Tag: itu

Setenang Itu Manchester City


Manchester

Manchester City praktis tanpa persoalan berarti mengatasi West Ham United, untuk mengunci gelar juara Liga Inggris. The Citizens tampil setenang itu.

Manchester City butuh kemenangan saat menjamu West Ham United di Etihad Stadium, Minggu (19/5/2024) malam WIB, pada pekan terakhir Liga Inggris. Tiga poin akan menjamin gelar juara tak peduli hasil Arsenal di laga lain.

Dan belum dua menit peluit tanda laga dimulai berbunyi, Man City sudah membuka keunggulan 1-0 lewat Phil Foden. Foden lantas menggandakan skor pada menit ke-18 dan membuka lebar jalan menuju tangga juara.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski West Ham sempat menipiskan selisih pada menit ke-42, tak cukup untuk menggoyahkan tuan rumah. Man City tetap tampil penuh kendali, tanpa kepanikan, dan tetap tenang.

Inilah hasil mendominasi Liga Inggris dalam tujuh musim terakhir. Sebelum musim ini, mereka lima kali juara yang niscaya memberikan pengalaman dan kepercayaan diri di situasi-situasi penuh tekanan.

“Bukan cuma saya, tapi semua pemain sudah memainkan laga-laga penting selama bertahun-tahun dan melalui situasi ini beberapa kali juga, jadi itu pastinya membantu soal rasa gugup,” kata Phil Foden, penentu kemenangan Man City, kepada Sky Sports.

“Saya rasa kami hari ini tampak percaya diri dan menggelar permainan kami sendiri. Pada akhirnya, ini terbayarkan,” ujarnya.

Simak Video “Momen-momen Manchester City Angkat Trofi Liga Inggris
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)

Senggolan dengan Marc Marquez, Bagnaia: Itu Manuver Cerdas


Jerez de la Fontera

Francesco Bagnaia mengalahkan Marc Marquez untuk memenangi MotoGP Spanyol 2024. Bagnaia menyebut senggolannya dengan Marquez itu manuver yang cerdas.

Setelah Jorge Martin jatuh, kedua penunggang Ducati itu terlibat duel menegangkan di fase akhir balapan di Sirkuit Jerez pada Minggu (28/4). Marquez pelan-pelan memangkas jarak 1,2 detik sehingga berada dalam jangkauan untuk melakukan serangan terhadap juara dunia MotoGP back to back itu.

Bagnaia dan Marc Marquez kemudian terlibat aksi salip menyalip. Pada lima putaran terakhir, kedua pebalap bersenggolan tapi Bagnaia akhirnya memenangi duel itu sebelum melintasi garis finis terdepan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenangan ini memberi keuntungan besar kepada Francesco Bagnaia dalam persaingan perebutan titel juara MotoGP 2024. Bagnaia kini hanya berjarak 17 poin dari Jorge Martin di puncak klasemen.

“Aku sangat menikmati duelnya,” ujar pebalap Ducati pabrikan ini kepada MotoGP.com. “Yang pasti, kalau melawan Marc harus angkat siku karena pertarungannya intens.”

“Terus terang, itu adalah satu-satunya tempat yang bisa kupertahankan karena aku tahu betul bahwa dia sangat tangguh di tikungan tujuh dan delapan dan aku mendengar bahwa di setiap lap bahwa dia memperkecil jarak.”

“Tapi aku sangat kuat saat masuk tikungan sembilan. Jadi, aku bilang kepada pada diriku sendiri ‘Oke, aku tidak akan mengambil risiko di tikungan delapan melainkan akan mengerem dengan kuat di tikungan sembilan untuk mendapat sedikit keuntungan’. Dan aku tahu jika aku mengerem sekuat ini, dia pasti akan melebar, dan aku hanya menggunakannya untuk menutup jalur balap dan kembali berada di depan.”

“Ketika Anda bertarung seperti ini, wajar saja jika terjadi kontak. Kupikir kontaknya cukup mulus dan cerdas, karena aku berada di dalam. Dia hanya mencoba mengitariku, tetapi begitu kami tiba di apex, kami bersenggolan. Dia mengangkat [motornya] sedikit; aku hanya lebih miring karena jika aku mengangkat motor juga, aku bisa jatuh. Jadi, itu adalah senggolan tapi dengan cara yang cerdas,” lugas Bagnaia.

Simak Video “Sengit Sampai Garis Finis! Salip-salipan Bagnaia Vs Marquez di MotoGP Spanyol
[Gambas:Video 20detik]
(rin/pur)


Tuchel Pertanyakan Handball Gabriel: Itu Harusnya Penalti!


London

Thomas Tuchel menilai Bayern Munich pantas mendapat penalti kedua saat bersua Arsenal. Bek Gabriel Magalhaes dianggapnya handball di kotak 12 pas.

Bayern Munich harus puas bermain imbang saat menyambangi markas Arsenal pada leg pertama perempatfinal Liga Champions, Rabu (10/4/2024) dini hari WIB. Kedua tim bermain imbang 2-2.

Tim tamu unggul 2-1 di babak pertama melalui Serge Gnabry dan Harry Kane (penalti). Gol Arsenal dibukukan Bukayo Saka.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayern Munich gagal menambah gol di babak kedua. Alih-alih mencetak gol, Die Roten kebobolan pada menit ke-76 melalui Leandro Trossard.

Ada satu momen yang jadi sorotan di babak kedua ketika Bayern masih memimpin 2-1. Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, menangkap bola goal kick dari kiper David Raya setelah wasit meniup pluit.

Beberapa pemain Bayern menyadari hal itu dan meminta wasit memberikan penalti. Namun, wasit mengabaikan hal itu dan melanjutkan pertandingan.

Pelatih Bayern, Thomas Tuchel, pun geram dengan keputusan wasit. Hal itu diakuinya membuat timnya frustrasi.

“Saya pikir wasit tidak memiliki keberanian memberikan penalti yang pantas hari ini dalam situasi yang sedikit gila dan canggung. Dia mengakui di lapangan bahwa dia melihat situasinya dan perempat final tidak cukup baginya untuk memberikan penalti.Dia mengaku melihat kesalahan yang dilakukan pemain tersebut,” kata Tuchel usai laga Arsenal vs Bayern, dilansir dari BBC.

“Itu adalah tendangan gawang, kiper mengoper ke bek tengah dan salah satunya menyentuh bola dengan tangan karena menurutnya itu belum dalam permainan tetapi itu sudah play on dan wasit mengakui itu dalam permainan dan merupakan handball. Sangat membuat frustrasi,” jelasnya.

Simak Video “Tuchel Klaim Bukan Cuma Dirinya Penyebab Penampilan Buruk Bayern
[Gambas:Video 20detik]
(bay/cas)


Beredar Kabar BRI Liga 1 Kembali Dimulai 15 April 2024 padahal Piala Asia U-23 Belum Selesai, Ferry Paulus: Tidak ah, dari Mana Itu?

Bola.net – Beredar kabar bahwa BRI Liga 1 2023/2024 akan kembali dimulai pada 15 April 2024. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air itu telah diberhentikan sejak 1 April 2024 demi Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tiba-tiba menyetop BRI Liga 1 musim ini untuk sementara waktu. Padahal, klub-klub telah bersiap untuk menjalani pekan ke-31.

Dalam suratnya, PSSI meminta LIB untuk menunda BRI Liga 1 hingga Piala Asia U-23 berakhir. Turnamen itu bakal digelar pada 15 April – 3 Mei 2024 di Qatar.

Namun, Timnas Indonesia U-23 telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari untuk Piala Asia U-23. Skuad Garuda Muda menjalani pemusatan latihan (TC) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada 1-10 April 2024.

1 dari 2 halaman

Dugaan Jadwal BRI Liga 1 Tersiar

Dugaan Jadwal BRI Liga 1 Tersiar

Logo BRI Liga 1 2023/2024 (c) PT LIB

Di media sosial, tersiar narasi BRI Liga 1 musim ini akan kembali dilanjutkan pada pertengahan bulan ini beserta foto jadwal pekan ke-31 pada 15-17 April 2024 dan pekan ke-32 pada 20-22 April 2024.

Direktur Utama (Dirut) LIB, Ferry Paulus, angkat bicara mengenai rumor tersebut. Mantan Direktur Persija Jakarta ini tidak membenarkan dan mempertanyakan isu tersebut.

“Tidak ah, dari mana itu?” ujar Ferry saat dihubungi Bola.net, Rabu (3/4).

Namun, jika BRI Liga 1 digulirkan kembali pada 15 April 2024, sejumlah klub dalam keadaan pincang. Misalnya, Persija Jakarta yang melepas lima pemainnya ke Timnas Indonesia U-23 untuk Piala Asia U-23 2024.

(Bola.net/Fitri Apriani)


Apa itu Reguler Series dan Championship Series? Inilah Format Baru BRI Liga 1 2023/2024

Bola.net – BRI Liga 1 2023/2024 dipastikan berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Pada Liga 1 musim ini PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengusung beberapa perubahan termasuk format liga dan kuota pemain asing.

Ketua PSSI, Erick Thohir, menyebut BRI Liga 1 2023/2024 akan digelar dengan sistem dua seri, yakni Reguler Series dan Championship Series. Menurutnya, format baru Liga 1 akan membuat kompetisi akan lebih menarik dan akan meningkatkan level sepak bola Indonesia.

“Kami selalu berusaha agar kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 bergulir lebih menarik, kompetitif, menjunjung tinggi fair play, dan bisa bersaing di level internasional,” ujar Erick Thohir.

Dua seri Liga 1 2023/2024 adalah Regular Series dan Championship Series. Seperti apa perbedaan dua seri tersebut? Yuk simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 4 halaman

Beda Regular dan Championship Series

Beda Regular dan Championship Series

Skuad Persib Bandung melakukan selebrasi usai David Da Silva menjebol gawang Bhayangkara FC di laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (24/03/2023). (c) Bola.net/Bagaskar

Secara sederhana, Liga 1 2023/2024 dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah Regular Series. Pada Regular Series, seluruh klub akan melakoni laga kandang dan tandang (home and away) selama 34 pekan.

Pada musim-musim sebelumnya, liga akan usai setelah semua tim memainkan laga pekan ke-34. Namun, pada musim 2023/2024, bakal ada Championship Series setelah musim reguler usai.

Pada tahapan Championship Series, empat klub yang berada di posisi klasemen teratas pada akhir Regular Series akan bertanding untuk memperebutkan gelar Juara Liga 1 2023/2024.

Championship Series akan dimainkan sistem knockout. Masing-masing tim akan memainkan dua laga (kandang dan tandang). Klub yang menang pada babak semifinal Championship Series akan berlaga di final, juga dengan sistem dua leg.

Selain itu, skema promosi dan degradasi juga kembali akan diberlakukan musim ini. Tiga tim sudah mendapat tiket promosi dari Liga 2 yakni PSBS Biak, Semen Padang, dan Malut United.

2 dari 4 halaman

Komposisi Pemain Asing

Komposisi Pemain Asing

Matheus Pato ketika mencetak gol untuk Borneo FC pada lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 (c) PT Liga Indonesia Baru

Regulasi pemain asing, yang musim lalu tiga pemain asing bebas dan satu legiun impor Asia, berubah menjadi lima pemain asing bebas dan satu legiun impor Asia Tenggara (ASEAN). Semuanya boleh dimainkan dalam satu pertandingan.

Jadi, satu tim bisa memakai jasa enam pemain asing. Khusus untuk kuota pemain asing ASEAN, beberapa klub Liga 1 memilih untuk memakai jasa pemain asal Filipina. Sementara, PSIS Semarang memilih memakai jasa pemain asing asal Timor Leste, Paulo Gali Freitas.

Selain itu, setiap klub juga wajib memainkan satu pemain U-23 kelahiran maksimal 1 Juli 2001 sebagai starter, minimal selama babak pertama, atau 45 menit.

3 dari 4 halaman

Pemegang Hak Siar Liga 1

Pemegang Hak Siar Liga 1

Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming SCM pada Press Conference Liga 1 2023 (15 Juni 2023) siang WIB. (c) dok.SCM

Emtek Group dipastikan menjadi pemegang hak siar dan akan menayangkan 314 laga Liga 1 2023/2023. Nantinya, Indosiar akan menyiarkan 213 pertandingan. Sedangkan, 101 laga akan disiarkan secara eksklusif di Vidio.

“Kami akan meningkatkan kualitas di lapangan. Pertama, tayangan kami sudah pasti lebih kinclong sebab penerimaan gambarnya sudah digital,” ucap Direktur Programming Surya Citra Media (SCM), Harsiwi Achmad.

“Insyaallah produksi akan kami tingkatkan. Kami berdiskusi dengan pihak ketiga yang memproduksi. Lux kami perbaiki dan grafis-grafisnya,” imbuhnya.


Andai Bobb Nggak Lari, De Bruyne Nggak Akan Bikin Assist Aduhai Itu


Newcastle United

Oscar Bobb jadi penyelamat Manchester City dengan gol kemenangannya atas Newcastle United. Kevin De Bruyne yang beri assist aduhai untuknya, kirim pujian.

Manchester City menang 3-2 atas Newcastle United di lanjutan Liga Inggris, Minggu (14/1) dini hari WIB. City bisa unggul duluan lewat gol Bernardo Silva, lalu Newcastle comeback dengan gol Isak dan Gordon.

Dua pemain pengganti jadi kunci yakni Kevin De Bruyne dan Oscar Bobb. Keduanya bikin gol pada 15 menit akhir laga.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oscar Bobb merupakan pemain jebolan akademi Manchester City, baru berusia 20 tahun. Bobb bikin gol kemenangan di injury time, menit ke-90+1.

Skemanya, Bobb yang mengisi pos sayap kanan berlari masuk ke dalam kotak penalti. Kevin De Bruyne dari jarak jauh cermat melihat pergerakannya, lalu kirim umpan lambung yang aduhai.

Bobb mampu mendapatkan umpan itu, lalu lewati kawalan Trippier. Dalam sekejap Bobb juga lewati kiper Dubravka, lalu ceploskan si kulit bundar tanpa cela.

[Gambas:Instagram]

Assist Kevin De Bruyne terbilang cantik jelita. Alih-alih bicara soal umpannya itu, De Bruyne justru malah memuji Oscar Bobb.

“Ya, umpannya bagus tapi larinya Bobb luar biasa,” katanya kepada BBC.

“Saya melihat larinya. Jika dia tidak berlari, maka saya tidak bisa memberikan operan itu. Luar biasa buatnya untuk bisa mencetak gol,” tambahnya.

Oscar Bobb bisa bermain sebagai gelandang serang dan penyerang sayap kanan. Musim ini, Bobb dapat kesempatan untuk debut di Liga Inggris dengan tujuh penampilan sudah dikemas dengan seluruhnya sebagai pemain pengganti.

(aff/rin)


Marc Marquez itu Seperti Pele!


Jakarta

Mantan pemenang balapan MotoGP Alex Barros membandingkan Marc Marquez seperti legenda sepakbola Pele. Ducati disarankan agar merekrut Marquez untuk musim depan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Marquez menjadi wajah baru balap motor kelas premier setelah Valentino Rossi. Didapuk sebagai pengganti Casey Stoner di Honda, Marquez mencetak sensasi usai merebut titel juara dunia di musim debutnya pada 2013.

Pebalap Spanyol itu membuktikan diri tak sekadar ‘numpang lewat’. Marquez selanjutnya justru menguasai MotoGP setelah memenangi lima dari enam musim berikutnya, termasuk saat mendominasi total 2019 dengan mengemas rekor 420 poin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencapaian itu menegaskan status Marc Marquez sebagai legenda balap motor usai menjadi satu dari segelintir rider yang berhasil menjadi juara dunia di setiap kelas. Sekadar informasi, kakak kandung pebalap Alex Marquez ini sekali menyebt titel juara 125cc pada 2010 dan 250cc tepat sebelum promosi ke MotoGP.

Marquez akan mencoba kembali kompetitif bersama Gresini di musim depan. Barros takjub dengan sepak terjang si Baby Alien.

“Marc, sebagai contoh, belum menunggangi motornya dan langsung juara di tahun pertama,” ucap mantan pebalap asal Brasil itu kepada Motorbike, yang dikutip Motosan. “Bagus karena Marc itu bukan seorang pebalap biasa, saya menganggap dia itu seorang pebalap… dia itu seperti Pele, anggap saja seperti itu.”

“Setiap 10, 15 tahun seorang bintang seperti ini lahir. Valentino dulu adalah salah satunya, Marc adalah salah satunya, Pedro Acosta adalah salah satunya. Ada beberapa pebalap yang, tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang lain, fantastis.”

Marc Marquez digadang-gadang akan meramaikan persaingan gelar juara dunia setelah tampil menjanjikan di tes MotoGP Valencia. Barros mewanti-wanti agar Ducati jangan melewatkan kesempatan menggaet Marquez.

“Semua pebalap memang bagus, tapi mereka sudah melihat apa yang telah dilakukan Marquez. Ducati harus punya satu tempat untuk dia di tim pabrikan, jika tempat itu tidak diberikan kepada dia maka tim pabrikan lain sudah pasti akan merebut dia,. Marc itu bukan pebalap bagus, tapi dia sangat bagus,” cetus Barros.

Simak Video “Penuh Antusias Masyarakat Sambut Mandalika MotoGP
[Gambas:Video 20detik]
(rin/yna)