Tag: Jago

Inggris Jago Comeback, Spanyol Jangan Meleng


Donaueschingen

Gelandang serang Spanyol Dani Olmo mewanti-wanti timnya agar menjaga fokus di final Euro 2024. Pasalnya, Inggris sudah terbukti jago comeback.

The Three Lions memang tidak memulai Piala Eropa 2024 dengan meyakinkan. Inggris cuma memenangi satu dari tiga pertandingan babak grup, tapi berangsur-angsur membaik di fase gugur.

Di babak 16 besar, Harry Kane dkk bangkit dari ketinggalan untuk memaksakan hasil seri 1-1 melawan Swiss. Pada prosesnya, Inggris kemudian keluar sebagai pemenang melalui adu penalti.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya Inggris mencetak gol di akhir injury time untuk berbalik mendepak Slovakia 2-1 lewat babak perpanjangan waktu pada laga delapan besar. Terakhir Inggris kebobolan gol cepat Belanda, sebelum mencetak dua gol balasan guna menang 2-1 di semifinal.

Sementara itu Spanyol akan berbekal laju 100 persen kemenangan kala menghadapi Inggris di Olympiastadion, Senin (15/7) dinihari WIB. Usai mulus di fase grup, tim besutan Luis de la Fuente itu sukses mendepak para juara dunia macam Italia, Jerman, dan Prancis.

“Selama ini memang bukan sebuah jalan yang mudah, tapi Anda memang harus mengalahkan tim terbaik untuk memenangi sebuah kompetisi seperti ini,” sahut pemain Bayer Leverkusen itu dilansir Independent.

“Kami hanya berjarak satu langkah, dan menunjukkan kami akan melakukannya dengan motivasi dan ide-ide yang sama, tidak ada alasan,” lanjut dia.

“Inggris itu sudah memperlihatkan bahwa mereka bisa menang ketika mereka tertinggal. Sebuah tim yang pastinya tidak pernah menyerah, kami harus fokus di sepanjang permainan, dan tidak masalah apakah kami sedang unggul atau tertinggal. Kami harus terus memainkan permainan kami dan memberikan yang terbaik selama 90 atau 120 menit,” cetus Dani Olmo.

(rin/aff)

Deco Soal Bursa Transfer Zaman Sekarang: Jago Dikit, Langsung Mahal


Jakarta

Direktur Olahraga Barcelona Deco Souza menjelaskan perbedaan tantangan yang dihadapi klubnya dalam bursa transfer zaman sekarang dibanding dulu. Selain karena keuangan klub yang sedang sulit, saingan pun kini semakin banyak.

Ekonomi Barcelona memang tak lagi sekuat dulu. Hutang yang menumpuk akibat salah urus manajemen sebelumnya, ditambah pandemi COVID-19, membuat manajemen saat ini harus pandai berhemat agar klub tidak kolaps.

Musim panas lalu, Barcelona memakai metode merekrut pemain berkualitas dengan harga murah atau gratis. Sebut saja Inigo Martinez, Ilkay Guendogan, Oriol Romeu, atau yang berstatus pinjaman seperti Joao Felix dan Joao Cancelo.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah itu dilakukan karena mereka tak bisa lagi ‘menarik tuas ekonomi’ untuk mendapatkan kucuran dana yang bisa digunakan memboyong pemain baru, seperti yang dilakukan saat memboyong Jules Kounde, Raphinha, hingga Robert Lewandowski pada 2022 silam.

Sokongan finansial juga membuat peta kekuatan sepak bola berubah. Kini semakin banyak klub yang memiliki daya tawar bagus. Bahkan ada yang sudah berani menepikan Barcelona.

Tengok saja pemuda 18 tahun asal Swedia, Lucas Bergvall yang lebih memilih Tottenham Hotspur ketimbang Blaugrana pada Januari lalu. Ini menjadi sebuah gambaran betapa zaman sudah berubah.

“Saya mau sekali merekrut Ronaldinho dan (Samuel) Eto’o saat ini. Bahkan Deco juga. Tapi pemain seperti mereka sudah tak ada lagi di pasar. Zaman sudah berubah, sepak bola sudah berubah,” ujar Deco kepada La Vanguardia, dikutip Football Espana.

“Zaman sekarang, saya tak mungkin meneken kontrak dengan Barca. Saya tak akan menunggu lima musim dulu di Porto (sebelum pindah). Samuel yang membela Mallorca pun takkan menunggu Barca. Saya pasti akan mendapat tawaran dari banyak klub, dan Porto akan memasang harga tinggi, membuat situasinya makin sulit.”

“Zaman sekarang, pemain yang mencetak banyak gol seperti Eto’o selama enam bulan saja akan langsung menjadi rebutan banyak klub. Sewaktu Barca masuk bursa transfer 20 tahun lalu, saingannya paling Real Madrid, Manchester United, dan sedikit klub lain.”

“Sekarang semua klub Premier League punya uang untuk merekrut pemain. Lalu ada PSG. Dulu Manchester City tak sekuat sekarang. Klub-klub saat ini lebih terkelola dengan baik dan pemain punya banyak pilihan.”

“Tapi Barcelona masih memiliki daya saing, kami bisa merayu banyak pemain dan kami memiliki kapasitas untuk mendatangkan pemain penting,” ujar Deco.

(adp/rin)