Luton

Ross Barkley seolah terlahir kembali di Luton Town. Sempat hilang di Chelsea, Barkley kini kembali menikmati sepakbola dengan The Hatters.

Luton Town tampil apik dalam beberapa laga terakhir. Usai membantai Brighton & Hove Albion 4-0 pekan lalu, mereka kini mampu menahan Newcastle United 4-4 di St James Park, Minggu (4/2).

The Hatters melanjutkan tren apik dengan hanya sekali kalah dalam enam laga. Tim promosi ini berusaha menunjukkan tak ingin sekadar numpang lewat di Premier League. Luton saat ini berada di peringkat ke-16 dengan 20 poin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pemain yang tampil menonjol bersama Luton adalah Ross Barkley. Barkley seolah terlahir kembali di klub yang bermarkas di Kenilworth Road tersebut.

Barkley merapat ke Luton awal musim ini dengan status free transfer dari OGC Nice. Kariernya sebelumnya sempat tenggelam setelah sempat digadang-gadang sebagai wonderkid Inggris di Everton.

Mencuri perhatian bersama The Toffees, Barkley direkrut Chelsea pada 2018 yang justru jadi awal kemerosotan kariernya. Ia tak dapat tempat di The Blues hingga sempat dipinjamkan ke Aston Villa dan pindah ke Nice.

Pemain 30 tahun ini juga tak bersinar di Nice hingga tak banyak ekspektasi untuk dirinya kala merapat ke Luton. Namun di Luton, ia seakan mampu terlahir kembali. Ia mengaku menemukan kembali kebahagiaan bermain bola di Luton setelah sempat frustrasi karena jarang mendapat menit bermain di Chelsea dan Nice.

“Saya frustrasi selama beberapa tahun di Chelsea dengan tidak memainkan banyak pertandingan. [Saya] berlatih dengan baik dan terkadang tidak mendapatkan waktu bermain yang mungkin Anda pantas dapatkan. Namun dengan banyaknya pemain di Chelsea, banyaknya persaingan terkadang tidak berjalan sesuai keinginan Anda,” ujar Barkley dikutip dari Eurosport.

“Dan kemudian di Nice saya juga tidak benar-benar mendapatkan waktu bermain yang mungkin pantas saya dapatkan. Sekarang saya datang ke sini dan mendapatkan waktu bermain. Manajer telah memberi saya wadah untuk melampiaskan rasa frustrasi saya, membantu tim dan menikmati sepak bola saya,” jelasnya.

Manajer Luton, Rob Edward, memainkan Barkley lebih dalam sebagai gelandang dari posisi sebelumnya sebagai gelandang serang. Hal ini membuat Barkley punya lebih banyak kebebasan dari bermain. Ia kini telah mampu mengemas tiga gol dan tiga assist di Liga Inggris.

“Saya menguasai bola dan membuat segalanya terjadi. Dengan bermain lebih dalam, ada lebih banyak ruang untuk dijelajahi,” jelasnya.

(pur/krs)