Tag: Europa

Kapten Atalanta Sedih Absen di Final Liga Europa 2023/2024


Dublin

Atalanta takkan diperkuat kaptennya Marten de Roon di final Liga Europa 2023/2024. De Roon mengaku sedih harus absen di laga sepenting itu.

Atalanta akan berebut trofi Liga Europa menghadapi Bayer Leverkusen di Aviva Stadium, Dublin, Kamis (23/5/2024) malam WIB. Ini adalah final pertama Atalanta di kompetisi Eropa.

Sayangnya, Atalanta mendapat kabar buruk untuk laga ini. Kapten sekaligus gelandang andalan Marten De Roon harus absen karena lututnya cedera saat dikalahkan Juventus di final Coppa Italia pekan lalu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehilangan De Roon tentu merugikan Atalanta mengingat peran pentingnya di lini tengah. De Roon tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena gagal tampil di final Liga Europa.

Tapi, sebagai pemimpin rekan-rekannya, De Roon tetap ikut ke Dublik untuk memberikan semangat kepada tim. Bahkan De Roon ikut sesi jumpa pers jelang laga final, yang sejatinya tidak wajib diikuti karena kondisinya lagi cedera.

De Roon berharap kehadirannya di pinggir lapangan nanti bisa menyemangati rekan-rekannya untuk bisa mengalahkan Leverkusen.

“Kemarin saya gabung dengan tim lagi dan saya ada di sini untuk memberikan aura positif kepada tim. Seperti biasanya, saya selalu tersenyum. Kami ingin menang, baik dengan atau tanpa saya di lapangan; itu yang paling penting,” ujar De Roon di situs resmi UEFA.

“Ini adalah periode sulit untuk saya; sulit menerima kenyataan bahwa saya harus absen di laga final ini. Tapi menyenangkan melihat betapa banyak orang yang mencintai saya dan saya pun demikian,” De Roon menyikapi banner dukungan fans di depan rumahnya di Bergamo.

“Saya selalu bicara dengan rekan-rekan saya, bahkan ketika saya bermain. Dari bench, saya akan lebih sering berteriak ketimbang biasanya.”

Marten De Roon tampil 46 kali di seluruh ajang musim ini dengan torehan lima assist.

(mrp/pur)

Harvey Elliott Ingin Persembahkan Trofi Liga Europa untuk Klopp


Jakarta

Juergen Klopp belum pernah merasakan trofi Liga Europa. Harvey Elliott ingin meraih trofi itu untuk dipersembahkan ke Klopp sebagai tanda perpisahan.

Klopp telah memutuskan rehat dari dunia sepakbola di akhir musim ini. Hal itu sekaligus menandai akhir perjalanan Klopp bersama Liverpool.

Dalam karier kepelatihannya, Klopp sudah memenangkan titel bergengsi seperti Liga Jerman, Premier League, hingga Liga Champions. Di antara kariernya bersama Mainz 05, Borussia Dortmund, dan Liverpool, hanya Liga Europa yang belum pernah dimenangkannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klopp sebetulnya sempat merasakan tampil di final Liga Europa pada 2016. Namun, Liverpool gagal menjadi juara setelah dikalahkan Sevilla.

“Ini juga merupakan trofi hebat yang harus kami menangkan. Dan saya pikir dengan keadaan yang terjadi dan kepergian pelatih di akhir musim, mengakhiri musim dengan meraih kemenangan akan menjadi cara terbaik,” kata Elliott, yang dikutip dari situs resmi Liverpool.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa sebagai pemain untuk memastikan hal itu terjadi. Kami hanya ingin memberikan segalanya kepada pelatih, dia sangat berpengaruh dalam karier kami,” sambungnya.

Liverpool sudah berada di perempatfinal Liga Europa pada musim ini. Si Merah menjamu Atlanta di leg pertama, Jumat (12/4/2024) dini hari WIB.

Simak Video “‘Bocil-bocil’ Liverpool Sungkurkan Chelsea, Klopp: Istimewa!
[Gambas:Video 20detik]
(ran/bay)

Roma Jomplang di Serie A & Liga Europa, Mourinho: Lawannya Beda Kelas


Roma

AS Roma mengukir start berbeda di Serie A dan Liga Europa. Jose Mourinho blak-blakan menyebut lawan-lawan di dua kompetisi itu beda kelasnya.

AS Roma memulai Serie A musim ini dengan terseok-seok. Giallorossi baru dua kali menang dari tujuh laga, dengan dua kali berimbang dan tiga kali kalah.

Pasukan Mourinho pun tercecer di posisi 13 dengan delapan poin. Sementara situasinya sangat berbeda di Liga Europa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roma memenangi dua partai pertama mereka, masing-masing melawan Sheriff Tiraspol dan Servette. Mereka menang 2-1 di markas Sheriff lalu melibas Servette 4-0 di Olimpico, Jumat (6/10/2023) dini hari WIB tadi.

Soal perbedaan laju ini, Mourinho enggan melebih-lebihkan pencapaian timnya. Baginya memang secara kelas, lawan-lawan di Liga Europa masih di bawah tim-tim Serie A kecuali Slavia Praha.

“Ada perbedaan di lawan. Tim-tim Serie A jauh lebih sulit dihadapi ketimbang, dengan segala hormat, Sheriff dan Servette,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

“Kami memetik enam poin, tapi itu sudah diperkirakan. Karena bahkan dengan perubahan-perubahan di tim, kami masih tim yang lebih kuat. Semua tim Serie A lebih kuat dari dua tim ini.”

“Slavia Praha beda cerita. Mereka tim yang sangat bagus, yang bisa saja masuk ke Liga Champions dengan mudah. Kalau Anda menghadapi Servette dan Sheriff, Anda wajib mengemas 12 poin dari empat pertandingan,” imbuhnya.

Roma sementara di posisi dua Grup G Liga Europa dengan enam poin dari dua laga, kalah selisih gol dari Slavia Praha. Servette dan Sheriff di posisi tiga, sama-sama tanpa poin sejauh ini.

(raw/krs)