Tag: Kesulitan

Meski Kesulitan Finansial, Barcelona Takkan Jadi Seperti Ajax


London

Problem finansial yang menimpa Barcelona berpotensi mengubah model bisnis mereka menjadi produsen pemain di masa depan. Namun Presiden LaLiga Javier Tebas menilai Blaugrana takkan mengambil langkah seekstrem itu.

Meski memiliki LaMasia, namun lulusan akademi klub sempat kesulitan menembus tim utama akibat kebijakan yang suka memboyong sederet pemain bintang. Seiring lengsernya Josep Maria Bartomeu akibat miskalkulasi keuangan yang parah, situasi sedikit berubah.

Barcelona yang kemudian dipimpin kembali oleh Joan Laporta terpaksa kembali melihat stok akademi akibat terbatasnya dana transfer. Meski tak banyak, namun muncul sejumlah nama yang bersiar seperti Gavi, Lamine Yamal, Fermin Lopez, hingga Alejandro Balde.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soccer Football - LaLiga - FC Barcelona v Granada - Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Spain - February 11, 2024 FC Barcelona's Lamine Yamal in action with Granada's Ignasi Miquel and Faitout Maouassa REUTERS/Albert GeaLamine Yamal (27) jadi salah satu bintang muda La Masia yang muncul di tengah krisis finansial Barcelona. Foto: REUTERS/ALBERT GEA

Dalam Financial Times Summit yang digelar 28-29 Februari di London, ada presentasi yang menyatakan bahwa kondisi saat ini akan membuat Barcelona menjadi ‘Ajax Amsterdam 2.0’, mengacu pada model bisnis tim asal Belanda tersebut.

Ajax dikenal sebagai akademi yang kerap mengorbitkan para pemain potensial, namun sulit bertahan lama di sana dan akhirnya dijual ke klub-klub besar lain yang berani membayar mahal, terutama Premier League. Dan hal itu sudah berlangsung puluhan tahun.

Namun Tebas menepisnya. “Hal itu takkan terjadi. Barcelona akan keluar dari situasi saat ini. Mereka punya opsi untuk dipertimbangkan, ketika para pemimpin mereka memutuskan demikian, jika mereka percaya mereka akan menyediakan solusi,” ujarnya.

“Mereka punya 2-3 pemain top yang bisa dijual. Jika dijual, maka sebagian besar masalah teratasi. Dengan pendapatan itu, mereka bisa menghasilkan uang untuk melunasi utang dan menggaji pemain.”

“Barcelona adalah tim yang menghasilkan hampir satu miliar Euro. Mereka tak akan menjadi seperti itu (Ajax), tentu saja. Tapi banyak klub yang mengalami problem finansial dan aturan kami mewajibkan mereka tetap berada di kondisi saat ini.”

“Tapi sejauh ini, mereka belum tersingkir dari Liga Champions dan masih berpeluang memenangi Liga Spanyol. Jadi situasi Barcelona saat ini bukanlah bencana,” jelas Tebas, dikutip dari beIN Sports.

Soccer Football - Europa League - Group B - Ajax Amsterdam v Olympique de Marseille - Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Netherlands - September 21, 2023 Ajax Amsterdam's Jakov Medic and Borna Sosa applaud fans after the match REUTERS/Piroschka Van De WouwAjax dikenal sebagai produsen pemain andal, namun sulit bertahan lama di sana. Foto: REUTERS/PIROSCHKA VAN DE WOUW

Situasi Ajax dan Barcelona, jika dilihat, tidaklah sama. Ajax tidak bermain di lima liga top Eropa yang kerap menawarkan gaji menggiurkan untuk para pemain. Sedangkan Barcelona tampil di LaLiga, salah satu liga terbaik Eropa, bersaing dengan Premier League.

Dengan demikian, daya tawar Barcelona memang lebih besar untuk menarik maupun menahan pemain bintang. Meski begitu, ucapan Tebas bisa saja diartikan sebagai upaya menjaga pamor LaLiga agar Real Madrid tetap memiliki pesaing sepadan.

Pada akhirnya, semua kembali ke langkah strategis klub untuk menjaga keuangan tetap baik namun skuad di lapangan tetap berkualitas, sehingga mereka tak harus memakai model bisnis seperti Ajax di masa depan.

(adp/aff)

Bojan Hodak Akui Persib Selalu Kesulitan Lawan Bali United: Tidak Bisa Menang dalam 5 Laga Terakhir

Bola.net – Persib Bandung dihantui rekor buruk jelang lawatannya ke markas Bali United. Maung Bandung tidak pernah bisa menang atas Serdadu Tridatu dalam lima pertemuan terakhir di BRI Liga 1.

Persib akan menantang tuan rumah Bali United pada pekan ke-23 BRI Liga 1 2023/2024. Duel tersebut bakal digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (18/12).

Dalam lima perjumpaan terakhir kedua tim sejak BRI Liga 1 musim 2021/2022, Persib tak mampu mengalahkan Serdadu Tridatu. Tim kesayangan Bobotoh itu cuma bisa mencatatkan tiga hasil imbang dan dua kali menelan kekalahan.

“Kami selalu kesulitan ketika bermain melawan Bali United. Tapi, tahun ini kami akan mencoba untuk tampil lebih baik,” ujar pelatih Persib, Bojan Hodak, Selasa (12/12).

1 dari 2 halaman

Persiapan Lawan Bali United

Meski duel kontra Bali United masih enam hari lagi, namun Persib telah memanaskan mesin. Maung Bandung sudah mulai berlatih sejak Senin (11/12).

“Kami akan bersiap untuk menghadapi pertandingan ini,” imbuh Bojan Hodak.

Adapun saat ini, Persib dan Bali United sedang bersaing di papan atas. Maung Bandung bertengger di peringkat ketiga dengan mengantungi 39 poin, sedangkan Serdadu Tridatu duduk di posisi kedua dengan mengoleksi 40 angka.

2 dari 2 halaman

Head to Head Persib Bandung Vs Bali United

• 18/09/2021: Bali United 2-2 Persib
• 13/01/2022: Persib 0-1 Bali United
• 23/08/2022: Persib 2-3 Bali United
• 10/02/2023: Bali United 1-1 Persib
• 03/08/2023: Persib 0-0 Bali United

(Bola.net/Fitri Apriani)


Kini Jatuh Cinta, Legenda Persipura Jayapura Akui Sempat Kesulitan Adaptasi Makanan Indonesia

Bola.net – Yoo Jae Hoon angkat bicara soal proses adaptasinya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia. Eks penjaga gawang Persipura Jayapura ini mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan makanan-makanan di Indonesia, khususnya Papua.

“Yang paling bikin sulit ini adalah adaptasi makanannya,” ucap Yoo, dalam siniar di kanal Sport77 Official tersebut.

“Hampir enam bulan saya hanya makan nasi putih dan kentang goreng saja karena itu juga ada di Korea Selatan,” sambungnya.

Menurut Yoo, ia tidak terlalu cocok dengan menu makanan yang ada di sana. Karenanya, ia tidak bisa makan makanan yang disediakan.

“Waktu itu, saya juga nggak makan mie instan juga,” ucap Yoo.

“Saya juga sering bawa stok makanan dari Jakarta. Di Jakarta kan ada supermarket Korea. Namun, setelah stok habis, saya kembali makan nasi putih dan kentang goreng lagi,” sambung pria yang saat ini menjadi asisten Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, tersebut.

Yoo Jae Hoon sendiri pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada 2010 silam. Waktu itu, ia bergabung dengan Persipura Jayapura setelah urung memperkuat Persela Lamongan.

Sejak 2010 sampai 2014, Yoo berstatus sebagai penggawa Persipura Jayapura. Kemudian, pada 2015, ia memperkuat Bali United.

Pada musim 2016, Yoo kembali ke Jayapura untuk bergabung lagi dengan Mutiara Hitam. Ia memperkuat klub tersebut sampai musim 2018, ketika dipinang Mitra Kukar.

Yoo merupakan salah satu pilar utama Persipura Jayapura dalam masa keemasan mereka. Selain sempat membawa Mutiara Hitam menjuarai liga, ia juga sempat membawa tim tersebut melaju sampai ke Semifinal Piala AFC 2014.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.