Tag: Bayern

Leverkusen Sikat Cologne 2-0, Unggul 10 Angka dari Bayern Munich


Cologne

Bayer Leverkusen merebut poin penuh di markas FC Cologne dalam lanjutan Bundesliga. Pasukan Xabi Alonso pun makin kokoh di puncak klasemen sementara.

Spieltag ke-24 Liga Jerman mempertemukan Cologne vs Leverkusen. Duel berlangsung di RheinEnergie Stadium, Minggu (3/3/2024) malam WIB.

Tim tuan rumah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-14. Striker Cologne, Jan Thielmann, mendapat kartu merah langsung setelah menginjak kaki Granit Xhaka dari belakang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Leverkusen mencetak gol di menit ke-37. Jeremie Frimpong mencetak gol tap-in di depan gawang usai memaksimalkan umpan silang Alejandro Grimaldo. Tim tamu unggul 1-0.

Die Werkself nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-41 lewat percobaan Florian Wirtz. Bola tembakannya bisa diamankan kiper Cologne. Skor 1-0 untuk Leverkusen bertahan hingga babak pertama berakhir.

Leverkusen terus menggempur pertahanan Cologne di babak kedua. Hasilnya, gol tambahan tercipta di menit ke-73.

Alex Grimaldo menyambar bola masuk umpan mendatar Amine Adli dari sisi kiri. Leverkusen menjauh 2-0.

Skor 2-0 untuk Leverkusen tak berubah hingga pluit panjang berbunyi. Granit Xhaka cs pulang dari markas Cologne dengan poin penuh.

Kemenangan ini membuat Leverkusen kukuh di puncak klasemen dengan 64 poin. Die Werkself unggul 10 angka dari Bayern Munich di bawahnya.

Leverkusen turut memperpanjang rekor tak terkalahkan sejak awal musim ini. Mereka belum pernah kalah dalam 34 laga beruntun di semua kompetisi.

Susunan Pemain

FC Cologne: Marvin Schwabe; Rasmus Carstensen, Timo Hurbers, Julian Chabot, Max Finkgrafe; Faride Alidou, Dejan Ljubicic, Eric Martel, Linton Maina; Jan Thielmann, Sargis Adamyan.

Bayer Leverkusen: Lukas Hradecky; Piero Hincapie, Jonathan Tah, Josip Stanisic; Alex Grimaldo, Granit Xhaka, Robert Andrich, Jeremie Frimpong; Florian Writz, Jonas Hofmann; Patrick Schick.

Simak Video “AS Roma Lolos ke Final Liga Europa!
[Gambas:Video 20detik]
(bay/mrp)


Bayern Terpuruk Bukan Salah Tuchel


Munich

Kiper sekaligus kapten Bayern Munich Manuel Neuer membela Thomas Tuchel. Menurut Neuer, hasil buruk Bayern bukan salah Tuchel.

Die Roten telah mengumumkan perpisahan dengan pelatih berusia 50 tahun itu, menyusul kekalahan dari tim gurem Bochum 2-3, sekitar sepekan lalu. Itu adalah kekalahan ketiga beruntun Bayern usai dibenamkan Lazio 0-1 dan digebuk Bayer Leverkusen 0-3.

Dengan demikian, Tuchel berarti akan meninggalkan Allianz Arena setahun lebih cepat. Kontrak Tuchel sejatinya baru akan habis pada musim panas tahun depan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manuel Neuer dkk merespons perpisahan dengan Tuchel lewat kemenangan kandang melawan RB Leipzig 2-1 pada Sabtu (24/2). Kiper top Jerman itu merasa para pemain Bayern harus bertanggung jawab atas hasil mengecewakan ini.

“Hal itu membuat citra buruk pada kami semua, pada tim, pada para pemain karena kami tidak mampu mengatasinya untuk terus berlanjut dengan seorang pelatih top,” ungkap pesepakbola berusia 37 tahun itu kepada Sky Sports Jerman.

“Tidak selalu salah guru jika nilainya jelek. Kami punya tanggung jawab ketika seorang pelatih bagus dipecat. Kami sekarang ingin terus berlanjut secara profesional sampai akhir,” Neuer menambahkan.

Bayern Munich akan berupaya finis sebaik mungkin di sisa musim 2023/24. Saat ini Bayern masih tertinggal delapan poin dari Leverkusen di klasemen Liga Jerman, dan mesti mengejar defisit satu gol saat gantian menjamu Lazio di leg II babak 16 besar Liga Champions pada pekan depan.

(rin/krs)

Tuchel, Habis Tinggalkan Bayern Bakal ke Mana?


Munich

Thomas Tuchel bakal berpisah dengan Bayern Munich di akhir musim. Apakah pelatih berusia 50 tahun itu sudah punya tujuan berikutnya?

Bayern dan Tuchel memutuskan berpisah di akhir musim. Kabar itu muncul di tengah performa buruk Die Roten, yang kalah di tiga laga terakhir dan tercecer dalam persaingan juara.

Usai pengumuman itu, Tuchel langsung dikaitkan dengan sejumlah klub. Mulai dari Barcelona dan Manchester United disebut-sebut berpotensi menjadi tujuannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi rumor itu, Tuchel angkat suara. Pelatih yang membawa Chelsea juara Liga Champions itu mengaku tidak akan ke mana-mana sampai akhir musim.

“Tak akan ada yang terjadi sebelum akhir musim,” kata Thomas Tuchel, jelang laga melawan RB Leipzig, seperti dibagikan jurnalis Fabrizio Romano.

“Saya sangat profesional pada diri sendiri dan itu jelas berdedikasi pada Bayern Munich sampai akhir musim,” tegasnya.

Tuchel sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih Bayern pada akhir musim lalu, menggantikan Julian Nagelsmann. Musim ini menjadi musim penuh pertamanya melatih Thomas Mueller dkk.

Saat ini, Bayern tertinggal dari Bayer Leverkusen di klasemen Liga Jerman. Bayern tertahan di peringkat dua dengan 50 poin, tertinggal 11 poin dari Leverkusen.

Sementara di Liga Champions, Bayern Munich baru saja kalah 0-1 dari Lazio pada leg pertama babak 16 besar. Bayern harus berbalik menang dan unggul selisih gol jika ingin maju ke perempatfinal. Situasi itu yang membuat Thomas Tuchel disorot, sampai akhirnya memutuskan berpisah di akhir musim.

Simak Video “Tuchel Klaim Bukan Cuma Dirinya Penyebab Penampilan Buruk Bayern
[Gambas:Video 20detik]
(yna/mrp)

Bayern Memanas! Kimmich Ribut dengan Asisten Tuchel


Jakarta

Kabar tak sedap datang dari Bayern Munich. Keributan disebut terjadi, melibatkan gelandang Joshua Kimmich dengan Zsolt Low, asisten Thomas Tuchel.

Dalam laporan Bild, keributan terjadi usai laga Bayern dikalahkan VfL Bochum dalam lanjutan Liga Jerman, Minggu (18/2). Kimmich dilaporkan bersitegang dengan Low, asisten Tuchel, di lorong Ruhrstadion.

Kimmich diberitakan beradu argumen dengan Low saat berjalan di lorong menuju ruang ganmti. Sempat mereda, ketegangan dikabarkan terjadi lagi usai Low mengatakan sesuatu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joshua Kimmich, yang posisinya sudah agak menjauh, disebut coba mendatangi Low. Rekan-rekannya kemudian menahannya, termasuk kiper sekaligus kapten Bayern Munich, Manuel Neuer.

Thomas Tuchel sendiri disebut mengetahui insiden itu. Pelatih berusia 50 tahun itu mengatakan kejadian itu bukan konsumsi publik dan hal yang wajar terjadi di ruang ganti.

“Saya tahu apa yang terjadi. Ini bukan untuk publik,” katanya kepada reporter

“Kami berada di ruang ganti sepakbola. Ini hal yang normal dalam batas tertentu, dan itu masih dalam batasnya,” terangnya.

Di laga melawan Bochum, Kimmich cuma bermain 63 menit. Ia digantikan Bryan Zaragoza, saat timnya kalah 2-3.

Kekalahan dari Bochum membuat Bayern kalah tiga kali beruntun. Sebelumnya, Die Roten dihajar Bayer Leverkusen di pekan sebelumnya di Liga Jerman, kemudian tumbang 0-1 dari Lazio di Liga Champions tengah pekan lalu.

Kini, Bayern Munich makin tertinggal dari Leverkusen dalam perburuan gelar juara Liga Jerman. Joshua Kimmich dkk mengoleksi 50 poin dari 22 laga di posisi dua klasemen Liga Jerman, tertinggal delapan poin dari pasukan Xabi Alonso.

Simak Video “Bayern Dilanda Badai Cedera, Tuchel Pede Kalahkan Galatasaray
[Gambas:Video 20detik]
(yna/nds)

Bayern Kalah Terus, Mourinho Makin Dekat Jadi Pengganti Tuchel?


Jakarta

Nasib Thomas Tuchel tampaknya di ujung tanduk setelah Bayern Munich kalah tiga laga beruntun. Jose Mourinho pun kian dekat jadi pengganti Tuchel?

Bayern harus menyerah 2-3 saat bertandang ke markas Bochum dalam lanjutan Bundesliga. Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun setelah sebelumnya disikat 0-3 oleh Bayer Leverkusen di Bundesliga dan keok 0-1 melawan Lazio di leg pertama 16 besar Liga Champions.

Serangkaian penampilan mengecewakan itu membuat nasib Tuchel dalam sorotan. Mantan juru taktik Chelsea itu bisa saja dipecat dalam waktu dekat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mourinho belakangan menjadi nama yang disebut-sebut sebagai target Bayern. Juru taktik asal Portugal itu kebetulan sedang tanpa klub usai dipecat AS Roma.

Menurut laporan Bild beberapa hari lalu, Mourinho sedang mempelajari bahasa Jerman. Kabar ini muncul di tengah isu ketertarikan Die Roten.

Selain Tuchel yang menjadi sorotan, internal tim juga disebut-sebut sedang tidak oke. Harry Kane kabarnya merasa frustrasi dengan hasil laga meski saat ini masih menjadi pemimpin top skor Bundesliga.

Bayern ada di posisi kedua Bundesliga dengan 50 poin. Juara 11 kali beruntun ini tertinggal delapan angka dari Bayer Leverkusen.

Bayern juga sudah tersingkir di DFB Pokal. Alhasil, Liga Champions dan Bundesliga menjadi gelar yang harus bisa diselamatkan.

Simak Video “Bayern Dilanda Badai Cedera, Tuchel Pede Kalahkan Galatasaray
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)

Tuchel Tak Percaya Bayern Main Jelek Banget Lawan Lazio


Roma

Thomas Tuchel tak percaya Bayern Munich tampil begitu buruk saat kalah melawan Lazio. Die Bavaria tak mampu bikin tembakan ke arah gawang di laga ini.

Bayern kalah 0-1 dari Lazio pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Olimpico, Kamis (15/2). Gol tunggal kemenangan Elang Ibu Kota lahir melalui penalti Ciro Immobile di menit ke-69.

Die Roten tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-67. Itu terjadi karena Dayot Upamecano mendapatkan kartu merah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim tamu sebenarnya mampu tampil dominan. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 61 persen dibanding 39 persen milik Lazio. Namun, mereka sama sekali tak efektif.

Bayern tak bikin satu pun tembakan ke arah gawang dari 17 tembakan yang dilakukan. Sementara, Lazio bisa empat kali mencatatkan shot on target dari 11 percobaan tembakan.

Pelatih Bayern, Thomas Tuchel, jelas gusar dengan kekalahan ini. Ia juga binggung kenapa anak asuhannya bisa tampil begitu buruk di laga melawan Lazio terutama di babak kedua.

Namun, Tuchel tak sepenuhnya menyerah dengan kondisi ini. Ia bertekad memperbaiki timnya untuk bangkit di leg kedua di Allianz Arena. Bayern butuh menang dengan selisih dua gol untuk lolos ke perempatfinal.

“Kami frustrasi dan marah atas kekalahan ini. Saya pikir kami kalah; saya juga tidak yakin Lazio memenangkannya. Saya tidak percaya mengapa kami kehilangan kepercayaan diri di babak kedua, namun kami melakukannya dan kemudian tertinggal. Saya tidak bisa menjelaskannya karena kami menyuruh tim untuk menjaga intensitas dan lebih berani lagi menyerang, tapi kami seperti kehilangan rasa hormat di awal babak,” ujar Tuchel dikutip dari UEFA.

“Ada hal-hal yang bisa kami kembangkan. Di babak pertama, kami menciptakan beberapa peluang bagus, beberapa peluang besar, dan satu peluang besar dari Jamal [Musiala], tapi pada akhirnya kami tidak punya satu pun tembakan tepat sasaran, jadi ini jelas dengn ini Anda tidak bisa memenangi pertandingan. Tapi kami punya leg kedua dan, tentu saja sehubungan dengan hasil terakhir, itu tidak terlihat bagus, tapi kami akan terus bekerja keras,” jelasnya.

(pur/ran)

Harry Kane Sudah Pindah ke Bayern Munich, Masih Susah buat Juara?


Munich

Bayern Munich dilumat Bayer Leverkusen 0-3 di lanjutan Bundesliga. Celaka buat Harry Kane, mimpinya buat raih titel juara liga masih harus ‘diundur’ lagi.

Bayer Munich kalah 0-3 dari Bayer Leverkusen dalam lanjutan Bundesliga, pada Minggu (11/4) dini hari WIB. Tiga gol masing-masing dicetak oleh Stanisic, Grimaldo, dan Frimpong.

Hasil itu membuat Leverkusen memimpin klasemen Liga Jerman dengan 55 poin dari 21 laga. Pasukannya Xabi Alonso unggul lima poin dari Die Roten di tempat kedua.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim masih cukup panjang, tapi Bayern Munich peluangnya sedang sulit untuk mempertahankan gelar Bundesliga. Pun Harry Kane, kembali seperti akan kena kutukan.

Kane belum pernah menjuarai titel juara liga. Di Premier League bersama Tottenham Hotspur pada 2013-2023, Kane belum pernah juara dan capaian terbaiknya adalah runner up.

Kane sebenarnya jadi striker tertajam. Dirinya duduk di peringkat kedua top skor Liga Inggris sepanjang masa dengan 213 gol!

Bagai raja tanpa mahkota, Harry Kane yang subur gol tak kuasa membawa Tottenham juara. Kini di Bayern Munich, mungkin nasibnya di musim ini akan sama.

Kane nyatanya jadi mesin gol di Bundesliga dengan torehan 24 gol dari 21 laga sejauh ini, pada musim debutnya sejak dibeli dari Tottenham di musim panas 2023. Namun Bayer Leverkusen yang lagi on fire, bisa jadi batu sandungan besar Bayern Munich.

Musim depan mungkin beda cerita, kalau Xabi Alonso pindah melatih klub lain. Bayern Munich mungkin bisa mendominasi lagi, tapi mungkin juga ada tim-tim lain yang bisa memberikan kejutan.

Munich sebenarnya masih punya kans juara di Liga Champions, dengan menapaki babak 16 besar. Lazio jadi tantangan pertama, tapi ingat, banyak tim kuat di sana.

(aff/ran)

Eric Dier soal Gabung Bayern: Mimpi yang Jadi Nyata


Jakarta

Eric Dier telah resmi menjadi pemain Bayern Munich. Dia merasa ini adalah mimpi saat kecil yang menjadi nyata.

Bayern mendapatkan Dier dari Tottenham Hotspur dengan status pinjaman sampai akhir musim 2023/2024. Bek berusia 29 tahun itu memiliki opsi untuk diperpanjang selama satu tahun.

Ini menjadi kali kedua Dier berkarier di luar Inggris. Sebelum ke Tottenham, Dier memperkuat Sporting CP dari Portugal.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dier merasa bahagia bisa pindah ke Bayern. Hal tersebut seperti mewujudkan sebuah mimpi masa kecil untuk memperkuat tim besar.

“Kepindahan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya, karena saat bocah Anda ingin bermain untuk klub seperti Bayern suatu hari nanti.Bayern adalah salah satu klub terbesar di dunia dan memiliki sejarah yang luar biasa,” kata Dier yang dikutip dari situs resmi Bayern.

“Saya ingin membantu tim dengan fleksibilitas saya dalam bertahan. Saya sangat menantikan rekan satu tim baru saya dan para penggemar di Allianz Arena, yang menurut saya adalah salah satu stadion terbaik di dunia,” tegasnya.

Simak Video “Habis Didepak Tim Divisi 3 di DFB-Pokal, Bayern Pede Kalahkan Dortmund
[Gambas:Video 20detik]
(ran/cas)

Langkah MU ke 16 Besar Liga Champions Dipersulit Bayern Munich


Munich

Manchester United berada di ujung tanduk untuk bisa lolos ke 16 besar Liga Champions. Langkah mereka dipersulit untuk Bayern Munich.

MU tertahan 3-3 di markas Galatasaray pada laga matchday kelima Grup A Liga Champions, Kamis (30/11). Setan Merah bikin tiga gol melalui Alejandro Garnacho, Bruno Fernandes, Scott McTominay. Tuan rumah membalas lewat brace Hakim Ziyech dan torehan gol Kerem Akturcoglu.

Hasil imbang ini bikin langkah MU ke 16 besar terbilang berat. Situasi semakin sulit untuk anak asuhan Erik ten Hag karena pada laga lain di grup ini Bayern Munich juga bermain imbang 0-0 dengan Copenhagen.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MU tentu berharap laga dimenangi oleh Die Roten untuk bisa menghambat laju dari Copenhagen. Namun, Bayern yang sudah mengenggam tiket lolos ke fase gugur tampil tumpul di laga ini.

Bayern menguasai 63 persen penguasaan bola tapi hanya bikin dua tembakan ke gawang dari sembilan percobaan. Copenhagen bisa saja mencuri tiga angka jika Manuel Neuer tak tampil apik di bawah mistar Bayern. Wakil Denmark ini bisa bikin empat tembakan on target dari delapan kesempatan.

Hasil dua laga tersebut bikin MU berada di dasar klasemen dengan empat poin. Mereka tertinggal satu poin dari Galatasaray dan Copenhagen di peringkat ketiga dan kedua.

Sementara, Bayern kukuh di puncak klasemen dengan 13 poin. Galatasary, Copenhagen, dan MU bakal bersaing di laga terakhir grup untuk mendampingi Bayern ke 16 besar.

MU pada laga terakhir grup bakal menjamu Bayern di Old Trafford. Galatasaray dan Copenhagen bakal saling sikut.

Misi lolos ke 16 besar akan sangat terjal untuk MU. Pasalnya, mereka wajib menang dari Bayern yang belum kalah di Bundesliga dan Liga Champions musim ini.

Di saat bersamaan, MU juga harus berharap Galatasaray dan Copenhagen bermain imbang untuk menggenggam tiket ke fase gugur. Jika laga Galatasaray vs Copenhagen ada pemenangan maka kiprah MU di Liga Champions musim ini dipastikan berakhir.

(pur/ran)