Tag: Der

Van der Vaart: Belanda Sekarang Medioker


Amsterdam

Rafael van der Vaart menilai Timnas Belanda saat ini medioker. Menurutnya, Tim Oranye tak tampil menjanjikan di laga uji coba terakhir.

Belanda berhasil membantai Skotlandia 4-0 pada laga uji coba terakhir di Johan Cryuff Arena, Sabtu (23/3). Meski menang, Tim Oranye sempat dibuat kerepotan oleh Skotlandia.

Kedua kubu sama-sama membuat 13 tembakan sepanjang laga. Namun, Belanda lebih efektif dengan mencatatkan enam tembakan ke arah gawang dengan empat berbuah gol. Sementara, The Tartar Army hanya bikin tiga tembakan ke arah gawang tanpa bikin gol.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permainan Belanda di laga kontra Skotlandia ini bikin kecewa mantan penggawanya, Rafael van der Vaart. Van der Vaart membela Belanda pada rentang 2001-2013. Ia turut mengantarkan Belanda menembus final Piala Dunia 2010.

Ia merasa Belanda saat ini adalah tim medioker. Mantan pemain Real Madrid ini menilai Belanda hanya beruntung menang 4-0. Ia bahkan menyebut Skotlandia bisa saja yang menang 4-0. Andai, mereka lebih tajam.

“Saya mempelajari banyak saat menonton kami melawan Skotlandia. Kami sangat medioker,” ujar Van der Vaart dikutip dari The Herrald.

“Sebenarnya, sulit dipercaya kami menang 4-0, karena bisa dengan mudah berakhir dengan skor 4-0 untuk Skotlandia. Kami memang melihat beberapa momen bagus, tapi tidak banyak dan sejujurnya itu adalah penampilan kami yang sangat biasa-biasa saja,” jelasnya.

Belanda memang tampil kurang menjanjikan. Mereka lolos ke putaran final Piala Eropa 2024 hanya dengan status runner-up grup B pada babak kualifikasi di bawah Prancis. Pasukan Ronald Koeman sempat dua kali kalah salah satunya dibantai Les Bleus 4-0.

Simak Video “Frank de Boer Pisah dengan Belanda Usai Gagal di Euro
[Gambas:Video 20detik]
(pur/cas)

Kala Der Kaiser Tarik Suara


Jakarta

Mendiang Franz Beckenbauer tidak hanya jago dalam urusan sepakbola. Der Kaiser (Sang Kaisar) juga piawai di bidang tarik suara, hingga lagunya menembus charts Jerman.

Beckenbauer tutup usia pada Minggu (7/1/2024). Kabar kematiannya baru diumumkan pihak keluarga sehari berikutnya.

Wafatnya Beckenbauer disambut duka cita sepakbola Jerman dan dunia. Legenda Bayern Munich itu sudah banyak berjasa buat Die Mannschaft, baik sebagai pemain mau pun pelatih.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pemain, Franz Beckenbauer sukses memenangkan trofi Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974 buat Timnas Jerman. Peraih dua Ballon d’Or itu kemudian mengantarkan Nationalelf jawara Piala Dunia 1990 dengan status pelatih.

Beckenbauer banyak disebut sebagai salah satu pemain terbaik abad ke-20. Dia mempopulerkan peran libero, yakni bek tengah yang bisa leluasa maju hingga ke lini serang.

Usut punya usut, bakat Beckenbauer tak hanya terbatas di bidang sepakbola semata. Der Kaiser juga dikenal masyarakat Jerman sebagai penyanyi yang menelurkan lagu hits.

Melansir media Jerman T-Online, Beckenbauer merilis lagu “Gute Freunde Kann Niemand Trennen” (Tak Ada yang Bisa Memisahkan Sahabat) di tahun 1966. Dia kala itu masih berusia 21 tahun, tapi sudah berkarier di Bayern Munich dan Timnas Jerman.

Lagu yang digubah Kurth Hertha dan Rolf Arland ini menceritakan ikatan yang tak pernah mati di antara para sahabat. Gute Freunde Kann Niemand Trennen masuk tangga lagu Jerman Barat pada Desember 1966 di posisi ke-32, sebelum naik satu tingkat ke urutan 31.

Beckenbauer kemudian merilis single berikutnya “1:0 fur die Liebe” (1:0 untuk Cinta). Namun, lagu ini tak mampu mengikuti kesuksesan “Gute Freunde Kann Niemand Trennen” menembus charts Jerman.

“Saya menyanyi dalam dua rekaman. Saya tak menyanyi seburuk yang orang-orang kira kok,” kata Franz Beckenbauer kala itu, dilansir dari T-Online.

Kepopuleran lagu “Gute Freunde Kann Niemand Trennen” merambat ke ranah sepakbola. Fans Hertha Berlin beberapa kali menyanyikan lagu itu dalam pertandingan kandang mereka.

Gute Freunde kann niemand trennen (Tidak ada yang bisa memisahkan sahabat)
Gute Freunde sind nie allein (Sahabat tidak pernah sendirian)
Weil sie eines im Leben können (Karena mereka dapat melakukan satu hal dalam hidup)
Füreinander da zu sein (Untuk bersama satu sama lain).

(bay/adp)