Tag: Harusnya

Tuchel Pertanyakan Handball Gabriel: Itu Harusnya Penalti!


London

Thomas Tuchel menilai Bayern Munich pantas mendapat penalti kedua saat bersua Arsenal. Bek Gabriel Magalhaes dianggapnya handball di kotak 12 pas.

Bayern Munich harus puas bermain imbang saat menyambangi markas Arsenal pada leg pertama perempatfinal Liga Champions, Rabu (10/4/2024) dini hari WIB. Kedua tim bermain imbang 2-2.

Tim tamu unggul 2-1 di babak pertama melalui Serge Gnabry dan Harry Kane (penalti). Gol Arsenal dibukukan Bukayo Saka.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayern Munich gagal menambah gol di babak kedua. Alih-alih mencetak gol, Die Roten kebobolan pada menit ke-76 melalui Leandro Trossard.

Ada satu momen yang jadi sorotan di babak kedua ketika Bayern masih memimpin 2-1. Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, menangkap bola goal kick dari kiper David Raya setelah wasit meniup pluit.

Beberapa pemain Bayern menyadari hal itu dan meminta wasit memberikan penalti. Namun, wasit mengabaikan hal itu dan melanjutkan pertandingan.

Pelatih Bayern, Thomas Tuchel, pun geram dengan keputusan wasit. Hal itu diakuinya membuat timnya frustrasi.

“Saya pikir wasit tidak memiliki keberanian memberikan penalti yang pantas hari ini dalam situasi yang sedikit gila dan canggung. Dia mengakui di lapangan bahwa dia melihat situasinya dan perempat final tidak cukup baginya untuk memberikan penalti.Dia mengaku melihat kesalahan yang dilakukan pemain tersebut,” kata Tuchel usai laga Arsenal vs Bayern, dilansir dari BBC.

“Itu adalah tendangan gawang, kiper mengoper ke bek tengah dan salah satunya menyentuh bola dengan tangan karena menurutnya itu belum dalam permainan tetapi itu sudah play on dan wasit mengakui itu dalam permainan dan merupakan handball. Sangat membuat frustrasi,” jelasnya.

Simak Video “Tuchel Klaim Bukan Cuma Dirinya Penyebab Penampilan Buruk Bayern
[Gambas:Video 20detik]
(bay/cas)


Ronaldo Diprovokasi Lawan, VAR Harusnya Intervensi


Jakarta

Cristiano Ronaldo diganjar kartu merah saat melawan Al Hilal. Pelatih Al Nassr, Lusi Castro, merasa seharusnya VAR mengintervensi keputusan wasit.

Al Nassr kalah 1-2 melawan Al Hilal dalam semifinal Piala Arab Saudi. Ronaldo diberikan kartu merah pada menit-menit akhir karena menilai menyikut dada Ali Al Bulayhi.

Castro merasa Ronaldo melakukan itu karena diprovokasi. Pemain lawan pun dianggap berpura-pura.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami telah melihat beberapa klip sepanjang musim ini di mana Ronaldo diprovokasi dan, setelah melihat beberapa rekaman, Ronaldo tidak melakukan apa pun yang pantas dikeluarkan dari lapangan. Pemain lawan berpura-pura,” kata Castro yang dikutip oleh ESPN.

“Hanya ada sedikit kontak antara Cristiano dan bek lawan. Dia menyebabkan keributan dan VAR seharusnya memanggil wasit untuk meninjau ulang episode pengusiran tersebut,” sambungnya.

Kekalahan tersebut merupakan pukulan telak bagi Ronaldo dan Al Nassr, yang kemungkinan besar akan mengakhiri musim tanpa trofi.

Mereka tersingkir dari piala domestik dan Liga Champions Asia, serta tertinggal 12 poin di belakang pemimpin klasemen Al Hilal dengan tujuh pertandingan tersisa di musim ini.

Simak Video “Gol-gol Keren Cristiano Ronaldo Tandai Hat-Trick Ke-65 Sepanjang Karier
[Gambas:Video 20detik]
(ran/pur)

Pemain Berjudi Harusnya Diedukasi, Bukan Dihukum


Trento

Direktur Olahraga Juventus Cristiano Giuntoli menilai kasus judi online ilegal yang menjerat para pemain muda Italia, termasuk gelandang Bianconeri, Nicolo Fagioli, tidak diselesaikan dengan hukuman, namun pendekatan kekeluargaan.

Hal itu diungkapkan pria 51 tahun itu di acara Festival dello Sport yang digelar oleh La Gazzetta dello Sport di Trento pada Minggu (15/10) kemarin. Ia menanggapi pertanyaan mengenai topik yang kini menjadi pembahasan utama di sepak bola Italia.

“Kami menyesali apa yang terjadi, kami amat dekat dengan Fagioli. Kami memberi tahu kantor kejaksaan federal pada saat itu, dan sang pemain serta kuasa hukumnya juga segera bersedia berkoordinasi,” ujar Giuntoli.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tujuannya adalah bukan untuk menghukumnya, seperti yang mungkin terjadi, tapi sebaliknya, kita perlu memberi edukasi kembali seluruh tingkatan yang ada. Kita juga punya tanggung jawab,” jelasnya.

Fagioli menjadi nama yang pertama kali muncul ke permukaan dalam kasus dugaan judi online ilegal ini, namun laporan yang ada menyebut ia sudah mengakui perbuatannya itu kepada klub dan pihak berwenang sejak Agustus lalu.

Ia disebut-sebut sudah dalam tahap kecanduan dan berutang hingga puluhan ribu Euro, jumlah yang besar untuk ukuran pemain muda. Selain Fagioli, ada pula Sandro Tonali dan Nicolo Zaniolo yang juga telah diperiksa pihak berwajib. Bahkan diduga ada selusin pemain yang masuk pusaran ini.

Menurut aturan FIGC, para pemain di Italia dilarang berjudi bola di kompetisi yang digelar oleh FIGC, UEFA, dan FIFA. Berjudi di Italia juga ada aturannya, karena harus dilakukan lewat situs yang resmi.

Kasus ini masih diperiksa dan diperkirakan baru akan mulai kelihatan ujungnya paling cepat pada November mendatang. Hukuman bagi yang berjudi bola secara ilegal yakni 3 tahun larangan bermain plus denda.

(adp/krs)