Tag: Dibela

Van Dijk Dikritik Van Basten, Kini Dibela Kuyt


Am

Virgil van Dijk dibela Dirk Kuyt yang menilainya sosok yang tepat jadi kapten Belanda. Ia sebelumnya sempat dianggap tak becus jadi kapten oleh Marco van Basten.

Virgil van Dijk menjadi kapten Belanda sejak 2018. Namun, kepemimpinannya di Tim Oranye kerap kali dikritik.

Salah satu yang pernah melancarkan kritik keras ke Van Dijk adalah legenda Belanda, Marco van Basten. Van Basten menilai Van Dijk tak cukup baik memberikan instruksi sebagai seorang kapten.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dilontarkan Van Basten usai Belanda dibantai Prancis 0-4 di Kualifikasi Piala Eropa tahun lalu. Ia menganggap bek Liverpool ini tak jelas dalam memberikan komando hingga bikin skuad Belanda kebingungan.

Berbeda dengan Van Basten, mantan pemain Belanda, Dirk Kuyt kini justru memuji kapasitas Van Dijk sebegai sebagai kapten baik di Timnas Belanda maupun Liverpool. Menurut Kuyt, Van Dijk mampu menunjukkan sebagai sosok contoh yang baik di lapangan.

Van Dijk menunjukkan kepada pemain lain bisa bangkit usai melalui masa sulit di lapangan. Ia bisa dibilang menemukan kembali performa terbaiknya di musim ini.

“Dia melakukannya dengan sangat baik, benar-benar memimpin tim, tapi saya pikir penampilannya juga bagus. Memang benar bahwa ada beberapa kritik di Belanda tetapi saat ini setiap orang di dunia, jika dia mengatakan sesuatu tentang pemain tertentu – terutama pemain Liverpool – maka Anda bisa membacanya di mana pun di dunia. Jadi terkadang saya pikir orang-orang yang mengkritiknya, menurut saya, terutama para fans dan Virgil van Dijk, tidak menganggapnya terlalu serius,” ujar Kuyt dikutip dari Liverpool Echo.

“Tetapi ada juga beberapa kritik dari Marco van Basten dan beberapa mantan pemain lainnya, tapi tahukah Anda, saya menonton setiap pertandingan Liverpool dan saya telah melihat Virgil bermain di setiap pertandingan dengan cara dia kembali dari cedera yang sangat parah, itu bagus tapi tidak selalu mudah untuk kembali setelah cedera seperti itu dan, menurut pendapat saya, menjadi bek terbaik di dunia,” jelasnya.

Simak Video “Tandukan Van Dijk Bawa Liverpool Juara Piala Liga Inggris
[Gambas:Video 20detik]
(pur/cas)

Lukaku Buang Peluang 1 On 1, Dibela De Rossi


Roma

Romelu Lukaku membuang peluang berharga, yang berpotensi membedakan hasil akhir kala AS Roma menjamu Inter Milan. Daniele De Rossi menolak mengkritiknya.

AS Roma kalah 2-4 saat menjamu Inter Milan di Olimpico, Minggu (11/2/2024) dini hari WIB, dalam lanjutan Liga Italia. Tuan rumah sempat berbalik unggul 2-1 usai tertinggal duluan akibat gol Francesco Acerbi.

Gol dari Gianluca Mancini dan Stephan El Shaarawy membawa Roma memimpin saat turun minum. Namun Roma yang mencoba tampil proaktif di hadapan pemuncak klasemen dihukum oleh start lambat di babak kedua.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka dibobol Marcus Thuram di menit ke-49, lalu kemasukan oleh gol bunuh diri Angelio tujuh menit berselang. Roma lantas dapat peluang emas kala Romelu Lukaku berhadapan satu lawan satu dengan kiper Yann Sommer.

Tapi upayanya melewati kiper Inter itu gagal dan bola ditangkap. Situasi itu dinilai jadi kerugian besar buat Giallorossi karena bisa mengubah skor jadi 3-3 dan memberikan momentum baru buat mereka.

Gol Alessandro Bastoni di masa injury time pada prosesnya menyegel kemenangan untuk Inter. Pelatih Roma Daniele De Rossi mengakui timnya sedikit lengah, tapi menolak menunjuk individu sebagai biang kegagalan meraih poin.

“Memang gampang melihat ke insiden-insiden negatif dan menyalahkan satu pemain. Insiden mengubah sebuah laga, tapi kami memenangi pertandingan bersama-sama dan begitu juga saat kalah,” ujarnya kepada DAZN dikutip Football Italia.

“Seluruh 11 pemain dan saya sendiri menurunkan level intensitas di babak kedua dan dihukum karenanya. Kami begitu juga saat melawan Verona dan Salernitana, tapi tetap menang karena skuad yang superior terhadap dua lawan itu.”

“Kami tak bisa begitu lawan Inter. Saya tak suka media memainkan pola menyalah-nyalahkan seperti ini saat masih jadi pemain, makin tak suka saat jadi pelatih. Kalau Roma main bagus, itu karena semua orang dan kalau kalah, itu artinya kami semua di bawah level Inter, tapi tak banyak selisihnya,” imbuhnya.

Kekalahan dari Inter Milan mengakhiri ‘bulan madu’ Roma dengan De Rossi. Sebelumnya Roma selalu menang di tiga partai pertama sang mantan gelandang sebagai pelatih.

Simak Video “Gilas Servette 4-0, AS Roma Duduki Posisi 2 Grup G Liga Europa
[Gambas:Video 20detik]
(raw/pur)