Tag: Kans

Soal Kans MU Finis Empat Besar, Ten Hag Cuma Bilang Begini


Manchester

Manchester United kembali gagal meraup tiga poin saat imbang kontra Liverpool. Kans finis empat besar pun terus menyusut.

Manchester United bermain imbang 2-2 dengan Liverpool di Old Trafford, Minggu (7/4/2024) malam WIB, dalam lanjutan Liga Inggris. Penalti Mohamed Salah membuyarkan keunggulan MU, usai membalikkan kedudukan lewat Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo.

Meski di satu sisi penampilan MU tampak heroik mengingat mereka tak bisa berbuat banyak di babak pertama, tapi ada poin-poin yang hilang lagi. Ini ketiga kalinya MU gagal meraih angka penuh usai ditahan Brentford dan kalah dari Chelsea.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Erik ten Hag pun tertahan di posisi enam dengan 49 poin dari 31 laga, tertinggal 11 poin dari Tottenham Hotspur di posisi empat. Dengan hanya tujuh pekan tersisa, kans finis empat besar tampak menyusut untuk ‘Setan Merah’ melihat performa sejauh ini.

Apalagi mereka masih ditunggu laga-laga rumit kontra Arsenal, Brighton & Hove Albion, dan Newcastle United di sisa musim ini. Ten Hag mengatakan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah terus bekerja.

“Saya tak tahu (soal empat besar). Kami akan terus berjuang dan harus melakukan hal yang sama dan belajar dari momen-momen yang terjadi,” ujarnya kepada BBC.

[Gambas:Opta]

Simak Video “Raut Murung MU Seusai Kena PHP Chelsea
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)

Liverpool Favorit, tapi Chelsea Punya Kans Bagus di Final Carabao Cup


Liverpool

Liverpool diyakini layak difavoritkan di final Carabao Cup kontra Chelsea. Tapi penampilan Chelsea lawan Manchester City menunjukkan mereka juga punya kans.

Liverpool dan Chelsea akan berhadapan pada final Carabao Cup di Wembley, Minggu (25/2/2024) akhir pekan nanti. Liverpool diunggulkan karena tampil lebih stabil di musim ketimbang Chelsea.

Pasukan Juergen Klopp baru menelan empat kekalahan sejauh ini, dari total 38 pertandingan di seluruh ajang. Sedang Chelsea kesulitan menemukan konsistensi, menelan kekalahan nyaris tiga kali milik Liverpool (11 kali).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan level permainan keduanya juga kurang lebih bisa dilihat dari tampilan klasemen Premier League. Liverpool saat ini memuncaki liga sementara Chelsea tercecer di posisi 10.

Komentator Sky Sports Gary Neville percaya Liverpool sepantasnya diunggulkan, tapi bukan berarti Chelsea bisa dikesampingkan. Sebab mereka tampil baik saat mengimbangi Manchester City 1-1 akhir pekan kemarin, bahkan unggul lebih dulu.

Tipe permainan di final nanti dinilai akan menguntungkan The Blues. Sebab Liverpool akan mendesak jauh hingga pertahanan mereka dan meninggalkan ruang cukup lebar.

“Liverpool adalah favoritnya di laga minggu depan, mari kita perjelas. Tapi Chelsea punya kesempatan nyata. Yang mereka tunjukkan kemarin adalah, saat tim menekan jauh –dan itu dilakukan Liverpool– mereka bisa menyerang balik dan sangat berbahaya,” ujar eks kapten Manchester United itu di Sky Sports.

“Saya rasa laga ini sesuai dengan gaya Chelsea. Jackson butuh ruang untuk menusuk, Sterling butuh celah untuk menusuk, Palmer suka menyodorkan bola ke celah-celah itu. Saya rasa Chelsea lebih kesulitan saat melawan Crystal Palace beberapa waktu lalu, yang menumpuk 10 pemain di tepi kotak penalti.”

“Peluangnya sama sih menurut saya. Saya sangat menantikannya. Liverpool akan tahu mereka bakal disambut sebuah perlawanan,” imbuhnya.

Simak Video “Tahan Imbang Fulham, Liverpool Lolos ke Final Carabao Cup
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)

Kans Gregoria Taklukkan Tai Tzu Ying dan An Se Young di World Tour Finals


Jakarta

Turnamen BWF World Tour Finals 2023 menjadi kesempatan Gregoria Mariska Tunjung untuk pecah telur kalahkan dua musuh bebuyutannya, Tai Tzu Ying dan An Se Young.

Demikian diutarakan Kabid Binpres PBSI, Rionny Mainaky, yang menyebut kans itu ada mengingat atletnya punya pukulan yang susah.

Sebagai informasi, dari delapan wakil sektor tunggal putri yang lolos BWF World Tour Finals di Hangzhou, Jorji, panggilan karibnya hanya belum pernah menang dari Tai Tzu Ying (Taiwan) dan An Se Young (Korea Selatan)


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selebihnya, Chen Yu Fei (China), Akane Yamaguchi (Jepang), Carolina Marin (Spanyol), Han Yue (China), serta Beiwen Zhang (Amerika Serikat) sudah pernah saling mengalahkan.

Sebab, hanya delapan wakil yang tampil, maka peluang untuk berjumpa baik di babak grup dan knock out pun terbuka. Sayangnya, juara Spain Masters dan Japan Open 2023 ini tercatat belum pernah menang dari dua tunggal putri tersebut.

Head to head Gregoria vs An Se Young 0-5, sedangkan melawan Tai Tzu Ying 0-8. Akan tetapi, Rionny meyakini anak didiknya itu punya kemampuan untuk menang kali ini.

“Justru itu yang kami targetkan (kalahkan Tai Tzu Ying dan An Se Yong). Semua (lawan) sudah dia kalahkan tinggal Tai Tzu Ying dan An Se Young,” kata Rionny saat menjawab pertanyaan detikSport.

“Saya rasa untuk Gregoria paling gampang sebenarnya untuk dia. Dia itu sudah mengerti, bagaimana bisa melayani perubahan, dia bisa antisipasi yang bagus. Ya, peluang menang banyak, karena dia punya pukulan susah, dan kemana pun dia pukul,” ujar eks pelatih kepala Timnas Jepang tersebut.

“Nah, tinggal pelatihnya bagaimana mempersiapkan dia agar bagus dan strategi saat di Hangzhou saat melawan An Se Young atau lawan siapa pun, bagaimana dia bisa antisipasi memotong, speed-nya dijaga, sebenarnya untuk Gregoria itu saja sih,” ujarnya.

Rionny juga menegaskan pentingnya adu ngotot di lapangan tapi dengan strategi yang matang.

“Karena kalau (main bola) panjang-panjang kan Gregoria bukan kurang suka, dia bisa tapi sabarnya ini harus kita antisipasi untuk dia. Kalau dia lagi mau, lob-lob pun dia bisa atasi, lawan kesusahan, karena lob Gregoria bagus,” Rionny mengungkapkan.

“Apalagi dia bisa ngadu lob dan dia bisa motong duluan, biasanya begitu. Bisa dilihat kalo dia lagi main, Gregoria itu dapat antisipasi motong, sodok, ditaruh, strategi biasanya itu sih,” dia menandaskan.

(mcy/aff)

Jelang Final Hylo Open 2023: Kans Revans Rehan/Lisa


Jakarta

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati bakal menghadapi Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet di final Hylo Open 2023, di Saarlandhalle, Saarbruecken, Minggu (5/12/2023). Kans Rehan/Lisa untuk revans!

Ya, laga pukul 20.00 WIB malam itu, yang memperebutkan gelar juara ganda campuran Hylo Open 2023, akan menjadi perjumpaan kali kelima bagi kedua pasangan dari Indonesia dan Hong Kong tersebut.

Bedanya, Rehan/Lisa yang berstatus sebagai juara bertahan di turnamen BWF World Tour Super 300 itu membawa catatan buruk. Mereka belum pernah menang sekali pun dari Tang/Tse pada empat kejuaraan bulutangkis internasional.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menilik catatan rekor pertemuan di tournamentsoftware, kekalahan Rehan/Lisa mayoritas tersaji di babak 32 besar. Dari mulai Japan Open pada Juli lalu, Australia Open, China Open, dan terakhir kali di Hong Kong Open di babak 16 besar.

Dua kekalahan mereka raih dalam duel straight game, sementara sisanya rubber game. Rehan/Lisa ketap tersalip di gim kedua, sebelum akhirnya takluk di gim penentu. Nah, baru kali ini keduanya bertemu di babak final Hylo Open.

Meskipun berbekal catatan buruk, namun peluang untuk bisa menang kali ini atas Tang/Tse tetap terbuka. Bagaimana pun head to head bukan jaminan si atlet bakal menang terus, sehingga Rehan/Lisa masih memiliki kesempatan itu.

Jika menang di Hylo Open 2023, Rehan/Lisa bukan hanya sukses mempertahankan gelarnya. Hasil itu juga bermakna bahwa ganda campuran PBSI pecah telur setelah sekian lama belum pernah merebut gelar turnamen BWF World Tour.

Head to head Rehan/Lisa vs Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet

  • Juli-Japan Open
    Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet 15-21, 14-21
  • Agustus-Australia Open
    Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet 22-20, 11-21, 10-21
  • September-China Open
    Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet 16-21, 12-21
  • September-Hong Kong Open
    Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet 22-20, 14-21, 10-21

(mcy/krs)