Tag: Berlanjut

Juventus 1-1 Salernitana, Puasa Kemenangan Bianconeri Berlanjut


Turin

Juventus ditahan Salernitana 1-1 di pekan ke-36 Liga Italia musim ini. Bianconeri melanjutkan tren tanpa kemenangan yang sudah berlangsung sebulan.

Bermain di Allianz Stadium, Minggu (12/5/2024), Juventus tertinggal lebih dulu lewat sundulan Niccolo Pierozzi di menit ke-27. Adrien Rabiot menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan via golnya di injury time babak kedua.

Ini menjadi hasil imbang kelima secara beruntun bagi Juventus di Serie A, membuat mereka turun ke posisi empat dengan 67 poin, kalah selisih gol dari Bologna yang punya poin sama di urutan ketiga. Salernitana duduk di posisi juru kunci dengan 16 poin dan sudah pasti terdegradasi ke Serie B musim depan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalannya pertandingan

Salernitana tampil menekan sejak awal. Tembakan jarak jauh Chukwubuikem Ikwuemesi di menit pertama masih belum tepat sasaran, namun percobaan serupa dari Niccolo Pierozzi di menit ke-6 membuat kiper Juve, Wojciech Szczesny bekerja mengamankan gawangnya.

Juventus balas menyerang pada menit ke-8, tetapi tendangan Dusan Vlahovic dari luar kotak penalti berhasil diselamatkan kiper Salernitana, Vincenzo Fiorillo. Semenit berselang, tembakan jarak jauh Filip Kostic melenceng ke sisi kanan.

Salernitana mengejutkan publik tuan rumah dengan mencetak gol di menit ke-27. Pierozzi menuntaskan sepak pojok Junior Sambia dengan sundulan yang sukses membobol gawang Szczesny. Skor 1-0 untuk tim tamu.

Sambia nyaris menambah keunggulan Salernitana pada menit ke-32, namun tembakannya dihalau Szczesny. Serangan balik yang berujung tembakan mendatar Ikwuemesi juga empat menit berselang juga digagalkan kiper Polandia tersebut.

Juventus nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-43, tetapi tembakan jarak jauh Andrea Cambiaso membentur tiang gawang.

Pada babak kedua, Juventus menambah daya gedor dengan memasukkan Samuel Iling-Junior, Fabio Miretti, Federico Chiesa, Arkadiusz Milik, hingga Kenan Yildiz. Namun gol tetap sulit diraih.

Samuel Iling-Junior mendapat peluang di menit ke-46, namun tembakan jarak jauhnya diamankan Fiorillo. Usai berulang kali gagal, shot on goal berikutnya baru hadir menit ke-80. Milik menyambut crossing Yildiz, namun sundulannya juga ditepis Fiorillo.

Tembakan jarak jauh Chiesa tak lama berselang juga bisa diantisipasi Fiorillo, demikian halnya dengan percobaan serupa dari Yildiz pada menit ke-82. Pada menit ke-88, tembakan Miretti membentur tiang gawang.

Gol yang dinanti Juventus hadir pada menit 90+1. Sepak pojok Iling-Junior diteruskan Manuel Locatelli kepada Adrien Rabiot yang menceploskan bola ke gawang Salernitana dari sudut sempit. Skor 1-1 bertahan hingga usai.

Susunan pemain

Juventus: Szczesny, Gatti, Bremer, Rugani (Yildiz 77′), Cambiaso, McKennie (Miretti 46′), Locatelli, Rabiot, Kostic (Iling-Junior 46′), Vlahovic (Milik 77′), Kean (Chiesa 46′).

Salernitana: Fiorillo, Pirola, Fazio, Pierozzi, Zanoli (Pasalidis 90′), Coulibaly, Basic, Sambia (Pellegrino 90′), Vignato (Legowski 65′), Tchaouna, Ikwuemesi (Kastanos 73′).

(adp/mrp)

Roma Jeblok, Kutukan Musim Ketiga Mourinho Berlanjut?


Genoa

AS Roma jeblok di awal Serie A 2023/2024. Mulai ada kekhawatiran kutukan musim ketiga Jose Mourinho muncul lagi.

Roma kembali menelan hasil buruk dalam lanjutan pekan keenam saat tandang ke Genoa, Juamt (29/9/2023) dini hari WIB. Mereka dibantai 1-4 oleh tim yang sebelumnya berada di papan bawah.

Hasil itu membuat Roma terpuruk di posisi ke-16 klasemen dengan lima poin dari enam laga, selisih dua angka dari Udinese di posisi ke-18 klasemen.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini tentunya bukan start yang diinginkan I Lupi mengingat kualitas skuad dan juga pelatih yang dimiliki. Mereka terakhir kali mengalami start seburuk ini pada 2010/2011.

Mourinho sebagai pelatih tentu mendapat sorotan tajam karenanya. Muncul kecemasan di antara fans Roma terkait penampilan timnya musim ini.

Pasalnya Mourinho sudah memasuki musim ketiganya sebagai allenatore Roma dan biasanya pria asal Portugal itu cenderung bermasalah.

Di klub-klub sebelumnya, Mourinho tidak pernah bertahan lebih dari tiga musim. Di periode pertamanya menangani Chelsea, Mourinho diberhentikan pada September 2007.

Saat itu Chelsea lagi menurun setelah dua musim beruntun menjuarai Liga Inggris serta satu Piala FA dan satu Piala Liga Inggris.

Lalu, saat menukangi Real Madrid, Mourinho juga cuma bertahan tiga musim. Setelah meraih Copa del Rey dan LaLiga, musim ketiga Mourinho berakhir berantakan juga.

Saat kembali ke Chelsea pada 2013, Mourinho berhasil membawa tim itu juara Liga Inggris 2014/2015 sebelum dipecat di pertengahan musim 2015/2016 karena hasil buruk.

Lalu di Manchester United pun sama saja, Mourinho cuma 2,5 musim setelah sempat memberikan gelar Liga Europa dan Piala Liga Inggris. Dia dipecat Desember 2018 karena MU terpuruk.

Terakhir di Tottenham Hotspur, Mourinho yang diangkat November 2019 diberhentikan di April 2021 atau beberapa hari sebelum final Carabao Cup.

Hanya di FC Porto dan Inter Milan, Mourinho mengakhiri kariernya dengan manis setelah membawa dua klub itu menjuarai Liga Champions.

Usai membawa Roma memenangi Conference League di musim perdana dan jadi finalis Liga Europa musim lalu, Mourinho tentu harus segera mengangkat performa Serigala Ibukota jika tak ingin bernasib sama lagi.

Meski boleh dibilang, dana belanja yang terbatas dan cedera pemain inti di awal musim ini sudah menyulitkan kerja Jose Mourinho.

(mrp/krs)