Tag: Kiper

Pelatih Persija Salut dengan Kiper Asing Arema FC di Piala Presiden 2024: Tapi Kami Punya Banyak Pemain untuk Cetak Gol

Bola.net – Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena salut dengan kiper asing Arema FC, Lucas Frigeri di Piala Presiden 2024. Penjaga gawang berkebangsaan Brasil itu berhasil menggalkan penalti ketika melawan Bali United.

Lucas Frigeri menepis tendangan penalti penyerang Bali United, Everton Nascimento pada menit ke-86 untuk membawa Arema FC menang 1-0 atas Serdadu Tridatu.

“Tentu saja Arema FC bermain sangat bagus saat bertahan melawan Bali United. Terkhusus kiper yang sangat penting bagi mereka,” ujar Carlos Pena kepada wartawan.

“Dia mempunyai banyak impak positif karena dia juga menyelamatkan penalti. Tetapi bukan hanya kiper, Arema bertahan sebagai tim dengan sangat kompak,” katanya menambahkan.

1 dari 1 halaman

Yakin dengan Persija

Namun, Carlos Pena yakin dengan kemampuan para pemain Persija. Apalagi ketika berhadapan dengan Madura United dalam partai pertama Grup A Piala Presiden 2024, Macan Kemayoran bisa mencetak dua gol.

“Itu akan menjadi sulit bagi kita untuk berprogres dalam permainan. Tetapi saya percaya kepada para pemain saya,” tutur Carlos Pena.

“Kami mempunyai banyak pemain berkualitas untuk mencetak gol. Kita akan mencoba yang terbaik dan meraih tiga poin.”

“Kami akan mengawali dengan pemulihan para pemain setelah laga pertama. Kami senang bisa memenangkan laga pertama melawan Madura United yang sangat penting,” imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

Lucas Frigeri, Kiper Brasil yang Lepas Peluang Main di Kompetisi Asia Demi Arema FC

Bola.net – Teka-teki soal sosok penjaga gawang yang akan menjadi andalan Arema FC untuk musim 2024/2025 akhirnya terjawab. Lucas Frigeri dipastikan akan mengawal gawang tim berlogo singa mengepal tersebut pada musim depan.

Kabar soal bergabungnya Frigeri ke Arema sejatinya sudah beredar sejak beberapa waktu lalu. Namun, ia baru diperkenalkan secara resmi oleh manajemen Arema FC pada akhir pekan lalu.

Frigeri sendiri merupakan pemain yang sarat pengalaman. Kiper berusia 35 tahun tersebut sudah malang melintang di kancah sepak bola Brasil.

Musim 2023/2024, Frigeri akhirnya memulai petualangan di luar tanah kelahirannya. Ia bergabung dengan Madura United pada pertengahan musim 2023/2024.

Didatangkan pada bursa transfer tengah musim, Frigeri tahun ini tampil gemilang. Ia membawa Madura United tujuh clean sheet pada laga ini. Di sisi lain, gawangnya kebobolan 24 kali dalam 18 penampilannya.

Dalam 18 laga ini, Frigeri mencatatkan 40 penyelamatan. Selain itu, ia juga mencatatkan tujuh sapuan.

Tak cuma apik menyerang, Frigeri juga piawai menggunakan kakinya. Umpan-umpannya pun cukup apik. Akurasi umpan pemain bertinggi 194 sentimeter ini mencapai 76 persen.

Penampilan apik Frigeri berbuah apik. Ia membantu membawa Madura United menjadi runner-up BRI Liga 1 2023/2024. Laskar Sapeh Kerrap pun berhak tampil di AFC Challenge Cup.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Kiper Madura United Optimistis Kalahkan Persib Bandung di Leg 2 Final BRI Liga 1 2023/2024

Bola.net – Kekalahan timnya pada leg pertama Final BRI Liga 1 2023/2024, kontra Persib Bandung, tak membuat Lucas Frigeri kehilangan optimismenya. Penjaga gawang Madura United ini menyebut timnya tetap percaya diri dan akan berjuang keras untuk bisa membalikkan keadaan pada leg kedua mendatang.

“Kami sudah bicara di ruang ganti untuk terus menegakkan kepala dan memandang ke depan. Kami akan bekerja keras untuk bisa melakukan itu (comeback),” ucap Frigeri usai laga.

“Pelatih dan pemain pasti akan berusaha keras untuk bisa mengubah kedudukan ini. Kami harus fokus untuk bermain bagus dan mencetak lebih banyak gol dari Persib Bandung,” sambungnya.

Menurut pemain asal Brasil ini, peluang timnya belum tertutup. Apalagi, sambungnya, mereka akan bermain di kandang sendiri pada leg kedua mendatang.

“Kita akan main di kandang sendiri dan ada support dari penonton. Kami kuat saat main di kandang. Apalagi, tentu stadion akan penuh untuk mensupport kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Madura United dan Persib Bandung akan kembali bersua pada leg kedua Final BRI Liga 1 2023/2024. Pertandingan tersebut akan dihelat di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Jumat (31/5/2024).

Pada laga leg pertama, Madura United harus menelan kekalahan. Dalam laga yang dihelat di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Minggu (26/5/2024), mereka kalah tiga gol tanpa balas.

Pada pertandingan ini, Ciro Alves mencetak gol pertama Persib pada menit ke-70. Selanjutnya, pada injury time babak kedua, Maung Bandung mencetak dua gol lagi, yang diborong oleh David da Silva.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


Final BRI Liga 1: Kiper Persib Pede Maung Bandung Bisa Menang Lawan Madura United

Bola.net – Kiper Persib Bandung, Kevin Ray Mandoza Hansen, mengaku percaya diri Maung Bandung bisa memetik kemenangan ketika bersua Madura United di final leg pertama Championship Series BRI Liga 1 2023/2024.

Duel Persib Bandung kontra Madura United akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada hari Minggu (26/05/2024) mendatang. Persib pun mulai menjalani latihan tertutup di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (23/5/2024) guna mempersiapkan taktik dan strategi yang jitu di final leg pertama nanti.

Tak terkecuali kiper andalan Persib Bandung, Kevin Ray Mandoza Hansen. Ia dan rekan-rekannya, khususnya kiper terus digenjot pelatih kiper Persib, Luizinho Passos, termasuk jika terjadi perpanjangan waktu atau adu penalti.

Walau demikian, Kevin Ray Mandoza mengaku tidak terlalu memikirkan masalah perpanjangan waktu dan adu penalti. Ia percaya rekan-rekannya di tim Persib bisa menyelesaikan dengan waktu normal 90 menit dan tercipta gol.

“Saya tidak terlalu memikirkan tentang perpanjangan waktu. Saya percaya diri dengan tim dan saya pikir kami akan mencetak beberapa gol. Kami harus menjadi benar-benar solid dalam pertahanan maupun penyerangan,” tegas Kevin Ray Mandoza usai latihan.


Ancelotti, Siapa Kiper Madrid di Final Liga Champions?


Jakarta

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti belum memutuskan siapa yang akan ia pilih sebagai kiper utama untuk final Liga Champions menghadapi Borussia Dortmund pada awal Juni mendatang. Ia masih menimbang segala kemungkinan.

Thibaut Courtois sudah kembali ke lapangan sejak menderita cedera Anterior Cruciate Ligament pada Agustus lalu, yang membuatnya absen hampir sembilan bulan. Laga melawan Cadiz pada 4 Mei lalu menjadi debutnya di musim ini dan ia sukses mencetak clean sheet.

Namun Andriy Lunin tetap dipercaya menjadi andalan di bawah mistar Madrid saat menyingkirkan Bayern Munich di semifinal Liga Champions beberapa hari berselang. Kiper Ukraina itu seiring waktu menjadi pilihan utama Ancelotti meski sudah mendatangkan Kepa Arrizabalaga.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan Madrid sudah mengamankan gelar LaLiga meski masih menyisakan empat laga, praktis final Liga Champions menjadi satu-satunya laga krusial yang tersisa di musim ini. Wajar bila pertanyaan siapa yang diturunkan sebagai kiper utama kini mengemuka.

Eks kiper Madrid Iker Casillas berpendapat Lunin yang harus dimainkan, sebab Courtois masih dalam periode menemukan kondisi fisik terbaik usai cedera panjang. Namun Ancelotti menilai bahasan soal kiper masih terlalu dini.

Ia hanya bisa memastikan siapa kiper yang akan turun melawan Granada di Liga Spanyol akhir pekan ini, yakni Courtois. Sebab pemain asal Belgia itu butuh waktu beradaptasi dengan suasana pertandingan.

“Courtois akan bermain (melawan Granada), dia perlu menit bermain. Saya juga harus memikirkan Kepa, dia juga pantas bermain. Lunin harus siap bermain. Saya harus mengevaluasinya,” jawab Ancelotti, seperti dikutip The Athletic.

“Saya menghormati opini Iker Casillas (bahwa Lunin harus bermain) dan saya sangat menyukainya. Saya enggan membahas perdebatan ini karena saya masih punya waktu hampir sebulan untuk memikirkannya,” jelas Ancelotti.

(adp/bay)

Eks Tottenham soal Performa Raya Lawan Bayern: Kiper Tuh?


Jakarta

David Raya menjadi sorotan dalam hasil imbang Arsenal melawan Bayern Munich. Eks Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, sampai mempertanyakan kualitas Raya sebagai kiper.

Arsenal harus puas bermain imbang 2-2 melawan Bayern di Emirates Stadium dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions, Rabu (10/4/2024) dini hari WIB. Raya dikritik terkait lemahnya dalam upaya menyelamatkan eksekusi Harry Kane.

Mantan striker Tottenham itu sukses mengecoh Raya. Kane mengarahkan bola ke sisi berlawanan gerak Raya, yang cuma bisa berlutut tak berdaya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Lihatlah Raya. Apakah orang ini seorang kiper? Kane bahkan tidak bergerak, tapi Raya sudah terjatuh lebih dulu,” kata Van der Vaart dalam pembicaraannya di televisi Belanda, yang dikutip dari Daily Mail.

Raya sebetulnya juga punya andil dalam gol pertama Tottenham. Kiper asal Spanyol itu maju sampai nyaris ke tengah lapangan dalam situasi yang tak bahaya dan membuat Gabriel Magalhaes tampak panik.

Gabriel mencoba untuk terus menguasai bola meski mendapatkan tekanan dari Kane. Di sisi lain, Raya sangat lambat untuk kembali ke kotak penalti.

Bola kemudian coba dioper Gabriel ke tengah lapangan tanpa menoleh. Jakub Kiwior gagal mengontrol bola, yang kemudian jatuh di kaki lawan untuk diarahkan ke Leon Goretzka.

Bek-bek Arsenal kemudian kocar-kacir. Goretzka dengan cerdik menyodorkan bola ke kotak penalti yang dituntaskan Serge Gnabry.

Simak Video “Arsenal Vs Bayern Munich, Arteta: Saya Pengagum Berat Thomas Tuchel
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)

Ayo Bantu! Mantan Kiper Timnas Kurnia Meiga Kini Jualan Emping


Jakarta

Kurnia Meiga masih berjuang mencari uang. Mantan kiper Timnas Indonesia itu kini berjualan kerupuk emping.

Kurnia Meiga menjajakan dagangannya di akun TikTok-nya, @kurniameiga_1. Mantan kiper Arema FC itu memamerkan kerupuk emping miliknya.

kurnia meiga mantan kiper timnas indonesiaKurnia Meiga jualan emping di TikTok. Foto: TikTok @kurniameiga_1

“Pegang kerupuk emping, gurih dan renyah. Kalian siap order dan cek harga, karena ini PO loh,” kata Kurnia Meiga.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diintip detikSport, harga emping Kurnia Meiga dijual seharga Rp 55 ribu. Penjualan bersistem pre order, alias pesan dulu dan dikirim belakangan.

Berjualan emping masih menjadi ikhtiar Kurnia Meiga memperbaiki kehidupannya. Sebelumnya, mantan kiper Timnas dengan 20 caps itu sempat menjual barang-barang peninggalannya seperti sarung tangan dan sepatu demi biaya berobat anaknya.

Kurnia Meiga sendiri punya masalah penglihatan sejak 2017. Kondisi yang dialaminya membuat banyak pihak tersentuh.

Youtube Winda Basudarah sempat membuat charity untuk Kurnia Meiga. Sementara PSSI membuat Yayasan Bakti Sepakbola Indonesia untuk membantu mantan penggawa Timnas Indonesia yang kesulitan, seperti Kurnia Meiga.

Simak Video “Oki Rengga Buka Donasi untuk Pengobatan Kurnia Meiga
[Gambas:Video 20detik]
(yna/raw)

Pemain Jangkung untuk Jadi Kiper, Bek, Striker


Jakarta

Faktor tinggi badan turut menjadi kriteria Pelatih Timnas Indonesia U-16 Nova Arianto dalam melakukan seleksi. Pemain-pemain jangkung secara khusus diproyeksikan buat posisi kiper, bek, dan striker.

Sebelumnya Nova sudah mengutarakan pemain tinggi sebagai kriteria yang dicarinya. Kali ini ia menjelaskan lebih detail mengenai hal itu.

Saat ini timnas Indonesia U-16 sedang mengadakan seleksi pemain untuk gelombang ketiga yang telah dimulai sejak 25-28 Februari. Khusus gelombang 3 ini diikuti oleh 34 pemain atau lebih banyak dari gelombang 1 dan 2 yang diikuti masing-masing 32 pemain.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kriteria yang pasti tinggi badan ya karena sekali lagi kalau saya ingin bermain di level Asia. Tinggi badan menjadi hal yang sangat utama,” kata Nova Arianto seperti dikutip dari laman resmi situs PSSI.

“Terutama kalau pemain belakang, kiper, dan striker saya harapkan memiliki postur di atas 175 cm,” ujarnya menambahkan.

Menurut Nova, dalam proses seleksi timnas Indonesia U-16 ini dirinya sedang menyiapkan gen tim nasional untuk ke depannya. Tinggi pemain masih akan bertambah mengingat masih berusia muda.

Dengan memilih pemain bertinggi minimal 175 cm, itu berarti ada garansi Indonesia punya pemain jangkung di masa depan. Menurutnya hal itu akan menjadi modal bagus untuk bersaing di level internasional.

“Saya menyiapkan gen tim nasional ke depannya dengan postur yang tinggi. Karena alasannya minimal pemain itu akan naik 1 cm pertahunnya,” ucap Nova Arianto.

“Ambil contoh, pemain saat ini tingginya 175 cm, dia akan naik sekitar (minimal) 4 cm atau tinggi 179-180 cm saat usianya genap 20 tahun. Karena tinggi pemain di umur 20 itu sudah maksimal. Itulah mengapa saya mencari pemain dengan minimal tinggi 175 cm,” tuturnya,

Faktor yang mendasari Nova untuk mencari pemain tinggi adalah pengalamannya di Piala Asia 2023. Kala itu, Indonesia menghadapi tim dengan pemain yang posturnya jauh lebih tinggi, seperti Irak dan Australia. Hal tersebut cukup menjadi kendala dalam memberi perlawanan di lapangan. Pada akhirnya masalah postur tetap menjadi kendala buat Indonesia.

(mro/krs)

20 Detik Main, Kiper Muda Slovenia Ini Langsung Diganti


Jakarta

Debut kiper muda di Slovenia ini terbilang tidak biasa. Main sebagai starter, ia langsung diganti hanya dalam hitungan detik.

Zan Lorber, demikian nama kiper tersebut. Pemuda 17 tahun itu bermain untuk klub Slovenia NK Rogaska. Pada akhir pekan lalu ia dipilih menjadi starter melawan Olimpija Ljubljana.

Namun, seperti dikabarkan SportBible, debut Zan Lorber berjalan amat singkat. Dalam 20 detik usai kick-off, ia sudah ditarik keluar untuk diganti Adjin Mulalic, kiper Bosnia yang dipinjam klubnya pada bulan lalu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian itu tidak ayal menjadi buah bibir. Tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan NK Rogaska yang sudah menarik keluar Zan Lorber, bahkan saat kiper muda itu praktis belum beraksi apa-apa.

Zan Lorber sendiri disebut mendapatkan kesempatan tampil karena kiper utama Rok Vodicek. Lalu, kenapa NK Rogaska tidak langsung saja memainkan Adjin Mulalic dan justru menjadikan Lorber sebagai starter dalam debut singkatnya?

Hal ini rupanya bersumber pada regulasi Federasi Sepakbola Slovenia. Sejak 2022 lalu, setiap tim dari divisi teratas negara tersebut diwajibkan menurunkan paling tidak satu pemain yang potensial main di Timnas Slovenia U-21. Selain itu, setiap klub juga harus memiliki minimal delapan pemain lokal (home-grown) dalam skuadnya.

Sebagai dampaknya, sehubungan dengan regulasi itu, Rogaska pun menjadikan kiper 17 tahunnya sebagai starter melawan Olimpija Ljubljana dan kemudian menggantinya sesegera mungkin.

Media lokal Football Planet juga mengonfirmasi laporan bahwa keputusan Rogaska terkait debut singkat Zan Lorber di laga tersebut memang dilakukan demi menaati regulasi.

Di laga itu sendiri Rogaska, yang menjadi tim tamu, mampu bikin dua gol lebih dulu. Tapi tuan rumah Olimpija kemudian menyamakan skor dalam hasil akhir 2-2.

(krs/yna)


Kiper Jepang Tidak Takut Lemparan Jauh Pratama Arhan


Doha

Kiper Jepang Zion Suzuki mengaku tidak takut ancaman lemparan jauh bek sayap Timnas Indonesia Pratama Arhan. Suzuki yakin bahwa dia bisa mengantisipasinya.

Duel Indonesia vs Jepang akan menjadi laga terakhir fase grup Piala Asia 2023, di Stadion Al Thumama, Rabu (24/1). Laga ini menentukan buat kedua tim yang membutuhkan poin untuk memastikan kelolosan ke 16 besar.

Media Jepang, Soccer King, membahas potensi ancaman Indonesia lewat senjata andalannya yakni lemparan jauh Arhan. Spesialisasi eks Tokyo Verdy itu selama ini ampuh menjadi senjata Indonesia untuk mengancam gawang lawan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat Indonesia lawan Irak misalnya, lemparan jauh Pratama Arhan berbuah kemelut di kotak penalti. Bola liar kemudian disambar Marselino Ferdinan, tapi bola hanya mengenai mistar gawang dan keluar lapangan.

Lemparan jauh juga kembali dilancarkan Arhan di laga kedua Indonesia Vs Vietnam. Namun barisan pertahanan Vietnam mampu meredamnya di laga kedua fase grup itu.

Nanti saat jumpa Jepang, senjata itu kemungkinan besar masih akan dimanfaatkan timnas Indonesia. Bisa dibilang lemparan Arhan memang cukup efektif.

“lemparan jauh mirip dengan umpan silang, saya pikir jika saya dapat menyergap atau menangkap bola, itu tidak akan terlalu mengancam gawang,” kata Zion Suzuki, dikutip dari Soccer King.

Terkait lemparan jauh, sebenarnya banyak pemain bisa melakukannya. Namun tak ada yang seefektif Arhan dimana lemparannya bisa menghasilkan peluang berbahaya bahkan terciptanya gol buat Timnas Indonesia.

Simak Video “Indonesia Berbekal Kekalahan Songsong Piala Asia
[Gambas:Video 20detik]
(mro/rin)