Tag: Fans

Momen Laga Jeda Sejenak, Ada Fans Mau Selfie sama Cristiano Ronaldo


Jakarta

Ada jeda sejenak di laga babak pertama Slovenia vs Portugal lantaran ulah seorang penyusup lapangan. Ia minta selfie sama Cristiano Ronaldo!

Dalam laga friendly internasional di Venue Stadion Stožice, Ljubljana, tuan rumah Slovenia berhasil memetik kemenangan 2-0 melawan tamunya Portugal. Kedua gol lahir di periode 18 menit akhir pertandingan.

Portugal sebenarnya tampil dengan sejumlah pemain bintangnya, termasuk Cristiano Ronaldo yang bermain penuh, walaupun akhirnya harus rela pulang dari markas Slovenia dengan kekalahan dua gol tanpa balas.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil itu sekaligus menghentikan rentetan kemenangan Portugal. Sebelumnya, skuad Roberto Martinez sudah melaju dengan rentetan 11 kemenangan secara berturut-turut.

Momennya penyusup lapangan Slovenia vs Portugal

Di menit ke-42 ketika laga Slovenia vs Portugal masih dalam kedudukan 0-0, seorang suporter menyusup masuk ke lapangan pertandingan.

Tampaknya si penyusup lapangan adalah fans Cristiano Ronaldo. Toh megabintang 39 tahun itulah yang dihampirinya di atas lapangan. Ia minta selfie dengan CR7.

Situasi semacam ini sejatinya tidak membuat Cristiano Ronaldo berkewajiban untuk menuruti keinginan tersebut. Tapi Ronaldo tidak berkeberatan untuk selfie selama beberapa detik.

Sekian detik aksi si penyusup lapangan itu membuat laga pun terhenti sejenak. Tapi wasit tampaknya juga tidak terlalu ambil pusing. Ia terlihat senyum-senyum bersama bek Portugal Pepe, menyimak si penyusup lapangan selfie dengan CR7.

(krs/raw)


Cucu Dennis Bergkamp Fans Arsenal, MU, atau…?


Jakarta

Legenda Arsenal Dennis Bergkamp baru saja “menobatkan” cucunya sebagai “Gooner seumur hidup”. Padahal ayah si mungil itu pemain Manchester United!

Di era 1995-2006, Bergkamp merumput di Inggris bersama Arsenal. Kelihaiannya di atas lapangan ikut membantu the Gunners meraih sejumlah gelar juara, termasuk tiga titel Premier League.

Dengan torehan sekitar 120 gol dari 423 penampilan, Bergkamp masih dikenang sebagai legenda Arsenal. The Non-Flying Dutchman, julukan buatnya karena takut terbang, pun masih menyayangi Meriam London.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka tidak heran jika Dennis Bergkamp pun hendak “mewariskan” kedekatannya itu kepada sang cucu. Bergkamp, dengan rasa bangga khas seorang kakek, sudah mengklaim cucunya tersebut sebagai suporter Arsenal seumur hidup.

Hal itu terlihat dari postingan Bergkamp di akun @officialdennisbergkamp. Foto dalam postingan itu memperlihatkan putrinya, Estelle, sedang menggendong buah hatinya yang baru lahir.

“Cucu laki-lakiku, seorang gooner seumur hidup,” tulis Bergkamp dalam postingan tersebut.

Estelle BergkampEstelle Bergkamp dengan putranya, yang juga merupakan cucu Dennis Bergkamp. Foto: dok. Internet/Instagram @officialdennisbergkamp

Estelle Bergkamp, bersama sang suami, sudah memberikan Bergkamp dua orang cucu. Yang pertama, seorang cucu putri, lahir pada April 2022. Anak keduanya, seorang laki-laki, lahir bulan Februari lalu.

Menilik sejarah Dennis Bergkamp dengan Arsenal, tidak ada yang janggal dengan keputusannya menjadikan cucu laki-lakinya itu sebagai fans abadi the Gunners.

Namun, hal itu tampaknya bakal jadi bahan diskusi lebih lanjut di dalam keluarga mengingat si bayi laki-laki memiliki ayah yang merupakan pemain Manchester United: Donny van de Beek.

Ya, Donny van de Beek adalah suami dari Estelle Bergkamp. Dengan kata lain, Donny van de Beek adalah menantu Dennis Bergkamp.

Memang, situasi Donny van de Beek di Manchester United sejatinya tidak baik-baik saja. Sejak Januari lalu, pemain asal Belanda itu dipinjamkan ke klub Jerman Eintracht Frankfurt.

Sejak direkrut Manchester United dari Ajax pada 30 Agustus 2020, Donny van de Beek belum bisa unjuk gigi dan menyemen posisi. Masa depannya pun terus dikaitkan dengan klub lain, yang membuat putranya bisa saja tumbuh jadi fans klub lain.

(krs/ran)

Ronaldo Terancam Sanksi gegara Gestur Tak Senonoh ke Fans Lawan


Riyadh

Cristiano Ronaldo melakukan gestur tak senonoh saat Al Nassr menghadapi Al Shabab. Aksinya tersebut bisa berbuah sanksi dari Federasi Sepakbola Arab Saudi.

Al Nassr bertandang ke markas Al Shabab pada pertandingan Saudi Pro League, Senin (26/2/2024). The Global Club menuntaskan duel dengan kemenangan 3-2.

Ronaldo menyumbang gol kemenangan Al Nassr dari titik putih. Itu menjadi gol ke-22 CR7 di Liga Arab Saudi musim ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momen tidak biasa terjadi usai pertandingan Al Shabab vs Al Nassr. Fans tim tuan rumah mengolok-olok Cristiano Ronaldo dengan mengelu-elukan nama Lionel Messi, rival abadi Ronaldo.

Ronaldo membalas olok-olok fans Al Shabab dengan gestur tak senonoh. Bintang 39 tahun itu melkatkan tangan ke telinga sebelum menggerak-gerakkan tangannya di depan kemaluan.

Gestur tak senonoh Ronaldo di hadapan fans Al Shabab berbuah kecaman dari berbagai pihak. Media Arab Saudi, Asharq Al-awsat, menyebut Komite Disiplin Federasi Sepakbola Arab Saudi akan menginvestigasi kapten Timnas Portugal tersebut.

Ronaldo dianggap melanggar pasal 48 peraturan disiplin mengenai tidak senonoh di lapangan yang menghina lawan. Komite Disiplin akan segera mempelajari situasi yang terekam dalam video di akhir pertandingan.

Keputusan dari Komite Disiplin kepada Ronaldo akan dikeluarkan dalam dua hari ke depan. Andai dinyatakan bersalah, CR7 terancam skorsing selama dua laga dan denda 20 ribu riyal (Rp 83 juta).

Ancaman sanksi skorsing Ronaldo disampaikan mantan presiden Komite Disiplin Federasi Sepakbola Saudi, Ayman Al-Rifai. Menurutnya apa yang dilakukan Ronaldo mestinya dicantumkan dalam laporan perangkat pertandingan.

“Wasit tidak membuat keputusan apa pun mengenai apa yang terjadi, dan oleh karena itu jika Anda mengajukan keluhan ke Komite Disiplin, mekanismenya adalah : Apakah pengamat pertandingan atau salah satu penanggung jawab menuliskan apa yang terjadi? Jika laporan tidak mencantumkan hal ini, rekaman TV akan ditinjau oleh lembaga penyiaran resmi,” kata Al-Rifai, dilansir dari Asharq Al-awsat.

Simak Video “Momen Gol Spektakuler Ronaldo, Lob Jarak Jauh-Masuk Gawang!
[Gambas:Video 20detik]
(bay/ran)


Saat Pemain Iran Ngamuk, Coba Serang Fans Qatar


Doha

Kekalahan dari Qatar di semifinal Piala Asia 2023 bikin beberapa pemain Iran emosi. Mereka ngamuk usai laga, dan coba menyerang suporter tuan rumah.

Semifinal Piala Asia 2023 berjalan dramatis di Al Thumama Stadium, Doha, Rabu (7/2/2024). Iran kalah 2-3 dari Qatar.

Iran sempat unggul cepat lewat gol Sardar Azmoun di menit ke-4. Namun, Qatar berbalik memimpin berkat dua gol yang masing-masing dicetak Jaseem Abdulsallam dan Akram Afif.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran bisa menyamakan skor lagi berkat gol Alireza Jahanbakhsh. Namun, tuan rumah memastikan gol kemenangan berkat Ali Almoez, dan menutup laga dengan kemenangan. Qatar maju ke final Piala Asia 2023.

Usai laga, tensi panas terjadi di pinggir lapangan. Beberapa pemain Iran emosi dan coba menyerang suporter Qatar.

Pemain Iran yang ngamuk adalah Mehdi Taremi, Ali Gholizadeh, Alireza Jahanbakhsh, dan Mohammed Mohebi. Keempatnya coba mendatangi penonton sambil marah-marah.

Insiden itu membuat semua pihak turun tangan. Pemain dan staf dari kedua tim, serta petugas keamanan coba menahan keempat pemain Iran. Mehdi Taremi terlihat menjadi pemain yang paling kesal pada suporter Qatar.

Beberapa media Iran menyebut keempatnya marah karena mendapat ejekan ofensif dari suporter Qatar. Striker Porto itu mengaku kesal bukan karena kalah, tapi karena diejek.

“Ini adalah masalah lain. Dalam sepakbola, kami bisa menang atau kalah, kami merayakannya, tetapi kami tidak bisa tidak menghormati lawan,” kata Taremi dilansir Kooora.

“Banyak kata-kata ofensif yang terus-menerus muncul. Itu menyakiti kami. Untuk menghormati semua rakyat Iran serta rekan satu tim saya, saya harus bereaksi,” jelasnya.

Kekalahan membuat Iran masih harus puasa gelar di Piala Asia, sejak terakhir kali juara pada 1976. Sementara Qatar berpeluang mempertahankan titelnya, setelah bisa juara empat tahun lalu.

Qatar selanjutnya akan melawan Yordania, yang sebelumnya menyingkirkan Korea Selatan, di final Piala Asia 2023. Laga puncak Piala Asia 2023 digelar di Lusail Stadium, Doha, 10 Februari mendatang.

(yna/adp)

Klopp Menahan Tangis Dinyanyikan Fans Liverpool di Anfield


Liverpool

Juergen Klopp terekam kamera menahan air mata sebelum laga Liverpool vs Norwich City. Dia terharu mendengar nyanyian fans The Reds di Anfield.

Liverpool dipastikan kehilangan Klopp pada akhir musim ini. Manajer Jerman itu menyatakan mundur pada Jumat (26/1/2024) untuk mengambil cuti sabatikal.

Klopp kembali ke Anfield untuk pertama kalinya sejak pengumuman mundur. Liverpool menjamu Norwich City pada putaran keempat Piala FA, Minggu (28/1) malam WIB.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fans Liverpool mengisi tribun dengan banner dan spanduk pujian dan terima kasih kepada Klopp. The Kopites turut menyanyikan anthem klub “You’ll Never Walk Alone”, serta lagu The Beatles “I Feel Fine” yang liriknya diubah menjadi sanjungan untuk Klopp.

Kamera televisi merekam momen Juergen Klopp terkesan dengan atmosfer para penggemar di Anfield. Pelatih 56 tahun itu tampak berkaca-kaca dan tertunduk menahan air mata.

Liverpool tampil digdaya menghadapi Norwich City. Darwin Nunez dkk sukses mengganyang tim tamu 5-2, sekaligus memastikan diri lolos ke 16 besar Piala FA.

Klopp angkat bicara soal dukungan yang diterimanya dari para penggemar Liverpool. Dia mengaku emosional dengan segala antusiasme yang diberikan fans.

“Ini emosional tetapi saya harus menenangkan diri. Saya menerima semua pesan. Saya terenyuh,” kata Klopp usai laga Liverpool vs Norwich City, dilansir dari The Sun.

“Atmosfer dan orang-orang yang menunjukkan segalanya kepada saya sungguh luar biasa. Saya menyukainya, hebat,” sambungnya.

“Saya tidak mengatakan jangan lakukan itu lagi, orang bisa melakukan apa yang mereka inginkan dan kami butuh atmosfer di lapangan. Untuk itu kami harap penonton untuk tidak memikirkan manajer,” Juergen Klopp menuturkan.

Simak Video “Alasan Klopp Pilih Tinggalkan Liverpool
[Gambas:Video 20detik]
(bay/cas)


Janji Leo/Daniel buat Fans Badminton di Final Indonesia Masters 2024


Jakarta

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin akan hadapi Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di final Indonesia Masters 2024. Mereka berharap dapat memberikan hasil yang manis!

Hal itu diungkapkan keduanya sebagai bentuk ucapan terima kasih atas dukungan badminton lovers yang tak jemu mendukung dan memberikan inspirasi The Babies di perhelatan turnamen BWF World Tour Super 500 Indonesia Masters sejak dimulai 23 Januari 2024.

“Kami memiliki penggemar terbaik, sulit untuk menemukan dukungan dan atmosfer seperti ini di tempat lain,” kata Leo seperti dikutip dari laman BWF.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini sangat luar biasa. Itu hanya bisa memacu kami, bukan membebani kami,” lanjutnya.

“Kami berterima kasih atas dukungan mereka. Mereka telah menginvestasikan waktu dan uang hasil jerih payah mereka untuk datang dan menyaksikan kami, jadi kami ingin memberikan sesuatu untuk dirayakan.”

Sejak Indonesia Masters diadakan pada tahun 2010, hanya dua kali pasangan Indonesia gagal meraih gelar juara ganda putra. Yaitu Indonesia Masters 2012 dan 2021.

Leo/Daniel sadar bahwa harapan dari para penonton adalah untuk menjaga tradisi tersebut. The Babies bertekad mewujudkan itu, walaupun langkah keduanya diprediksi berat.

Sebab, Leo/Daniel punya catatan buruk saat melawan Kim/Anders. Ganda berperingkat 11 dunia itu tercatat hanya tiga kali menang dalam delapan pertemuan dengan wakil Denmark tersebut.

Sementara Kim/Anders memimpin head to head dengan mengantongi lima kemenangan, termasuk pertandingan terakhir keduanya di Malaysia Open 2024 dengan skor 21-16, 21-10.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan kecil untuk membalas kekalahan tersebut,” ucap Daniel.

“Kami ingin memanfaatkannya, jadi kami harus mempersiapkan diri dengan baik dan siap menampilkan yang terbaik,” ujarnya.

(mcy/aff)

Striker Nigeria Ini Fans Berat Arsenal, Panaskan Rumor Transfer


Jakarta

Di tengah anggapan Arsenal butuh menajamkan lini depan, seorang striker yang sudah tampil trengginas musim ini mengaku sejak kecil nge-fans dengan the Gunners.

Kebutuhan Arsenal akan sosok baru di lini depan sudah membuat Meriam London dikaitkan dengan Ivan Toney pada bursa transfer musim dingin bulan Januari ini.

Hal itu terjadi setelah muncul anggapan bahwa Gabriel Jesus dan Eddie Nketiah tidak akan mampu menjadi bomber yang bisa membawa Arsenal juara di Liga Inggris.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring dengan hal tersebut, muncullah nama Victor Boniface. Ia adalah striker 23 tahun asal Nigeria, yang musim ini memamerkan ketajaman di Liga Jerman.

Boniface saat ini tengah menjalani musim pertamanya di Bundesliga, satu dari lima liga top Eropa, bersama Bayer Leverkusen. Ia sudah mengemas 16 gol dari 23 laga.

Di bawah polesan Xabi Alonso sebagai pelatih, Victor Boniface menjadi bagian dari skuad Bayer Leverkusen yang musim ini menjadi tim Jerman pertama yang tak terkalahkan di 25 laga awal musim — termasuk 16 laga di Bundesliga.

Yang kemudian mengundang rumor transfer adalah pengakuan Victor Boniface. Dalam podcast-nya John Obi Mikel, mantan pemain Chelsea, Boniface mengaku sebagai pendukung Arsenal.

“Buatku, aku sudah mendukung Arsenal seumur hidupku,” kata Victor Boniface seperti dilansir talkSport.

Di sisi lain potensi Victor Boniface berganti klub pada bulan Januari ini tampaknya kecil untuk terwujud. Ia masih harus absen sampai bulan April usai operasi cedera lutut.

Namun, tentu saja masih ada peluang Arsenal atau klub lainnya untuk memboyong Victor Boniface pada bursa transfer musim panas.

(krs/raw)

Chelsea Kalah, Caicedo Bikin Fans Marah


Middlesbrough

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itu yang dialami Moises Caicedo usai Chelsea dikalahkan Middlesbrough. Gara-gara kelalaiannya, Caicedo dimarahi fans.

Caicedo jadi starter saat Chelsea menyambangi markas Boro di Riverside Stadium, Rabu (10/1/2024) dini hari WIB, pada Leg 1 Semifinal Carabao Cup 2023/2024. Chelsea tentu jadi unggulan untuk bisa memenangi laga ini.

Tapi, Chelsea malah tampil kurang impresif dan kesulitan untuk membongkar pertahanan Boro. Yang ada gawang mereka malah bobol di pengujung babak pertama setelah Hayden Hackney menjebol jala Darde Petrovic.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skor 1-0 untuk keunggulan Boro bertahan hingga laga usai dan ini jadi beban berat untuk Chelsea mengejar kemenangan selisih dua gol di Stamford Bridge dua pekan lagi.

Apalagi Chelsea seharusnya tidak kalah di laga ini karena lebih dominan dengan 18 attempts, lima di antaranya tepat sasaran. Maka itu, harus ada yang jadi kambing hitam atas kekalahan ini.

Dia adalah Moises Caicedo yang gagal menjaga pergerakan Hackney saat menerima umpan tarik dari sisi kanan. Caicedo malah menghentikan laju larinya ke kotak penalti saat situasi serangan Boro tersebut.

Inilah yang membuat fans Chelsea di dunia maya kesal dan mempertanyakan mengapa pemain 115 juta paun tersebut melakukannya.

“Apa yang Caicedo lakukan? Dia malah berhenti berlari dan menaruh tangan di belakang,” ujar seorang fans yang disertai emoji ketawa seperti dikutip Daily Mail.

“Bisakah seseorang jelaskan kepada saya mengapa Caicedo malah menaruh tangan di belakang saat gol Boro?,” timpal fans lainnya.

Kritik serupa juga dilontarkan eks penyerang Chelsea Jimmy Floyd Hasselbaink yang mempertanyakan tugas Caicedo saat bertahan.

“Simpel saja sih, Anda hanya perlu menjaga pemain lawan, dan harus terus bersama mereka. Jaga terus sampai momen di mana Anda bisa menekel dan membuat mereka tidak bisa mencetak gol. Dia malah berhenti,” ujar Hasselbaink.

(mrp/rin)

Fans Sindir FIFA, UEFA, Juventus, hingga PSG


Dortmund

Laga Borussia Dortmund vs Newcastle United di Liga Champions jadi kesempatan suporter menyindir UEFA. FIFA, Juventus, hingga Paris Saint-Germain juga diledek.

Laga Dortmund vs Newcasle di Signal Iduna Park digelar pada Selasa (7/11/2023) malam waktu setempat. Fans tuan rumah menyiapkan sambutan lewat tifo raksasa.

Spanduk itu diberi tulisan, “Anda tidak peduli dengan olahraga ini, yang Anda pedulikan hanya uang,” tulis spanduk itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tifo lainnya juga mengecam Presiden FIFA, Gianni Infantino. Gambar Infantino disandingkan dengan bos Paris Saint-Germain, Nasser Al Khelaifi dan bos Juventus, Andrea Agnelli.

Infantino digambarkan memakai topi dengan tersemat tulisan,” Uang mengatur segalanya tentang saya,” tulisnya. Sementara Al Khelaifi digambarkan dengan telinga tersumpal uang, dan Agnelli mengenakan topi bertuliskan FIAT atau perusahaan milik keluarganya. Buku berjudul “How to Kill the Football atau Cara Membunuh Sepakbola” juga berada di tengah ketiganya.

Suporter dari Suedtribune Dortmund juga mengampanyekan situs www.nein-zur-cl-reform.de, yang berisi pernyataan sikap soal UEFA. Sebelumnya UEFA berencana menambah jumlah peserta dan pertandingan, yang dikecam cuma akal-akalan petinggi sepakbola Eropa mengeruk keuntungan.

“Ini tentang penggemar di depan layar dan peningkatan jumlah permainan yang dapat dikonsumsi di depan layar,” kata kelompok suporter tersebut.

“Hal ini menghasilkan pendapatan TV yang lebih tinggi dan karenanya lebih banyak uang untuk asosiasi dan klub – dengan mengorbankan pemain, penggemar, dan kompetisi nasional,” sindir fans.

Di laga itu, Dortmund bisa menang 2-0 atas Newcastle United. Gol dari Nicolas Fullkrug dan Julian Brandt membawa tuan rumah menjaga asa lolos ke 16 besar.

Kini Dortmund memimpin Grup F dengan 7 poin dari 4 laga. Wakil Bundesliga unggul dari Paris Saint-Germain (6), AC Milan (5), dan Newcastle United (4).

Simak Video “Sengit! Dortmund Menang Tipis atas Newcastle 1-0
[Gambas:Video 20detik]
(yna/adp)


Pioli: Wajar Fans Menyoraki Milan


Jakarta

Kalah dari Udinese, AC Milan disoraki suporternya sendiri. Pelatih Milan Stefano Pioli menilai fans memang pantas kesal dengan performa timnya.

Duel Milan vs Udinese di lanjutan Liga Italia digelar di San Siro, Minggu (5/11) dini hari WIB. Rossoneri kalah 0-1 dari tim tamu yang mencetak gol lewat penalti Roberto Pereyra.

Kekalahan ini memperpanjang laju buruk Milan. Olivier Giroud dkk. sudah tidak menang dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai pertandingan, suporter Milan meluapkan kekecewaannya. Suara sorakan suporter terdengar di San Siro.

Pioli mengakui Milan main jelek. Ia pun memaklumi jika suporter kecewa.

“Yang terjadi adalah kami tidak main seperti yang kami bisa dan mau. Makin kami menekan, makin kami kehilangan kejelasan dan kualitas,” ujar Pioli kepada Sky Sport Italia.

“Bahkan di pekan-pekan ketika hasil-hasilnya tidak sesuai, setidaknya performanya bagus. Hari ini kami tidak main bagus dan kami terlalu kacau.”

“Kami harus khawatir dengan hasil dan performanya. Kami tahu ini bisa saja sulit, karena Udinese tidak membiarkan Anda mendapat ritme, tapi seluruh penampilan tidak memenuhi standar kami.”

“Sekarang ini harus memberi kami motivasi untuk maju ke depan dan tampil lebih baik di banyak situasi.”

“Kami harus lebih baik. Wajar fans menyoraki dan khususnya menyoraki saya, karena ini bukan penampilan yang kami inginkan,” kata Pioli menambahkan.

Akibat kekalahan ini, AC Milan makin tertinggal dari Inter Milan di klasemen Liga Italia. Milan yang ada di posisi ketiga dengan 22 poin kini berjarak enam angka dari Inter yang ada di puncak.

(nds/krs)