Jakarta

“Setelah anak kami bergabung di Papua Football Academy, kami melihat adanya perubahan perilaku yang luar biasa. Lebih mandiri dan disiplin,” kata Eddy Lesnussa, orang tua dari Zakarias Lesnussa (14) siswa Papua Football Academy (PFA), Mimika, Papua.

Dari skill bertanding sepakbola, juga mengalami peningkatan yang pesat, lanjut Eddy. “Cara Zakarias bermain sepak bola berubah sekali. Kami bersyukur dia bisa belajar di PFA sehingga dia berkembang dengan baik dan kemampuannya terus meningkat,” kata Eddy.

PFA merupakan sekolah bagi putra Papua dengan rentang usia 13–14 tahun untuk mengasah bakat bidang olahraga khususnya sepakbola. Peserta Papua Football Academy adalah siswa pilihan dari berbagai daerah di Papua yang terpilih melalui seleksi ketat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bermarkas di Mimika Sport Complex, Mimika, Provinsi Papua Tengah, PFA didirikan oleh PT Freeport Indonesia. Presiden Joko Widodo meresmikan sekolah sepakbola tersebut di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Rabu, 31 Agustus 2022.

Direktur Sustainable Development & Community Relations PT Freeport Indonesia Claus Wamafma mengatakan cikal bakal PFA bermula dari arahan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Papua. Presiden berharap anak-anak Papua yang berbakat dalam olahraga sepak bola dapat terfasilitasi dengan baik.

“Harapan Presiden sejalan dengan komitmen PTFI dalam meningkatkan SDM Papua. PFA adalah komitmen perusahaan mewujudkan SDM Papua yang unggul lewat fisik yang sehat, tangguh, cerdas dan berkarakter unggul,” katanya.

Papua Football Academy Foto: Papua Football Academy

PFA, lanjut Claus, juga terus memperkuat kualitas akademi baik dari sisi pelatih dan ofisial, serta membangun sarana dan sport science yang lengkap dan mumpuni.

Sementara itu Head Coach PFA Ardiles Rumbiak mengatakan anak-anak Papua memiliki bakat yang luar biasa dalam sepak bola, Papua Football Academy dapat menjadi pijakan awal karir anak-anak Papua di dunia sepakbola.

“Di sekolah ini mereka mendapatkan pendidikan yang baik, dan pengembangan karakter yang lebih matang,” kata Ardiles.

Ardiles mengatakan untuk bersekolah di PFA, anak-anak yang mendaftar wajib menjalani serangkaian tes seperti teknik sepak bola, kesehatan, bakat, dan psikotes. Anak-anak yang telah lolos seleksi kemudian mendapat pelatihan dari para Pelatih yang telah mendapatkan lisensi kepelatihan AFC.

“Selama mengikuti pendidikan, anak-anak Papua menunjukkan perkembangan individu yang sangat baik, dari segi teknik, taktik, fisik dan mental, serta karakter dan pendidikan di sekolah,” kata Ardiles.

Sarana yang digunakan PFA berupa lapangan latihan taktik dan pertandingan, serta pusat kebugaran, juga didukung dengan sarana ruangan untuk belajar secara formal dan keterampilan lain yang dibutuhkan.

Untuk mencapai target utama yaitu kemampuan setiap individu yang kompetitif, adaptif, dan berani mengambil keputusan dalam berbagai kesempatan, baik di lapangan maupun kehidupan, tasiswa Papua Football Academy juga akan mengikuti turnamen lokal maupun nasional dan internasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bertanding, mempraktekkan hasil latihan, serta menjalin persahabatan dengan anak-anak lain dari berbagai daerah.

Papua Football Academy Foto: Papua Football Academy

Papua adalah tempat tumbuhnya talenta-talenta berkelas pesepakbola di Indonesia. Beberapa di antaranya Rully Nere, Eduard Ivakdalam, Jack Komboy, Elie Aiboy, Solossa bersaudara, dan yang kekinian adalah Barnabas Sobor.

PTFI berharap para lulusan PFA nantinya dapat memenuhi tantangan sepak bola di masa depan dari segi teknis dan karakter yang tangguh sehingga menjadi panutan dan kebanggaan Papua.

“Kami sangat serius, PFA adalah investasi yang sangat penting bagi PT Freeport Indonesia. Dari Tanah Papua untuk Indonesia,” kata Claus.

Simak Video “Legenda Borussia Dortmund Beri Coaching Clinic untuk PFA
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)