Tag: Jatuh

Guendogan seperti Jatuh dari Langit buat Barcelona


Jakarta

Xavi Hernandez menegaskan betapa pentingnya Ilkay Guendogan buat Barcelona. Gelandang Jerman itu sejauh ini jadi salah satu penampil terbaik di Barcelona.

Guendogan direkrut Barcelona dengan status bebas transfer pada musim panas lalu usai kontraknya di Manchester City tidak diperpanjang. Dia diikat dengan kontrak berdurasi dua tahun oleh Barcelona.

Di tengah kesulitan Barcelona belakangan ini, Guendogan tak jarang muncul sebagai pemantik. Belum lama ini, dia menjadi penyelamat dalam kemenangan Barcelona atas Las Palmas.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertandingan itu, Guendogan memenangi penalti di menit-menit akhir. Gelandang berusia 33 tahun itu kemudian maju sebagai eksekutor dan sukses menyegel kemenangan 2-1 untuk Barcelona.

Secara keseluruhan, Guendogan sudah mencetak tiga gol dan enam assist dalam 25 kali penampilan di semua kompetisi bersama Barcelona. Xavi sampai menyebut Guendogan seperti dikirim dari langit untuk Barcelona.

“Ilkay berkontribusi banyak. Beberapa hari lalu dia menjadi pembeda dalam momen sulit,” ujar Xavi dalam konferensi pers jelang pertandingan Copa del Rey melawan Barbastro, seperti dikutip Sport.

“Dia adalah seorang pemain yang menandai kepribadian tim. Dia selalu positif. Dia jatuh dari langit buat kami.”

“Segalanya dinilai di sini, tapi statistiknya sangat bagus,” kata Xavi soal Ilkay Guendogan.

Simak Video “Pakai Kruk ke Tempat Latihan Barcelona, Gavi Disambut Hangat Xavi Cs
[Gambas:Video 20detik]
(nds/rin)

Kini Jatuh Cinta, Legenda Persipura Jayapura Akui Sempat Kesulitan Adaptasi Makanan Indonesia

Bola.net – Yoo Jae Hoon angkat bicara soal proses adaptasinya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia. Eks penjaga gawang Persipura Jayapura ini mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan makanan-makanan di Indonesia, khususnya Papua.

“Yang paling bikin sulit ini adalah adaptasi makanannya,” ucap Yoo, dalam siniar di kanal Sport77 Official tersebut.

“Hampir enam bulan saya hanya makan nasi putih dan kentang goreng saja karena itu juga ada di Korea Selatan,” sambungnya.

Menurut Yoo, ia tidak terlalu cocok dengan menu makanan yang ada di sana. Karenanya, ia tidak bisa makan makanan yang disediakan.

“Waktu itu, saya juga nggak makan mie instan juga,” ucap Yoo.

“Saya juga sering bawa stok makanan dari Jakarta. Di Jakarta kan ada supermarket Korea. Namun, setelah stok habis, saya kembali makan nasi putih dan kentang goreng lagi,” sambung pria yang saat ini menjadi asisten Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, tersebut.

Yoo Jae Hoon sendiri pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada 2010 silam. Waktu itu, ia bergabung dengan Persipura Jayapura setelah urung memperkuat Persela Lamongan.

Sejak 2010 sampai 2014, Yoo berstatus sebagai penggawa Persipura Jayapura. Kemudian, pada 2015, ia memperkuat Bali United.

Pada musim 2016, Yoo kembali ke Jayapura untuk bergabung lagi dengan Mutiara Hitam. Ia memperkuat klub tersebut sampai musim 2018, ketika dipinang Mitra Kukar.

Yoo merupakan salah satu pilar utama Persipura Jayapura dalam masa keemasan mereka. Selain sempat membawa Mutiara Hitam menjuarai liga, ia juga sempat membawa tim tersebut melaju sampai ke Semifinal Piala AFC 2014.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.