Tag: Beruntun

Radja Nainggolan Rasakan Degradasi Beruntun: Tahun Lalu di Italia, Sekarang di Indonesia

Bola.net – Radja Nainggolan harus menelan pengalaman kurang mengenakkan sebagai pesepak bola. Gelandang senior itu harus rela klub yang dibelanya mengalami degradasi, nahas terjadi secara beruntun.

Sempat ada di kasta tertinggi bersama klub-klub besar Serie A Italia dan Liga Belgia, sekarang Radja Nainggolan harus merasakan pahitnya degradasi bersama Bhayangkara FC di BRI Liga 1 2023/2024.

Padahal, kedatangannya di pertengahan musim BRI Liga 1 musim ini, adalah untuk mengangkat performa The Guardian yang terseok-seok. Nahasnya Nainggolan tidak bisa berbicara banyak. Hanya 10 pertandingan, tiga assist, dan satu gol yang menjadi persembahannya hingga pekan ke-32 BRI Liga 1 musim ini.

Menariknya, Nainggolan yang sempat memperkuat Inter Milan, Cagliari, AS Roma, dan Royal Antwerp tersebut dua kali beruntun mengalami degradasi sepanjang hidupnya sebagai pesepakbola profesional.

Selain bersama Bhayangkara FC, di musim 2022/2023, ia juga merasakan degradasi bersama klub Serie B Italia SPAL. Sekarang SPAL bermain di Serie C. Nainggolan yang masih berusia 35 tahun, sebenarnya masih bisa bermain.

Setidaknya di BRI Liga 1 musim depan. Namun dengan back to back degradasi, karier menterengnya pun bisa tercoreng. Apalagi ada Riwayat cedera yang menghantui mantan pemain Timnas Belgia tersebut.


Qatar Masuk Daftar Elite Usai Juara Piala Asia Beruntun


Lusail

Qatar menjadi juara Piala Asia 2023 usai mengalahkan Yordania 3-1 di final. The Maroons sukses menjadi satu dari sedikit negara yang mampu mempertahankan gelar.

Bermain di Stadion Lusail, Sabtu (10/2/2024), tiga gol Akram Afif yang tercipta dari titik putih hanya mampu dibalas sekali oleh Yordania lewat gol cantik Yazan Al-Naimat di babak kedua. Ini menjadi gelar kedua Qatar sepanjang sejarah Piala Asia.

Almoez Ali dkk hadir di edisi 2023 sebagai juara bertahan usai membungkam Jepang 3-1 di final edisi 2019. Mereka juga akhirnya menjadi tuan rumah menggantikan China yang tak mampu menggelar hajatan ini akibat terganggu pandemi COVID-19.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan keberhasilan ini, Qatar menjadi negara kelima yang sukses meraih gelar secara beruntun. Sebelum ini, hanya Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, dan Jepang yang mampu melakukannya.

Korsel menjadi juara beruntun pada 1956 dan 1960, atau dua edisi perdana Piala Asia. Iran sedikit lebih fantastis karena memenangi tiga Piala Asia beruntun pada 1968, 1972, dan 1976. Arab Saudi menjadi juara beruntun pada 1984 dan 1988.

Terakhir, Jepang berhasil menjadi back-to-back champions pada 2000 dan 2004. Baru dua dekade kemudian ada negara yang mampu melanjutkannya, yakni Qatar.

Uniknya, tak ada di antara lima negara tersebut yang meraih gelar Piala Asia secara beruntun dengan pelatih yang sama. Seperti Jepang yang meraih Piala Asia 2000 bersama Philippe Troussier dan edisi 2004 bersama Zico. Qatar pun demikian. Mereka memenangi edisi 2019 bersama Felix Sanchez, namun meraih trofi 2023 bersama Tintin Marquez.

(adp/adp)