

Perempatfinal Piala Asia U-23 2024 mempertemukan Korea Selatan vs Indonesia. Duel dijadwalkan Jumat (26/4) dini hari WIB di Abdullan bin Khalifa Stadium.

Nama Shin Tae-yong jadi sorotan utama jelang pertandingan. Pelatih 53 tahun itu bentrok dengan Korea Selatan yang notabene tanah kelahirannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

STY sudah tahu betul luar dalam Timnas Korea Selatan. Dia pernah menjadi pemain tim nasional pada periode 1992-1997 dan membesut negaranya di berbagai kategori umur hingga level senior dari 2014-2018.

Di level U-23, Shin Tae-yong pernah membawa Korea Selatan jadi runner-up Piala Asia 2016. Legenda klub Seongham Ilhwa Chunma ini turut mengantarkan negaranya ke perempatfinal Olimpiade Rio 2016.

Karier STY di Korea Selatan berakhir setelah gagal melaju dari fase grup Piala Dunia 2018. Dia kemudian menahkodai Timnas Indonesia yang dibawanya jadi tim kuda hitam Asia.

Shin Tae-yong juga punya hubungan baik dengan pelatih Korea Selatan U-23, Hwang Sun-hong. Keduanya pernah main bareng di Timnas Korea Selatan dan Hwang adalah ‘junior’ STY di level kepelatihan Taeguk Warriors.

STY punya pengetahuan luas terkait Korea Selatan dengan segudang pengalamannya dan itu bisa menjadi kekuatan tambahan Indonesia. Kendati demikian, Korea Selatan tidak gentar dengan hal tersebut.

Gelandang Korea Selatan U-23, Paik Sang-hoon, menyebut kehadiran STY di Timnas Indonesia tak mempengaruhi permainan mereka. Timnya fokus dengan tujuan lolos ke Olimpiade Paris 2024.

“Kehadiran pelatih Shin Tae-yong tidak akan mempengaruhi permainan kami. Kami akan fokus pada permainan kami dan meraih hasil bagus, dengan satu-satunya tujuan melaju ke putaran final Olimpiade,” kata Sang-hoon, dilansir dari media Korea Selatan Xports News.

(bay/cas)

Gaya Lee Kang-in Jelang Main di PSG Bikin Netizen Korea Mencaci Lagi


Jakarta

Gelombang kritik terhadap Lee Kang-in masih mengalir deras, secara khusus dari publik Korea Selatan yang merupakan negaranya sendiri.

Yang paling anyar adalah kemunculan Lee Kang-in yang tampaknya bersiap menjalani pertandingan untuk Paris Saint-Germain, klubnya, pada akhir pekan. Di laga itu ia pada akhirnya memang main 61 menit.

Dalam video tersebut, Lee Kang-in dinarasikan sedang berjalan masuk stadion. Bentuk bibirnya mengindikasikan si pesepakbola sedang bersiul-siul. Tangan kirinya masuk ke saku celana, dengan tangan kanan menjinjing tas.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemunculan video itu, yang diduga kuat berasal dari momen Lee Kang-in menjelang lawatan PSG ke markas Nantes di laga Ligue 1 pada akhir pekan, sontak menuai reaksi.

Gerak-gerik Lee Kang-in itu ramai dikomentari secara negatif di TheQoo, sebuah situs komunitas/forum yang populer di pengguna internet Negeri Ginseng.

“Seperti tidak ada introspeksi,” kritik seorang netizen di TheQoo, seperti dilansir media Korea Selatan KoreaBoo.com.

Netizen Korea Selatan lainnya sukar percaya dengan gerak-gerik Lee Kang-in yang ia nilai tidak memperlihatkan rasa bersalah, “walaupun tahu persis ia sedang disorot kamera.”

“Sungguh keterlaluan,” timpal yang lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lee Kang-in sedang menuai sorotan lantaran kabar keributan di skuad timnas Korea Selatan saat tampil di Piala Asia 2023 lalu. Lee Kang-in dikabarkan bersitegang dengan kapten Son Heung-min.

Sejak kabar tersebut, publik Korea ramai-ramai menghujat Lee Kang-in yang dituding sebagai pihak bersalah. Sudah begitu, tindakannya saat memunculkan keributan juga dianggap tidak menghormati Son sebagai kapten dan seniornya.

Kritik dan caci maki netizen Korea Selatan ini sampai memunculkan desakan agar Lee Kang-in tidak dipanggil lagi ke timnas Korsel. Bahkan ada yang minta pesepakbola 23 tahun itu dicabut saja dispensasi dari wajib militernya.

Serbuan netizen juga tertuju kepada merek dan produk yang bekerja sama dengan Lee Kang-in. Salah satunya adalah Alachi Chicken, sebuah merek produk daging ayam olahan dari Samhwa Foods yang mulai memakai sosok Lee Kang-in di materi promosinya sejak Januari lalu. Netizen mengancam boikot jika produk itu masih pakai Lee Kang-in sebagai model.

(krs/cas)


Piala Asia 2023: Ilusi Final Idaman Jepang Vs Korea Selatan, Skenario yang Terlalu Cepat Layu Sebelum Berkembang

Sama seperti Jepang, Korea Selatan juga finis sebagai runner-up di grupnya. Korea Selatan finis dengan lima poin, satu poin di belakang Bahrain.

Pada laga pertama, satu gol Hwang In-beom dan dua gol Lee Kang-in memberi Korea Selatan kemenangan 3-1 atas Bahrain. Namun, Korea Selatan kemudian imbang di laga kedua dan laga ketiga.

Korea Selatan imbang 2-2 dengan Yordania, kemudian ditahan Malaysia 3-3. Son Heung-min menyumbang masing-masing satu gol penalti dalam dua laga tersebut.

Di babak 16 besar, Korea Selatan nyaris disingkirkan Arab Saudi. Tertinggal di menit 46, Korea Selatan menyamakan kedudukan secara dramatis melalui Cho Gue-sung di menit 90+9. Setelah extra time, Korea Selatan menang adu penalti 4-2.

Di perempat final, Korea Selatan bertemu dengan Australia, yang sebelumnya menyingkirkan Indonesia di babak 16 besar. Korea Selatan lagi-lagi nyaris kandas. Tertinggal di menit 42, penalti Hwang Hee-chan menit 90+6 membawa laga ke extra time. Son Heung-min kemudian memastikan kemenangan dengan golnya di menit 104.

Korea Selatan lalu jumpa Yordania di semifinal. Kali ini, Korea Selatan bukan lagi nyaris kalah, tapi benar-benar kalah. Mereka kalah 0-2 oleh gol-gol Yordania yang tercipta di menit 53 dan 66.

 

Pemain Korea Utara Serang Wasit Usai Kalah dari Jepang


Hangzhou

Beberapa pemain Korea Utara berulah saat menghadapi Jepang di Asian Games 2023. Mereka melakukan provokasi dengan menyerang wasit!

Perempatfinal cabor sepakbola putra Asian Games mempertemukan Jepang vs Korea Utara. Laga berlangsung di Xiaoshan Sports Centre Stadium, Minggu (1/10/2023).

Jepang unggul lebih dulu lewat gol Uchino Kotaro pada menit ke-51. Korea Utara menyamakan kedudukan melalui gol Kim Kukbom pada menit ke-74.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Matsumura Yuta menjadi pahlawan Jepang dengan gol penaltinya 10 menit waktu normal habis. Skor 2-1 untuk Negeri Matahari Terbit menjadi hasil akhir pertandingan.

Insiden terjadi tepat setelah pluit panjang berbunyi. Kapten Korea Utara, Jang Kuk Chol, dan rekan setimnya Kim Kyong Sok berusaha menyerang wasit Rustam Lutfullin asal Uzbekistan.

Beberapa pemain Korea Utara mengikuti Kuk Chol dengan menghampiri Lutfullin. Dua assisten wasit dan ofisial Korea Utara mencoba menenangkan para pemain sekaligus mengamankan Lutfullin.

Melansir Reuters, para pemain Korea Utara geram karena Lutfullin memberi penalti kepada Jepang. Wasit menunjuk titik putih setelah kiper Kang Juh Yok menjegal kaki Jun Nishikawa dengan tangannya.

Wasit total memberi tujuh kartu kuning kepada Korea Utara. Salah satunya diberikan ke Kim Yusong pada menit ke-73 gegara mengancam staff Jepang saat meminta air putih di lapangan.

Pelatih Korea Utara, Sin Yong Nam, mengakui para pemainnya terlalu bersemangat melawan Jepang. Dia membela konfrontasi skuadnya dan menyebut hal itu biasa terjadi dalam sepakbola.

“Saya akui para pemain kami sedikit terlalu bersemangat dalam pertandingan ini, namun inilah sepakbola,” kata Sin usai laga Jepang vs Korea Utara, dilansir dari Reuters.

“Tetapi ada konfrontasi dalam pertandingan sepak bola… Saya pikir perilaku kami dapat diterima,” ujarnya.

Kemenangan atas Korea Utara membawa Jepang ke semifinal Asian Games 2023. Samurai Biru bersua Hong Kong di empat besar.

(bay/krs)


Jadwal Timnas Indonesia U-24 Vs Korea Utara di Asian Games 2023


Jakarta

Timnas Indonesia U-24 akan menghadapi laga penentuan melawan Korea Utara di Asian Games 2023 pada hari ini. Jadwal selengkapnya bisa disimak di sini.

Indonesia kini menempati posisi kedua klasemen Grup F dengan tiga poin dari dua pertandingan. Sementara Korea Utara memimpin dengan enam poin.

Jumlah poin Indonesia sama dengan Chinese Taipei. Garuda Muda hanya unggul selisih gol atas Chinese Taipei.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia berada dalam posisi sulit usai kalah dari Chinese Taipei. Pasukan Indra Sjafri itu wajib meraih poin penuh atas Korea Utara demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Korea Utara sendiri sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar apa pun hasil melawan Indonesia. Sedangkan Timnas Indonesia U-24 bisa saja berharap pada posisi ketiga terbaik andai gagal menang atas Korea Utara.

Namun, Indonesia akan sulit lolos jika mengandalkan posisi ketiga terbaik andai gagal mengalahkan Korea Utara dan Chinese Taipei menang atas Kirgistan. Sebab poin kemenangan Indonesia atas Kirgistan nantinya tidak akan dihitung.

Jadwal Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2023

Indonesia vs Korea Utara

Zhejiang Normal University East Stadium

Minggu (24/9)

Pukul 15.00 WIB

(nds/nds)