Tag: Dinilai

Matthijs de Ligt Dinilai Bukan Solusi Buat MU


Manchester

Manchester United meminati bek tengah Matthijs de Ligt. Tapi kalau kata Teddy Sheringham, De Ligt bukanlah solusi untuk lini pertahanan Setan Merah!

Manchester United mau memperkuat lini pertahanan untuk musim depan. Posisi bek tengah dinilai jadi prioritas.

Raphael Varane sudah cabut karena kontraknya habis. Lisandro Martinez kerap dihantam cedera.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tersisa Harry Maguire dan Victor Lindelof. MU bersiap mau merekrut Matthijs de Ligt, agar punya amunisi baru.

Bayern Munich kabarnya berikan lampu hijau untuk menjual Matthijs de Ligt. Tapi tentu, harganya diyakini tidaklah murah.

De Ligt punya kedekatan dengan manajer MU, Erik ten Hag. Mereka pernah bekerja di Ajax dan Ten Hag tentu tahu betul potensi pemain berusia 24 tahun itu.

Legenda Manchester United, Teddy Sheringham tampaknya kurang setuju dengan rencana MU mau merekrut Matthijs de Ligt. Katanya, De Ligt belum punya pengalaman yang mumpuni untuk main di Liga Inggris yang keras.

“Saya tidak merasa De Ligt sebagai solusi buat pertahanan MU,” jelasnya kepada DAZN.

“Dia memang pemain yang bagus, namun penampilan terbaiknya adalah di Ajax dulu. Kalau saran saya, jangan jadikan De Ligt sebagai prioritas utama,” tambahnya.

Manchester United sempat mendekati Jarrad Branthwaite, bek tengah Everton tapi diyakini kesulitan menebusnya karena harga yang terlalu mahal. Pun harga Matthijs de Ligt di pasaran juga cukup tinggi, yakni 65 juta Euro atau setara Rp 1,1 triliun.

(aff/ran)

Lukaku Dinilai Lebih Pas untuk Milan Ketimbang Zirkzee


Jakarta

Eks bintang Serie A Hernan Crespo menilai Romelu Lukaku akan lebih cocok untuk AC Milan. Milan juga dikabarkan membidik pemain muda Bologna Joshua Zirkzee.

Rossoneri sedang mencari penyerang tengah sepeninggal Olivier Giroud. Kabarnya Milan sedang menggelar pembicaraan dengan Chelsea untuk transfer Lukaku. Di sisi lain, Zirkzee juga masih daftar buruan Milan tapi keberatan dengan struktur pembayan transfer si pemain.

Lukaku mengemas total 21 gol dalam 47 penampilan selama semusim peminjaman dengan AS Roma pada 2023/24. Sementara itu Zirkzee mengemas 12 gol, termasuk 11 gol di Serie A untuk membantu Bologna finis kelima, posisi terbaik klub selama lebih dari 40 tahun.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Crespo pernah memperkuat AC Milan sebagai pemain pinjaman di 2004/05. Menurut mantan pemain top Argentina itu, Milan lebih membutuhkan Romelu Lukaku ketimbang Zirkzee.

“Zirkzee itu seorang pemain untuk masa depan, sedangkan Lukaku sepertinya pas untuk solusi jangka pendek,” sahut Crespo kepada La Gazzetta dello Sport. “Terus terang, si pemain Belanda itu masih punya banyak hal untuk ditingkatkan, sedangkan kita sudah tahu kualitas yang dipunya si pemain veteran.”

“Zirkzee suka bermain mendalam, dan berdiskusi dengan rekan-rekan setimnya, tapi juga punya kekuatan fisik yang dibutuhkan untuk melindungi bola. Lukaku lebih kuno, tapi bukan secara negatif, dan lebih sebagai pendobrak. Dia juga mematikan dalam situasi serangan balik, dan mendikte umpan-umpan terobosan untuk menggerakkan seluruh tim.”

“Masalahnya adalah Milan butuh gol secepatnya, dan fans di San Siro tidak punya waktu untuk menunggu. Zirkzee memang memiliki musim yang bagus dengan Bologna setelah mencetak 11 gol, sedangkan Lukaku tidak setajam itu di Roma. Namun, jika dia bugar secara fisik maka dia itu jaminan gol.”

“Selain itu saya tidak tahu bagaimana Zirkzee akan menghadapi sebuah klub dan stadion yang besar. Bologna bukan Milan. Lukaku lebih terbiasa dengan panggung sebesar itu,” mantan pemain Parma, Inter Milan, dan Chelsea itu melanjutkan.

“Jika winger-nya Christian Pulisic atau Rafael Leao, maka Lukaku sempurna untuk menyelesaikan umpan-umpan silang mereka. Zirkzee lebih suka menuntaskan umpan dari formasi segitiga. Jadi mengingat bagaimana tim-tim (pelatih Milan Paulo-red) Fonseca bermain sebelumnya, mungkin si pemain Belgia lebih cocok,” Crespo menyimpulkan.

(rin/nds)

Lini Depan Madura United Dinilai Kurang Tajam Kala Hadapi Persib Bandung

Bola.net – Pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, mengungkap evaluasi terhadap timnya menyusul kekalahan mereka pada laga leg pertama Final BRI Liga 1 2023/2024, kontra Persib Bandung. Menurut Rakhmat, anak asuhnya kurang menunjukkan ketajaman pada laga tersebut.

Rakhmat menilai, anak asuhnya sukses unggul dalam penguasaan bola pada babak pertama. Namun, ia menilai, penguasaan bola mereka tak mampu menembus pertahanan kokoh Maung Bandung, julukan Persib Bandung.

“Penguasaan itu berhenti di area tengah saja. Saya pikir, kita kurang tajam ke depan,” ucap Rakhmat, usai laga.

Menurutnya, hal ini tak lepas dari kondisi penyerang andalan mereka, Dalberto Luan. Pemain asal Brasil ini tak dalam kondisi prima pada laga tersebut.

“Kondisi Dalberto memang sedikit meragukan sebelum saya beranikan dia tampil,” tuturnya.

Sebelumnya, Madura United harus menelan kekalahan pada laga leg pertama Final BRI Liga 1 2023/2024. Dalam laga yang dihelat di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Minggu (27/05), mereka kalah tiga gol tanpa balas.

Pada pertandingan ini, Ciro Alves mencetak gol pertama Persib pada menit ke-70. Selanjutnya, pada injury time babak kedua, Maung Bandung mencetak dua gol lagi, yang diborong oleh David da Silva.

Kedua tim ini akan kembali bersua pada leg kedua. Pertandingan tersebut akan dihelat di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Jumat (31/05).

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Tak Beri Arsenal Penalti, Wasit Dinilai Buat Keputusan Tepat


Jakarta

Arsenal vs Bayern Munich diwarnai dengan perdebatan penalti. Wasit dinilai membuat keputusan tepat dengan tidak memberi The Gunners tendangan 12 meter.

Arsenal bermain imbang 2-2 dengan Bayern Munich pada leg I babak perempatfinal Liga Champions. Dalam laga itu, Bukayo Saka dan Leandro Trossard yang mencetak gol untuk tim London Utara.

Sementara di kubu Bayern, Serge Gnabry dan Harry Kane yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol Kane dikemas dengan tendangan dari titik putih.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada satu momen yang memicu perdebatan. Saka tampak dilanggar oleh kiper Bayern, Manuel Neuer, tapi wasit tak menunjuk titik putih. Trossard sudah bilang bahwa wasit semestinya mengganjar Bayern dengan titik putih.

Eks bek Timnas Inggris, Matt Upson, menilai lain. Wasit asal Swedia yang memimpin pertandingan Arsenal vs Bayern, Glenn Nyberg, dinilai sudah membuat keputusan yang tepat.

“Saya pikir itu menjadi keputusan yang tepat tidak memberi penalti,” kata Upson di BBC.

“Secara insting pertama, anda berpikir itu harus diberikan, tapi melihat tayangan ulang itu seperti Bukayo Saka yang memulai kontak tersebut. Manuel berhenti saat dia berlari dan Saka hampir menendangnya di saat terakhir.”

“Keputusan yang sangat bagus dari wasit di bawah tekanan yang besar,” kata dia menambahkan.

Simak Video “Arsenal Vs Bayern Munich, Arteta: Saya Pengagum Berat Thomas Tuchel
[Gambas:Video 20detik]
(cas/pur)

Kembali ke Persaingan Gelar, Liverpool Dinilai Butuh Tambal Posisi Ini


Liverpool

Meski sudah ada Wataru Endo dan Ryan Gravenberch, Liverpool dianggap belum mengamankan posisi gelandang bertahan. Posisi itu disebut perlu ditambal.

Endo dan Gravenberch menjadi bagian dari perombakan lini tengah Liverpool musim panas kemarin. Keduanya didatangkan menyusul Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai.

Mulanya Liverpool mengincar Moises Caicedo dan Romeo Lavia untuk posisi gelandang bertahan, tapi gagal setelah keduanya memilih Chelsea. Endo dan Gravenberch menjadi pilihan berikutnya ‘Si Merah’.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun eks pemain Liverpool Steve Nicol masih risau dengan posisi tersebut. Sebab hanya Endo yang murni beroperasi di posisi ini, sementara Gravenberch lebih merupakan gelandang box to box.

Mengingat Endo sudah 30 tahun, Liverpool disebutnya butuh suntikan tenaga lagi untuk mengamankan posisi tersebut. Namun Liverpool sejauh ini tak menunjukkan intensi untuk mencari gelandang anyar lagi, apalagi masih ada Curtis Jones dan Stefan Bajcetic yang bisa diberdayakan.

“Kalau mereka bisa mendapatkan seseorang di belakang dua nama itu (Szoboszlai dan Mac Allister), mereka bisa melangkah maju lebih jauh. Sekarang saya enggak tahu siapa kandidat untuk itu, enggak ada,” ungkap Nicol di Liverpool Echo.

“Saya dulu berpikir Amrabat akan jadi pemain yang tepat, tapi di United ternyata enggak terlalu berhasil. Saya pikir dia akan ideal, dia bisa bermain di belakang keduanya dan membiarkan mereka beraksi ke depan.”

“Tapi saya enggak merasa Endo jawaban tepat untuk itu dan rasanya Jones juga bukan. Sekarang ini saya merasa Liverpool perlu mencari seseorang,” imbuhnya.

Simak Video “Dominik Szoboszlai Resmi Berseragam Liverpool
[Gambas:Video 20detik]
(raw/aff)

Kecewa dengan Wasit Saat Persija Dikalahkan RANS, Witan Sulaeman: Silakan Dinilai Sendiri Bagaimana Kinerjanya

Bola.net – Kekalahan 1-2 yang diderita Persija Jakarta kala menjamu RANS Nusantara FC, Minggu (22/10/2023) malam membuat Witan Sulaeman kecewa berat. Witan merasa timnya dicurangi oleh wasit pengadil laga.

Dalam laga BRI Liga 1 2023/2024 pekan 16 di Stadion Patriot Candrabhaga ini, Persija Jakarta kebobolan dua gol lebih dulu. RANS Nusantara FC mencetak gol melalui penalti Evandro Brandao (11′) dan Angelo Meneses (56′).

Persija memperkecil ketertinggalan pada menit ke-58 melalui Muhammad Ferarri. Setelah itu, Tim Macan Kemayoran harus kehilangan Rizky Ridho yang mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-75.

Persija sebenarnya berhasil mencetak gol penyeimbang melalui Witan Sulaeman pada menit ke-90+4. Bola hasil tendangan voli Witan mengenai tiang dan melewati garis, namun si kulit bundar keluar lagi dan masuk ke lapangan.

Wasit Naufal Adya Fairuski tak menganggap gol tersebut. Skor akhir adalah Persija Jakarta kalah 1-2 dari RANS Nusantara FC.

1 dari 4 halaman

Kritik Kinerja Wasit

Kritik Kinerja Wasit

Duel antara penyerang sayap Persija Jakarta, Ryo Matsumura dengan bek kiri RANS Nusantara FC, Samsul Arifin pada pekan ke-16 BRI Liga 1 2023/2024, Minggu (22/10/2023) WIB. (c) Persija Jakarta Official

Setelah pertandingan, Witan Sulaeman menjadi perwakilan pemain Persija Jakarta yang mengikuti jumpa pers. Namun, Witan tak banyak bicara dan hanya meminta media dan publik untuk melihat sendiri kinerja wasit.

“Sama seperti coach Thomas, saya juga tidak bisa berkomentar mengenai pertandingan hari ini,” kata Witan Sulaeman dalam sesi jumpa pers yang berlangsung 24 detik tersebut.

“Teman-teman media sudah mengetahui cuplikan video tentang pertandingan tersebut. Teman-teman media semua bisa menilai semua kinerja wasit,” jelas Witan.

2 dari 4 halaman

Thomas Doll 15 Detik

Thomas Doll 15 Detik

Thomas Doll memberikan instruksi pada Andritany Ardhiyasa di BRI Liga 1 2023/2024 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Sebelumnya, pelatih Thomas Doll menunjukkan kemarahan dan kekecewaannya terkait kekalahan Persija Jakarta dan kinerja wasit. Dalam konferensi pertandingan, Doll hanya berbicara 15 detik dan langsung meninggalkan ruangan.

“Ini momen yang tepat bagi saya untuk tidak berbicara soal pertandingan hari ini, apapun itu. Untuk hari ini cukup sampai di sini,” kata Thomas Doll setelah pertandingan.

Sikap Thomas Doll sempat membuat seluruh pewarta kebingungan. Namun, sang pelatih sudah membuat keputusan dan buru-buru pergi meninggalkan pewarta.

4 dari 4 halaman

Klasemen BRI Liga 1 2023/2024

Disadur dari: Bola.com (Zulfirdaus Harahap, Rizki Hidayat) 22 Oktober 2023