Tag: Gaji

Terus Bersinar di Chelsea, Cole Palmer Dibayangi Naik Gaji


London

Cole Palmer tampil oke di musim debutnya bersama Chelsea. Musim depan nanti, dirinya diyakini akan diganjar kenaikan gaji!

Cole Palmer merupakan rekrutan baru Chelsea di musim ini. The Blues memboyongnya dari Manchester City seharga 42,5 juta Pounds.

Cole Palmer langsung menjelma jadi mesin gol baru Chelsea. Palmer sudah mengemas 14 gol dan 12 assist dari 34 penampilan di seluruh kompetisi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Daily Star, performa Palmer yang gemilang bakal jadi kado manis buatnya. Pemain berusia 21 tahun itu dibayangi kenaikan gaji!

Cole Palmer kini digaji sebesar 75 ribu Pounds per pekan atau setara Rp 1,5 miliar. Musim depan, pemain berusia 21 tahun itu diyakini akan alami kenaikan gaji karena performanya yang oke, jadi sebesar 150 ribu Pounds per pekan atau setara Rp 3 miliar.

Palmer sudah jadi andalan di lini pos penyerang sayap Chelsea. Manajer Mauricio Pochettino menyebut, Palmer bisa main oke karena tidak merasakan tekanan!

“Dia beradaptasi dengan cepat, tentu saja ada tekanan berat di sini. Tapi dia bisa mengatasainya, itulah yang membuat dirinya spesial,” ungkap Pochettino.

(aff/nds)

Demi Hindari Match Fixing, Pengamat Bilang Gaji Telat Pantang untuk Diungkap

Bola.net – Pengamat sepak bola, Tommy Welly, angkat bicara soal sempat maraknya kabar ada klub sepak bola Indonesia yang telat membayar gaji pemain mereka. Ia beranggapan, kabar seperti ini sejatinya tabu untuk diungkap.

Menurut Towel, sapaan karibnya, kabar yang sempat ramai belakangan soal adanya klub yang menunggak gaji, pemain asing kabur, dan pelatih yang sampai melelang barang-barang pribadinya bukan hal yang sehat.

“Dari materi kursus tentang integritas sepak bola yang pernah saya ikuti tentang match fixing, ini sebenarnya hal-hal tabu yang tak boleh diungkap,” kata Towel, dalam siniar di kanal salah seorang anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga.

Menurut Towel, ada sejumlah alasan di balik ditabukannya pengungkapan krisis tersebut kepada publik. Mantan jurnalis ini mengatakan bahwa pengungkapan ini merupakan ‘undangan’ terhadap para pelaku match fixing.

“Begitu hal-hal tersebut diungkap, itu seolah-olah membuka pintu dan memberi kode besar,” papar Towel.

“Karenanya, dalam diskursus match fixing, ini adalah hal tabu yang tak boleh diungkap kepada publik,” sambungnya.

Sebelumnya, lazim terjadi di Indonesia, beredar kabar bahwa ada klub profesional yang mengalami kesulitan keuangan. Walhasil, mereka telat membayar gaji para penggawa tim.

Jelang akhir 2023 ini, sejumlah klub diketahui sempat telat membayar gaji pemain. Ada klub yang berusaha menutupi, tapi ada juga yang terang-terangan mengaku kesulitan keuangan.

Salah satu klub yang terus terang mengalami masalah keuangan ini adalah PSIS. Menurut mereka, hal ini tak lepas dari berkurangnya animo suporter mendukung langsung tim tersebut dalam laga kandang mereka.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


SOS: Kabar Tunggakan Gaji PSM Makassar Perlu Respons Cepat Stakeholder Sepak Bola Indonesia

Bola.net – Kasus tunggakan gaji di PSM Makassar musim ini memicu keprihatinan Save Our Soccer (SOS). Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini menyebut bahwa kasus tunggakan gaji ini adalah masalah serius yang memerlukan respons segera dari pemangku kepentingan sepak bola Indonesia.

“Kasus tunggakan gaji PSM Makassar harus segera direspons baik itu oleh PSSI maupun PT. LIB. Jangan sampai kasus ini terus jadi pembicaraan publik karena kasus ini sangat merugikan secara psikologis kepada para pemain,” kata Koordinator SOS, Akmal Marhali, kepada Bola.net.

“Dan, jika tak segera dicarikan solusinya, bisa jadi kasus ini akan menjadi untuk pelaku-pelaku kejahatan sepak bola masuk ke dalam kompetisi kita,” sambungnya.

Menurut Akmal, PSSI harus bisa menekan PSM Makassar agar bisa segera menuntaskan permasalahan ini. Mantan jurnalis olahraga ini menambahkan bahwa masalah ini harus segera tuntas agar para pemain bisa dengan tenang kembali menjalankan kompetisi.

“Tak hanya PSSI, PT. LIB, sebagai operator kompetisi, juga harus segera merespons kasus yang terjadi di PSM agar jangan sampai kemudian masalah-masalah seperti ini berlarut, membuat gaduh perjalanan dan merusak citra kompetisi,” tukasnya.

Sebelumnya, PSM Makassar tersandung kasus tunggakan gaji pada awal musim ini. Kasus ini terungkap di media sosial beberapa waktu lalu. Bahkan, akibat gaji yang tertunggak, pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, sampai melelang trofi pelatih terbaik Liga 1 2022/2023 untuk membantu membayar gaji staf dan pemain PSM Makassar.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

SOS Minta Klub Liga 2 yang Masih Tunggak Gaji Pemain Didegradasi

Bola.net – Sebuah permintaan dilontarkan Save Our Soccer (SOS) terkait adanya kabar bahwa masih ada sejumlah klub yang menunggak gaji pemain mereka. Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini meminta agar klub-klub yang masih menunggak tersebut didegradasikan saja.

Koordinator SOS, Akmal Marhali, meminta kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) bertindak tegas kepada klub yang belum menyelesaikan kewajibannya. Klub-klub ini harus melunasi utang gaji terlebih dahulu sebelum kompetisi Liga 2 dimulai.

“Bila belum menyelesaikan tunggakan gaji pemain, jangan izinkan klub tersebut ikut berkompetisi, bahkan, kalau perlu, didegradasi ke kasta terendah, atau bahkan dicoret sebagai anggota PSSI,” kata Akmal Marhali.

“Pembiaran sama saja dengan pelanggaran terhadap regulasi. PSSI harus tegas agar kompetisi bisa berjalan dengan kompetitif, sehat, profesional, dan bermartabat,” sambungnya.

Sebelumnya, terdengar kabar soal adanya tunggakan gaji sembilan klub peserta Liga 2. Kabarnya, jumlah 139 tunggakan tersebut mencapai lebih dari Rp5 miliar.

PSPS Pekanbaru disebut paling banyak memiliki tunggakan. Mereka memiliki tunggakan gaji terhadap 26 pemain dengan nilai lebih dari Rp1,5 miliar.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.