Tag: Juventus

Juventus Akan Pecat Allegri, jika…


Jakarta

Posisi Massimiliano Allegri di kursi pelatih Juventus berada di ujung tanduk. Juventus kabarnya akan mempertimbangkan memecat Allegri jika satu hal ini terjadi.

Allegri berada di bawah tekanan menyusul serangkaian hasil negatif yang didapat Juventus di Serie A. Bianconeri cuma menang satu kali dalam sembilan pertandingan terakhirnya.

Juventus hanya mendapat tujuh poin dari total 27 poin yang bisa diraih. Akibatnya, posisi Juventus di empat besar berada dalam ancaman.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Target utama Juventus di Serie A musim ini adalah finis empat besar agar lolos ke Liga Champions. Dusan Vlahovic dkk. saat ini ada di peringkat tiga klasemen Liga Italia, cuma unggul dua poin dari Bologna yang ada di urutan keempat dan tujuh poin dari AS Roma yang ada di posisi kelima.

Pada Rabu (3/4/2024) dini hari WIB nanti, Juventus akan menjamu Lazio di leg pertama semifinal Coppa Italia. Turnamen ini bisa jadi penyelamat musim Si Nyonya Tua.

Meski demikian, menurut laporan surat kabar Tuttosport, nasib Allegri di Turin tidak akan ditentukan oleh laga tersebut. Posisi Allegri akan tergantung hasil dari dua pertandingan berikutnya di Serie A.

Menurut laporan Tuttosport, Juventus akan ‘dengan serius’ mempertimbangkan memecat Allegri jika tren negatif berlanjut di liga. Juventus berikutnya akan menghadapi Fiorentina dan Torino.

Tuttosport menyebut bahwa memecat Allegri sebelum akhir musim akan jadi ‘keputusan berat dengan banyak tanda tanya’. Namun, pada saat bersamaan, tidak mengambil tindakan juga berarti ‘menerima takdir tanpa mencoba semua kemungkinan’.

Simak Video “Udinese Taklukkan Nyonya Tua Juventus Lewat Skor 1-0
[Gambas:Video 20detik]
(nds/cas)

Allegri Dituntut Orbitkan 3 Pemain Muda Juventus Setiap Tahun


Jakarta

Massimiliano Allegri punya tugas berat dalam periode keduanya sebagai pelatih Juventus. Dia diminta untuk mempromosikan tiga pemain dari akademi setiap tahunnya.

Allegri kembali menjadi pelatih Juventus sejak musim panas 2021. Dia sebelumnya bertugas pada 2014 sampai 2019.

Tugas Allegri di Juventus bukan cuma terfokus pada tim senior, namun juga harus bisa melirik pemain muda. Mantan pelatih Sassuolo dan AC Milan itu dituntut harus mampu mengorbitkan pemain dari NextGen milik Juventus, yang tampil di divisi ketiga Italia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ketika saya kembali (untuk periode keduanya sebagai pelatih kepala, pada musim panas 2021) saya diminta untuk meremajakan tim,” kata Allegri kepada The Athletic.

“Tujuannya adalah untuk membawa tiga pemain NextGen setiap tahun, menurunkan tagihan gaji dan membuat tim berkelanjutan namun tetap kompetitif,” sambungnya.

Beberapa pemain dari NextGen memang sudah ada yang mencuri perhatian. Ada Samuel Iling-Junior, Kenan Yildez, sampai Matias Soule.

“Manchester United punya delapan atau sembilan pemain dari akademi mereka di tim utama,” Allegri mencontohkan.

“Katakanlah Anda memiliki lima pemain dari NextGen di tim utama selama delapan tahun. Artinya, selama delapan tahun, Anda memiliki biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan jika Anda merekrut lima pemain,” sambungnya.

Simak Video “Udinese Taklukkan Nyonya Tua Juventus Lewat Skor 1-0
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)

Rabiot Lanjut di Juventus atau Tidak, Liga Champions Jadi Pertimbangan


Jakarta

Adrien Rabiot masih menimbang-nimbang soal kelanjutan masa depannya di Juventus. Apalagi Juventus berpeluang kembali ke Liga Champions musim depan.

Kontrak Rabiot di Juventus akan habis pada Juni 2024 atau akhir musim ini. Gelandang Prancis itu tahun lalu memperpanjang kontraknya satu musim meski Juventus tidak main di Eropa karena dihukum.

Kelanjutan masa depan Rabiot di Juventus pun mulai jadi spekulasi. Pemain berusia 28 tahun itu mulai dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Manchester United, Chelsea, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rabiot mengaku masih mempertimbangkan semua opsi, termasuk memperpanjang kontrak di Juventus. Keikutsertaan Juventus di Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub musim depan masuk jadi pertimbangan Rabiot.

“Saya belum memutuskan apa pun soal masa depan saya. Benar bahwa musim lalu saya bertahan di Juventus tahu persis kalau kami tidak akan main di kompetisi Eropa. Itu memang pilihan saya,” ujar Rabiot seperti dilansir Football Italia.

“Musim depan kami akan berpartisipasi di Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub. Jadi ini adalah masuk ke pertimbangan saya, tapi saya belum mengambil keputusan apa pun.”

“Saya akan menunggu sampai akhir musim, lalu kami akan membicarakannya dengan klub dan kita lihat saja nanti. Untuk saat ini, ,saya mencoba tetap fokus, pulih dari cedera, dan mengakhiri musim dengan baik dan bersiap untuk Euro. Saya tidak terburu-buru mengambil keputusan,” lanjutnya.

“Saya harus mempertimbangkan dengan hati-hati, karena saya sudah sampai di usia penting dalam karier saya. Saya merasa di puncak dan penting untuk mengambil keputusan yang tepat. Saya kira yang terbaik adalah memutuskan sebelum Euro, jadi saya bisa fokus ke sana,” kata Rabiot.

Simak Video “Udinese Taklukkan Nyonya Tua Juventus Lewat Skor 1-0
[Gambas:Video 20detik]
(nds/mrp)

Inter Vs Juventus, Gatti: Martinez dan Thuram Bahaya


Jakarta

Federico Gatti mengakui Lautaro Martinez dan Marcus Thuram sulit untuk dijaga. Bek Juventus itu akan berjuang meredam serangan Inter Milan akhir pekan ini.

Inter vs Juventus tersaji di Giuseppe Meazza dalam lanjutan Liga Italia, Senin (5/2/2024) dini hari WIB. Ini adalah duel bertajuk Derby d’Italia.

Pertandingan tidak akan berjalan mudah untuk Juventus. Inter punya lini depan yang bagus, yakni duet Martinez dan Thuram.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Lautaro dan Thuram adalah dua striker yang sangat kuat, sulit untuk dikawal. Mereka saling melengkapi, memiliki karakteristik berbeda, namun secara keseluruhan Inter kuat,” kata Gatti yang dikutip dari Football Italia.

“Mereka sangat solid, tapi kita lihat saja… Babak berikutnya dalam karier saya adalah mengangkat trofi, saya yakin itu akan terjadi,” sambungnya.

Inter duduk di puncak klasemen dengan 54 poin dari 21 laga. Juventus di urutan kedua dengan 53 poin dari 22 pertandingan.

“Menurut saya ini dua tim terkuat di Italia, namun bagi saya ini bukan laga penentu karena masih banyak poin yang dipertaruhkan,” Gatti menegaskan.

Simak Video “Juventus Vs Inter Sama Kuat
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)

Gagal Gabung Atletico, Dipulangkan ke Juventus


Turin

Moise Kean harus gigit jari. Keinginannya untuk pergi dari Juventus dan gabung Atletico Madrid gagal karena kondisi kesehatannya. Kok bisa?

Kean musim ini memang tidak bersinar karena cuma tampil 12 kali tanpa sekalipun bikin gol maupun assist. Dia cuma punya 472 menit bermain yang berarti rataan mainnya hanya tak sampai 40 menit per laga.

Dengan kondisi itu, Kean pun memutuskan untuk mencari klub yang bisa memberikannya kesempatan bermain lebih banyak. Pencarian berakhir saat Atletico mencapai kata sepakat dengan Juventus untuk peminjaman selama enam bulan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atletico membutuhkan tenaga baru di lini serang karena masih bersaing di tiga kompetisi. Juventus awalnya bakal mendapat 500 ribu euro dari peminjaman sampai akhir musim.

Tapi, peminjaman itu batal terjadi sekalipun Kean sudah berada di Madrid dan ikut menonton laga Atletico vs Valencia di Civitas Metropolitani akhir pekan kemarin.

Dikutip La Gazetta dello Sport, Kean ternyata gagal dalam proses tes medis setelah diketahui ada masalah di tulang keringnya. Cedera itu pula yang membuat Kean absen sejak pertengahan Desember.

Dari hasil tes medis Atletico, Kean disebut membutuhkan setidaknya tiga pekan untuk siap dimainkan lagi. Sementara itu, pelatih Atletico Diego Simeone ingin mencari striker yang siap pakai.

Oleh karenanya, Simeone memulangkan Kean ke Turin karena tidak mau mengambil risiko. Kini Kean harus mencari klub yang bersedia menampungnya di pengujung bursa transfer musim dingin ini atau bertahan jadi pelapis Dusan Vlahovic, Arkadius Milik, dan Federico Chiesa hingga musim tuntas.

(mrp/aff)

Inter Superior, tapi Juventus …


Jakarta

Fabio Cannavaro bicara soal persaingan scudetto antara Inter Milan dan Juventus. Cannavaro menilai Inter lebih unggul meski Juventus juga tidak bisa diremehkan.

Inter dan Juventus jadi dua tim terdepan dalam perburuan gelar juara Serie A musim ini. Kedua tim bersaing ketat di papan atas klasemen Liga Italia.

Inter mengunci predikat juara paruh musim dengan mengumpulkan 48 poin dari 19 pertandingan. Juventus menyusul di urutan kedua dengan selisih dua poin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat skuad yang dimiliki, Cannavaro menilai Inter lebih kuat. Namun, mantan bek timnas Italia itu juga menyoroti tingginya semangat pantang menyerah yang jadi kekuatan Juventus.

“Menurut saya, Inter superior dalam hal pemain, mereka punya tim yang lebih komplet dan dalam, mereka menunjukkan sepakbola menyerang yang bagus, mereka punya top skor dalam diri Lautaro (Martinez), yang sudah mencetak 16 gol dan bikin empat assist dalam 17 pertandingan, ujar Cannavaro kepada Tuttosport.

“Mereka tim yang sejauh ini punya serangan terbaik begitu juga pertahanan terbaik. Juve menjual banyak pemain, merekrut cuma sedikit, dengan pinjaman kecil karena klub beroperasi berdasarkan kebijakan pemotongan setelah bertahun-tahun mengeluarkan banyak uang.”

“Meski demikian, setelah start yang sulit, mereka cuma kalah satu kali lawan Sassuolo, sama seperti Inter, dan sekarang mereka di sana cuma tertinggal dua angka.”

“Ini bukan kebetulan, ini bagian dari DNA Juventus. Semangat pejuang, gigih. Selalu percaya. Sampai akhir, sampai wasit meniup peluitnya tiga kali,” kata Cannavaro.

Simak Video “Juventus Vs Inter Sama Kuat
[Gambas:Video 20detik]
(nds/aff)

Inter Milan Kalem Dipepet Juventus


Milan

Inter Milan terus jaga jarak dari Juventus di Klasemen Liga Italia. Pelatih Inter, Simone Inzaghi sebut skuadnya tidak panik dipepet Si Nyonya Tua!

Juventus mampu taklukkan Napoli pada Sabtu (9/12) dini hari WIB dengan skor 1-0. Pada Minggu (10/12) dini hari WIB, Inter Milan sukses menang telak atas Udinese 4-0.

Di Klasemen Liga Italia, persaingan ketat masih tersaji di papan atas. Inter Milan memimpin dengan 38 poin dari 15 laga, ditempel Juventus dengan 36 poin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, kedua tim lagi sama-sama konsisten. Mereka menangi empat laga dan cuma sekali seri dari lima laga terakhir di Liga Italia.

Pelatih Inter, Simone Inzaghi tahu kalau persaingan terus ketat. Namun, dirinya menyebut kalau Inter Milan tidak panik tuh!

“Kami memberikan respons bagus dengan kemenangan ini (atas Udinese). Kami cenderung bermain setelah Juventus, jadi sudah terbiasa dengan situasi ini,” katanya dilansir dari Football Italia.

“Kami cuma harus berkonsentrasi kepada diri sendiri. Untuknya tim ini sudah bekerja sangat keras dan penuh semangat sejak awal musim,” sambungnya.

Akhir pekan mendatang, Juventus akan main duluan dengan bertamu ke Genoa. Inter Milan baru setelahnya, bertamu ke kadang Lazio.

Siapa yang akan kepeleset?

(aff/cas)

Van de Beek Dikabarkan Menuju Juventus


Jakarta

Donny van de Beek dikabarkan akan segera meninggalkan Manchester United. Pemain Belanda itu dikaitkan dengan Manchester United.

Di MU musim ini, Van de Beek belum juga menjadi pilihan utama. Dia kalah bersaing dengan gelandang MU lainnya seperti Scott McTominay, Christian Eriksen, Mason Mount, sampai Kobbie Mainoo.

Secara keseluruhan, Van de Beek baru bermain sebanyak dua kali dalam catatan Transfermarkt. Dia baru merumput selama 21 menit.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang bursa transfer dibuka bulan Januari, Van de Beek dikabarkan akan hengkang. Juventus yang dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport akan menjadi tujuannya. Juventus bisa menjadi alternatif untuk Van de Beek melanjutkan karier, asal Man United mau meminjamkannya.

Tapi, MU dikabarkan oleh Football Italia akan lebih memilih yang bisa memainkan Van de Beek lebih sering. Oleh karena itu, Genoa bisa menjadi pilihan lain bagi Van de Beek.

Menurut jurnalis olahraga La Gazzetta dello Sport, Andrea Ramazzotti, Van de Beek, juga sudah ditawarkan ke Fiorentina.

Van de Beek datang ke MU pada Agustus 2020. Dia baru bermain 62 kali untuk MU dengan sumbangan dua gol.

Di MU, Van de Beek sempat dipinjamkan ke Everton. Dia bermain bersama The Toffees pada setengan musim 2021/2022. Van de Beek bermain tujuh kali bersama Everton dengan sumbangan satu gol di Liga Inggris.

(cas/ran)

Fans Sindir FIFA, UEFA, Juventus, hingga PSG


Dortmund

Laga Borussia Dortmund vs Newcastle United di Liga Champions jadi kesempatan suporter menyindir UEFA. FIFA, Juventus, hingga Paris Saint-Germain juga diledek.

Laga Dortmund vs Newcasle di Signal Iduna Park digelar pada Selasa (7/11/2023) malam waktu setempat. Fans tuan rumah menyiapkan sambutan lewat tifo raksasa.

Spanduk itu diberi tulisan, “Anda tidak peduli dengan olahraga ini, yang Anda pedulikan hanya uang,” tulis spanduk itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tifo lainnya juga mengecam Presiden FIFA, Gianni Infantino. Gambar Infantino disandingkan dengan bos Paris Saint-Germain, Nasser Al Khelaifi dan bos Juventus, Andrea Agnelli.

Infantino digambarkan memakai topi dengan tersemat tulisan,” Uang mengatur segalanya tentang saya,” tulisnya. Sementara Al Khelaifi digambarkan dengan telinga tersumpal uang, dan Agnelli mengenakan topi bertuliskan FIAT atau perusahaan milik keluarganya. Buku berjudul “How to Kill the Football atau Cara Membunuh Sepakbola” juga berada di tengah ketiganya.

Suporter dari Suedtribune Dortmund juga mengampanyekan situs www.nein-zur-cl-reform.de, yang berisi pernyataan sikap soal UEFA. Sebelumnya UEFA berencana menambah jumlah peserta dan pertandingan, yang dikecam cuma akal-akalan petinggi sepakbola Eropa mengeruk keuntungan.

“Ini tentang penggemar di depan layar dan peningkatan jumlah permainan yang dapat dikonsumsi di depan layar,” kata kelompok suporter tersebut.

“Hal ini menghasilkan pendapatan TV yang lebih tinggi dan karenanya lebih banyak uang untuk asosiasi dan klub – dengan mengorbankan pemain, penggemar, dan kompetisi nasional,” sindir fans.

Di laga itu, Dortmund bisa menang 2-0 atas Newcastle United. Gol dari Nicolas Fullkrug dan Julian Brandt membawa tuan rumah menjaga asa lolos ke 16 besar.

Kini Dortmund memimpin Grup F dengan 7 poin dari 4 laga. Wakil Bundesliga unggul dari Paris Saint-Germain (6), AC Milan (5), dan Newcastle United (4).

Simak Video “Sengit! Dortmund Menang Tipis atas Newcastle 1-0
[Gambas:Video 20detik]
(yna/adp)


Juventus Ingin Selamatkan Jadon Sancho?


Turin

Situasi Jadon Sancho di Manchester United tidak baik-baik saja. Juventus dikabarkan ingin menyelamatkan karier sang pemain.

Sancho dibekukan MU, buntut membalas kritikan manajer Erik ten Hag. Winger Inggris itu diasingkan dari skuad utama Setan Merah, sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Ada laporan situasi itu coba dimanfaatkan klub lain. Laporan, seperti dibagikan Metro, menyebut Juventus ingin memboyongnya ke Turin Januari mendatang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juventus disebut ingin meminjamnya lebih dulu pada musim dingin nanti, sebelum mempermanenkannya pada musim panas mendatang.

Jika ingin mempermanenkannya, tentu ada biaya yang mesti dikeluarkan Juventus. Jadon Sancho sendiri masih dihargai sekitar 60 juta paun, atau sekitar Rp 1,1 triliun oleh Manchester United.

Sancho juga sempat dikaitkan kembali ke Borussia Dortmund. Namun, klub lamanya dikabarkan juga khawatir dengan masalah kedisiplinan sang pemain.

Sancho dihukum usai membalas argumen Erik ten Hag, yang menyebut sang pemain tak oke dalam latihan. Komentar itu dibagikan sang manajer saat Sancho absen di laga melawan Arsenal.

Jadon Sancho membalasnya bahwa dirinya cuma menjadi kambing hitam atas kekalahan Manchester United. Erik ten Hag marah, namun sang pemain menolak minta maaf. Imbasnya, Sancho diasingkan dari skuad utama sama sekali.

Simak Video “Sancho Kini Dijauhkan dari Tim Utama MU
[Gambas:Video 20detik]
(yna/aff)