Tag: GaraGara

Kecewanya Pelatih Bali United Gara-gara BRI Liga 1 Disetop Mendadak

Bola.net – Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, mengungkapkan rasa kecewanya usai kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 disetop mendadak.

Keputusan menghentikan kompetisi itu dibuat hanya beberapa jam setelah berakhirnya laga Bali United vs Persija Jakarta di pekan ke-30 BRI Liga 1 2023/2024, Sabtu (30/03/2024). Alasannya adalah untuk mendukung Timnas Indonesia U-23 berlaga di Piala Asia U-23 2024.

Ini dilakukan agar Timnas U-23 dan klub BRI Liga 1 tidak dirugikan satu sama lain. Namun, hal ini menimbulkan pro dan kontra.

Banyak klub yang merasa dirugikan, termasuk dari segi finansial. Sebab penundaan hanya tiga hari sebelum pekan ke-31 BRI Liga 1 2023/2024 digulirkan.

1 dari 4 halaman

Ungkapan Kekecewaan Pelatih Bali United

Ungkapan Kekecewaan Pelatih Bali United

Duel Bali United vs Persija Jakarta di pekan 30 BRI Liga 1 2023/24 di Stadion Kapten i Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (30/03/2024). (c) Dok. Bali United

Bali United juga merasa dirugikan. Hal ini diungkapkan oleh Pelatih Bali United Stefano Cugurra. Ia mengatakan apa yang dilakukan PSSI dan PT LIB bisa berdampak kurang bagus. Terlebih bagi Bali United yang sedang dalam tren positif pasca mengalahkan Persija Jakarta.

“Tim kami baru menang kemarin pada menit terakhir. Sekarang kami punya momentum yang bagus,” terang Teco. Pelatih berpaspor Brasil tersebut juga mengatakan bahwa lebih ideal jika liga di jeda setelah pekan ke-30 BRI Liga 1 berakhir.

“Jika ditunda sekarang, seakan terlalu dipaksakan. Akan lebih baik jika pertandingan pekan ke-31 digelar. Seperti kami pada 4 April melawan Persikabo. Tidak bagus menunda terlalu lama,” tegasnya.

2 dari 4 halaman

Skuad Bali United Diliburkan

Skuad Bali United Diliburkan

Duel Bali United vs PSIS Semarang di pekan ke-28 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (08/03/2024). (c) Dok. Bali United

Pada pekan ke-31 BRI Liga 1, Bali United akan menghadapi Persikabo 1973. Laga ini akan digelar di Stadion Sultan Agung Bantul.

Beruntungnya juga pihak manajemen Bali United melalui Media Officer Bali United, Alexander Maha Putra Oemanas, mengaku belum membeli tiket keberangkatan ke Bantul yang seharusnya pada Selasa (2/4/2024).

Pada akhirnya, Bali United meliburkan skuadnya sejenak selama tiga hari sebelum kembali berlatih. Namun, sesi latihan jadi tidak efektif karena akan diliburkan kembali saat Hari Raya Idul Fitri.

3 dari 4 halaman

Mengganggu Konsentrasi Pemain

Mengganggu Konsentrasi Pemain

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco (c) Bola.com/Alit Binawan

Stefano Cugurra Teco menilai konsentrasi Bali United dan tim lainnya bisa hilang. Apalagi jeda kompetisi BRI Liga 1 terlalu lama hingga satu bulan lamanya.

“Ya pasti fokus di kompetisi hilang. Tim pelatih harus beri waktu libur yang panjang disaat kompetisi belum selesai. Ada jeda waktu pertandingan yang cukup jauh ke pertandingan berikutnya,” bebernya.

“Situasi ini membuat kami di tim pelatih kurang sreg dalam membuat program latihan setelah jadwal berubah. Kami harus memiliki rencana baru agar pemain tetap semangat latihan, termasuk apakah kami akan menggelar uji coba sebelum kompetisi dimulai atau tidak,” pungkas Teco.


Guardiola ‘Sindir’ Neville Gara-gara City Dibilang Membosankan


Manchester

Gary Neville sempat mengatakan Manchester City membosankan untuk ditonton. Pep Guardiola merespons ucapan legenda Manchester United itu.

Neville, mantan bek MU, mengaku tidak menyaksikan laga City melawan FC Copenhagen di Liga Champions tengah pekan lalu. The Citizens menang 3-1 di laga tersebut.

“Saya tidak menonton City pada Selasa malam. Itu sedikit membosankan. Ini bisa menjadi komentar berbahaya sebab menyebut City demikian akan salah sebab sepakbola yang mereka mainkan luar biasa,” kata Neville.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya pikir mereka membosankan dan sulit ditonton sejak Erling Haaland absen, mereka sedikit kurang sempurna. Saya suka merek dengan empat bek di belakang dan Haaland di depan,” katanya.

Ucapan Neville itu kemudian direspons Guardiola. Manajer City itu mengaku tak bisa mengontrol opini seseorang, seraya mengucapkan terima kasih ke Nevillae.

“Itu tergantung kami sendiri dan bagaimana kami puas soal itu, itu yang akan menjadi milik kami,” kata Pep Guardiola, dilansir Mirror.

“Jika orang tidak mengapresiasinya, ya tak masalah. Bukan masalah besar. Kami tetap di sana, yang penting adalah perasaannya tetap untuk diri kami sendiri. Bukan karena pujian atau penyesalan dari pihak luar.”

“Apa yang bisa saya katakan? Jadi ya sudah. Terima kasih Neville atas pujiannya. Segalanya sulit di sepakbola. Kami disukai, saya yakin itu, oleh orang-orang di sepakbola yang tahu bertapa sulitnya berada di sana setiap pekan selama 6 hingga 7 tahun di semua kompetisi,” semburnya.

Di bawah Pep Guardiola, City bisa dipersembahkan 16 gelar. Termasuk lima titel Premier League, dan sekali Liga Champions, dengan musim lalu diraih dalam capaian treble winners.

Sementara musim ini, City masih menjaga kans juaranya. Erling Haaland dkk berada di urutan dua klasemen Liga Inggris, di bawah Liverpool namun punya tabungan pertandingan. Sementara di Liga Champions, sang juara bertahan masih mulus, dengan terakhir mengalahkan Copenhagen di leg pertama babak 16 besar.

Selanjutnya, Manchester City akan menjamu Chelsea pada pekan ke-25 Liga Inggris. Pertandingan digelar di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (18/2/2024) dini hari WIB.

Simak Video “Guardiola Santai Saja Meski City Sempat Tersendat di Premier League
[Gambas:Video 20detik]
(yna/aff)

De Laurentiis: Spalletti Pergi Gara-gara Saya


Naples

Penyesalan memang datang belakangan. Itulah yang dirasakan Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis yang membiarkan Luciano Spalletti pergi begitu saja.

Spalletti membawa Napoli meraih Scudetto musim lalu sekaligus mengakhiri puasa gelar liga selama lebih dari tiga dekade. Spalletti menyulap Napoli menjadi mesin yang tangguh dan melibas siapapun lawannya.

Tapi, musim 2022/2023 jadi kali terakhir Spalletti melatih Napoli. Tak lama setelah merebut Scudetto, Spalletti memutuskan pergi karena persoalan kontrak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadilah pesta Napoli dan Spalletti cuma berakhir singkat. Singkat cerita, Napoli memilih Rudi Garcia di musim panas dan Spalletti tak lama berselang malah menerima tawaran melatih Timnas Italia.

Kepergian Spalletti meninggalkan lubang besar yang harus ditutup Garcia dan berujung pemecatan pada bulan Oktober. Performa buruk bersama Garcia tidak bisa diperbaiki sempurna oleh Walter Mazzarri hingga kini.

De Laurentiis sebagai presiden klub cuma bisa menyesali keputusannya melepas Spalletti musim panas lalu, Dia mengakui harusnya mempertahankan Spalletti karena ada klausul tersebut dalam kontrak.

“Setelah tiga duel kontra Milan, saya mengirim email kepada Spalletti untuk mengaktifkan klausul perpanjangan. Mungkin banyak yang menilai hal itu tidak pantas, tapi pertemanan serta kontrak adalah dua hal berbeda. Saya tadinya berharap Spalletti bilang saat makan malam 12 Mei, bahwa dia mau pergi musim panas dan kembali bertani,” ujar De Laurentiis seperti dikutip Football Italia.

“Ini semua salah saya karena Spalletti harusnya bisa bertahan, dan pilihannya harusnya cuma bertahan. Kami berselisih pendapat di situ, dan bisa saja ada tuntutan, tapi saya tidak melakukan itu.”

“Mungkin dia berpikir bahwa dia sudah memberikan segalanya untuk tim ini. Tapi saya sama sekali tidak dipikirkan olehnya. Makanya saya cuma berusaha berpikir positif. Saya sempat berpikir bahwa dia sudah mengadakan kontrak dengan timnas, tapi saya tidak bisa membuktikan itu.”

“Spalletti bilang dia lelah dan ingin pergi, tapi faktanya Anda malah melatih timnas. Saya bahkan harus mengonfirmasi ulang kepada Spalletti dan melihat apa yang bisa terjadi. Kesalahan itu yang jadi awal semua masalah ini.”

(mrp/yna)

Mohamed Salah Dikecam Gara-gara Tinggalkan Mesir dan Balik ke Liverpool


Abidjan

Mohamed Salah meninggalkan Timnas Mesir dan kembali ke Liverpool, usai mengalami cedera di Piala Afrika 2023. Bintang berusia 31 tahun itu dikecam.

Ahmed Hassan, legenda Timnas Mesir, yang mengecam keputusan Salah untuk kembali ke Liverpool di tengah Piala Afrika 2023 yang masih bergulir. Menurutnya, bisa saja dokter Liverpool yang datang merawatnya.

“Saya selalu mendukung Salah, dan saya sangat senang dengan kehadirannya sebagai kapten tim nasional Mesir,” kata Hassan kepada Mirror.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya tidak ada masalah dengan ucapannya, namun ternyata dia sedang merencanakan kepergiannya dari kubu Mesir. Apakah regulasi AFCON membolehkan seorang pemain meninggalkan timnas dan kembali lagi? Seseorang dari staf medis Liverpool akan mendampinginya selama kompetisi,” ujarnya.

Hassan, yang sudah membawa Mesir empat kali juara Piala Afrika, juga menyinggung status Salah sebagai kapten tim. Mantan penggawa Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu dinilai harus mendampingi tim dalam keadaan apa pun.

“Sekali lagi, dia adalah kaptennya. Dia harus tetap bersama tim apa pun yang terjadi, bahkan meski dia hanya memiliki satu kaki untuk berdiri. Dia bahkan mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ini adalah timnas Mesir, bukan timnas Salah, dan itu benar. Kami memiliki kepercayaan pada semua pemain yang ada di sana dan mereka harus berjuang untuk meraih gelar,” kecamnya.

Salah, yang belum memberi gelar apa pun bagi Mesir, cedera dalam laga melawan Ghana tengah pekan lalu. Ia mengalami cedera hamstring, dan memilih kembali ke Liverpool untuk menangani cederanya, alih-alih tetap bergabung dengan Timnas Mesir selama perawatannya.

Di Piala Afrika 2023, Mesir baru mengoleksi 2 poin hasil dua kali imbang di Grup B. The Pharaoh kini berada di peringkat dua dengan 2 poin, di bawah Cape Verde (6) dan cuma unggul dari Ghana serta Mozambik (1). Laga penentuan Mesir akan digelar saat melawan Cape Verde, Selasa (23/1/2024).

Simak Video “Liverpool Vs Newcastle: Penebusan Mo Salah Setelah Gagal Penalti
[Gambas:Video 20detik]
(yna/raw)

Andre Rosiade Laporkan Wasit Sriwijaya vs Semen Padang ke LIB, Gara-Gara Tidak Offside dan Nihil Pemain U-21

Bola.net – Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade melaporkan pengadil pertandingan ketika timnya berhadapan dengan Sriwijaya FC. Saat itu, Kabau Sirah sedang bertanding dalam pekan keempat Grup 1 Liga 2 2023/2024.

Andre Rosiade bahkan langsung mendatangi Kantor PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Satgas Independen Antimafia Bola di Menara Mandiri II, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/10).

Andre Rosiade mengadukan asisten wasit 2, Ahmad Maulana Rusnadi karena tidak menganggap pemain Sriwijaya FC, Habibi Jusuf dalam posisi offside. Akibatnya, Semen Padang gagal meraih kemenangan.

Gol Habibi Jusuf pada menit ke-90 memaksa Semen Padang bermain imbang 1-1 dengan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang pada Minggu (1/10).

Andre Rosiade mengklaim Habibi Jusuf seharusnya dianggap offside ketika menyambar bola muntah memanfaatkan tepisan bola dari kiper Kabau Sirah, Fakhrurrazi Quba.

“Kami datang ke Kantor PT LIB sesuai prosedur yang ada di PSSI bahwa kami ingin melaporkan ke Komisi Disiplin,” ujar Andre Rosiade di Kantor PT LIB.

“Ada dua hal. Yang pertama adalah kelalaian dari asisten wasit 2 yang berujung gol Sriwijaya FC ke gawang Semen Padang di mana gol itu diduga offside,” katanya menambahkan.

Gara-Gara Pinang Sirih, Asisten Shin Tae Yong Akui Sempat Gegar Budaya dan Ketakutan saat Pertama Kali ke Papua

Bola.net – Sebuah pengakuan diungkapkan eks penjaga gawang Persipura Jayapura, Yoo Jae Hoon, terkait pengalamannya saat pertama kali menginjakkan kaki di Papua. Yoo mengaku sempat mengalami gegar budaya bahkan merasakan ketakutan saat itu.

Gegar budaya ini dirasakan Yoo saat ia melihat warga Papua mengunyah pinang dan sirih. Waktu itu, ia ketakutan melihat bekas pinang sirih yang telah dikunyah.

“Sampai di Jayapura, yang paling bikin kaget, orang-orang Papua makan pinang. Waktu turun di bandara, mereka membuang pinang yang sudah dikunyah. Warnanya merah. Saya kira itu darah,” kenang Yoo, dalam siniar di kanal Sport77 Official.

“Seram banget. Waktu itu saya langsung sembunyi di belakang supir. Saya kira itu darah. Kok semua orang keluar darah? Di lantai juga banyak bekas pinang,” sambung pria yang saat ini menjadi asisten Shin Tae Yong di Timnas Indonesia ini.

Namun, setelah tahu bahwa itu adalah pinang, bukannya darah, Yoo pun tak takut lagi. Bahkan, ia sempat mencicipi mengunyah pinang.

“Saya sempat coba juga. Rasanya nggak cocok. Tapi, itu bikin gigi kuat,” tuturnya.

Yoo Jae Hoon sendiri pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada 2010 silam. Waktu itu, ia bergabung dengan Persipura Jayapura setelah urung memperkuat Persela Lamongan.

Sejak 2010 sampai 2014, Yoo berstatus sebagai penggawa Persipura Jayapura. Kemudian, pada 2015, ia memperkuat Bali United.

Pada musim 2016, Yoo kembali ke Jayapura untuk bergabung lagi dengan Mutiara Hitam. Ia memperkuat klub tersebut sampai musim 2018, ketika dipinang Mitra Kukar.

Yoo merupakan salah satu pilar utama Persipura Jayapura dalam masa keemasan mereka. Selain sempat membawa Mutiara Hitam menjuarai liga, ia juga sempat membawa tim tersebut melaju sampai ke Semifinal Piala AFC 2014.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.