Tag: Bersekongkol

Cristante Bantah Pemain Roma Bersekongkol Melawan Mourinho


Jakarta

Gelandang AS Roma Bryan Cristante bicara soal pemecatan Jose Mourinho. Cristante membantah bahwa Mourinho dipecat gara-gara tak lagi didukung para pemain.

Mourinho dipecat Roma pada bulan Januari lalu. Pelatih asal Portugal itu diberhentikan usai Roma menelah empat kekalahan dalam tujuh pertandingan.

Sejumlah laporan di Italia mengklaim bahwa Mourinho dipecat karena para pemain Roma tidak lagi mendukung Mourinho. Hal itu dibantah oleh Cristante.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Itu tidak benar. Begitulah sepakbola bekerja. Ketika tidak berhasil, pelatih adalah yang pertama pergi meski bukan dia yang salah,” ujar Cristante kepada Il Corriere dello Sport.

Cristante kemudian ditanya soal apakah bos Roma menerima persetujuan dari para pemain sebelum memecat Mourinho.

“Salah lagi. Percaya saya, deh. Kami saja baru tahu apa yang terjadi ketika Mourinho diberi tahu di pagi hari,” kata Cristante.

Sebelum dipecat, Mourinho membawa Roma ke dua final kompetisi Eropa. Terakhir, Roma ke final Liga Europa, tapi harus puas jadi runner-up usai kalah dari Sevilla. Apakah era Mourinho sudah selesai sejak saat itu?

“Bukan cuma itu. Banyak hal yang tidak berjalan,” Cristante menjawab.

“Kalau saya pribadi, saya memikirkan final itu selama beberapa hari, kemudian saya mulai fokus ke masa depan,” katanya menambahkan.

Usai memecat Jose Mourinho, AS Roma menunjuk Daniele De Rossi sebagai pelatih. Bersama De Rossi, Paulo Dybala dkk. mendaki klasemen Liga Italia dan kini cuma berjarak tiga poin dari empat besar.

Simak Video “AS Roma Pecat Jose Mourinho!
[Gambas:Video 20detik]
(nds/adp)

Kisah Coach Justin Diajak Bersekongkol Lakukan Match Fixing

Bola.net – Persoalan match fixing kembali menjadi buah bibir pencinta sepak bola Indonesia belakangan ini. Hal tersebut tak lepas dari diumumkannya delapan tersangka pelaku match fixing, yang satu di antaranya adalah tokoh sepak bola nasional, Vigit Waluyo, oleh Kapolri, Listyo Sigit, Rabu (13/12).

Match fixing sendiri merupakan salah satu penyakit kronis di sepak bola Indonesia. Tindakan lancung ini bahkan disebut sudah terjadi sejak era 80-an.

Sejumlah tokoh disebut tersangkut dalam skandal ini. Ada juga yang terang-terangan mengaku pernah diajak ke dalam permufakatan lancung tersebut.

Salah satu tokoh yang mengaku sempat diajak untuk melakukan match fixing tersebut adalah Justinus Lhaksana. Pengamat sepak bola Indonesia ini pernah diajak bersekongkol melakukan match fixing ketika ia masih menangani Timnas Futsal Indonesia, beberapa waktu lalu.

Bagaimana selengkapnya kisah Coach Justin saat dibujuk dalam persekongkolan tersebut? Simak artikel di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Ditawari Suap Ofisial Uzbekistan

Justin, dalam siniar Grind Boys di kanal Gofar Hilman, mengaku sempat hampir disuap ketika menangani Timnas Futsal Indonesia. Waktu itu, ia berstatus sebagai Direktur Teknik Timnas Futsal Indonesia pada sebuah ajang di Dubai, 2009 lalu.

Justin menuturkan, waktu itu, ia dihampiri oleh salah seorang ofisial Uzbekistan. Kepadanya, ofisial itu meminta agar Indonesia mengalah dengan skor 0-13.

“Karena kalau kita kalah 0-13, Uzbekistan nggak ketemu Iran. Mereka ingin menghindari Iran,” ucap Justin, dalam siniar tersebut.

Menurut Justin, ia tak secara langsung menolak upaya suap tersebut. Pria keturunan Belanda tersebut mengaku akan berdiskusi dulu dengan timnya.

“Dan, saya tahu bahwa tim saya tidak mau. Akhirnya, Uzbekistan bertemu Iran. Mereka akhirnya dibantai dan nggak lolos,” katanya.

2 dari 2 halaman

Keuntungan Berlipat Ganda

Lebih lanjut, Justin pun mengatakan bahwa match fixing ini bisa berhubungan erat dengan judi. Dengan melakukan match fixing, seseorang bisa mendapat keuntungan yang berlipat ganda dibanding uang yang harus dikeluarkan untuk menyuap.

“Nggak mungkin menyuap Rp100 juta, lalu cuma menang Rp200 juta,” tukas Coach Justin.

“Pasti menangnya Rp10 miliar,” ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)