Tag: daripada

Gaya Main Roma-nya De Rossi Disebut Lebih Jelas daripada Era Mourinho


Jakarta

Pelatih legendaris Italia Arrigo Sacchi memuji kinerja Daniele De Rossi di AS Roma. Sacchi menilai arah permainan Roma sekarang lebih jelas.

De Rossi ditunjuk sebagai pelatih Roma menggantikan Jose Mourinho yang dipecat pada Januari lalu. Sejauh ini, I Lupi mendapat banyak hasil positif bersama mantan kaptennya itu.

Dalam 13 pertandingan di semua kompetisi, Roma hanya kalah dua kali. De Rossi membawa Paulo Dybala dkk. ke babak 16 besar Liga Europa dan mendekat ke empat besar di Serie A.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sacchi menilai Roma kini punya arah permainan yang jelas bersama De Rossi. Fakta bahwa De Rossi pernah lama memperkuat Roma sebagai pemain juga dinilai Sacchi menguntungkan.

“Daniele De Rossi orang yang sederhana dan cerdas. Dia harus menggantikan seorang raksasa sepakbola seperti Mourinho dan bisa memahami para pemain,” ujar Sacchi kepada La Gazzetta dello Sport.

“Sekarang Anda lihat tim yang punya gagasan, Roma sekarang tahu apa yang harus dilakukan di lapangan. Memang tidak ada yang bisa mendatangkan keajaiban, tapi gagasan permainan sudah ada dan Roma mendapat hasil bagus.”

“Apakah ada yang perlu diperbaiki? Tentu saja. Dalam hidup, Anda harus mencintai apa yang Anda lakukan dan Anda selalu bisa lebih baik,” lanjut mantan pelatih AC Milan itu.

“De Rossi memang bekerja dengan baik dan para pemain mungkin tidak terlalu semangat dengan sepakbola defensif dan agresif yang terpaksa mereka mainkan sebelumnya, di mana menyerang wasit hampir menjadi aturannya.”

“Dia membangkitkan kembali pemain yang belakangan tidak banyak main, seperti (Lorenzo) Pellegrini, yang sedang dalam tren bagus. Roma juga kota yang sulit, yang membuat Anda terbelit dan kewalahan. Tapi De Rossi sudah tahu persis dan mencoba main sepakbola bersih, di mana 11 pemain semua diandalkan,” kata Sacchi.

(nds/bay)

Bagnaia Kini Lebih Tangguh daripada Tahun Lalu


Jakarta

Bos Ducati Davide Tardozzi memperingatkan rival-rival Francesco Bagnaia di MotoGP 2024. Bagnaia disebut sekarang lebih kuat lagi dibandingkan dengan musim lalu.

Pebalap Italia tampil sebagai kampiun MotoGP 2023, titel juara dunia kedua beruntun di dalam kariernya. Bagnaia mengatasi perlawanan rider Pramac Jorge Martin sampai seri terakhir untuk finis teratas di klasemen dengan keunggulan 39 poin.

Meski demikian, Bagnaia tidak melewati musim lalu dengan mudah. Bagnaia sempat mengalami kecelakaan horor di sprint race seri Catalunya, insiden yang memaksanya absen di balapan hari Minggu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden itu sendiri diakui Pecco Bagnaia memengaruhi mentalitasnya. Beruntung, Bagnaia tak mengalami cedera serius sehingga bisa langsung comeback. Pebalap berusia 27 tahun itu kemudian merebut dua kemenangan dari sembilan balapan sisa dan empat kali naik podium kedua balapan utama.

Bagnaia akan kembali difavoritkan juara di musim ini. Tardozzi mengungkapkan, insiden horor tersebut menguatkan pebalapnya itu.

“Saya senang melihat dia semakin matang. Dia sudah mengatasi sejumlah kesulitan tertentu yang pernah dia dapatkan di akhir musim lalu,” ungkap Tardozzi kepada Motosan.

“Saya kira orang-orang tidak memahami bahwa di paruh kedua kejuaraan, setelah Barcelona, betapa situasinya sangat sulit untuk dia secara emosi, psikis, dan fisik. Saya melihat dia dari jarak dekat dan saya lebih menghargai Pecco atas bagaimana dia melawan, bagaimana dia berjuang, dan atas hasil yang dia capai.”

“Saya kira ini semua sudah membawa dia menjadi lebih matang lagi dan kesadaran lebih besar atas bakat dan kemampuan dia. Sekarang dia bahkan lebih tangguh lagi daripada tahun lalu,” cetus Tardozzi tentang Pecco Bagnaia.

Simak Video “Klasemen MotoGP 2023: Jorge Martin Pepet Bagnaia
[Gambas:Video 20detik]
(rin/adp)