Clairefontaine

Ilaix Moriba menjadi pencetak gol tunggal kemenangan Guinea atas Indonesia dalam playoff Olimpiade Paris 2024. Sekali hadir, pemain 21 tahun itu langsung memupus harapan Garuda Muda.

Moriba, yang lahir di Guinea namun besar di Spanyol, sebelumnya tak pernah membela timnas junior manapun di Guinea. Ia malah sempat berseragam Spanyol U-17 dan U-18 pada 2019 silam. Di dua kategori umur itu, ia mencatatkan 10 penampilan, mencetak dua gol.

Menimba ilmu di La Masia dan memperkuat Barcelona pada 2010-2021, Moriba sempat diharapkan menjadi bintang masa depan Spanyol. Namun pada 2021, ia memutuskan untuk membela tanah airnya yang juga merupakan negara asal sang ibu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia lalu menjalani debut senior bersama Guinea pada Januari 2022. Sejak itu, ia sudah mencatatkan 22 caps, termasuk tampil di Piala Afrika 2021 (digelar pada 2022 karena COVID-19) dan juga 2023 (digelar pada 2024 karena masalah iklim di Pantai Gading).

Sewaktu pelatih Timnas Guinea, Kaba Diawara diberi amanat untuk ikut memegang sementara timnas U-23 pada April lalu, Moriba yang umurnya masih memenuhi syarat dipanggil untuk ‘turun kelas sesaat’ demi membantu dalam laga playoff. Hasilnya sesuai harapan.

Ia menjadi penentu kemenangan Guinea dalam laga yang digelar di Clairefontaine, Kamis (9/5) malam WIB. Tembakan penalti pemain yang kini membela Getafe itu gagal dibendung Ernando Ari yang mengawal gawang Indonesia. Sekali datang, ia langsung menjadi pahlawan.

Skor 1-0 memastikan Guinea tampil di cabang sepak bola putra Olimpiade untuk pertama kalinya sejak Mexico City 1968. Sedangkan Indonesia harus melanjutkan puasa yang telah berlangsung sejak Melbourne 1956.

(adp/ran)