Tag: Chelsea

Arteta Sebut Drama di Chelsea Vs MU Sangat Fantastis


Jakarta

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengaku menonton Chelsea vs Manchester United sampai tuntas. Dia menyebut itu laga yang fantastis.

Chelsea vs Man United berlangsung di Stamford Bridge, Jumat (5/4/2024). The Blues menang 4-3 secara dramatis.

Chelsea sempat memimpin 2-0 lewat gol Conor Gallagher dan Cole Palmer. Setan Merah kemudian berbalik unggul 3-2 melalui Bruno Fernandes dan brace Alejandro Garnacho.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Drama terjadi di injury time. Chelsea mencetak dua gol lewat Palmer untuk berbalik menang 4-3.

Pada saat itu juga ada duel Liverpool vs Sheffield United. Si Merah menang 3-1 dalam duel yang berlangsung di Anfield.

“Saya menonton keduanya secara adil dan sampai larut malam, tetapi pertandingan Chelsea vs Manchester United tidak sia-sia, sampai akhir itu fantastis,” kata Arteta, yang dikutip dari situs resmi Arsenal.

“Sungguh luar biasa liga yang kami ikuti, sungguh menyenangkan – level dan kualitas para pemain serta penampilan yang mereka tunjukkan, sungguh fantastis,” sambungnya.

Arsenal menghadapi duel tricky melawan Brighton, Sabtu (6/4/2024). Meriam London wajib menang untuk kembali menyodok ke puncak klasemen.

Simak Video “Saat Arteta Singgung Man City Gagal Cetak Gol Kandang Setelah 3 Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(ran/bay)

10 Fakta Chelsea Vs MU


London

Chelsea dan Manchester United akan saling beradu dini hari nanti. Berikut 10 fakta terkait duel Chelsea vs MU.

Duel tersebut dihelat di Stamford Bridge, Jumat (5/4/2024) dini hari WIB. Kedua tim memang dalam performa yang naik-turun musim ini.

Tapi, laga ini tetap penting untuk mereka terkait misi lolos ke kompetisi Eropa. Utamanya Chelsea yang menargetkan tiga poin demi memperbaiki posisinya di ke-12 dengan 40 poin, selisih delapan angka dari MU di urutan keenam.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chelsea kebetulan dalam tren positif karena tidak terkalahkan di lima laga terakhirnya, meski cuma dua kali menang. Sementara MU menderita dua kekalahan dalam periode yang sama.

Kira-kira siapa bakal jadi pemenang, Chelsea atau MU? Simak dulu 10 fakta terkait laga itu yang dikutip Opta:

– Chelsea tidak pernah menang dalam 12 pertemuan terakhir kontra Manchester United (7 imbang 5 kalah), rentetan duel terpanjang tanpa kemenangan kontra Red Devils.

– Manchester United mengincar kemenangan dobel atas Chelsea untuk kedua kalinya, setelah pertama pada 2019/2020.

– Manchester United mengincar tiga kemenangan beruntun pertama di liga atas Chelsea sejak September 1965. Mereka tidak terkalahkan dalam lima lawatan terakhir ke Stamford Bridge, meski empat di antaranya berujung imbang (1 menang).

– Man United cuma menang sekali dari sembilan laga tandang terakhir kontra tim London (3 imbang 5 kalah), kalah empat kali dari enam lawan terakhir. Mereka sudah kalah tiga kali dari lima lawatan ke London musim ini, terakhir kalah di London lebih banyak dari ini pada 1989/1990 (4x).

– Chelsea hampa kemenangan di enam laga terakhir bulan April (2 imbang 4 kalah), sejak mengalahkan West Ham 1-0 di 2022. Mereka cuma menang sekali dari 10 laga kandang terakhir di bulan April (3 imbang 6 kalah), kalah lima kali dari tujuh penampilan terakhir di Stamford Bridge.

– Manchester United punya jumlah kemenangan (80) dan rasio kemenangan (59,7%) di bulan April lebih banyak ketimbang tim lain dalam sejarah Premier League. Meski demikian, mereka cuma menang sekali dari tujuh partai tandang terakhir di bulan ini (2 imbang 4 kalah), menang 2-0 atas Nottingham Forest tahun lalu.

– Chelsea menang enam kali dari delapan kali kickoff di malam hari (pukul 19.00 waktu setempat atau lebih) musim ini (2 kalah), setelah gagal memenangi satu pun dari sembilan laga serupa musim lalu (3 imbang 6 kalah).

– Chelsea mencetak gol dan kebobolan di 19 laga berbeda musim ini, terakhir kali mengalaminya di 2019/2020 (22). Hal itu terjadi di tujuh pertandingan liga terakhirnya, rentetan terpanjang sejak sembilan laga antara Januari-April 2017.

– Cole Palmer bikin gol saat kalah 1-2 dari Man United di pertemuan pertama musim ini. Terakhir kali pemain Chelsea bisa bikin gol kandang dan tandang ke gawang MU di musim yang sama adalah Juan Mata (2012/2023), sementara pemain Inggris terakhir kali yang melakukannya adalah Frank Lampard (2010/2011)

– Cole Palmer terlibat dalam hadirnya 21 gol di liga untuk Chelsea, 13 gol dan 8 assist. Hanya kalah dari debut Jimmy-Floyd Hasselbaink (32 di 2000/2001) dan Diego Costa (23 di 2014/2015) dalam keterlibatan gol.

(mrp/krs)

Ada Chelsea Vs Man United


Jakarta

Jadwal Liga Inggris tengah pekan ini bisa dilihat di sini. Chelsea akan menjamu Manchester United.

Di Stamford Bridge, Jumat (5/4/2024) dini hari WIB, Chelsea vs Man United berlangsung. Laga itu akan kickoff pukul 2.15 WIB.

Man United berjuang untuk finis empat besar. Saat ini, Setan Merah ada di posisi keenam klasemen Liga Inggris dengan raihan 48 poin. Sementara itu, Chelsea ada di posisi ke-11 klasemen Liga Inggris dengan raupan 40 poin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam lima pertandingan terakhir, MU tak pernah kalah dengan Chelsea. Setan Merah mencatatkan sebanyak dua kemenangan dan tiga kali memetik hasil imbang.

Sebelum Chelsea vs MU, Liverpool akan menjamu Sheffield United. Mereka bisa mendapat tekanan untuk merebut puncak klasemen Liga Inggris menjelang laga itu.

Arsenal bermain lebih dulu melawan Luton Town, Kamis (4/4). Laga itu kickoff pada pukul 1.45 WIB. Manchester City akan melawan Aston Villa pada Kamis dini hari pada pukul 2.15 WIB. Jadwal lengkap Liga Inggris tengah pekan ini bisa dilihat di bawah ini.

Jadwal Liga Inggris Tengah Pekan Ini

Rabu (3/4)

Pukul 1.30 WIB

Newcastle United vs Everton
Nottingham Forest vs Fulham

Pukul 1.45 WIB

Bournemouth vs Crystal Palace
Burnley vs Wolverhampton Wanderers
West Ham United vs Tottenham Hotspur

Kamis (4/4)

Pukul 1.30 WIB

Arsenal vs Luton Town
Brentford vs Brighton & Hove Albion

Pukul 2.15 WIB

Manchester City vs Aston Villa

Jumat (5/4)

Pukul 1.30 WIB

Liverpool vs Sheffield United

Pukul 2.15 WIB

Chelsea vs Man United

Simak Video “Axel Disasi Selamatkan Chelsea dari Kekalahan
[Gambas:Video 20detik]
(cas/ran)

Chelsea Dikritik Pedas Usai Ditahan Burnley: Otak Kosong


London

Frank Leboeuf gemas betul setelah Chelsea diimbangi Burnley 2-2. Eks pemain Chelsea ini tidak segan melontarkan kritik keras pada Enzo Fernandez cs.

The Blues antiklimaks saat menjamu Burnley di Stamford Bridge pada Sabtu (30/3/2024). Meski unggul jumlah pemain sedari akhir babak pertama, Chelsea malah membuang keunggulannya dua kali sehingga harus puas dengan raihan satu poin.

Setelah gol penalti Cole Palmer membuka skor di akhir babak pertama, Chelsea langsung kebobolan gol Burnley melalui Josh Cullen pada menit kedua setelah kickoff. Palmer mencetak gol keduanya di pertandingan ini untuk membawa Chelsea kembali unggul di menit ke-78.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, the Clarets akhirnya menyamakan skor setelah Dara O’Shea mencetak gol di 10 menit terakhir guna menyeimbangkan kedudukan. Chelsea bahkan hampir kalah karena Burnley menekan sampai detik-detik terakhir. Untung tembakan Jay Rodriguez di depan gawang masih melayang di atas mistar gawang Chelsea.

Hasil itu membuat Chelsea bergeming di peringkat 11 klasemen dengan selisih 19 poin dari Aston Villa di empat besar. Lebouef mengkritik Chelsea tak memiliki hasrat dan tidak memiliki otak.

“Ya Tuhan, saya muak. Anda [ingin] percaya bahwa sesuatu akan terjadi,” sebut Leboeuf kepada ESPN. “Baiklah, musim ini sudah selesai, tapi anda bermain melawan Burnley, mereka bermain 11 melawan 10, jadi mereka akan memenangi pertandingannya…dan kemudian mereka lenyap.”

“Tidak ada yang terjadi, anda unggul 1-0 saat jeda, anda kembali dan setelah tiga menit kebobolan, kemudian anda mencoba bermain sedikit dan mencetak gol lainnya dan kemudian bilang ‘Oke, baiklah itu bagus’, dan kemudian setelahnya jelek sekali.”

“Dan di akhir, mereka seharusnya kalah, 11 melawan 10. Klub sepakbola Chelsea melawan — dengan segala hormat — Burnley. Ini tidak adil untuk fans, tidak adil untuk sejarah klub sepakbola Chelsea dan mantan-mantan pemainnya — bahwa saya, dan beberapa yang lain yang menyaksikan pertandingan ini, sangat terkejut dengan situasinya.”

“Para pemainnya tidak punya stamina, tidak punya apapun di dalam hati mereka, tidak ada apapun di dalam otak mereka, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Jika anda bermain 11 melawan 10, anda seharusnya menghabisi lawan anda tapi mereka malah membiarkan lawan bangkit dan mereka hampir kalah! Ayolah! Ini tidak profesional. Ini tidak adil, lagi, bagi orang-orang yang mencintai klub ini,” sengat Leboeuf.

Simak Video “Dalih Pochettino Sehabis Chelsea Disikat Liverpool
[Gambas:Video 20detik]
(rin/mrp)

Terus Bersinar di Chelsea, Cole Palmer Dibayangi Naik Gaji


London

Cole Palmer tampil oke di musim debutnya bersama Chelsea. Musim depan nanti, dirinya diyakini akan diganjar kenaikan gaji!

Cole Palmer merupakan rekrutan baru Chelsea di musim ini. The Blues memboyongnya dari Manchester City seharga 42,5 juta Pounds.

Cole Palmer langsung menjelma jadi mesin gol baru Chelsea. Palmer sudah mengemas 14 gol dan 12 assist dari 34 penampilan di seluruh kompetisi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Daily Star, performa Palmer yang gemilang bakal jadi kado manis buatnya. Pemain berusia 21 tahun itu dibayangi kenaikan gaji!

Cole Palmer kini digaji sebesar 75 ribu Pounds per pekan atau setara Rp 1,5 miliar. Musim depan, pemain berusia 21 tahun itu diyakini akan alami kenaikan gaji karena performanya yang oke, jadi sebesar 150 ribu Pounds per pekan atau setara Rp 3 miliar.

Palmer sudah jadi andalan di lini pos penyerang sayap Chelsea. Manajer Mauricio Pochettino menyebut, Palmer bisa main oke karena tidak merasakan tekanan!

“Dia beradaptasi dengan cepat, tentu saja ada tekanan berat di sini. Tapi dia bisa mengatasainya, itulah yang membuat dirinya spesial,” ungkap Pochettino.

(aff/nds)

Waduh! Chelsea Kalah oleh Tim Bocil Liverpool


London

Chelsea, membangun skuad senilai 1 miliar paun, hanya untuk kalah lawan tim bocah Liverpool di final Carabao Cup. Liverpool juara dengan pemain-pemain pelapis.

Liverpool membungkam Chelsea dalam final Carabao Cup –atau Piala Liga Inggris– di Wembley, Minggu (25/2/2024) malam WIB. ‘Si Merah’ datang dalam kondisi pincang berat karena sejumlah pemain kunci cedera.

Alisson Becker, Trent Alexander-Arnold, Curtis Jones, Mohamed Salah, Darwin Nunez, dan Diogo Jota absen. Bahkan Ryan Gravenberch kini menyusul masuk ruang perawatan karena cedera setelah 27 menit tampil di final akibat tekel Moises Caicedo.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan terbatas itu pula yang bikin Juergen Klopp memainkan pemain-pemain muda pelapis. Harvey Elliott (20) dan Conor Bradley (20) jadi starter, disusul masuknya sejumlah nama lainnya di tengah jalannya laga.

Bobby Clark (19), James McConnell (19), Jayden Danns (18), dan Jarell Quansah (21) dimasukkan saking minimnya opsi di bangku cadangan. Sebagai perbandingan, Chelsea masih punya Christopher Nkunku, Mykhailo Mudryk, Noni Madueke, dan Trevoh Chalobah yang masuk dari bench.

Skuad Chelsea juga harus diakui berisi sejumlah pemain muda, namun di level pengalaman yang berbeda. Nama-nama seperti Malo Gusto dan Levi Colwill sudah kerap diturunkan Mauricio Pochettino sepanjang musim ini, sementara Palmer, Caicedo, Fernandez, hingga Mudryk memang diperkirakan jadi pilihan utama.

Pada akhirnya Liverpool memang cukup dinaungi keberuntungan karena Chelsea begitu boros peluang. Tapi penampilan ‘bocil-bocil’ mereka tetap patut diapresiasi di panggung sebesar ini.

“Ini berarti sangat besar. Dengan semua pemain muda di lapangan, kemenangan di babak tambahan. Ini luar biasa. Saya sangat bangga dengan tim ini,” kata Kapten Liverpool Virgil van Dijk kepada Sky Sports dikutip BBC.

Sebagai informasi, skuad Chelsea saat ini –dibentuk oleh Todd Boehly– bernilai nyaris 1 miliar paun, atau tepatnya 948 juta paun sesuai data transfermarkt. Dua gelandang mereka yakni Caicedo dan Fernandez saja masing-masing berharga 115 dan 107 juta paun.

Simak Video “Tahan Imbang Fulham, Liverpool Lolos ke Final Carabao Cup
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)

Chelsea Vs Liverpool Lanjut ke Extra Time


London

Skor 0-0 bertahan sampai 90 menit usai di laga Chelsea vs Liverpool dalam final Carabao Cup di Wembley, Minggu (25/2). Laga dilanjutkan ke babak tambahan.

Jalannya Pertandingan

Liverpool mengambil inisiatif selepas sepak mula. Peluang baru hadir pada menit kesembilan, saat umpan silang Andy Robertson mengarah ke Luis Diaz. Sundulan Diaz lemah saja dan mudah ditahan Djordje Petrovic.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chelsea mengancam lewat sepakan Malo Gusto dari depan kotak penalti pada menit ke-13. Bisa ditahan oleh Caoimhin Kelleher.

Liverpool merepons. Sepakan Alexis Mac Allister ditahan saja oleh Petrovic, lalu peluang Diaz menyambut kesalahan Axel Disasi masih bisa dihalau.

Nyaris! Chelsea membuang peluang bagus pada menit ke-21. Umpan silang Conor Gallagher gagal diselesaikan Raheem Sterling, tapi bola lepas ke Cole Palmer yang berdiri bebas. Sepakan Palmer dihalau dengan gemilang oleh Caoimhin Kelleher!

Chelsea sempat mencetak gol pada menit ke-33. Nicolas Jackson menusuk di kanan dan mengirim umpan silang yang diselesaikan Sterling. Tapi gol itu dibatalkan karena Jackson offside.

Hampir Liverpool memimpin pada menit ke-40. Sundulan Gakpo menyambut umpan Robertson cuma menghantam tiang gawang!

Peluang lain dari Liverpool pada menit ke-44. Sodoran Diaz dari kiri disambar Conor Bradley, namun masih terhalang oleh Levi Colwill. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Tembakan Palmer pada menit ke-56 melenceng ke kanan gawang. Balasan Liverpool via tembakan voli Harvey Elliott pada menit ke-58 masih bisa ditepis Petrovic.

Liverpool sempat mencetak gol pada menit ke-60, saat sundulan Van Dijk berakhir di dalam gawang. Tapi wasit menganulirnya usai mengecek layar VAR, menilai Wataru Endo offside saat mengadang pemain Chelsea yang berpotensi mengadang Van Dijk.

Ancaman lain dari Liverpool buat Chelsea pada menit ke-70. Kali ini sepakan Gakpo meneruskan umpan Diaz masih melambung.

Chelsea nyaris memimpin pada menit ke-76. Sontekan Gallagher memanfaatkan umpan Palmer menghantam tiang gawang dan kembali ke area permainan!

Gallagher membuang peluang lain pada menit ke-86. Dalam posisi bebas menerima umpan Palmer, tembakannya tepat ke arah Kelleher yang bergerak maju.

Peluang beruntun dari Chelsea pada menit ke-93. Sepakan pertama Nkunku diblok, lalu tembakan Palmer ditahan Kelleher, upaya kedua dari Nkunku juga berakhir di tangan kiper. Waktu normal selesai tanpa ada pemenang.

Susunan pemain:

Chelsea: Petrovic, Chilwell, Colwill, Disasi, Gusto, Caicedo, Fernandez, Palmer, Gallagher, Sterling (Nkunku 67′), Jackson (Mudryk 90′)

Liverpool: Kelleher, Robertson (Tsimikas 87′), Konate, Van Dijk, Bradley (Clark 72′), Mac Allister (McConnell 87′), Endo, Gravenberch (Gomez 28′), Elliott, Gakpo (Danns 87′), Diaz

Simak Video “Tahan Imbang Fulham, Liverpool Lolos ke Final Carabao Cup
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)

Chelsea Belum Lupa Pembantaian di Anfield


London

Chelsea menantang Liverpool tak terlalu lama usai dibantai di Anfield. Mauricio Pochettino menekankan situasinya beda dan timnya sudah belajar.

Chelsea akan menghadapi Liverpool di Wembley, Minggu (25/2/2024) malam WIB, dalam final Carabao Cup. The Blues datang dengan status underdog mengingat Liverpool sedang sip.

Situasi di Premier League memberikan gambaran itu, dengan Chelsea tercecer di posisi 10 sementara Liverpool di puncak. Liverpool juga lebih stabil, baru kalah empat kali dari 39 laga sementara Chelsea 11 kali kalah dari 34 pertandingan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kekalahan itu terjadi di Anfield, markas Liverpool, pada awal Februari ini. Chelsea dihajar 1-4 dalam partai Liga Inggris tersebut, yang kian bikin Liverpool diunggulkan di final akhir pekan ini.

Tapi patut diingat pula bahwa Liverpool bakal datang dengan situasi berbeda karena badai cedera. Main di Wembley, yang merupakan tempat netral, juga memberikan peluang buat Chelsea.

Manajer Chelsea Mauricio Pochettino cuma berharap para pemainnya tak kalah mental dari Liverpool.

“Benar bahwa ini laga yang berbeda. Pendekatannya tidak pernah sama bermain di Premier League dan di final serta di tempat netral seperti Wembley. Beda,” ujar Pochettino dikutip BBC.

“Anda selalu belajar dari laga yang dimainkan, terlalu banyak hal. Tentunya kami tiba di laga ini dengan keadaan yang berbeda dan sekarang sulit untuk membandingkan dan bilang bahwa ada pengaruh dari laga-laga yang kami mainkan sebelumnya.”

“Yang Anda pelajari adalah Liverpool itu tim yang kompetitif. Mereka bisa bermain baik, sangat baik, enggak terlalu baik, enggak terlalu bagus, tapi selalu kompetitif. Kami perlu menyamai daya saing itu,” tambahnya.

Simak Video “Tahan Imbang Fulham, Liverpool Lolos ke Final Carabao Cup
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)

Pochettino Mulai Beri Chelsea Secercah Harapan


London

Chelsea memang belum kembali ke papan atas Liga Inggris. Namun setidaknya, Mauricio Pochettino sudah memberi fans The Blues secercah harapan.

Hal itu diungkapkan oleh eks pemain Chelsea, Frank Leboeuf. Menurutnya, Chelsea memulai dari ‘0’ ketika kepemilikan berganti tangan dari Roman Abramovich ke Todd Boehly.

Chelsea butuh waktu untuk kembali menjadi tim kuat seperti dalam satu dekade terakhir. Bagi Frank Leboeuf, kedatangan Mauricio Pochettino sebagai manajer baru awalnya diyakini bikin fans Si Biru skeptis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ketika Pochettino ditunjuk jadi manajer, sebenarnya memang tidak ada ‘orang yang tepat’. Klub lagi berantakan, bahkan kalau Pep Guardiola jadi manajernya juga tidak akan bisa apa-apa,” katanya kepada The Sun.

Chelsea memang masih berada di papan tengah Liga Inggris. Namun di kompetisi Carabao Cup, Chelsea bisa maju sampai ke final dan akan hadapi Liverpool pada Minggu (25/2) nanti.

Chelsea juga masih jaga kans di Piala FA, sudah menapaki babak kelima dan akan hadapi Leeds pada 29 Februari mendatang. Kata Frank Leboeuf, itulah secercah harapan yang diberikan Mauricio Pochettino!

“Sekarang kami mulai melihat secercah harapan setelah Chelsea hadapi Aston Villa dan Man City. Yang terpenting kini, konsistensi,” tegasnya.

“Sudah terlihat, para pemain membayar kepercayaan dari Pochettino. Memang ada situasi di mana badai cedera dan lain sebagainya, pun jalan masih panjang,” sambungnya.

“Ada banyak kritik dan itu wajar. Mudah-mudahan, para fans bisa melihat hasil kerja keras Pochettino nanti,” tutup Leboeuf, yang pernah berseragam biru-biru pada tahun 1996 sampai 2001.

(aff/rin)

Liverpool Favorit, tapi Chelsea Punya Kans Bagus di Final Carabao Cup


Liverpool

Liverpool diyakini layak difavoritkan di final Carabao Cup kontra Chelsea. Tapi penampilan Chelsea lawan Manchester City menunjukkan mereka juga punya kans.

Liverpool dan Chelsea akan berhadapan pada final Carabao Cup di Wembley, Minggu (25/2/2024) akhir pekan nanti. Liverpool diunggulkan karena tampil lebih stabil di musim ketimbang Chelsea.

Pasukan Juergen Klopp baru menelan empat kekalahan sejauh ini, dari total 38 pertandingan di seluruh ajang. Sedang Chelsea kesulitan menemukan konsistensi, menelan kekalahan nyaris tiga kali milik Liverpool (11 kali).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan level permainan keduanya juga kurang lebih bisa dilihat dari tampilan klasemen Premier League. Liverpool saat ini memuncaki liga sementara Chelsea tercecer di posisi 10.

Komentator Sky Sports Gary Neville percaya Liverpool sepantasnya diunggulkan, tapi bukan berarti Chelsea bisa dikesampingkan. Sebab mereka tampil baik saat mengimbangi Manchester City 1-1 akhir pekan kemarin, bahkan unggul lebih dulu.

Tipe permainan di final nanti dinilai akan menguntungkan The Blues. Sebab Liverpool akan mendesak jauh hingga pertahanan mereka dan meninggalkan ruang cukup lebar.

“Liverpool adalah favoritnya di laga minggu depan, mari kita perjelas. Tapi Chelsea punya kesempatan nyata. Yang mereka tunjukkan kemarin adalah, saat tim menekan jauh –dan itu dilakukan Liverpool– mereka bisa menyerang balik dan sangat berbahaya,” ujar eks kapten Manchester United itu di Sky Sports.

“Saya rasa laga ini sesuai dengan gaya Chelsea. Jackson butuh ruang untuk menusuk, Sterling butuh celah untuk menusuk, Palmer suka menyodorkan bola ke celah-celah itu. Saya rasa Chelsea lebih kesulitan saat melawan Crystal Palace beberapa waktu lalu, yang menumpuk 10 pemain di tepi kotak penalti.”

“Peluangnya sama sih menurut saya. Saya sangat menantikannya. Liverpool akan tahu mereka bakal disambut sebuah perlawanan,” imbuhnya.

Simak Video “Tahan Imbang Fulham, Liverpool Lolos ke Final Carabao Cup
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)