Tag: Dirinya

Dembele Bilang Dirinya Terjebak di Barcelona… Maksudnya?


Barcelona

Ousmane Dembele mengaku memang gagal bersinar di Barcelona. Itu karena, dirinya terjebak untuk selalu bermain sebagai penyerang sayap.

Ousmane Dembele sejatinya adalah salah satu pembelian termahal Barcelona. Barca membelinya dari Borussia Dortmund di musim panas 2017 seharga 135 juta Euro atau setara Rp 2,3 triliun kini.

Ousmane Dembele cuma mencatatkan 185 penampilan selama enam tahun berseragam Barcelona. Badai cedera kerap menghantuinya, bikin performanya mandek!


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ousmane Dembele kemudian pindah ke Paris Saint-Germain (PSG) di musim panas 2023, dengan harga cuma 50 juta Euro. Dembele menjelma jadi mesin assist di bawah polesan Luis Enrique.

Dembele mengaku bahagia dengan pelatih Enrique. Sebab, dirinya bisa bebas bermain di lini serang.

“Enrique memberikan saya banyak kebebasan dibanding ketika saya di Barcelona dulu. Dia membiarkan saya untuk menusuk ke tengah, bermain sebagai nomor 10, atau jadi false nine. Saya lebih bebas,” jelasnya dilansir dari AS.

“Di Barcelona, saya terjebak jadi penyerang sayap melulu,” tambahnya.

Ousmane Dembele kini punya beban berat di PSG untuk jadi penerus Kylian Mbappe yang cabut ke Real Madrid. Di musim pertamanya kemarin, pemain berusia 27 tahun tersebut catatkan 42 penampilan di seluruh kompetisi dan menyumbang 16 assist plus enam gol.

Akankah Dembele mampu jadi bintang baru PSG di musim depan?

(aff/pur)

Jorge Lorenzo Ibaratkan Bagnaia seperti Robot, Mirip dengan Dirinya


Jakarta

Juara dunia MotoGP tiga kali Jorge Lorenzo menyebut Francesco ‘Pecco’ Bagnaia yang seperti robot adalah favorit kuat di MotoGP 2024.

Menurut Lorenzo, Bagnaia akan menjadi figur utama dalam persaingan tahun ini. Apalagi ia merupakan juara bertahan, yang sudah menjadi kampiun dua musim terakhir.

“Menurutku Pecco adalah jenis rider yang seperti sebuah robot,” kata Lorenzo kepada MotoGP.com.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ia mirip dengan diriku dulu. Ia butuh semuanya berjalan sempurna untuk merasa kuat dan kemudian ia akan menjadi tidak terkalahkan. Menurutku, dua gelar juara dunia yang sudah ia raih membuatnya jauh lebih percaya diri. Kepercayaan dirinya kini menjulang tinggi.”

Salah satu hal yang menurut Lorenzo sudah bikin Bagnaia menjadi sedemikian tangguh adalah fakta bahwa rider 27 tahun itu sudah memahami seluk-beluk Desmosedici setelah lima tahun bersama Ducati di MotoGP.

“Dalam dua tahun terakhir, ia sudah membuat evolusi dengan Ducati yang baru, jadi Ducati memanfaatkan pengetahuannya itu untuk membuat motor yang cocok dengan gayanya dan ini menjadi aspek yang sangat penting,” ujar Lorenzo.

Untuk MotoGP 2024, Jorge Lorenzo pun percaya Pecco Bagnaia masih akan tampil tangguh dan menjadi sosok juara bertahan yang tidak bakal dengan mudah bisa dikalahkan para rivalnya, walaupun persaingan kini bakal berjalan lebih sengit.

“Kita juga sudah melihat Jorge Martin meraih pole positions, kita bisa melihat Marc Marquez yang senantiasa berusaha ada di depan karena ia adalah seekor bulldog. Dan sudah pasti (Enea) Bastianini akan merasa lebih nyaman di atas motor barunya, motor 2024. Tapi aku percaya Pecco masih jadi favoritnya,” ujar Jorge Lorenzo.

(krs/cas)

Klopp Merasa Dirinya Sudah Tidak Pantas untuk Liverpool


Liverpool

Juergen Klopp sekali lagi menegaskan, kalau dirinya memang harus pergi dari Liverpool. Tersirat, sang juru taktik itu merasa dirinya sudah tidak pantas.

Juergen Klopp akan meninggalkan Liverpool di akhir musim 2023/2024. Setelah mengabdi sejak tahun 2015, pria asal Jerman itu sudah merasa di titik akhirnya.

Juergen Klopp masih dalam asa meraih titel-titel juara di musim ini. Liverpool masih kukuh di puncak Klasemen Liga Inggris, terus melaju di Liga Champions dan Piala FA, serta menapaki final Carabao Cup.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juergen Klopp kembali menegaskan keputusannya untuk mundur. Klopp merasa bukan dirinya mau pergi, tapi memang harus pergi dari Liverpool.

“Bukannya saya mau pergi, tapi saya harus pergi,” tegasnya dilansir dari Sky Sports.

“Jika saya tidak bisa menjadi orang yang mendorong tim ini ke Liga Champions dan hal-hal semacamnya, mengapa saya harus melakukan pekerjaan ini?” sambungnya.

Soal energinya yang katanya habis?

“Saya baik-baik saja, kenyataannya memang seperti itu,” jawabnya.

Juergen Klopp mengaku, dirinya mau terus melihat Liverpool menjadi klub yang sukses. Maka langkah mundurnya, dinilainya jadi yang terbaik.

“Pekerjaan ini (jadi manajer-red) terlalu penting di klub ini. Itulah mengapa saya memutuskan untuk pergi,” imbuhnya.

Semasa menukangi The Reds, Klopp persembahkan tujuh titel juara. Dirinya sukses menangi gelar di seluruh domestik Inggris, serta menangi Liga Champions.

(aff/rin)