Nottingham

Mantan wasit Premier League, Mike Dean, menyoroti gol Darwin Nunez ke gawang Nottingham Forest. Menurutnya ada kesalahan terjadi sebelum terjadinya gol.

Liverpool susah payah merebut poin penuh saat menghadapi Nottingham Forest di City Ground, Sabtu (2/3/2024). Merseyside Merah menang 1-0 lewat gol Nunez di menit ke-99.

Pada detik-detik akhir sebelum pluit panjang berbunyi, Nunez berhasil menanduk masuk umpan Alex Mac Allister. Nottingham Forest tak punya cukup waktu untuk mengejar ketertinggalan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah euforia kemenangan Liverpool, muncul dugaan eror yang dilakukan wasit Mike Tierney sebelum terjadinya gol. Tepatnya saat insiden tabrakan Caoimhin Kelleher dengan Ibrahima Konate kala mengantisipasi sepak pojok Nottingham.

Wasit Tierney menghentikan permainan karena Konate tergeletak di saat bola ada di kaki pemain Nottingham, Callum Hudson-Odoi. Setelah Konate bangkit, bola drop ball justru dimulai lagi dari Kelleher dan bukan Hudson-Odoi.

Kelleher tidak memberikan bola ke Hudson-Odoi dan malah mengopernya langsung ke pemain Liverpool. Serangan balik The Reds ini bermuara pada gol yang dicetak Darwin Nunez.

“Sayangnya, itu adalah sebuah kesalahan dan buruk, karena pada akhirnya berujung pada gol. Hukum menyatakan siapa pun yang menguasai bola terakhir saat permainan dihentikan, bola akan dikembalikan kepada mereka. Callum Hudson-Odoi jelas menguasai bola, dan bola seharusnya dikembalikan ke Nottingham Forest,” kata Mike Dean kepada Sky Sports News.

“Telah terjadi dampak besar dan memang demikian, ini adalah kesalahan besar wasit pertandingan. Ini adalah sesuatu yang harus mereka jalani dan pelajari – ini adalah eror, kita semua tahu itu adalah kesalahan,” wasit Premier League periode 2000-2022 ini menambahkan.

“Benar [kami memusatkan perhatian pada hal ini] karena insiden tersebut melanggar hukum. Ini adalah kesalahan yang sangat besar. Aturan drop ball ada karena suatu alasan,” Mike Dean menuturkan.

Nottingham Forest menunjukkan ketidakpuasan atas keputusan wasit selepas pertandingan. Pemilik The Garibaldi, Evangelos Marinakis, mengejar sang juru adil beserta ofisial keempat hingga ke ruang ganti.

(bay/nds)