Tag: Alonso

Kuyt Harap Alonso Sikat Kesempatan Tangani Liverpool


Liverpool

Xabi Alonso terus dihubungkan dengan posisi manajer Liverpool. Dirk Kuyt berharap eks rekannya itu tak membuang waktu dan mengambil kesempatan ini.

Alonso diburu sejumlah klub top menuju musim panas tahun ini. Liverpool salah satunya, mengingat Juergen Klopp akan pergi di akhir musim nanti.

Selain Liverpool, ada Bayern Munich dan Real Madrid yang mengincar pelatih Bayer Leverkusen itu. Hal tersebut terungkap dari pengakuan Presiden Kehormatan Bayern Uli Hoeness yang menyebut klubnya bersaing dengan Liverpool dan Madrid, serta Leverkusen yang berupaya mempertahankan sang pelatih.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar lingkungan Liverpool mengharapkan kedatangan Alonso karena hubungan baik dengannya. Tapi ada pula keraguan bahwa pekerjaan di Liverpool terlalu cepat untuk Alonso.

Leverkusen adalah tim utama pertama dalam karier kepelatihan Alonso, yang praktis baru berusia 1,5 tahun. Sebelumnya ia hanya menangani Real Sociedad B.

Akan tetapi mantan pemain Liverpool Dirk Kuyt percaya performa Leverkusen saat ini sudah menunjukkan kapabilitas Alonso.

“Saya mengikuti perkembangannya dan langkah-langkah yang diambil dalam kariernya. Saya rasa dia melangkah dengan sangat stabil, menangani sejumlah tim U-23 tapi kemudian mendapatkan kesempatan pertama di Bayer Leverkusen dan menurut saya itu langkah yang tepat,” ujarnya dilansir Metro.

“Semua berkat sentuhannya, dia membawa mereka ke level lanjut dan karena tiba-tiba dia menantang untuk titel liga di Jerman dan itu adalah sesuatu yang sangat spesial.”

“Sekarang Xabi ada di sana dan rasanya orang-orang hampir tak percaya ada klub selain Bayern Munich yang akan memenangi liga. Itu menunjukkan kualitas seorang manajer seperti Xabi Alonso.”

“Orang-orang mungkin bisa bilang kesempatannya datang terlalu cepat, tapi terkadang hal-hal bagus datang dengan sengat cepat dan buat saya, pastinya dia sudah selalu jadi orang yang di masa bermain dulu selalu memikirkan pertandingan, secara taktik, selalu bicara soal taktik di luar lapangan,” imbuhnya.

Simak Video “Leverkusen-nya Xabi Alonso Tak Terkalahkan di 34 Laga Beruntun!
[Gambas:Video 20detik]
(raw/pur)

Puja-puji Pep Guardiola buat Xabi Alonso


Leverkusen

Xabi Alonso mengantarkan Bayer Leverkusen menjadi tim tak terkalahkan dan menumbangkan rekor Bayern Munich. Pep Guardiola memuji mantan anak asuhnya itu.

Leverkusen lagi gaspol di semua kompetisi musim ini. Die Werkself mencatatkan rekor 33 laga tak terkalahkan di semua kompetisi.

Paling baru, kemenangan didapat Leverkusen saat menjamu Mainz pada laga Bundesliga akhir pekan lalu. Granit Xhaka cs menang 2-1.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenangan itu membawa Bayer Leverkusen kukuh di puncak klasemen Liga Jerman dengan 61 poin. Leverkusen unggul 8 angka dari Bayern Munich di bawahnya.

33 pertandingan tak terkalahkan Leverkusen menjadi rekor baru di Liga Jerman. Pasukan Xabi Alonso melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Bayern Munich pada 2019/2020 yakni 32 laga tak pernah kalah.

Performa mentereng Alonso membesut Leverkusen mendapat perhatian Pep Guardiola. Pelatih yang pernah melatih Alonso di Bayern Munich itu kagum dengan apa yang ditorehkan mantan pemainnya tersebut.

“Jika Anda bertanya kepada saya tentang pekerjaan yang dilakukan [Xabi Alonso], sejujurnya ‘Wow!’ Mereka tidak terkalahkan, satu-satunya tim sepakbola yang tidak terkalahkan di semua kompetisi dan bertarung di sana bersama Bayern Munich,” kata Guardiola, dilansir dari Marca.

“Tapi wow, ini bukan hanya cara mereka bermain, mereka belum pernah kalah satu kali pun di Liga Europa, di Pokal Jerman, dan di Bundesliga. Mereka bermain sangat baik,” dia menuturkan.

Xabi Alonso masih terikat kontrak di Bayer Leverkusen hingga 2026. Dia saat ini dirumorkan bakal jadi pengganti Juergen Klopp di Liverpool atau Thomas Tuchel di Bayern Munich.

Simak Video “Klopp Tinggalkan Liverpool, Guardiola: Saya Bisa Tidur Lebih Nyenyak
[Gambas:Video 20detik]
(bay/ran)


Selebrasi Gol Granit Xhaka Bikin Xabi Alonso Tertipu


Jakarta

Ada hal lucu selama laga Bayer Leverkusen vs Mainz berlangsung. Granit Xhaka membuat Xabi Alonso tertipu gegara selebrasi golnya.

Bayern Leverkusen vs Mainz berlangsung di BayArena, Sabtu (24/2/2024) dini hari WIB. Leverkusen berhasil unggul 1-0 di menit ketiga lewat tembakan melengkung Granit Xhaka dari luar kotak penalti.

Mantan pemain Arsenal itu kemudian lari kegirangan, namun tiba-tiba memegangi pahanya seperti orang kesakitan. Xabi selaku pelatih Leverkusen melihat hal itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Xabi Alonso kemudian memanggil tim medis untuk bersiap mengecek apa yang terjadi pada hamstring Xhaka. Tak lama berselang, apa yang dilakukan Xhaka itu ternyata cuma akting karena selanjutnya malah menari bersama Jeremie Frimpong.

Ada terlihat kelegaan dari staf medis dan Xabi Alonso atas kelakuan Xhaka. Xabi kemudian memberi tahu salah satu stafnya bahwa itu adalah lelucon dari Xhaka dan tampak ada tawa atas kejadian itu.

Mainz langsung menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ketujuh. Memanfaatkan skema tembakan bebas, Silvan Widmen melepas umpan tarik dengan sundulan dan bola langsung disambar dengan kepala Dominik Kohr.

Leverkusen menutup laga dengan kemenangan 2-1 berkat gol di babak kedua. Robert Andrich mencetak gol setelah bola tembakan jarak jauhnya terlepas dari tangkapan Zentner.

Hasil ini membuat Leverkusen makin mantap di puncak klasemen Bundesliga dengan 61 poin. Mainz makin sulit keluar dari zona degradasi karena masih mengoleksi 15 poin.

Simak Video “AS Roma Lolos ke Final Liga Europa!
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)


Barcelona Juga Berharap Dapatkan Xabi Alonso


Barcelona

Xabi Alonso jadi incaran tim-tim besar. Salah satu yang bermimpi mendapatkan jasa sang pelatih tersebut, adalah Barcelona!

Xabi Alonso terus perkasa membawa Bayer Leverkusen di musim ini. Sudah 31 laga, Leverkusen-nya Alonso tidak terkalahkan.

Di Bundesliga, Bayer Leverkusen terus memimpin klasemen dengan terbaru membungkam Bayern Munich 3-0. Mereka memimpin dengan 55 poin dari 21 laga, unggul lima poin dari Munich.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Diaro Sport, tim-tim besar seperti Liverpool dan Real Madrid memantau Xabi Alonso. Liverpool akan ditinggal Klopp dan Madrid akan ditinggal Ancelotti, maka mereka butuh pelatih baru.

Tak hanya itu, Barcelona turut bermimpi untuk merekrut Alonso!

Laporan yang beredar, para petinggi klub Barcelona tertarik dengan Xabi Alonso dan gaya mainnya diyakini akan cocok dengan Barca. Apalagi, Xavi Hernandez juga siap mundur di akhir musim ini dari kursi pelatihan.

Untuk diketahui, Alonso pasti tidak asing dengan Barca. Ayahnya, Periko Alonso pernah bermain untuk Blaugrana di era tahun 1980-an.

Alonso sebenarnya juga nyaris bergabung ke Barcelona di tahun 2009 semasa jadi pemain. Sayangnya, ketika itu ada sosok Sergio Busquets sehingga Alonso kemudian menerima pinangan Real Madrid.

(aff/pur)

Real Madrid Mau Rekrut Xabi Alonso? Mending Zidane saja


Madrid

Real Madrid diketahui mau merekrut Xabi Alonso setelah masa bakti Carlo Ancelotti selesai. Kata Guti sih, mending Zinedine Zidane saja yang kembali!

Xabi Alonso lagi oke membawa Bayer Leverkusen di Bundesliga. Musim lalu bisa bawa Leverkusen lolos ke Liga Europa (sebelum Xabi datang Leverkusen ada di dekat zona degradasi), musim ini Xabi sedang bawa Leverkusen memuncaki klasemen.

Xabi dinilai sebagai calon pelatih top di masa depan. Pernah dilatih oleh beberapa pelatih top seperti Guardiola dan Mourinho, Xabi punya bekal segalanya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Real Madrid diketahui mau memakai jasa Xabi Alonso untuk pelatih di musim depan, setelah kontrak Carlo Ancelotti habis. Xabi pun pernah membela El Real pada 2009-2014.

Media-media Spanyol sudah ramai memprediksi kedatangan Xabi ke Bernabeu. Xabi dinilai sudah cukup ilmu untuk memoles tim sebesar Madrid.

Eks pemain Real Madrid, Guti Hernandez malah punya pendapat lain. Dirinya lebih suka Zinedine Zidane yang kembali melatih Real Madrid!

“Pelatih yang sempurna untuk Madrid adalah Zidane. Kenapa tidak, jika dia kembali melatih untuk periode kali ketiga?” jelasnya kepada El Chiringuito.

“Ada kok pelatih yang bertahan lama di sebuah klub, karena merekalah sosok yang tepat. Sekali lagi, kenapa tidak jika Zidane kembali?” sambungnya.

Zinedine Zidane pernah melatih Real Madrid pada periode 2016-2018 dan 2019-2021. Zidane persembahkan 11 gelar termasuk tidak kali juara Liga Champions dan dua kali juara LaLiga.

(aff/cas)