Tag: Faktor

Ada Faktor Non-teknis di Balik Sukses Arema FC Lolos dari Jerat Degradasi

Bola.net – Kuncoro buka suara ihwal sukses timnya secara dramatis lolos dari jerat degradasi BRI Liga 1 2023/2024. Asisten pelatih Arema FC ini mengaku bahwa sukses mereka lepas dari jerat degradasi tak semata ditentukan oleh faktor teknis.

Menurut Kuncoro, soal teknis memang menjadi faktor penting di balik sukses mereka lolos dari jerat degradasi. Namun, menurut pelatih berlisensi A AFC ini, ada hal lain yang jauh lebih penting.

“Alhamdulillah, ini semua tak lepas dari kuasa Allah,” ucap Kuncoro, kepada Bola.net.

“Kami ini kan hanya berusaha. Namun, semua kembali ke tangan Allah,” sambungnya.

Selain itu, menurut Kuncoro, ada hal lain yang juga jadi kunci sukses timnya. Mereka, sambung pelatih 53 tahun tersebut, kian kuat setelah menemukan lagi kebersamaan, yang sempat luntur.

“Kalau dibilang, selain berkah dari Allah, kebersamaan itulah kuncinya. Dengan guyub, kami mampu menyatukan lagi tujuan dan bisa lebih baik dalam menjalani sisa kompetisi,” tutur Kuncoro.

Arema FC sebelumnya lolos secara dramatis dari jerat degradasi pada BRI Liga 1 2023/2024. Klub berlogo singa mengepal ini menempati peringkat ke-15 klasemen akhir, dengan catatan 38 angka dari 34 laga.

Lolosnya Arema FC sendiri bisa dibilang sangat dramatis. Pasalnya, nasib mereka harus ditentukan sampai matchday terakhir regular series.

Lolosnya Arema FC kian dramatis karena juga ditentukan oleh hasil tim lain. Jika RANS Nusantara FC menang pada laga terakhir mereka kontra PSM Makassar, bisa jadi nasib mereka akan lain.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


Kekuatan Mental, Faktor Utama Kemenangan Persebaya Surabaya Atas Arema FC

Bola.net – Paul Munster membeber kiat di balik sukses anak asuhnya meraih kemenangan pada lanjutan BRI Liga 1 2023/2024, kontra Arema FC. Pelatih Persebaya Surabaya tersebut menilai bahwa kemenangan tersebut tak lepas dari kekuatan mental anak asuhnya pada laga ini.

Menurut Munster, pada laga ini, ia meminta para pemain untuk fokus ke diri mereka sendiri. Pelatih asal Irlandia Utara ini juga menyebut bahwa para pemainnya harus bisa beradaptasi dengan situasi yang ada.

“Pemain memahami bahwa ini bukan cuma adu taktik, tapi juga mental. Ini laga derbi,” kata Munster, usai laga.

“Kami juga fokus dan konsentrasi, Seperti yang dilihat malam ini, di lapangan. Kemenangan ini juga untuk semua orang,” ia menambahkan.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya sukses meraih kemenangan pada laga pekan ke-30 mereka di BRI Liga 1 2023/2024, kontra Arema FC. Pada laga yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali, Rabu (27/3/2024), mereka menang dengan skor 1-0.

Gol tunggal kemenangan Persebaya pada laga ini dicetak Yan Victor pada menit 40.

Dengan kemenangan ini, Persebaya Surabaya naik ke posisi sepuluh klasemen. Bajul Ijo mengoleksi 39 poin dari 30 pertandingan yang mereka jalani.

Sementara, dengan kekalahan ini, Arema FC masih terpaku di peringkat ke-15 klasemen sementara. Mereka mengoleksi 31 angka dari 30 laga.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


Faktor Usia, Greg Nwokolo Akui Sudah Berada di Pengujung Karier

Bola.net – Greg Nwokolo melontarkan sebuah ‘spekulasi’ terkait masa depan kariernya di lapangan hijau. Setelah lebih dari dua dasawarsa berkecimpung di sepak bola profesional, pemain berdarah Nigeria ini bakal segera mengucapkan selamat tinggal kepada lapangan hijau.

Spekulasi soal kariernya yang akan segera berakhir ini diungkapkan Greg dalam acara siniar di kanal Sport77 Official.

“Saat ini lagi di ujung-ujung karier,” ucap Greg.

“Lagi di ujung karier, (saya) sudah berumur,” sambung pemain berusia 37 tahun tersebut.

Greg tak menampik bahwa masih ada sejumlah pemain yang mampu tetap bermain di kancah sepak bola profesional pada usia senja mereka. Salah satunya adalah eks rekan satu timnya, Keith Kayamba Gumbs, yang tetap bermain sepak bola profesional sampai usia 42 tahun.

Namun, menurut mantan penggawa Timnas Indonesia ini, kondisi tiap orang berbeda.

“Selain itu, zamannya juga berbeda. Kalau zaman Gumbs, belum ada media yang sedikit-sedikit bilang pemain sudah tua,” tukas Greg.

“Belum ada juga anak kecil yang nggak paham bola, yang bilang, ‘Ah, pemainnya sudah tua. Sudah nggak kuat lari.’ Waktu itu, kita hanya lihat performa. Kalau hanya lihat performa, kita masih bisa,” sambungnya.