Tag: Eks

Eks Tottenham soal Performa Raya Lawan Bayern: Kiper Tuh?


Jakarta

David Raya menjadi sorotan dalam hasil imbang Arsenal melawan Bayern Munich. Eks Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, sampai mempertanyakan kualitas Raya sebagai kiper.

Arsenal harus puas bermain imbang 2-2 melawan Bayern di Emirates Stadium dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions, Rabu (10/4/2024) dini hari WIB. Raya dikritik terkait lemahnya dalam upaya menyelamatkan eksekusi Harry Kane.

Mantan striker Tottenham itu sukses mengecoh Raya. Kane mengarahkan bola ke sisi berlawanan gerak Raya, yang cuma bisa berlutut tak berdaya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Lihatlah Raya. Apakah orang ini seorang kiper? Kane bahkan tidak bergerak, tapi Raya sudah terjatuh lebih dulu,” kata Van der Vaart dalam pembicaraannya di televisi Belanda, yang dikutip dari Daily Mail.

Raya sebetulnya juga punya andil dalam gol pertama Tottenham. Kiper asal Spanyol itu maju sampai nyaris ke tengah lapangan dalam situasi yang tak bahaya dan membuat Gabriel Magalhaes tampak panik.

Gabriel mencoba untuk terus menguasai bola meski mendapatkan tekanan dari Kane. Di sisi lain, Raya sangat lambat untuk kembali ke kotak penalti.

Bola kemudian coba dioper Gabriel ke tengah lapangan tanpa menoleh. Jakub Kiwior gagal mengontrol bola, yang kemudian jatuh di kaki lawan untuk diarahkan ke Leon Goretzka.

Bek-bek Arsenal kemudian kocar-kacir. Goretzka dengan cerdik menyodorkan bola ke kotak penalti yang dituntaskan Serge Gnabry.

Simak Video “Arsenal Vs Bayern Munich, Arteta: Saya Pengagum Berat Thomas Tuchel
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)

Eks Wasit Premier League Sebut Ada Eror Sebelum Gol Darwin Nunez


Nottingham

Mantan wasit Premier League, Mike Dean, menyoroti gol Darwin Nunez ke gawang Nottingham Forest. Menurutnya ada kesalahan terjadi sebelum terjadinya gol.

Liverpool susah payah merebut poin penuh saat menghadapi Nottingham Forest di City Ground, Sabtu (2/3/2024). Merseyside Merah menang 1-0 lewat gol Nunez di menit ke-99.

Pada detik-detik akhir sebelum pluit panjang berbunyi, Nunez berhasil menanduk masuk umpan Alex Mac Allister. Nottingham Forest tak punya cukup waktu untuk mengejar ketertinggalan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah euforia kemenangan Liverpool, muncul dugaan eror yang dilakukan wasit Mike Tierney sebelum terjadinya gol. Tepatnya saat insiden tabrakan Caoimhin Kelleher dengan Ibrahima Konate kala mengantisipasi sepak pojok Nottingham.

Wasit Tierney menghentikan permainan karena Konate tergeletak di saat bola ada di kaki pemain Nottingham, Callum Hudson-Odoi. Setelah Konate bangkit, bola drop ball justru dimulai lagi dari Kelleher dan bukan Hudson-Odoi.

Kelleher tidak memberikan bola ke Hudson-Odoi dan malah mengopernya langsung ke pemain Liverpool. Serangan balik The Reds ini bermuara pada gol yang dicetak Darwin Nunez.

“Sayangnya, itu adalah sebuah kesalahan dan buruk, karena pada akhirnya berujung pada gol. Hukum menyatakan siapa pun yang menguasai bola terakhir saat permainan dihentikan, bola akan dikembalikan kepada mereka. Callum Hudson-Odoi jelas menguasai bola, dan bola seharusnya dikembalikan ke Nottingham Forest,” kata Mike Dean kepada Sky Sports News.

“Telah terjadi dampak besar dan memang demikian, ini adalah kesalahan besar wasit pertandingan. Ini adalah sesuatu yang harus mereka jalani dan pelajari – ini adalah eror, kita semua tahu itu adalah kesalahan,” wasit Premier League periode 2000-2022 ini menambahkan.

“Benar [kami memusatkan perhatian pada hal ini] karena insiden tersebut melanggar hukum. Ini adalah kesalahan yang sangat besar. Aturan drop ball ada karena suatu alasan,” Mike Dean menuturkan.

Nottingham Forest menunjukkan ketidakpuasan atas keputusan wasit selepas pertandingan. Pemilik The Garibaldi, Evangelos Marinakis, mengejar sang juru adil beserta ofisial keempat hingga ke ruang ganti.

(bay/nds)


Eks Barcelona: Xavi Terlalu Banyak Mengeluh


Jakarta

Mantan pemain Barcelona Emmanuel Petit mengomentari kiprah Xavi Hernandez hingga memutuskan hengkang. Petit menilai Xavi terlalu banyak mengeluh.

Xavi telah mengumumkan akan meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini kendati masih terikat kontrak sampai 2025. Pelatih berusia 44 tahun itu merasa klub butuh perubahan demi memperbaiki performa musim depan.

Usai sukses membawa Barcelona juara LaLiga dan Piala Super Spanyol musim lalu, Xavi menghadapi kesulitan pada musim ini. Selain tercecer dalam persaingan di LaLiga, Barcelona sudah kehilangan trofi di Piala Super Spanyol dan Copa del Rey.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal kritik yang banyak diterima Xavi, Petit memahami jika Barcelona memang menghadapi banyak masalah di dalam dan luar lapangan. Namun, eks pemain Prancis itu tidak bersimpati dengan cara Xavi menghadapinya.

“Xavi mengeluh soal banyak hal selama beberapa bulan terakhir. Wasit, uang, pemain yang tidak fit, dan tidak memberi 100%. Dia selalu mencoba menemukan alasan berbeda untuk musim sulit yang sedang mereka lewati,” ujar Petit kepada AS.

“Dia bilang dia tidak dihargai: inilah harga yang harus dibayar ketika Anda melatih klub besar. Ancelotti melewati hal yang sama di PSG.”

“Ada banyak pelatih hebat, punya banyak gelar, tapi tiba-tiba situasinya berubah. Tidak sama lagi. Jadi inilah harga yang harus dibayar ketika Anda ingin melatih klub top. Sesederhana itu,” katanya.

Simak Video “Laporta Terima Pengunduran Diri Xavi dari Barcelona
[Gambas:Video 20detik]
(nds/mrp)

Santunnya Eks Pelatih PSM di Piala Asia 2023


Jakarta

Petar Segrt akan tampil di Piala Asia 2023 bersama Tajikistan. Jelang laga, kesantunan mantan pelatih PSM Makassar itu menuai sorotan.

Tajikistan masuk di Grup A pada Piala Asia 2023 bersama Qatar, Lebanon, dan China. Ini adalah debut kesertaannya di turnamen tertinggi se-Asia.

Pertandingan pertama Tajikistan melawan China di Abdullah bin Khalifa Stadium, Sabtu (13/1/2024) malam WIB. Sehari sebelum pertandingan, Petar Segrt selaku pelatih Tajikistan melakukan konferensi pers.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, saat masuk ke ruangan konferensi pers, Petar Segrt tidak langsung duduk di kursinya. Dia malah berkeliling untuk menyalami awak media yang ada di ruangan.

[Gambas:Instagram]

Dari video yang diunggah akun AFC Asian Cup, terlihat ada beberapa wartawan yang tampak kaget saat disalami Petar Segrt. Pemandangan ini tentu sesuatu hal yang sangat jarang terjadi dan betapa menunjukkan bahwa Petar Segrt memang selalu menjadi pribadi yang baik.

Petar Segrt telah malang melintang di berbagai negara sebagai pelatih. Pria berusia 57 tahun itu pernah menangani tim asal Indonesia, yakni Bali Devata dan PSM Makassar.

Segrt juga punya hubungan baik dengan suporter PSM Makassar. Kepergiannya pada 2013 bahkan sempat membuat sedih hati para suporter.

Segrt pernah melakukan hal gila di PSM. Dia membantu keuangan beberapa pemain di saat klub bermasalah dengan keuangan. Hal tersebut saat ini juga dilakukan Bernardo Tavares di PSM.

Melatih dengan hati ini pula yang mungkin membuat Segrt berhasil membawa Tajikistan tampil di Piala Asia 2023. Dia sebelumnya juga membantu Tajikistan menjadi juara di ajang King’s Cup dan Merdeka Tournament.

(ran/krs)


Chelsea Mau Jual Conor Gallagher, Kena Roasting Eks Pemain


London

Chelsea berencana menjual Wakil Kapten Conor Gallagher dengan motif finansial. Sebuah langkah yang mengundang keheranan dan tanda tanya eks pemainnya.

Chelsea dikabarkan membuka diri terhadap tawaran untuk Conor Gallagher. Pemain didikan akademi The Blues itu disebut menarik minat Tottenham Hotspur.

Motifnya adalah menyeimbangkan neraca keuangan. Chelsea sudah berbelanja amat besar dalam setahun terakhir, tembus 1 miliar paun, untuk belanja pemain.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan klub saat ini tak tampil baik, hanya ada sedikit nama yang tampil menonjol dan ‘bisa’ dijual. Salah satunya adalah Gallagher, yang praktis kini naik jabatan jadi kapten tim di tengah cederanya Reece James dan Ben Chilwell.

Keputusan Chelsea ini bikin eks gelandangnya, Emmanuel Petit, dan juga kalangan suporter terheran-heran. Setelah memproyeksikannya sebagai andalan baru usai peminjaman di Crystal Palace, kini malah mau dijual ke rival sekota, Tottenham Hotspur.

“Saya memahami rasa frustrasi para pendukung Chelsea dengan Gallagher berpotensi ke Tottenham. Tahu enggak, saya kaget membacanya di koran-koran, saya berpikir ‘Dagelan apa ini?’ Apa sih ini, setelah memintanya kembali dari Crystal Palace,” kata Petit kepada DAZN dikutip Football365.

“Dia menikmati hidup di sana, permainannya di sana, dia sedang akan berkembang sebagai pemain berbeda, dan mereka memintanya kembali. Mereka membeli ‘ribuan’ pemain dan sekarang karena butuh uang, mereka akan menjual mungkin salah satu pemain terbaik mereka, terlebih lagi seorang pemain Inggris.”

“Kayaknya mereka tak belajar dari kesalahan, karena itu terjadi dengan Mason Mount. Jadi tujuannya apa sih? Maksudnya, sangat penting buat para suporter untuk punya pemain-pemain Inggris di tim. Buat saya, identitas di tim itu penting.”

“Kalau mau menjual Gallagher karena menghabiskan lebih dari 1 miliar paun untuk transfer dalam setahun, maka Anda tak tahu apa yang Anda lakukan di klub. Tapi lebih dari itu, jualnya ke Tottenham, tetangga sendiri, salah satu rival terbesar di Premier League? Ayolah,” imbuh eks pemain timnas Prancis ini.

Simak Video “Chelsea Bungkam Crystal Palace dengan Skor Tipis 2-1
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)

Eks Petinggi Klub Liga 1 Beber Modus Vigit Waluyo dan Rekan-Rekannya, Termasuk Mencatut Nama Pelatih dan Pemain

Bola.net – Sepak terjang Vigit Waluyo di kancah sepak bola Indonesia menjadi rahasia umum. Pria yang baru ditetapkan sebagai tersangka kasus match fixing tersebut dikenal sebagai salah satu tokoh kontroversial yang memiliki banyak relasi di lapangan hijau.

Namun, ada beberapa pihak yang mengaku tak mau terlalu dekat dengan sosok putra pemilik Gelora Dewata, H. Mislan, tersebut. Mereka memilih menjaga jarak karena tak mau namanya dicatut oleh Vigit dalam aksinya tersebut.

“Sudah kondang kalau ia kerap mencatut nama kami, termasuk pelatih dan pemain, untuk memudahkannya berkomunikasi dengan bandar,” tutur salah seorang mantan petinggi klub Liga 1, kepada Bola.net, beberapa waktu lalu.

“Sebetulnya, itu bukan hanya modus Vigit. Kolega-koleganya juga banyak yang melakukan hal serupa,” sambung pria yang tak mau namanya dipublikasi ini.

Menurut petinggi klub asal Jawa Timur ini pun membeber modus yang kerap digunakan Vigit dan rekan-rekannya untuk mencatut nama petinggi klub, pelatih, atau pemain. Biasanya, jelang pertandingan, mereka akan menghubungi personel tim yang bersangkutan.

“Biasanya cukup lewat telepon. Seringnya mereka tidak membahas soal pertandingan. Mereka biasanya cuma menanyakan kabar dan berbasa-basi sebentar,” katanya.

“Nah, bukti telepon inilah yang kerap diomongkan ke bandar bahwa ia sudah mengkondisikan kami. Jadi, meski kami tidak ada urusan apa pun dengannya, kami ini sering disangkutpautkan. Nama kami dijual,” ia menambahkan sembari terbahak.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Sungguh Ironis, Dulu Punya 4 Eks Pemain Premier League, Kini Mitra Kukar Mundur dari Liga 3

Bola.net – Mitra Kukar tengah menjadi sorotan di sepak bola nasional. Pasalnya, klub asal Kalimantan Timur itu dikabarkan memutuskan untuk mundur dari kompetisi Liga 3 musim ini.

Mitra Kukar seharusnya bermain di Liga 3 Kalimantan Timur (Kaltim) North Districk yang akan digelar di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, pada 15-29 Desember 2023.

Naga Mekes juga semestinya bersaing dengan Persikutim Kutai Timur, Berau FC, Persikubar Kutai Barat, Sangkulirang FC, ACN Muara Badak FC, Persisam United, dan Kartanegara FC.

Namun, lewan akun Instagramnya, @pssikaltim, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim mengabarkan bahwa Mitra Kukar menarik diri dari Liga 3 musim ini.

1 dari 3 halaman

Bukan karena Finansial

Bukan karena Finansial

Mitra Kukar (c) Fitri Apriani

“Tidak sama sekali. Kalau urusan finansial tidak ada masalah, tapi kami mundur karena tim ini belum ada persiapan sama sekali,” ujar manajer Mitra Kukar, Nor Alam, terkait alasan pengunduran diri Naga Mekes dinukil dari Koran Kaltim.

Era 2010-an, Mitra Kukar pernah menjadi tim yang disegani berkat sokongan dari Endri Erawan, yang kini menjadi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, dan Roni Fauzan.

Mitra Kukar promosi ke kasta teratas Liga Indonesia pada 2011/2012 dan memiliki pencapaian yang konsisten sebelum terdegradasi pada 2018.

2 dari 3 halaman

Tim yang Disegani

Tim yang Disegani

Mohamed Sissoko kala masih memperkuat Mitra Kukar (c) Mitra Kukar

Naga Mekes bahkan pernah back to back mengunci peringkat ketiga Indonesia Super League (ISL) pada 2013 dan Wilayah Timur 2014.

Saking seriusnya berkancah di divisi teratas Liga Indonesia, Mitra Kukar sempat mempunyai empat pemain berlabel Liga Inggris.

Keempatnya adalah mantan penyerang Everton, Marcus Bent yang direkrut pada 2011, eks bek Sunderland, Roy O’Donovan pada 2015, bekas gelandang Liverpool dan Juventus, Mohammed Sisoko pada 2017, dan mantan pemain Liverpool dan Newcastle United, Danny Guthrie, pada 2018.

3 dari 3 halaman

Juara Piala Jenderal Sudirman 2015

Juara Piala Jenderal Sudirman 2015

Mitra Kukar (c) Mustopa El Abdy

Sementara, pemain lokal ternama yang pernah memperkuat Mitra Kukar antara lain Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi, Fadil Sausu, Zulham Zamrun, Zulkifli Syukur, Bayu Pradana, hingga Ilija Spasojevic.

Prestasi terbaik Mitra Kukar dalam dua dekade terakhir selain promosi ke ISL yang kini menjadi Liga 1, adalah menjuarai Piala Jenderal Sudirman 2015 setelah mengalahkan Semen Padang di babak final.

Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adi Yaksa, Benediktus GP) 13 Desember 2023


Eks Kiper Persija dan Persib Beber Penyerang-Penyerang Berbahaya Versinya, Termasuk Pemain Naturalisasi Gagal

Bola.net – Shahar Ginanjar merupakan kiper yang sudah banyak makan asam garam di lapangan hijau. Ia pernah memperkuat sejumlah klub. Bahkan, pemain berusia 33 tahun tersebut pernah membawa Persib Bandung, Mitra Kukar, dan Persija Jakarta meraih gelar juara.

Dengan pengalaman segudang tersebut, Shahar tentu sudah banyak dengan penyerang-penyerang hebat dengan kemampuan membobol gawang di atas rerata.

Dalam siniar di kanal Sport77 Official, Shahar membeber nama-nama penyerang yang sangat berbahaya dalam membobol gawang lawan. Tak hanya penyerang tim lawan, penggawa Kalteng Putra tersebut juga menyebut nama penyerang yang sempat menjadi rekan satu timnya.

Nama pertama yang disebut Shahar, dalam siniar tersebut, adalah Sergio van Dijk. Van Dijk sempat menjadi rekan satu tim Shahar di Persib Bandung.

“Ketika di Persib, saya bilang ia adalah striker paling bagus,” ucap Shahar.

“Ketika baru datang, ia sudah mencetak berapa gol? Heading punya, shooting punya,” sambungnya.

Selain itu, Shahar juga menyebut nama Safee Sali, penyerang Malaysia yang pernah sama-sama berkostum Pelita Jaya dengannya, sebagai penyerang bagus. Safee, sambungnya, memiliki sepakan yang keras.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


Ini Dia Tanggapan Eks Kiper Persija dan Persib Soal Maraknya Kiper Asing di Indonesia

Bola.net – Maraknya kiper asing di kompetisi Indonesia saat ini mendapat tanggapan Shahar Ginanjar. Eks penjaga gawang Persija Jakarta dan Persib Bandung ini menilai bahwa keputusan klub menggunakan kiper asing di Indonesia tak terlalu efektif.

“Rasanya, bagi saya, klub akan rugi kalau mendatangkan kiper asing,” ucap Shahar, dalam siniar di kanal Sport77 Official.

“Di kita masih banyak kiper berkualitas, menurut saya, tinggal dikuatkan beknya dan penyerangnya dibaguskan. Kalau menurut saya seperti itu,” sambungnya.

Musim ini, banyak kiper asing berkiprah di kompetisi BRI Liga 1. Tercatat, ada setengah lusin penjaga gawang asing yang bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini. Mereka adalah Kevin Ray Mendoza (Persib Bandung), Lucas Frigeri (Madura United), Adilson Maringa (Bali United), Julian Schwarzer (Arema FC), Anthony Pinthus (PSS Sleman), Sonny Stevens (Dewa United).

Dari enam nama ini, Adilson Maringa merupakan sosok yang paling berpengalaman. Musim lalu, kiper asal Brasil ini sudah memperkuat Arema FC.

Kedatangan kiper asing di Indonesia sendiri bukan terjadi baru-baru saja. Pada awal 1980-an, Niac Mitra pernah menggunakan jasa kiper asal Singapura, David Lee. Selain itu, ada sejumlah kiper asing yang pernah berkiprah di Indonesia, termasuk pelatih kiper Timnas Indonesia saat ini, Yoo Jae-hoon.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Argentina Vs Mali Nuansa Duel Eks Bundesliga


Jakarta

Argentina vs Mali tersaji dalam perebutan tempat ketiga di Piala Dunia U-17 2023. Ini menjadi duel juru taktik eks pemain Bundesliga.

Duel Argentina vs Mali berlangsung di Stadion Manahan, Jumat (1/12/2023) malam WIB. Albiceleste tersingkir setelah kalah adu penalti melawan Jerman dan Mali dikalahkan Prancis.

Pertemuan ini sekaligus berbau aroma Bundesliga Jerman. Pelatih Argentina, Diego Placente, pernah memperkuat Bayer Leverkusen pada 2001 sampai 2005.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih Mali, Soumaila Coulibaly, juga pernah memperkuat klub Bundesliga seperti SC Freiburg dan Borussia Moenchengladbach. Dia memulai di level tertinggi kompetisi Jerman sejak awal 2000.

“Saya tahu dia main juga di Bundesliga, tapi saya tidak tahu banyak permainannya,” kata Coulibaly dalam rilis LOC Piala Dunia U-17 2023.

Coulibaly berharap duel melawan Argentina bakal bermain terbuka. Dia menegaskan di ajang ini tidak ada tim yang lebih baik.

“Saya pikir besok para pemain (kedua tim) akan saling bermain terbuka. Karena di turnamen U-17, sebenarnya tidak ada satu tim yang lebih baik dari tim lainnya. Misalnya Prancis dan Jerman, mereka bukan favorit tetapi ternyata bisa sampai ke final,” tambahnya.

Simak Video “Prancis Terancam Didiskualifikasi dari Piala Dunia U-17 Gegara ‘Pemain Ilegal’
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)