Tag: Bayern

Mengapa Bayern Munich Jadinya Mau Rekrut Vincent Kompany?


Munich

Bayern Munich selangkah lagi mendapatkan Vincent Kompany untuk jadi pelatih baru. Lantas, mengapa tiba-tiba eks pemain Man City itu yang ditunjuk?

Dilansir dari Sky Sports, Bayern Munich dapatkan lampu hijau untuk dapatkan Vincent Kompany. Padahal, Kompany gagal bawa Buenley bertahan di Liga Inggris alias degradasi di musim 2023/2024.

Para petinggi Bayern Munich dan Burnley sudah bertemu untuk perekrutan Vincent Kompany. Pria berusia 38 tahun itu pun diyakini tertarik ke Bundesliga.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sudah ada pembicaraan dengan hasil positif sejak Senin kemarin. Petinggi Bayern percaya Kompany punya potensi untuk jadi pelatih top dengan visi dan ide-idenya,” ujar pakar transfer Fabzirio Romano.

“Kesepakatan akan segera rampung,” tegasnya.

Usut punya usut, Bayern Munich rupanya sudah punya kandidat empat pelatih sebagai pengganti Thomas Tuchel. Pihak klub diketahui menelan ludah sendiri dengan menahan Tuchel pergi.

Padahal keduanya sudah sepakat untuk berpisah di akhir musim setelah pertemuan pada Februari kemarin. Tuchel akhirnya tetap pada pendiriannya untuk cabut.

Bayern selanjutnya mendekati beberapa nama mantan pelatihnya seperti Julian Nagelsmann dan Hansi Flick. Keduanya pun ogah balik ke Die Roten.

Rumor lainnya, Jose Mourinho sampai Zinedine Zidane sempat dikaitkan dengan Bayern Munich. Pun pada akhirnya, hal itu hanya berujung sebatas rumor.

Bayern Munich gagal dapat trofi di musim 2023/2024. Bundesliga lebih kompetitif dengan Bayer Leverkusen yang sanggup jadi juara dan jangan upakan kejutan dari VFB Stuttgart yang finis sebagai runner up. Sementara, RB Leizpig dan Borussia Dortmund bisa terus kasih tekanan.

Jika nanti jadi pelatih, bisa sejago apa racikan Vincent Kompany buat Bayern?

(aff/rin)

Eks Tottenham soal Performa Raya Lawan Bayern: Kiper Tuh?


Jakarta

David Raya menjadi sorotan dalam hasil imbang Arsenal melawan Bayern Munich. Eks Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, sampai mempertanyakan kualitas Raya sebagai kiper.

Arsenal harus puas bermain imbang 2-2 melawan Bayern di Emirates Stadium dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions, Rabu (10/4/2024) dini hari WIB. Raya dikritik terkait lemahnya dalam upaya menyelamatkan eksekusi Harry Kane.

Mantan striker Tottenham itu sukses mengecoh Raya. Kane mengarahkan bola ke sisi berlawanan gerak Raya, yang cuma bisa berlutut tak berdaya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Lihatlah Raya. Apakah orang ini seorang kiper? Kane bahkan tidak bergerak, tapi Raya sudah terjatuh lebih dulu,” kata Van der Vaart dalam pembicaraannya di televisi Belanda, yang dikutip dari Daily Mail.

Raya sebetulnya juga punya andil dalam gol pertama Tottenham. Kiper asal Spanyol itu maju sampai nyaris ke tengah lapangan dalam situasi yang tak bahaya dan membuat Gabriel Magalhaes tampak panik.

Gabriel mencoba untuk terus menguasai bola meski mendapatkan tekanan dari Kane. Di sisi lain, Raya sangat lambat untuk kembali ke kotak penalti.

Bola kemudian coba dioper Gabriel ke tengah lapangan tanpa menoleh. Jakub Kiwior gagal mengontrol bola, yang kemudian jatuh di kaki lawan untuk diarahkan ke Leon Goretzka.

Bek-bek Arsenal kemudian kocar-kacir. Goretzka dengan cerdik menyodorkan bola ke kotak penalti yang dituntaskan Serge Gnabry.

Simak Video “Arsenal Vs Bayern Munich, Arteta: Saya Pengagum Berat Thomas Tuchel
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)

Bayern Bak Raksasa Terluka, Odegaard Tetap Waspada


Jakarta

Gelandang Arsenal Martin Odegaard mewaspadai Bayern Munich jelang pertemuan kedua tim di perempat final Liga Champions. Namun ia menegaskan The Gunners siap menandingi Die Roten.

Leg pertama Arsenal vs Bayern akan digelar di London, Rabu (10/4/2024) pukul 02.00 WIB. Leg kedua digelar di Munich sepekan berselang.

Kedua bukannya baru pertama kali bertemu. Tujuh tahun silam, atau musim terakhir Arsenal di Liga Champions bersama Arsene Wenger, mereka tumbang dengan agregat 2-10 di babak 16 besar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kini situasinya berbeda. Arsenal sedang dalam kepercayaan diri tinggi berkat performa gemilang di Liga Inggris. Tim asuhan Mikel Arteta berada di puncak klasemen dengan 71 poin dari 31 laga.

Sementara Bayern sedang dalam periode negatif. Mereka berada di peringkat dua klasemen Bundesliga, namun tertinggal 16 poin dari Bayer Leverkusen dan hampir pasti kehilangan status sebagai juara bertahan.

Odegaard sadar akan situasi Bayern belakangan ini, namun ia enggan meremehkan lawan. Ia menekankan tim asuhan Thomas Tuchel punya kualitas untuk berbicara banyak di Liga Champions meski tampak ‘amburadul’ di kancah domestik.

“Setiap laga yang kami mainkan selalu menghadirkan tantangan bagus. Bayern adalah tim hebat dengan banyak pemain berkarakter menyerang yang bagus dan ini akan menjadi malam besar di Emirates,” ujar Odegaard, dikutip The Guardian.

“Mereka mendapatkan sejumlah hasil aneh di liga dan kami telah melihatnya. Namun jika Anda melihat tim dan melihat kualitas yang mereka miliki, maka kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat dengan pemain individu yang sangat bagus juga, jadi ini akan menjadi pertarungan yang sulit, tapi kami siap,” jelasnya.

(adp/pur)

Respons Keras Agen Alphonso Davies karena Merasa Diultimatum Bayern


Jakarta

Agen Alphonso Davies, bintang Bayern Munich, memberi respons keras terhadap pernyataan dari klub raksasa Jerman itu seputar perpanjangan kontrak.

Sebelum ini Bayern, lewat direktur olahraga Max Eberl, menyatakan bahwa pihak klub sudah menyodorkan sebuah tawaran konkret yang nilainya juga oke kepada Davies.

Di saat yang sama, masih seputar sodoran kontrak baru ke Davies, Eberl juga mengatakan bahwa “pada suatu waktu di dalam hidup, Anda harus bilang ya atau tidak.”


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nick Huoseh, agen Alphonso Davies, rupanya tidak berkenan dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, pendekatan Bayern lewat Eberl menjadi sesuatu yang tidak adil buat kliennya.

“Tidak adil karena Alphonso kini seperti diserang,” ucap Huoseh kepada Bild seperti dilansir ESPN.

“Setahun lalu kami nyaris menyepakati kontrak baru. Kemudian seluruh manajemen klub diganti. Selama 7 bulan kami tidak mendengar apa-apa lagi. Pada periode itu aku pun sudah berusaha mengontak klub. Kini kami malah diultimatum dan harus memberi respons dalam dua pekan karena klub dalam tekanan dan butuh waktu dalam manajamen internalnya? Itu tidak adil.”

“Ini adalah sebuah kontrak yang sangat penting dalam karier Alphonso dan kami harus membuat keputusan tanpa tahu siapa yang jadi pelatih musim depan atau seperti apa timnya nanti. Itulah mengapa kami pikir tidak adil,” sebutnya.

Kontrak Alphonso Davies dengan Bayern akan habis pada akhir musim depan. Dengan kata lain, The Bavarians berisiko kehilangannya secara gratis jika tidak ada kontrak baru sampai musim panas 2025.

Real Madrid santer disebut-sebut berminat merekrut Alphonso Davies. Tapi sumber ESPN menyebut klub raksasa Spanyol itu enggan mengeluarkan lebih dari 40 juta euro musim panas ini. Mereka bahkan siap menunggu Davies tahun depan.

(krs/aff)

Leverkusen Sikat Cologne 2-0, Unggul 10 Angka dari Bayern Munich


Cologne

Bayer Leverkusen merebut poin penuh di markas FC Cologne dalam lanjutan Bundesliga. Pasukan Xabi Alonso pun makin kokoh di puncak klasemen sementara.

Spieltag ke-24 Liga Jerman mempertemukan Cologne vs Leverkusen. Duel berlangsung di RheinEnergie Stadium, Minggu (3/3/2024) malam WIB.

Tim tuan rumah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-14. Striker Cologne, Jan Thielmann, mendapat kartu merah langsung setelah menginjak kaki Granit Xhaka dari belakang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Leverkusen mencetak gol di menit ke-37. Jeremie Frimpong mencetak gol tap-in di depan gawang usai memaksimalkan umpan silang Alejandro Grimaldo. Tim tamu unggul 1-0.

Die Werkself nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-41 lewat percobaan Florian Wirtz. Bola tembakannya bisa diamankan kiper Cologne. Skor 1-0 untuk Leverkusen bertahan hingga babak pertama berakhir.

Leverkusen terus menggempur pertahanan Cologne di babak kedua. Hasilnya, gol tambahan tercipta di menit ke-73.

Alex Grimaldo menyambar bola masuk umpan mendatar Amine Adli dari sisi kiri. Leverkusen menjauh 2-0.

Skor 2-0 untuk Leverkusen tak berubah hingga pluit panjang berbunyi. Granit Xhaka cs pulang dari markas Cologne dengan poin penuh.

Kemenangan ini membuat Leverkusen kukuh di puncak klasemen dengan 64 poin. Die Werkself unggul 10 angka dari Bayern Munich di bawahnya.

Leverkusen turut memperpanjang rekor tak terkalahkan sejak awal musim ini. Mereka belum pernah kalah dalam 34 laga beruntun di semua kompetisi.

Susunan Pemain

FC Cologne: Marvin Schwabe; Rasmus Carstensen, Timo Hurbers, Julian Chabot, Max Finkgrafe; Faride Alidou, Dejan Ljubicic, Eric Martel, Linton Maina; Jan Thielmann, Sargis Adamyan.

Bayer Leverkusen: Lukas Hradecky; Piero Hincapie, Jonathan Tah, Josip Stanisic; Alex Grimaldo, Granit Xhaka, Robert Andrich, Jeremie Frimpong; Florian Writz, Jonas Hofmann; Patrick Schick.

Simak Video “AS Roma Lolos ke Final Liga Europa!
[Gambas:Video 20detik]
(bay/mrp)


Bayern Terpuruk Bukan Salah Tuchel


Munich

Kiper sekaligus kapten Bayern Munich Manuel Neuer membela Thomas Tuchel. Menurut Neuer, hasil buruk Bayern bukan salah Tuchel.

Die Roten telah mengumumkan perpisahan dengan pelatih berusia 50 tahun itu, menyusul kekalahan dari tim gurem Bochum 2-3, sekitar sepekan lalu. Itu adalah kekalahan ketiga beruntun Bayern usai dibenamkan Lazio 0-1 dan digebuk Bayer Leverkusen 0-3.

Dengan demikian, Tuchel berarti akan meninggalkan Allianz Arena setahun lebih cepat. Kontrak Tuchel sejatinya baru akan habis pada musim panas tahun depan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manuel Neuer dkk merespons perpisahan dengan Tuchel lewat kemenangan kandang melawan RB Leipzig 2-1 pada Sabtu (24/2). Kiper top Jerman itu merasa para pemain Bayern harus bertanggung jawab atas hasil mengecewakan ini.

“Hal itu membuat citra buruk pada kami semua, pada tim, pada para pemain karena kami tidak mampu mengatasinya untuk terus berlanjut dengan seorang pelatih top,” ungkap pesepakbola berusia 37 tahun itu kepada Sky Sports Jerman.

“Tidak selalu salah guru jika nilainya jelek. Kami punya tanggung jawab ketika seorang pelatih bagus dipecat. Kami sekarang ingin terus berlanjut secara profesional sampai akhir,” Neuer menambahkan.

Bayern Munich akan berupaya finis sebaik mungkin di sisa musim 2023/24. Saat ini Bayern masih tertinggal delapan poin dari Leverkusen di klasemen Liga Jerman, dan mesti mengejar defisit satu gol saat gantian menjamu Lazio di leg II babak 16 besar Liga Champions pada pekan depan.

(rin/krs)

Tuchel, Habis Tinggalkan Bayern Bakal ke Mana?


Munich

Thomas Tuchel bakal berpisah dengan Bayern Munich di akhir musim. Apakah pelatih berusia 50 tahun itu sudah punya tujuan berikutnya?

Bayern dan Tuchel memutuskan berpisah di akhir musim. Kabar itu muncul di tengah performa buruk Die Roten, yang kalah di tiga laga terakhir dan tercecer dalam persaingan juara.

Usai pengumuman itu, Tuchel langsung dikaitkan dengan sejumlah klub. Mulai dari Barcelona dan Manchester United disebut-sebut berpotensi menjadi tujuannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi rumor itu, Tuchel angkat suara. Pelatih yang membawa Chelsea juara Liga Champions itu mengaku tidak akan ke mana-mana sampai akhir musim.

“Tak akan ada yang terjadi sebelum akhir musim,” kata Thomas Tuchel, jelang laga melawan RB Leipzig, seperti dibagikan jurnalis Fabrizio Romano.

“Saya sangat profesional pada diri sendiri dan itu jelas berdedikasi pada Bayern Munich sampai akhir musim,” tegasnya.

Tuchel sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih Bayern pada akhir musim lalu, menggantikan Julian Nagelsmann. Musim ini menjadi musim penuh pertamanya melatih Thomas Mueller dkk.

Saat ini, Bayern tertinggal dari Bayer Leverkusen di klasemen Liga Jerman. Bayern tertahan di peringkat dua dengan 50 poin, tertinggal 11 poin dari Leverkusen.

Sementara di Liga Champions, Bayern Munich baru saja kalah 0-1 dari Lazio pada leg pertama babak 16 besar. Bayern harus berbalik menang dan unggul selisih gol jika ingin maju ke perempatfinal. Situasi itu yang membuat Thomas Tuchel disorot, sampai akhirnya memutuskan berpisah di akhir musim.

Simak Video “Tuchel Klaim Bukan Cuma Dirinya Penyebab Penampilan Buruk Bayern
[Gambas:Video 20detik]
(yna/mrp)

Bayern Memanas! Kimmich Ribut dengan Asisten Tuchel


Jakarta

Kabar tak sedap datang dari Bayern Munich. Keributan disebut terjadi, melibatkan gelandang Joshua Kimmich dengan Zsolt Low, asisten Thomas Tuchel.

Dalam laporan Bild, keributan terjadi usai laga Bayern dikalahkan VfL Bochum dalam lanjutan Liga Jerman, Minggu (18/2). Kimmich dilaporkan bersitegang dengan Low, asisten Tuchel, di lorong Ruhrstadion.

Kimmich diberitakan beradu argumen dengan Low saat berjalan di lorong menuju ruang ganmti. Sempat mereda, ketegangan dikabarkan terjadi lagi usai Low mengatakan sesuatu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joshua Kimmich, yang posisinya sudah agak menjauh, disebut coba mendatangi Low. Rekan-rekannya kemudian menahannya, termasuk kiper sekaligus kapten Bayern Munich, Manuel Neuer.

Thomas Tuchel sendiri disebut mengetahui insiden itu. Pelatih berusia 50 tahun itu mengatakan kejadian itu bukan konsumsi publik dan hal yang wajar terjadi di ruang ganti.

“Saya tahu apa yang terjadi. Ini bukan untuk publik,” katanya kepada reporter

“Kami berada di ruang ganti sepakbola. Ini hal yang normal dalam batas tertentu, dan itu masih dalam batasnya,” terangnya.

Di laga melawan Bochum, Kimmich cuma bermain 63 menit. Ia digantikan Bryan Zaragoza, saat timnya kalah 2-3.

Kekalahan dari Bochum membuat Bayern kalah tiga kali beruntun. Sebelumnya, Die Roten dihajar Bayer Leverkusen di pekan sebelumnya di Liga Jerman, kemudian tumbang 0-1 dari Lazio di Liga Champions tengah pekan lalu.

Kini, Bayern Munich makin tertinggal dari Leverkusen dalam perburuan gelar juara Liga Jerman. Joshua Kimmich dkk mengoleksi 50 poin dari 22 laga di posisi dua klasemen Liga Jerman, tertinggal delapan poin dari pasukan Xabi Alonso.

Simak Video “Bayern Dilanda Badai Cedera, Tuchel Pede Kalahkan Galatasaray
[Gambas:Video 20detik]
(yna/nds)

Bayern Kalah Terus, Mourinho Makin Dekat Jadi Pengganti Tuchel?


Jakarta

Nasib Thomas Tuchel tampaknya di ujung tanduk setelah Bayern Munich kalah tiga laga beruntun. Jose Mourinho pun kian dekat jadi pengganti Tuchel?

Bayern harus menyerah 2-3 saat bertandang ke markas Bochum dalam lanjutan Bundesliga. Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun setelah sebelumnya disikat 0-3 oleh Bayer Leverkusen di Bundesliga dan keok 0-1 melawan Lazio di leg pertama 16 besar Liga Champions.

Serangkaian penampilan mengecewakan itu membuat nasib Tuchel dalam sorotan. Mantan juru taktik Chelsea itu bisa saja dipecat dalam waktu dekat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mourinho belakangan menjadi nama yang disebut-sebut sebagai target Bayern. Juru taktik asal Portugal itu kebetulan sedang tanpa klub usai dipecat AS Roma.

Menurut laporan Bild beberapa hari lalu, Mourinho sedang mempelajari bahasa Jerman. Kabar ini muncul di tengah isu ketertarikan Die Roten.

Selain Tuchel yang menjadi sorotan, internal tim juga disebut-sebut sedang tidak oke. Harry Kane kabarnya merasa frustrasi dengan hasil laga meski saat ini masih menjadi pemimpin top skor Bundesliga.

Bayern ada di posisi kedua Bundesliga dengan 50 poin. Juara 11 kali beruntun ini tertinggal delapan angka dari Bayer Leverkusen.

Bayern juga sudah tersingkir di DFB Pokal. Alhasil, Liga Champions dan Bundesliga menjadi gelar yang harus bisa diselamatkan.

Simak Video “Bayern Dilanda Badai Cedera, Tuchel Pede Kalahkan Galatasaray
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)

Tuchel Tak Percaya Bayern Main Jelek Banget Lawan Lazio


Roma

Thomas Tuchel tak percaya Bayern Munich tampil begitu buruk saat kalah melawan Lazio. Die Bavaria tak mampu bikin tembakan ke arah gawang di laga ini.

Bayern kalah 0-1 dari Lazio pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Olimpico, Kamis (15/2). Gol tunggal kemenangan Elang Ibu Kota lahir melalui penalti Ciro Immobile di menit ke-69.

Die Roten tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-67. Itu terjadi karena Dayot Upamecano mendapatkan kartu merah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim tamu sebenarnya mampu tampil dominan. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 61 persen dibanding 39 persen milik Lazio. Namun, mereka sama sekali tak efektif.

Bayern tak bikin satu pun tembakan ke arah gawang dari 17 tembakan yang dilakukan. Sementara, Lazio bisa empat kali mencatatkan shot on target dari 11 percobaan tembakan.

Pelatih Bayern, Thomas Tuchel, jelas gusar dengan kekalahan ini. Ia juga binggung kenapa anak asuhannya bisa tampil begitu buruk di laga melawan Lazio terutama di babak kedua.

Namun, Tuchel tak sepenuhnya menyerah dengan kondisi ini. Ia bertekad memperbaiki timnya untuk bangkit di leg kedua di Allianz Arena. Bayern butuh menang dengan selisih dua gol untuk lolos ke perempatfinal.

“Kami frustrasi dan marah atas kekalahan ini. Saya pikir kami kalah; saya juga tidak yakin Lazio memenangkannya. Saya tidak percaya mengapa kami kehilangan kepercayaan diri di babak kedua, namun kami melakukannya dan kemudian tertinggal. Saya tidak bisa menjelaskannya karena kami menyuruh tim untuk menjaga intensitas dan lebih berani lagi menyerang, tapi kami seperti kehilangan rasa hormat di awal babak,” ujar Tuchel dikutip dari UEFA.

“Ada hal-hal yang bisa kami kembangkan. Di babak pertama, kami menciptakan beberapa peluang bagus, beberapa peluang besar, dan satu peluang besar dari Jamal [Musiala], tapi pada akhirnya kami tidak punya satu pun tembakan tepat sasaran, jadi ini jelas dengn ini Anda tidak bisa memenangi pertandingan. Tapi kami punya leg kedua dan, tentu saja sehubungan dengan hasil terakhir, itu tidak terlihat bagus, tapi kami akan terus bekerja keras,” jelasnya.

(pur/ran)