Manchester

Manajer Manchester United Erik ten Hag meyakini, kepergian Juergen Klopp akan merugikan Premire League. Akan tetapi, Ten Hag memahami keputusan Klopp mundur.

Seperti diberitakan sebelumnya, musim 2023/2024 akan menandai musim terakhir manajer Jerman itu membesut Liverpool. Klopp mengaku kehabisan tenaga setelah melatih the Reds selama lebih dari delapan musim.

Dilihat dari rekam jejaknya, Klopp memang tidak pernah benar-benar rehat sejak merintis karier sebagai pelatih di Mainz pada Februari 2001. Setelah tujuh tahun, Klopp langsung membesut Dortmund pada Juli 2008 sampai Juni 2015, sebelum berlanjut ke Liverpool pada Oktober di tahun yang sama sampai sekarang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Liverpool, Juergen Klopp meraup sukses besar. Manajer ikonik itu berhasil membangkitkan the Reds dengan memenangi tujuh trofi, termasuk satu Premier League dan Liga Champions. Liverpool berpeluang menambah koleksi gelar di musim terakhir Klopp karena masih bertahan dalam persaingan kompetisi domestik maupun Eropa.

Ten Hag baru menjadi rival langsung Klopp setelah menukangi Manchester United pada 2022. Bagaimanapun, Ten Hag memuji pencapaian Klopp di Liverpool.

“Itu tidak bagus untuk Premier League. Dia sudah membuat sebuah era di sana, dia membangun klubnya, dia mengembalikan klub ke tempat yang seharusnya, jadi selamat untuk itu. Dia sudah melakukan sebuah pekerjaan yang menakjubkan di Liverpool,” manajer Belanda ini mengatakan dikutip Metro.

“Saya bisa memahami [dia kehabisan energi]. Sembilan tahun itu memang waktu yang lama. Saya kira ini adalah sebuah periode untuk membangun, mencapai target-targetnya, sekaligus juga kemunduran-kemunduran dan menjalani periode-periode sulit.”

“Premier League itu sangat menegangkan, ditambah dengan turnamen klub sepakbola Eropa, ketika anda berada di sana selama sembilan tahun itu sangat lama. Saya paham kalau dia kehilangan energi, dan itu salah satu alasan dia memutuskan mundur,” sebut Ten Hag.

(rin/krs)