Tag: Kelas

VIDEO Half Time Show: PR Nih! Timnas Indonesia Naik Kelas ke Level Asia, Fanatisme Suporter Malah Kebablasan

Menjadi pesepak bola di Indonesia memang memiliki tantangan tersendiri. Terutama mereka yang sudah bermain untuk Timnas Indonesia.

Baru-baru ini ada dua penggawa Timnas Indonesia U-23 yang mendapatkan hujatan dari netizen. Dua sosok yang dimaksud adalah Marselino Ferdinan dan Elkan Baggott.

Tentunya ini menjadi salah satu pekerjaan rumah dari kita semua untuk menjaga sikap sportifitas di dalam maupun di luar lapangan.

Sebelumnya, Marselino Ferdinan mendapatkan hujatan saat Timnas Indonesia U-23 kalah dari Timnas Irak U-23 di babak semifinal Piala Asia U-23 2024 lalu. Saat itu Lino disebut bermain terlalu egois.

Hujatan bahkan tak hanya menyasar pada media sosial Marselino Ferdinan. Namun, mereka juga menyasar media sosial klub yang saat ini diperkuat Lino, KMSK Deinze.

Elkan Baggott menjadi nama selanjutnya yang menerima hujatan dari netizen. Penyebabnya adalah Baggott yang tak bisa memperkuat Timnas Indonesia U-23 dalam laga play-off Olimpiade 2024 Paris.

Pada Half Time Show kali ini, Erwin Fitriansyah dan Ario Yosia akan membahas kembali membahas Sepak Bola Indonesia dengan tema “PR Nih! Timnas Indonesia Naik Kelas ke Level Asia, Fanatisme Suporter Malah Kebablasan”. Selengkapnya berikut ini.


Ringkasan

Foto: Potret Nobar Timnas Indonesia Vs Australia Ala Kelas Pekerja





















Radja Nainggolan Debut, BRI Liga 1 Naik Kelas

Bola.net – Minggu (17/12/2023) malam WIB, menjadi hari yang bersejarah untuk Radja Nainggolan. Pasalnya, pada hari itu ia menorehkan debut di BRI Liga 1 2023/2024.

Radja Nainggolan menjalani debutnya bersama Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-23 BRI Liga 1 2023/2024 kontra Persita Tangerang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu diturunkan pelatih Bhayangkara FC, Mario Gomez pada pertengahan babak kedua, tepatnya menit ke-56. Ia menggantikan Muhammad Ragil.

Sebelum laga debutnya ini, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji menyatakan harapan besarnya pada pemain yang kabarnya dibanderol lebih dari Rp5 miliar itu. Ia ingin Radja Nainggolan membantu The Guardian terhindar dari degradasi.

“Semoga kehadiran Radja juga bisa menaikkan value Bhayangkara FC,” ujar Sumardji beberapa waktu lalu.

1 dari 2 halaman

BRI Liga 1 Naik Kelas

Sumardji menambahkan, dengan mendatangkan Radja Nainggolan, diharapkan Bhayangkara FC bisa membantu BRI Liga 1 naik kelas. Ini selaras juga dengan upaya #BRIPalingBola dalam menaikkan valuasi kompetisi.

Sebelumnya, beberapa klub juga pernah mendatangkan pemain-pemain berlabel bintang. Contohnya Michael Essien di Persib Bandung pada 2017 dan Marco Motta di Persija Jakarta pada 2020 sampai 2022.

“Semoga ini juga membuat klub-klub lain terpacu mendatangkan pemain kelas dunia agar bisa mengangkat level kompetisi Liga 1,” kata Sumardji yang juga menjabat anggota anggota Exco PSSI.

2 dari 2 halaman

Radja Nainggolan Senang Gabung Bhayangkara FC

Sementara itu, Radja Nainggolan mengaku senang bisa bergabung dengan Bhayangkara FC. Sebagai #BolaPemersatuBangsa, kompetisi Liga 1 memang sangat diminati masyarakat.

“Saya senang bisa berada di Indonesia saya yakin dan percaya proyek ini. Semoga bisa memberikan yang terbaik di sini. Untuk pertama kalinya, saya belum pernah tahu tentang Liga Indonesia, saya masih mencari tahu. Saya tahu Michael Essien pernah main di Indonesia. Saya pernah melawan Essien di Serie A Italia. Saya tahu Marco Motta juga,” tutur Radja Nainggolan.

Radja Nainggolan berharap kedatangannya bisa membantu Bhayangkara FC lolos dari jerat merah atau degradasi. Di laga debutnya, ia membantu The Guardians menang telak 3-0 atas Persita.

“Yang penting fokus dan saya ingin memberikan yang terbaik di liga ini agar Bhayangkara bisa naik posisinya dan tetap terus di Liga 1,” imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)


Ramai-Riuh Suporter Saksikan Aksi Kelas Dunia di Brasil Vs Argentina


Jakarta

Jangan lewatkan kesempatan langka untuk menyaksikan bakat muda beraksi. Beli tiketmu sekarang dan bersama BNI, bagikan kebanggaan #BNIGlobalReachIndonesianPride di setiap permainan yang menegangkan.

Penonton begitu terhibur laga perempat final Piala Dunia U-17 2023 antara Brasil vs Argentina. Kedua tim memperagakan aksi-aksi kelas dunia.

Laga Brasil Vs Argentina tersaji di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (24/11/2023). Laga ini tertunda 30 menit lantaran lapangan sempat tergenang air pasca hujan deras mengguyur JIS.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pluit kickoff akhirnya dibunyikan wasit pukul 19.30, WIB, yang menandakan dimulainya laga. Permukaan lapangan yang basah tidak nampak menghambat permainan kedua tim.

Baik Brasil maupun Argentina menunjukkan permainan terbuka yang membuat laga berjalan menarik. Argentina lebih banyak menyerang, sementara Brasil tak kalah bahayanya dengan lawan lewat serangan-serangan balik mematikan.

Hal ini ditambah dengan kualitas individu yang sangat baik dari kedua kubu. Aksi 1 lawan 1, dribble pass, hingga nutmeg dipertontonkan yang disambut ramai-riuh suporter.

Dari pantauan detikSport, nyaris semua tribune bagian terbawah terisi. Setiap aksi yang terjadi di lapangan selalu mendapat reaksi meriah yang menghidupkan laga.

Permainan ngotot dua tim rival semakin menjadi bumbu penyedap laga. Puncaknya adalah aksi individu yang dilakukan Claudio Echeverri dengan menggiring bola sendirian pada menit ke-28.

Pemain yang digadang-gadang masa depan Argentina itu meliuk-liuk ke depan kotak penalti setelah menerima operan dari Dylan Gorosito. Ia kemudian melepaskan tendangan jarak jauh yang membentur bek Brasil sehingga mengubah arah bola dan masuk ke gawang.

Brasil juga punya beberapa peluang emas untuk mencetak gol. Salah satunya Eduardo Kogitzki alias Dudu yang menyisir sisi kanan pertahanan Argentina lalu melepaskan tendangan mendatar yang masih belum membuahkan hasil. Argentina memimpin 1-0.

Echeverri ‘mengamuk’ di babak kedua dan menggenapi hat-trick lewat dua golnya di menit ke-58 dan ke-71. Argentina menang 3-0 dan melaju ke semifinal Piala Dunia U-17 2023.

Apa yang ditunjukkan kedua tim seolah bukan terjadi dalam turnamen kategori usia U-17 turnamen. Bakat-bakal kelas dunia yang berpotensi menjadi bintang masa depan benar-benar menjadi bukti nyata kedigdayaan kedua negara di sepakbola internasional.

Simak Video “Semaraknya Trophy Experience Piala Dunia U-17 2023 di Bandung
[Gambas:Video 20detik]
(bay/krs)

Roma Jomplang di Serie A & Liga Europa, Mourinho: Lawannya Beda Kelas


Roma

AS Roma mengukir start berbeda di Serie A dan Liga Europa. Jose Mourinho blak-blakan menyebut lawan-lawan di dua kompetisi itu beda kelasnya.

AS Roma memulai Serie A musim ini dengan terseok-seok. Giallorossi baru dua kali menang dari tujuh laga, dengan dua kali berimbang dan tiga kali kalah.

Pasukan Mourinho pun tercecer di posisi 13 dengan delapan poin. Sementara situasinya sangat berbeda di Liga Europa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roma memenangi dua partai pertama mereka, masing-masing melawan Sheriff Tiraspol dan Servette. Mereka menang 2-1 di markas Sheriff lalu melibas Servette 4-0 di Olimpico, Jumat (6/10/2023) dini hari WIB tadi.

Soal perbedaan laju ini, Mourinho enggan melebih-lebihkan pencapaian timnya. Baginya memang secara kelas, lawan-lawan di Liga Europa masih di bawah tim-tim Serie A kecuali Slavia Praha.

“Ada perbedaan di lawan. Tim-tim Serie A jauh lebih sulit dihadapi ketimbang, dengan segala hormat, Sheriff dan Servette,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

“Kami memetik enam poin, tapi itu sudah diperkirakan. Karena bahkan dengan perubahan-perubahan di tim, kami masih tim yang lebih kuat. Semua tim Serie A lebih kuat dari dua tim ini.”

“Slavia Praha beda cerita. Mereka tim yang sangat bagus, yang bisa saja masuk ke Liga Champions dengan mudah. Kalau Anda menghadapi Servette dan Sheriff, Anda wajib mengemas 12 poin dari empat pertandingan,” imbuhnya.

Roma sementara di posisi dua Grup G Liga Europa dengan enam poin dari dua laga, kalah selisih gol dari Slavia Praha. Servette dan Sheriff di posisi tiga, sama-sama tanpa poin sejauh ini.

(raw/krs)