Tag: Bantah

Rinov Rivaldy Bantah Soal Terkena Mental karena Olimpiade


Jakarta

Ganda campuran Rinov Rivaldy memberikan penjelasannya soal tekanan mental yang ia hadapi belakangan ini. Menurutnya, hal itu terjadi bukan karena persaingan Olimpiade, melainkan hasil dari Malaysia Open yang tak sesuai ekspetasinya.

Ya, Rinov seperti diberitakan sebelumnya, sempat mengalami mental drop, seusai tampil di Thailand Masters 2024. Ia bersama Mentari tersingkir di babak 32 besar. Atas hasil tersebut, Rinov bahkan berencana rehat sementara di turnamen- turnamen selanjutnya.

Hal itu pun sempat direspons tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024, melalui Humasnya, Yuni Kartika. Eks pemain bulutangkis itu menyebut seluruh keputusan tetap pada pemain, tapi ia ingatkan konsekuensi yang bakal didapatkan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, Rinov/Mentari saat ini belum dalam kondisi yang aman dalam perhitungan poin Olimpiade. Mereka berada di peringkat ke-13 klasemen sementara Race to Olympic dan berpeluang tergeser jika tidak ikut turnamen-turnamen yang memperebutkan poin Olimpiade.

Rinov sendiri saat dimintai konfirmasinya memberikan penjelasan atas kondisi yang saat ini ia alami.

“Ya, kemarin saya sempat bilang, kalau saya ada masalah di mental, mental drop lah,” kata Rinov saat ditemui seusai latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jumat (9/2/2024).

“Cuma balik lagi ini bukan karena saya tertekan karena Olympic atau mau masuk Olimpiade. Tapi memang sejak Desember, kami sudah persiapan jauh-jauh hari, tapi hasil di Malaysia enggak sesuai ekeptasi dan harapan saya.”

Rinov menjelaskan ada rasa kecewa yang besar ketika dirinya sudah latihan mati-matian, namun hasil yang didapat ketika di lapangan tidak sesuai harapan.

“Ini terutama pada diri saya sendiri saya. Saya bicara tentang pribadi saya, ada kecewa besar. Kasarnya, ‘Kenapa saya sudah latihan kemarin tapi tidak bisa mengeluarkannya. Padahal persiapan semua bagus-bagus saja. Tapi di pertandingan di Malaysia tidak bisa mengeluarkan itu semua.’ Itu jadi kekecewaan besar pada diri saya sendiri,” ujarnya.

“Terlebih lagi, pertandingan juga berentet semua. Ketika saya mencoba melupakan, mungkin karakter diri saya memang belum bisa melupakan itu, jadi terbawa ke pertandingan selanjutnya sampai terakhir kemarin, saya merasa kalau bukan seperti Rinov yang dulu. Tidak punya kepercayaan diri, masih punya tantangan. Itu yang harus ada intropeksi diri sendiri,” tutur Rinov.

“Kalau beban untuk Olimpiade saya tidak ada beban. Saya yakin, kalau bukan saya yang masuk, masih ada yang lain (wakil Indonesia). Jadi kami berlomba secara sehat di sini, dan ada juga yang di luar (Pelatnas).”

Rinov sendiri mengaku sudah berbicara dengan pelatih Herry Iman Pierngadi dan PBSI. Ia berharap bisa terus berprogres mengingat tanggung jawabnya sebagai seorang atlet.

“Saya di sini kan bukan berarti saya bayar ke PBSI, tapi saya berangkat gratis, itu seharusnya sudah menjadi tanggung jawab saya kasih benefit ke mereka. Itu mungkin jadi beban saya di sana karena sudah berapa tahun terakhir saya enggak kasih benefit apapun.”

“Saya ada rasa ada keinginan kita bisa kasih ke mereka, itu pertanggungjawaban ke atlet. Sebab, tanggung jawab itu bukan hanya latihan, tapi bagaimana proses itu jadi lebih baik,” kata Rinov.

“Saya sudah bicara dengan pelatih, kami bicara dengan baik-baik. Kami di sini hanya prajurit. Jadi saya sebisa mungkin introspeksi diri dan mengkelarkan masalah ini, dan mencari jati diri sendiri agar bisa bermain lebih di lapangan dan pertandingan,” ucapnya.

Simak Video “Panen Bibit Unggul di Final BNI Sirnas B Riau 2023
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)

Presiden Lazio Bantah Fansnya Rasis ke Lukaku, Ajukan Banding Sanksi


Roma

Lazio kena sanksi setelah fans mereka melontarkan nyanyian rasisme ke bomber AS Roma, Romelu Lukaku. Presiden Biancocelesti, Claudio Lotito, membantah hal itu.

Lazio didenda 50 ribu euro dan penutupan sebagian area stadion setelah laporan hakim olahraga, yang menyatakan Lukaku dilecehkan secara rasial oleh fans Biancocelesti selama Derby della Capitale pada perempatfinal Coppa Italia 11 Januari lalu.

Fans Lazio juga dihukum karena pelemparan botol-botol dan bom asap. Salah satu botol bir mengenai gelandang AS Roma, Edoardo Bove, saat ditarik keluar lapangan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukuman yang didapat Lazio dikecam Claudio Lotito. Dia mempertanyakan keputusan hakim olahraga yang memberi sanksi kepada klubnya dan para penggemar.

“Saya tidak ingin memulai kontroversi. Saya akan renungkan, laporan menyebut 90% dari 16.000 bersalah, karena yang hadir lebih dari 19.000. Apakah Anda mendengar 17.000 orang melecehkan Lukaku?” kata Lotito kepada TMW, dilansir dari Football Italia.

“Lantas saya bertanya pada diri sendiri: Kenapa dia tidak mengajukan banding saat pertandingan? Dan wasit Orsato, tepatnya, kenapa dia tidak mengatakan apa-apa?” sambungnya.

Lotito berencana mengajukan banding atas sanksi yang diterima Lazio. Pria 66 tahun itu menegaskan klubnya tidak mendukung segala bentuk rasisme.

“Kami akan mengajukan banding, dan kami juga akan mengambil tindakan di tempat lain. Segalanya bisa dikatakan tentang Lazio, tapi bukan karena tim tersebut rasis atau anti-Semit atau apa pun yang mereka tuduhkan kepada kami.”

“Saya tidak mendengar nyanyian itu, jujur saja. Tapi saya tidak mengatakannya karena masalah partisan, saya mengatakannya karena memang tidak ada yang mendengarnya,” demikian kata Claudio Lotito.

(bay/ran)