Tag: Asisten

Bayern Memanas! Kimmich Ribut dengan Asisten Tuchel


Jakarta

Kabar tak sedap datang dari Bayern Munich. Keributan disebut terjadi, melibatkan gelandang Joshua Kimmich dengan Zsolt Low, asisten Thomas Tuchel.

Dalam laporan Bild, keributan terjadi usai laga Bayern dikalahkan VfL Bochum dalam lanjutan Liga Jerman, Minggu (18/2). Kimmich dilaporkan bersitegang dengan Low, asisten Tuchel, di lorong Ruhrstadion.

Kimmich diberitakan beradu argumen dengan Low saat berjalan di lorong menuju ruang ganmti. Sempat mereda, ketegangan dikabarkan terjadi lagi usai Low mengatakan sesuatu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joshua Kimmich, yang posisinya sudah agak menjauh, disebut coba mendatangi Low. Rekan-rekannya kemudian menahannya, termasuk kiper sekaligus kapten Bayern Munich, Manuel Neuer.

Thomas Tuchel sendiri disebut mengetahui insiden itu. Pelatih berusia 50 tahun itu mengatakan kejadian itu bukan konsumsi publik dan hal yang wajar terjadi di ruang ganti.

“Saya tahu apa yang terjadi. Ini bukan untuk publik,” katanya kepada reporter

“Kami berada di ruang ganti sepakbola. Ini hal yang normal dalam batas tertentu, dan itu masih dalam batasnya,” terangnya.

Di laga melawan Bochum, Kimmich cuma bermain 63 menit. Ia digantikan Bryan Zaragoza, saat timnya kalah 2-3.

Kekalahan dari Bochum membuat Bayern kalah tiga kali beruntun. Sebelumnya, Die Roten dihajar Bayer Leverkusen di pekan sebelumnya di Liga Jerman, kemudian tumbang 0-1 dari Lazio di Liga Champions tengah pekan lalu.

Kini, Bayern Munich makin tertinggal dari Leverkusen dalam perburuan gelar juara Liga Jerman. Joshua Kimmich dkk mengoleksi 50 poin dari 22 laga di posisi dua klasemen Liga Jerman, tertinggal delapan poin dari pasukan Xabi Alonso.

Simak Video “Bayern Dilanda Badai Cedera, Tuchel Pede Kalahkan Galatasaray
[Gambas:Video 20detik]
(yna/nds)

Mantan Asisten Pelatihnya Meninggal, Arema FC Ungkapkan Duka Cita

Bola.net – Meninggalnya salah seorang pelatih legendaris Kota Malang, Rohanda, juga menghadirkan duka di kubu Arema FC. Klub berlogo singa mengepal ini pun mengungkapkan duka cita mereka atas berpulangnya salah seorang eks asisten pelatih mereka tersebut.

Kandut, sapaan karib Rohanda, sendiri memang sempat masuk ke jajaran tim kepelatihan Arema FC pada 2017 silam. Kendati hanya beberapa bulan dan lebih sering di balik layar, ia berhasil mengubah para penggawa Arema FC menjadi lebih berkarakter.

Rohanda sendiri sebelumnya lebih dikenal sebagai salah seorang pelatih Persema Malang. Namun, hubungan batinnya dengan Arema FC cukup erat. Banyak anak didiknya yang kemudian memperkuat Arema. Selain itu, ia juga kerap berdiskusi dengan manajemen dan tim pelatih Arema FC terkait permainan tim berlogo singa mengepal tersebut.

“Arema FC sangat berduka atas berpulangnya Om Kandut. Meski selama menjabat sebagai pelatih lebih banyak mengabdikan diri untuk Persema, tapi banyak saran dan masukan yang didapatkan dari Om Kandut untuk Arema, terutama bagaimana membangkitkan karakter Malangan di tim,” ucap General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, dalam rilis yang diterima Bola.net, Selasa (31/10) malam.

Kandut sendiri meninggal pada Selasa (31/10) siang. Jenazah pria yang juga berstatus sebagai pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Malang tersebut dimakamkan di pemakaman umum Kasin, Kota Malang.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Gara-Gara Pinang Sirih, Asisten Shin Tae Yong Akui Sempat Gegar Budaya dan Ketakutan saat Pertama Kali ke Papua

Bola.net – Sebuah pengakuan diungkapkan eks penjaga gawang Persipura Jayapura, Yoo Jae Hoon, terkait pengalamannya saat pertama kali menginjakkan kaki di Papua. Yoo mengaku sempat mengalami gegar budaya bahkan merasakan ketakutan saat itu.

Gegar budaya ini dirasakan Yoo saat ia melihat warga Papua mengunyah pinang dan sirih. Waktu itu, ia ketakutan melihat bekas pinang sirih yang telah dikunyah.

“Sampai di Jayapura, yang paling bikin kaget, orang-orang Papua makan pinang. Waktu turun di bandara, mereka membuang pinang yang sudah dikunyah. Warnanya merah. Saya kira itu darah,” kenang Yoo, dalam siniar di kanal Sport77 Official.

“Seram banget. Waktu itu saya langsung sembunyi di belakang supir. Saya kira itu darah. Kok semua orang keluar darah? Di lantai juga banyak bekas pinang,” sambung pria yang saat ini menjadi asisten Shin Tae Yong di Timnas Indonesia ini.

Namun, setelah tahu bahwa itu adalah pinang, bukannya darah, Yoo pun tak takut lagi. Bahkan, ia sempat mencicipi mengunyah pinang.

“Saya sempat coba juga. Rasanya nggak cocok. Tapi, itu bikin gigi kuat,” tuturnya.

Yoo Jae Hoon sendiri pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada 2010 silam. Waktu itu, ia bergabung dengan Persipura Jayapura setelah urung memperkuat Persela Lamongan.

Sejak 2010 sampai 2014, Yoo berstatus sebagai penggawa Persipura Jayapura. Kemudian, pada 2015, ia memperkuat Bali United.

Pada musim 2016, Yoo kembali ke Jayapura untuk bergabung lagi dengan Mutiara Hitam. Ia memperkuat klub tersebut sampai musim 2018, ketika dipinang Mitra Kukar.

Yoo merupakan salah satu pilar utama Persipura Jayapura dalam masa keemasan mereka. Selain sempat membawa Mutiara Hitam menjuarai liga, ia juga sempat membawa tim tersebut melaju sampai ke Semifinal Piala AFC 2014.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.