Tag: Karier

Ten Hag Ungkap Hancurnya Karier Donny van de Beek di MU


Jakarta

Karier Donny van de Beek di Manchester United tak mulus. Manajer Erik ten Hag menilai hal itu disebabkan faktor cedera.

Van de Beek sudah bergabung dengan Eintracht Frankfurt dengan status pinjaman. Gelandang berusia 26 tahun itu gagal memantapkan dirinya di Man United sejak meninggalkan Ajax Amsterdam.

Van de Beek tak kunjung bersinar di MU dengan tiga manajer. Di mulai dari Ole Gunnar Solskjaer, Ralf Rangnick, dan kini Ten Hag.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelandang asal Belanda ini hanya tampil 23 kali sebagai starter selama tiga setengah tahun di MU. Van de Beek malah sudah menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di Everton untuk paruh kedua musim 2021-22, namun terkendala cedera.

Ten Hag bekerja dengan Van de Beek di Ajax. Harapan bahwa reuni di Manchester dapat menghidupkan kembali nasib sang gelandang terbukti salah.

“Pertama-tama, dia mengalami banyak cedera. Sejak pertama saya datang ke sini di Manchester United, dia bukan pemain seperti saat di Ajax karena dia cedera,” kata Ten Hag, yang dikutip dari Independent.

“Seringkali dia tidak bisa bermain dan kemudian dia berjuang untuk waktu yang lama untuk pulih dari cederanya,” sambungnya.

Ten Hag sebetulnya sudah berniat meminjamkan Van de Beek sejak musim panas lalu. Namun, tawaran yang datang sangat sedikit.

“Itu mungkin alasan utama mengapa dia tidak bermain. Kami memutuskan untuk meminjamkan pada musim panas, tetapi itu tidak ada dan peluangnya sedikit,” Ten Hag menjelaskan.

Simak Video “Kata Ten Hag Setelah MU Larang Sejumlah Media Hadir di Jumpa Pers
[Gambas:Video 20detik]
(ran/ran)

Penghentian Laga Kontra PSM Makassar, Pelatih Persik Kediri: Ini yang Tergila Selama Karier Sepak Bola Saya

Bola.net – Marcelo Rospide angkat bicara soal jalannya laga antara timnya dan PSM Makassar dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2023/2024. Pelatih Persik Kediri ini mengaku kejadian dalam laga ini merupakan yang paling gila sepanjang kariernya di sepak bola.

“Saya sungguh tak percaya apa yang terjadi. Ini hal paling gila selama saya hidup di sepak bola,” tukas Rospide, usai laga.

Menurut Rospide, kejadian terhentinya laga antara Persik dan PSM mirip dengan yang sempat mereka alami ketika menghadapi Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu. Namun, waktu itu, wasit bisa cepat kembali memulai laga.

“Hari ini hampir dua jam. Kita semua harus menghargai pemain dan pertandingan,” tutur Rospide.

“Kita tidak bisa berlaku seperti ini terhadap sepak bola Indonesia,” ia menambahkan.

Sebelumnya, laga antara Persik Kediri dan PSM Makassar sempat diwarnai insiden penghentian pertandingan. Wasit Yudi Nurcahya sempat menghentikan pertandingan pada menit ke-87. Tidak bisa dipastikan apakah alasan penghentian tersebut.

Penghentian ini berlangsung lama. Setelah lebih dari satu jam, laga tersebut akhirnya dilanjutkan.

Dalam laga tersebut, kedua tim mengakhiri laga dengan berbagi angka 1-1.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


Faktor Usia, Greg Nwokolo Akui Sudah Berada di Pengujung Karier

Bola.net – Greg Nwokolo melontarkan sebuah ‘spekulasi’ terkait masa depan kariernya di lapangan hijau. Setelah lebih dari dua dasawarsa berkecimpung di sepak bola profesional, pemain berdarah Nigeria ini bakal segera mengucapkan selamat tinggal kepada lapangan hijau.

Spekulasi soal kariernya yang akan segera berakhir ini diungkapkan Greg dalam acara siniar di kanal Sport77 Official.

“Saat ini lagi di ujung-ujung karier,” ucap Greg.

“Lagi di ujung karier, (saya) sudah berumur,” sambung pemain berusia 37 tahun tersebut.

Greg tak menampik bahwa masih ada sejumlah pemain yang mampu tetap bermain di kancah sepak bola profesional pada usia senja mereka. Salah satunya adalah eks rekan satu timnya, Keith Kayamba Gumbs, yang tetap bermain sepak bola profesional sampai usia 42 tahun.

Namun, menurut mantan penggawa Timnas Indonesia ini, kondisi tiap orang berbeda.

“Selain itu, zamannya juga berbeda. Kalau zaman Gumbs, belum ada media yang sedikit-sedikit bilang pemain sudah tua,” tukas Greg.

“Belum ada juga anak kecil yang nggak paham bola, yang bilang, ‘Ah, pemainnya sudah tua. Sudah nggak kuat lari.’ Waktu itu, kita hanya lihat performa. Kalau hanya lihat performa, kita masih bisa,” sambungnya.

Perjalanan Karier Radja Nainggolan: Dari Semifinal Liga Champions ke BRI Liga 1 2023/2024

Bola.net – Radja Nainggolan bergabung dengan klub BRI Liga 1 2023/2024, Bhayangkara FC. Pemain berusia 35 tahun itu merapat ke klub dengan julukan The Guardian itu dengan status bebas transfer.

Bursa transfer paruh musim BRI Liga 1 2023/2024 sejatinya sudah ditutup pada Selasa (28/11/2023) kemarin. Namun, kubu Bhayangkara FC baru mengumumkan transfer eks pemain AS Roma itu sehari berselang.

Kemungkinan, Bhayangkara FC sudah lebih dulu mendaftarkan transfer Radja Nainggolan ke LIB selaku operator. Setelah itu, klub baru mengumumkan kedatangan eks pemain Timnas Belgia tersebut.

Radja Nainggolan merupakan nama besar di sepak bola Eropa. Namanya melejit ketika membela Cagliari dan mencapai puncak saat bermain di Roma. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Awal Karier Hingga Pindah ke Italia

Awal Karier Hingga Pindah ke Italia

Duta promosi Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, Radja Nainggolan. (c) Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023

Radja Nainggolan memulai karier di Belgia. Dia bergabung dengan tim muda Beerschot. Pada 2004, sebuah langkah penting diambil oleh Radja Nainggolan. Dia pindah ke Italia pada usia sangat muda.

Radja Nainggolan pindah ke Piacenza yang saat itu bermain di Serie B. Dari sini, bakat besar Radja Nainggolan terasah.

Setelah dua musim secara reguler bersama Piacenza, Radja Nainggolan naik kelas. Dia dibeli Cagliari yang bermain di Serie A pada bursa transfer Januari 2010. Harga transfer resminya tidak diketahui.

Nama Radja Nainggolan kemudian bersinar bersama Cagliari.

2 dari 5 halaman

Puncak Karier di Roma

Puncak Karier di Roma

Radja Nainggolan (c) ASR

Radja Nainggolan bertahan di Cagliari hingga paruh musim musim 2013/2014. Tak ada gelar juara yang diberikan Radja Nainggolan, akan tetapi mustahil bagi fans Cagliari untuk melupakan sosoknya.

Pada Januari 2014, Radja Nainggolan pindah ke AS Roma. Dia dibeli dengan harga €18 juta.

Di Roma, Radja Nainggolan mencapai puncak karier. Beberapa capaian hebat diraih, walau tanpa gelar juara. Radja Nainggolan mampu membawa Roma tiga kali jadi runner-up Serie A.

Capaian terbaiknya adalah menembus semifinal Liga Champions 2017/2018. Saat itu, pada babak 8 Besar, Roma secara heroik comeback atas Barcelona.

3 dari 5 halaman

Pindah ke Inter Milan dan Menurun

Pindah ke Inter Milan dan Menurun

Radja Nainggolan (c) AFP

Pada musim 2018/2019, Radja Nainggolan pindah ke Inter Milan. Dia dibeli dengan harga €38 juta. Performanya cukup bagus, dengan enam gol dari 29 laga, tetapi ada banyak kendala yang dihadapi.

Setelah itu, bolak-balik antara Cagliari dan Inter Milan. Lalu, pada 2021/2022, Radja Nainggolan pulang ke Belgia untuk bergabung dengan Antwerp FC.

Musim 2022/2023 lalu, Radja Nainggolan pindah ke SPAL di Serie B. Dia hanya terlibat pada 10 laga Serie B dan tak dapat kontrak baru.

4 dari 5 halaman

Menutup Karier di Bhayangkara FC?

Menutup Karier di Bhayangkara FC?

Duel Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di pekan ke-20 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Senin (27/11/2023) malam WIB. (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Radja Nainggolan sudah melewati masa emas sebagai pemain sepak bola. Periode bersama AS Roma adalah salah satu aksi terbaik pemain kelahiran 4 Mei 1988 itu, termasuk saat menembus semifinal Liga Champions.

Kini, setelah setengah musim tanpa klub, Radja Nainggolan siap dengan petualangan baru.

Dari laga-laga sengit di Serie A, Radja Nainggolan akan merasakan kerasnya persaingan di BRI Liga 1 2023/2024. Lantas, apakah Bhayangkara FC bakal jadi klub terakhir Radja Nainggolan sebelum pensiun?


Karier Paul Pogba Sudah Tamat?


Turin

Paul Pogba kini tersandung masalah doping, sebelumnya sang gelandang tengah dihantam cedera berkepanjangan. Maka kini, sudah tamatkah kariernya?

Paul Pogba jalani tes doping pada 21 Agustus lalu, ketika Juventus bertandang ke Udinese oleh badan anti-doping nasional Italia. Pogba terpilih secara acak yang padahal dirinya juga jadi cadangan di laga itu.

Hasilnya, ketahuan kadar testosteronnya tinggi. Testosteron adalah hormon yang bisa meningkatkan kekuatan dan massa otot.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Juventus Football Club mengumumkan bahwa hari ini pemain Paul Labile Pogba menerima ketentuan skorsing pencegahan dari Pengadilan Antidoping Nasional menyusul hasil buruk dari analisis yang dilakukan pada 20 Agustus 2023. Klub berhak mengevaluasi langkah prosedur selanjutnya,” tulis pernyataan Juventus.

Paul Pogba kini diskors sementara, selanjutnya masih akan jalani tes kedua. Dirinya pun dibayangi hukuman empat tahun dilarang bermain.

Meski begitu, Pogba juga masih bisa membela diri. Pihak Juventus akan terus mengawal ‘kasus’ ini.

Karier Paul Pogba pun sedang tidak mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, pemain asal Prancis itu dibekap cedera lutut.

Pogba tampak sulit kembali ke performa terbaiknya. Maka andai terbukti memakai doping dan dihukum selama empat tahun, bisa jadi karier Pogba selesai!

Dilansir dari Football Italia, Paul Pogba kini sudah berusia 30 tahun. Kontraknya di Juventus akan berakhir pada 2026.

Itu artinya, Pogba bisa terancam tidak bisa bermain sampai usianya 34 tahun. Pun tiga tahun lagi kontraknya di Juve akan habis, sehingga masa depannya masih penuh tanda tanya.

Juve bisa saja mengambil langkah cepat untuk pemutusan kontrak dan membayar kompensasi. Eks pemain MU itu kini benar-benar berada di ujung tanduk.

(aff/cas)